Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Kecenderungan Kepribadian Ekstraversion, Informational Support dari Atasan, Emotional Support dari Teman dan Resilience of Efficacy pada SPG Department Store Intyassari, Debora Putri; Renanita, Theda; Setiawan, Jenny Lukito
Psychopreneur Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.197 KB) | DOI: 10.37715/psy.v1i1.359

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara hubungan kecenderungan kepribadian ekstraversion, informational support dari atasan, dan emotional support dari teman dengan resilience of efficacy pada Sales Promotion Girl (SPG) department store X di Surabaya. Subyek penelitian ini merupakan 119 Sales Promotion Girl (SPG) department store X di Surabaya. Teknik yang digunakan dalam mengambil sampel pada penelitian ini yaitu melalui teknik purposive sampling. Skala kecenderungan kepribadian ekstraversion milik Eysenk, informational support, emotional support, dan resilience of efficacy milik Park dan Kim (2008). Hasil uji korelasi ganda antara kecenderungan kepribadian ekstraversion, informational support dari atasan, dan emotional support dari teman dengan resilience of efficacy pada Sales Promotion Girl (SPG) department store X di Surabaya menunjukkan adanya hubungan yang positif (R = 0,563 ; p < 0,05). Hasil uji korelasi parsial variabel kecenderungan kepribadian ekstraversion menunjukkan adanya hubungan positif (r = 0,487 ; p < 0,05). Hasil uji korelasi parsial variabel informational support dari atasan menunjukkan adanya hubungan positif (r = -0,271 ; p < 0,05), dan hasil uji korelasi parsial variabel emotional support dari teman menunjukkan adanya hubungan negatif (r = -0,072 ; p > 0,05). Dari ketika variabel bebas pada penelitian ini, variabel kecenderungan kepribadian ekstraversion berkaitan erat dalam meningkatkan resilience of efficacy pada SPG. Kata kunci : kecenderungan kepribadian ekstraversion, social support, resilience of efficay, sales promotion girl (SPG)
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Kebahagiaan Pada Mahasiswa Perantau Di Surabaya Harijanto, Jessica; Setiawan, Jenny Lukito
Psychopreneur Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.742 KB) | DOI: 10.37715/psy.v1i1.361

Abstract

Banyak mahasiswa perantau yang rela meninggalkan daerah asalnya yang untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik di daerah lain. Ketika seseorang memasuki daerah baru, ia akan menghadapi berbagai permasalahan yang dapat mempengaruhi kebahagiaannya. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kebahagiaan adalah dukungan sosial. Ketika seseorang mendapatkan dukungan sosial, ia akan merasa dicintai, diperhatikan, dan dihargai oleh individu lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kebahagiaan pada mahasiswa perantau di Universitas X Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Responden penelitian ini adalah 170 orang mahasiswa perantau dari Universitas X yang berada di semester pertama, tidak tinggal bersama orangtua, serta menetap sementara di Surabaya karena studi. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara dukungan sosial dan kebahagiaan pada mahasiswa perantau di Universitas X Surabaya (r = 0.515, p < 0.001). Kata kunci: dukungan sosial, kebahagiaan, mahasiswa perantau
THE ROLE OF TRUST AND FORGIVENESS IN MARITAL INTIMACY ON HUSBANDS OR WIVES OF DUAL-EARNER COUPLES IN SURABAYA Avanti, Fibia Tista; Setiawan, Jenny Lukito
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.967 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2022.15.2.117

