Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemberdayaan Kader tentang Pentingnya Kesehatan Reproduksi dan Gizi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Tatarini Ika Pipitcahyani; Sukesi; Ervi Husni; Dina Isfentiani; Rijanto; Siti Alfiah; Domas Nur Chandra; Yuni Ginarsih; Siti Farida
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i4.103706

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi pada masa remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Jenis kegiatan ini berupa intervensi edukatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, melibatkan 40 peserta. Metode pelaksanaan mencakup tahapan koordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa, penyusunan materi pelatihan, pemberian edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta praktik penyuluhan (mikroteaching). Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk hasil kuantitatif dan analisis kualitatif tematik untuk hasil observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik, penurunan kategori cukup, dan tidak ada peserta dengan kategori kurang setelah pelatihan Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kader terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai langkah pencegahan stunting.
EDUKASI KADER TENTANG GIZI SEIMBANG CALON PENGANTIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Queen Khoirun Nisa’ Mairo; Siti Alfiah; Sukesi Sukesi; Kasiati Kasiati; Ade Zakiya Tasman Munaf; Agustina Mar’atus Sholichah; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dina Isfentiani; Rijanto Rijanto
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i2.2404

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem that affects physical growth, cognitive development, and human resource quality. Prevention efforts should begin during the preconception period through improving nutritional knowledge among prospective brides and grooms. Community health cadres play a strategic role as health educators at the community level. This community service program aimed to enhance cadres’ awareness, commitment, and knowledge regarding balanced nutrition for prospective couples as a strategy to prevent stunting. A community-based participatory approach was employed through interactive education sessions, group discussions, case studies, demonstrations of balanced local food menus, and pre-test and post-test evaluations. A total of 35 health cadres participated in the program. Most participants were aged 31–50 years (57%) and had secondary education (66%). The proportion of cadres with good knowledge increased from 57% in the pre-test to 86% in the post-test. Qualitatively, cadres demonstrated improved awareness, active participation, and commitment to integrating nutrition education into routine posyandu activities and counseling for prospective couples. The program positively strengthened cadres’ capacity as health promotion agents and shows potential sustainability through community empowerment. Preconception nutrition education for cadres is recommended as a promotive and preventive strategy to accelerate stunting reduction at the community level.  
Pengaruh Penyuluhan Gizi Masa Prakonsepsi Terhadap Perilaku Pemenuhan Gizi Wanita Usia Subur di Kecamatan Talibura: The Influence of Nutritional Counseling During the Preconception Period on the Nutritional Fulfillment Behavior of Women of Childbearing Age in Talibura District Eusabia Liansiani Ledor; Sukesi; Dina Isfentiani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i3.20

Abstract

Latar belakang:Nutrisi pada masa prakonsepsi merupakan faktor utama yang mempengaruhi kondisi wanita usia subur dalam kehamilan dan kesejahteraan bayi. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi pada masa prakonsepsi terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan (praktik) pemenuhan gizi wanita usia subur.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan quasy eksperimen pre post test design with control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 30 wanita usia subur yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan perlakuan konseling gizi masa prakonsepsi sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian diperoleh pengaruh perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan (praktik) pemenuhan gizi setelah diberikan penyuluhan gizi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon diperoleh pengetahuan p value = 0,001, sikap p value = 0,002 dan action value p = 0,001 dimana nilai p<0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah konseling gizi. Hasil nilai Mann Withney p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan perilaku kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan konseling.Kesimpulan,Penyuluhan gizi pada masa prakonsepsi dapat meningkatkan pengetahuan, mempengaruhi sikap ibu ke arah yang positif, danmeningkatkan kemampuan ibu dalam menyiapkan dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Kata kunci : konseling gizi, prakonsepsi
Hubungan Perilaku Remaja dengan Anemia pada Remaja Putri di SMAN 2 Malang: The Relationship Between Adolescent Behavior and Anemia in Adolescent Girls at SMAN 2 Malang Irfani Nur Sa'adah; Evi Pratami; Sherly Jeniawaty; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.39

Abstract

Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah dibawah normal. Kadar hemoglobin pada remaja putri normalnya adalah 12 mg%. Bersumber dari data Kemenkes RI, persentase anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 32% yang artinya 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Sedangkan di Jawa Timur berdasarkan data (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2020) 42% remaja putri di Jawa Timur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku remaja dengan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa perempuan kelas X di SMAN 2 Malang. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah anemia sedangkan variabel  dependen adalah perilaku remaja. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan alat Haemometer quick test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Pengetahuan remaja putri hampir seluruh (96,1%) pengetahuan baik, sikap remaja putri sebagian besar (53,9%) sikap positif, tindakan remaja putri hampir seluruh (79,7%) tindakan cukup. Hasil uji analisis hubungan pengetahuan dengan anemia didapatkan p value = 0,030, hasil uji analisis hubungan sikap dengan anemia didapatkan p value hubungan antara sikap dengan anemia pada remaja putri didapatkan p value = 0,783, hasil uji analisis hubungan tindakan dengan anemia didapatkan p value = 0,511. Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dan tidak ada hubungan sikap dan tindakan dengan anemia. Diharapkan dengan penelitian ini bisa menjadi pencegahan tingkat sekolah dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja putri.
Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Dismenore pada Remaja Putri di MAN Bangkalan: The Effect of Abdominal Stretching Exercise on Dysmenorrhea in Adolescent Women at MAN Bangkalan Dea Rosalia Putri; Evi Pratami; Kharisma Kusumaningtyas; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.66