Abstract

Intimacy is very important in determining the longevity of a marriage. In East Java, Surabaya is the fourth city with the highest number of divorces, with 4938 couples deciding to divorce in 2016 (JPNN, 2017). This study aimed to analyze the role of trust and forgiveness towards marital intimacy in dual-earner husbands or wives in Surabaya. This study used a quantitative research design. Populations in this study were working individuals with a working spouse (including part-time and freelance), living in Surabaya, and still engaged in marital relationships. The study sample consisted of 107 subjects selected using the convenience sampling technique. Data collection was obtained through an online questionnaire on Google Forms. Data analysis was carried out using multiple linear regression tests on the JASP (Jeffreys’s Amazing Statistics Program) program. The results showed that trust and forgiveness played a significant role in marital intimacy in dual-earner husbands or wives (F(2,104) = 48,46; p<0,001). Only trust had a significant effect on marital intimacy (t = 7,375; p<0,001) whereas forgiveness had no significant effect on marital intimacy (t = 1,394; p > 0,05).
Stages in the Help-Seeking Decision-Making Process and Factors Involved Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i1.4165

Abstract

This paper describes a study designed to investigate stages in the help-seeking decision making process and factors involved. A multi-method design was adopted which involved 1,279 respondents. Results found that there was a hierarchical system in coping behaviour. Respondents tried to face their problems on their own before seeking help. Internal resources and problem perceived, social impacts, and personal characteristics were involved in help-seeking decision process. Personal qualities of and familiarity with the potential helpers, perceived capacity to help, social role and the accessibility of the potential helpers, guarantee of confidentiality were considered in the selection of helpers. Artikel ini memaparkan suatu studi yang menggali tahap-tahap proses pembuatan putusan mencari-bantuan dan faktor-faktor yang terlibat. Diadopsi sebuah desain multi-metode yang menyertakan 1,279 responden. Hasil mengungkapkan adanya sistem hierarki dalam perilaku coping. Para responden mencoba menghadapi sendiri masalahnya sebelum mencari bantuan. Sumber-sumber internal dan masalah yang dipersepsi, dampak sosial, dan cirri-ciri personal terlibat dalam proses pembuatan putusan dalam mencari-bantuan. Kualitas pribadi dan sudah dikenalnya penolong potensial, perkiraan kapasitasnya, peran sosial dan mudahnya menemui penolong yang potensial, serta jaminan kerahasiaan, dipertimbangkan dalam memilih para penolong.
Students' Preferential Helpers in Facing Specific Areas of Concerns: An Indonesian Study Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i1.4328

Abstract

This paper describes a study designed to investigate preferred helpers in specific areas of concern among Indonesian students. A questionnaire consisting of 14 areas of concern and 14 choices of helpers was distributed to 1,279 students. Findings showed that Friend was consistently the most frequently selected helper in the areas of Academic, Transitions, Romantic Relationships, Other Relationships, Loss, Depression, and Anxiety. In the areas of Welfare, Parental Relationships, and Physical Health, Mother was the most common choice. In the problems related to Self, Compul- sive Behavior, Abuse, and Sexual Issues, students relied on their own resources. The study con- firms that the selection of helpers is influenced by the nature of problem. Makalah ini membahas penelitian yang dirancang untuk menyelidiki penolong yang lebih disukai membantu mengatasi permasalahan tertentu pada mahasiswa Indonesia. Sebuah kuesioner berisi 14 permasalahan dan 14 pilihan penolong, dibagikan kepada 1.279 mahasiswa. Hasilnya menun- jukkan bahwa Teman merupakan pilihan penolong yang paling sering dipilih dalam bidang Aka- demis, Transisi, Hubungan Romantik, Hubungan Lain, Kehilangan, Depresi, dan Kecemasan. Pa- da bidang Kesejahteraan, Hubungan Orang Tua, dan Kesehatan Fisik, Ibu merupakan pilihan yang paling umum. Permasalahan yang berkaitan dengan Diri, Perilaku Kompulsif, Pelecehan, dan Per- soalan Seksual, mahasiswa mengandalkan sumber daya mereka sendiri. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan penolong dipengaruhi oleh sifat dasar permasalahan
Understanding the Struggle of University Students in Indonesia Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i3.4333

Abstract

The aim of this study is to describe university students’ concern and its complexity. Partic- ipants were 68 students from two private universities in Indonesia. In order to achieve deep under- standing of the issue, the qualitative approach was adopted. Data were obtained through individual in- terviews and focus group discussions. Results show that problems related to academic, relationships with others, transitions to university, romantic relationships, and self were frequently reported by stu- dents. Academic-related problems were mostly characterised by difficulties in coping with academic demands and difficulties over time management. In regard to problems in romantic relationships, the selection of a partner is a strong issue, which was complicated not only by a lack of social skills to build relationships, but also by parental prohibition from having such relationships before students complete their studies. Self-related problems involve concerns related to self-concept, self-esteem and confidence, uncertainty about values and struggle towards maturity. The interrelations of these issues and the implications for supporting students are further discussed. Tujuan studi ini adalah menguraikan keprihatinan mahasiswa dan kompleksitasnya. Partisi- pan adalah 68 mahasiswa dari dua universitas swasta di Indonesia. Agar diperoleh pengertian yang mendalam, dilakukan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan diskusi kelompok terpumpun. Hasil menunjukkan bahwa masalah terkait akademik, hubungan dengan orang lain, transi- si ke perguruan tinggi, hubungan romantik, dan masalah pribadi sering dilaporkan para mahasiswa. Masalah terkait akademik terutama dicirikan oleh kesulitan mengatasi tuntutan akademik dan kesuli- tan mengatur waktu. Terkait masalah hubungan romantis, pemilihan pasangan merupakan masalah berat, yang makin rumit bukan hanya karena kelemahan keterampilan sosial untuk membangun hu- bungan, tetapi juga oleh larangan orang tua untuk terlibat hubungan demikian sebelum studi tuntas. Masalah pribadi menyangkut hal-hal terkait konsep-diri, percaya-diri dan keyakinan, ketakpastian tentang nilai dan perjuangan ke arah kematangan. Kesalingterkaitan antar-isu tersebut dan implika- sinya untuk mendukung para mahasiswa dibahas lebih lanjut.
Penerapan Prinsip Andragogi Pada Sebuah Pusat Bahasa di Surabaya Hamida, Sonya Damairia; Setiawan, Jenny Lukito; Wiriana
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4359

Abstract

This study aims to look at the application of andragogical principles at an English language institution, including its constraints. Informans were 2 instructors and 2 participants of the institution. Data were collected through interviews and observation. Results reveal that there are several andragogical principles already implemented, such as interactive learning, reward system, and learning through activities. Those which are not yet in accordance with andragogical principles are scarcity of conducting practical and experimental tasks, difference in outcome goals between participants and instructors, lack of coordination in evaluation processes between instructors and the institution, and placing tests not yet running well. Constraining factors are lack of autonomy and learning readyness of the participants, the methods used are not running as good as what was intended, and shortage of time. Recommmendations for the institution, the instructors, as well as the participants to use more effective andragogical principles are discussed. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan prinsip andragogi pada sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris beserta hambatannya. Informan penelitian ini adalah 2 orang pembimbing dan 2 orang peserta didiknya. Metode pengambilan data meliputi wawancara dan observasi. Hasil analisis menunjukkan beberapa prinsip andragogi yang telah diterapkan, yaitu pembelajaran berjalan aktif dan dua arah, digunakannya sistem reward, dan penekanan pembelajaran pada kegiatannya. Hal-hal yang belum sesuai dengan prinsip andragogi meliputi jarangnya pemberian tugas yang bersifat praktis dan eksperimental, adanya perbedaan harapan antara peserta didik dan pembimbing, kurangnya koordinasi dalam proses evaluasi antara pembimbing dan lembaga, dan tes penempatan belum berjalan baik. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya kemandirian dan kesiapan belajar peserta didik; metode yang digunakan pembimbing tidak berjalan sesuai dengan harapan semula, dan waktu yang terbatas. Didiskusikan saran bagi lembaga, pembimbing, serta peserta lembaga pendidikan bahasa tersebut guna penerapan prinsip andragogi yang lebih efektif.
University Students and Their Concerns: Prevalence and Degree of Severity Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v23i4.4374