Abstract

Dismenore merupakan rasa sakit, kram pada pinggang hingga perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang terjadi saat dan sebelum menstruasi. Salah satu upaya mengatasi nyeri dapat menggunakan Metode farmakologis dengan mengkonsumsi obat-obat analgetik seperti asam mefenamat, ibu profen, dan nefroxen. Sedangkan non farmakologi merupakan upaya yang dilakukan tidak menggunakan obat-obatan sehingga tidak menimbulkan efek samping.Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya pengaruh Abdominal Stretching Exercise terhadap dismenore pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen yang bersifat one grup pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Siswa Kelas XI Di MAN Bangkalan yang mengalami dismenore sejumlah 84 orang. Besar sampel dalam penelitian ini mengunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 70  responden kelas XI di MAN Bangkalan dengan teknik Purposive sampling. Variabel indenpenden dalam penelitian ini adalah Abdominal Stretching Exercise, variabel dependen adalah dismenore. Intsrumen pada penelitian ini menggunakan Numeric Ratting Scale (NRS), Standart Operasional Prosedur (SOP) dan Lembar Observasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian abdominal stretching exercise sebagian besar mengalami nyeri skala ringan Dan setelah pemberian abdominal stretching exercise setengahnya mengalami skala tidak nyeri. Dari Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon dengan nilai signifikansi p-value 0,000 yang artinya adanya pengaruh abdominal stretching exercise terhadap dismenore pada remaja putri di MAN Bangkalan Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Abdominal Stretching Exercise kepada remaja putri dapat mengurangi dismenore. diharapkan setelah melakukan Abdominal Stretching Exercise responden dapat menerapkan setiap mengalami menstruasi untuk mengurangi nyeri dismenore yang dialaminya  
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lavender dan Yoga Terhadap Kejadian Emesis Pada Ibu Hamil: The Difference in Giving Lavender and Yoga Aromatherapy to the Incidence of Emesis in Pregnant Women Elsabillah Rike Chenarna; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.73

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, dalam upaya promotif dan preventif terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilakukan penanganan dini gejala mual dan muntah fisiologis agar kadar muntah pada ibu hamil tidak berlebihan sampai terjadi hiperemesis gravidarum. Ibu hamil diharapkan menggunakan terapi nonfarmakologi untuk mengatasi mual muntah seperti aromaterapi lavender atau yoga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan two-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan diri di Klinik Anugrah Pratama Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 responden, diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Rhodes INVR/Rhodes Index for Nausea, Vomitting dan Retching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan aromaterapi lavender hampir setengah responden tidak mengalami mual muntah dan hampir setengah responden yang mendapatkan yoga mengalami mual muntah ringan. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh aromaterapi lavender terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,008) dan pengaruh yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,007). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lavender dan yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai terapi nonfarmakologis yang lebih efektif untuk menurunkan angka kejadian emesis pada ibu hamil.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi: The Relationship between Progestin Injectable Contraceptive Use and Menstrual Cycle Nabilatul Mukaromah; Novita Eka Kusuma Wardani; Siti Alfiah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.77

Abstract

Pendahuluan : Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh WUS di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik progestin meningkat beberapa waktu belakangan dan menunjukkan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi. Metode : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan studi Cross Sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Sampel yang digunakan berjumlah 102 responden pengguna kontrasepsi suntik dengan Teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi suntik progestin, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah siklus menstruasi. Pengambilan Data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 59.8% memilih kontrasepsi suntik progestin. Sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 71.6% memiliki siklus menstruasi yang tidak normal. Analisis : Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi diperoleh nilai signifikan ρ = 0.000 (< 0.05) dengan Contingen Coefficiency sebesar 0.509. Pembahasan : Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Saran : Diharapkan calon akseptor lebih cerdas memilih kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan serta mempertimbangkan efek samping yang akan di dapat.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya: The Relationship Between Gadget Use and Social Interaction of Children Aged 4-6 Years at KB TKIT Al Hikmah Surabaya Aldita Hajar Setya Rohmah; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.204

Abstract

Usia dini merupakan periode masa pertumbuhan dan perkembangan, pada masa tersebut semua potensi pada anak akan berkembang dengan pesat. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak. Dilihat dari kenyataannya orang tua pada zaman sekarang banyak yang memberikan gadget pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain CrossSectional. Variabel independen adalah penggunaan gadget dan variabel dependen adalah interaksi sosial. Populasi penelitian ini sebanyak 156 orang tua. Sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling sebanyak 112 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Penelitian menunjukkan Penggunaan Gadget memiliki hubungan dengan Interaksi Sosial Anak. Analisis Spearman Rank dengan p-Value = 0,005. Dengan taraf signifikan p <0,05 dengan nilai r hitung = -0,263 H1 diterima, artinya ada hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya. Hasil uji statistik Spearman Rank bahwa r hitung = -0,263 yang berarti hubungan tidak searah, semakin tinggi penggunaan gadget semakin menurun interaksi sosial pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita: The Effectiveness of Cough and Cold Massage with the Healing Time of ISPA in Toddlers Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.