Abstract

Since undergraduates are moving from adolescence to young adulthood, they face many changes in this transitional period. It is argued that they still need support to “grow’ and cope with all the “unbearable” stresses. The aim of this study is to assess the prevalence and degree of severity of students’ concerns during their university career. Participants (N = 1,279) were students from two universities, who volunteered to complete self-administered questionnaires. Results reveal that aca- demic-related problems were the most widely experienced and the most serious concerns for stu- dents, compared to other areas. With regard to the prevalence of concerns, problems related to aca- demic, self, depression and mood change, romantic relationships, welfare, other relationships, anxie- ty, loss, and transitions, were experienced by more than 50% of students participating in the study. Detailed findings, implications of results, and the recommendation for improving the quality of uni- versity students life are further discussed Karena mahasiswa S-1 adalah remaja yang menuju dewasa muda, mereka menghadapi banyak perubahan dalam masa transisi ini. Diasumsikan bahwa mereka masih membutuhkan dukungan untuk “tumbuh” dan mengatasi berbagai stres yang berat. Tujuan penelitian ini adalah me- nilai prevalensi dan beratnya keprihatinan mahasiswa selama masa studinya. Partisipan penelitian ini (N = 1,279) adalah mahasiswa dua perguruan tinggi, yang bersedia mengisi kuesioner tentang pribadinya. Hasil mengungkapkan bahwa masalah terkait-akademik merupakan yang paling banyak dialami dan paling serius bagi para mahasiswa, dibandingkan hal lain. Menyangkut prevalensi keprihatinan, masa- lah terkait-akademik, pribadi, depresi dan perubahan suasana hati, hubungan romantis, kesejahteraan, hubungan lain, kecemasan, kehilangan, dan peralihan, dialami oleh lebih dari 50% partisipan. Diba- has lebih lanjut temuan rinci, implikasi hasil, dan rekomendasi perbaikan kualitas kehidupan ma- hasiswa.
Rogers' Three Core Conditions: The Other Side of the Coin Setiawan, Jenny Lukito
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v24i1.4411

Abstract

This paper aims to show that the three core conditions proposed by Carl Rogers are impor- tant not only for therapeutic change, but also for attracting people to enter therapeutic or helping rela- tionships. By showing the results of a study investigating factors encouraging students in seeking cer- tain people for help, this paper argues that there is other side of the three core conditions declared by Rogers. A multi-method design was adopted in this study. A questionnaire measuring students’ selec- tion of helpers was distributed to 1,279 students. This was followed by individual semi-structured in- terviews (n = 32) and focus groups with students (n = 4 groups). Findings in the present study suggest that people would seek help from those who are perceived as having understanding, acceptance and congruence. Understanding, acceptance and congruence are essential not only for facilitating personal growth, but also for inviting people to enter helping relationships. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa tiga kondisi inti yang dikemukakan oleh Carl Rogers penting tidak hanya untuk terjadinya perubahan terapeutik, tetapi juga untuk menarik orang memasuki relasi pertolongan atau relasi terapeutik.Dengan memaparkan hasil dari suatu studi yang meneliti faktor-faktor yang melandasi pemilihan penolong pada mahasiswa, artikel ini menun- jukkan bahwa tiga kondisi inti yang dideklarasikan oleh Rogers memiliki sisi lain. Studi ini meng- gunakan desain multi-method. Kuesioner yang mengukur pemilihan sumber penolong disebarkan ke- pada 1279 mahasiswa. Hal ini dilanjutkan dengan wawancara semi terstruktur terhadap 32 maha- siswa serta 4 FGD. Hasil menunjukkan bahwa individu akan mencari pertolongan pada seseorang yang dianggap memiliki pemahaman empatik, penerimaan dan kongruensi.Pemahaman empatik, pe- nerimaan dan kongruensi sangat penting tidak hanya untuk memfasilitasi terjadinya pertumbuhan pri- badi, tetapi juga untuk mengundang orang untuk memasuki relasi pertolongan.