Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EKSPLORASI MATERIAL SERAT WOL MENGGUNAKAN TEKNIK MIXED MEDIA MENJADI KARYA TEKSTIL KONTEMPORER Azka Auliya Rissandy; Fajar Ciptandi; Ahda Yunia Sekar Fardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam perkembangan kriya saat ini dapat tercipta hanya dari material dan teknik sederhana yang dieksplorasi dan diolah sehingga menghasilkan karya kriya kotemporer yang merupakan pengoptimalan dari gabungan berbagai aspek keilmuan yang melebur. Oleh karena itu, dalam menanggapi perkembangan kriya tersebut, terdapat peluang untuk menghasilkan inovasi kriya dengan memanfaat material serat wol yang dieksplorasi menggunakan teknik mixed media. Karena penggunaan serat wol telah banyak dilakukan oleh desainer dan seniman tekstil dan menghasilkan beragam jenis produk fashion, sehingga terdapat potensi dalam mengembangkan teknik pengolahan dan karakter visualnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data yang bersumber dari studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Melalui eksplorasi yang dilakukan dalam pengolahan serat wol dengan beragam teknik, menghasilkan penggunaan teknik yang tepat berupa felting untuk menciptakan visual dan tekstur bervariasi yang mengangkat konsep desain futuristik. Output dari penelitian ini adalah karya tekstil kontemporer berupa modular serta pengaplikasian modular hasil eksplorasi material serat wol menggunakan teknik mixed media ke produk fashion. Kata kunci: Kriya Kontemporer, Serat Wol, Eksplorasi Material, Mixed Media
PEMANFAATAN KUAS SEBAGAI PENGGANTI CANTING UNTUK MOTIF BATIK KONTEMPORER INSPIRASI KAIN SONGKET SILUNGKANG DAN PANDAI SIKEK Zahranika, Fatihatull; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik kontemporer merupakan bentuk batik yang menonjolkan inovasi dengan motif yang bebas dan tidak terikat pada aturan tradisional. Berbeda dari batik tradisional, batik kontemporer memungkinkan penggunaan prinsip mirip teknik lukisan, memanfaatkan berbagai inspirasi termasuk wastra, seperti kain songket Silungkang dan Pandai Sikek. Penelitian ini fokus pada penggunaan kuas sebagai alternatif untuk canting dalam menciptakan motif batik kontemporer. Teknik ini memanfaatkan karakteristik visual songket, seperti garis putus-putus dan penggunaan warna cerah yang di gradasi. Metode penelitian kualitatif digunakan, mencakup studi literatur, observasi, wawancara, dan studi visual. Observasi dilakukan di rumah batik di Yogyakarta yang menggunakan kuas, sedangkan wawancara diadakan dengan seniman batik yang juga menggunakan kuas. Studi visual dilakukan untuk memahami motif songket. Eksplorasi dilakukan dalam beberapa tahap: analisis karakteristik kuas, pembuatan komposisi manual, dan desain motif serta warna secara digital dan manual. Data hasil penelitian dianalisis dengan mempertimbangkan produk pembanding dan target pasar. Konsep desain akhir diterapkan pada berbagai jenis kain, seperti sutera 56, Dy-ry Sateen, dan Euca Voille. Penelitian ini menunjukkan bagaimana kuas dapat menghidupkan inovasi dalam batik kontemporer dengan mengintegrasikan elemen tradisional dan teknik modern. Kata kunci: alat alternatif kuas, batik kontemporer, motif songket silungkang dan songket pandai sikek
PENCIPTAAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN TEKNIK BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM KAMPUNG NAGA Ghonnia, Fita; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik telah dikenal sebagai salah satu kain tradisional yang memiliki nilai keterampilan tangan yang tinggi. Batik kontemporer dapat diartikan sebagai modern yang memiliki unsur kreasi baru, motif dan gayanya tidak terikat aturan seperti pada isen-isen tradisonal, sehingga penciptan motif tergantung pada kreativitas penciptanya. Begitupula dengan alat-alat dan teknik dalam pembuatan batik yang tidak terbatas, salah satunya batik cap. Batik cap memiliki kelebihan dalam proses pembuatannya yang cepat dan harga yang relatif terjangkau, namun variasi motif masih terbatas hanya berupa pengulangan. Oleh karena itu, dari penelitian sebelumnya ditemukan bahwa melalui teknik batik cap modular memungkinkan menghasilkan variasi motif yang lebih beragam. Kampung Naga sebagai inspirasi visual penciptaan batik kontemporer dipilih karena masih mempertahankan potensi kearifan lokal berupa bangunan adat dan lingkungan alam yang asri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data kualitatif, yang bersumber dari studi literatur, eksplorasi, dan wawancara. Hasil akhir dari penelitian akan difokuskan pada perancangan motif batik kontemporer menggunakan teknik batik cap modular yang diaplikasikan pada lembaran kain. Kata kunci: batik kontemporer, cap modular, Kampung Naga, landscape alam
PENERAPAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN KONSEP BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM DANAU TOBA Br. Sinulingga, Lidya Tetangena; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik, Sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, telah mengalami perkembangan pesat baik dari segi teknik maupun motif di berbagai daerah, termasuk teknik cap yang dikembangkan menjadi batik kontemporer pada saat ini. Batik kontemporer telah mengalami pengembangan motif dengan teknik cap menggunakan metode cap modular. Batik cap memiliki kelebihan dalam hal proses pembuatan yang cepat dan biaya yang relatif terjangkau, namun variasi motifnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknik batik cap modular dapat menghasilkan ragam motif yang lebih beragam. Danau Toba dipilih sebagai inspirasi karena pemandangan alamnya yang indah dan kekayaan budaya lokal yang dimiliki, termasuk rumah adat yang khas. Cap Modular berbahan dasar kayu dapat menghasilkan berbagai motif yang beragam dari desain sederhana tanpa memerlukan plat cetak besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif baru dalam pengaplikasian motif batik serta meningkatkan apresiasi terhadap seni batik dengan memperlihatkan keindahan alam dan budaya lokal Sumatera Utara. Kata kunci : batik kontemporer, cap modular, Danau Toba, landscape alam
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK MARUNDA UNTUK BATIK ANAK DENGAN INSPIRASI TARI TOPENG GEGOT Hidayati, Irna Dwinissa; Rosandini, Morinta; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik sedang berkembang pesat di masyarakat saat ini, sehingga beberapa daerah mengembangkan batik dengan ciri khas mereka sendiri salah satunya Batik Betawi Jakarta. UMKM yang saat ini sedang berkembang di Jakarta adalah Batik Marunda yang berdiri sejak 2014. Saat ini Batik Marunda membutuhkan membuat dan mengembangkan produk dan motif untuk anak. Produk di Batik Marunda masih banyak menggunakan teknik non-repetisi dengan menggunakan inspirasi yang ada di Jakarta. Berdasarkan hasil analisa produk pembanding pakaian anak menunjukkan bahwa inspirasi yang digunakan untuk pakaian anak berasal dari bentuk yang mudah dikenali anak seperti flora, fauna, budaya, transportasi, makanan dan sebagainya. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat membuat motif yang terinpirasi dari budaya yang ada di Jakarta yaitu Tari Topeng Gegot untuk mengembangkan motif dengan teknik brick repeat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan studi literatur. Saat merancang motif dilakukan dengan studi visual, membuat patternboard, stilasi, eksplorasi awal dan eksplorasi lanjutan. Desain motif disesuaikan dengan ciri khas anak dan tetap mempertahankan karakteristik Batik Marunda. Pada hasil akhir akan dibuat pada lembaran kain batik panjang ukuran 250 x 115 cm. Motif ini juga akan diterapkan pada pakaian anak perempuan berupa dress untuk anak berusia 7-8 tahun. Kata Kunci: Batik Marunda, inspirasi Tari Topeng Gegot, pengembangan motif, produk pakaian anak.
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK MARUNDA UNTUK PRODUK ANAK DENGAN INSPIRASI BURUNG ELANG BONDOL Hamida, Aqilah Audiva; Rosandini, Morinta; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Marunda merupakan salah satu UMKM batik dari Jakarta Utara yang berdiri sejak tahun 2014. Batik Marunda memiliki kebutuhan pengembangan motif dan produk batik yang diperuntukan untuk anak-anak. Produk Batik Marunda banyak menggunakan teknik motif non repetisi dan sedikit yang menggunakan motif repetisi serta menggunakan inspirasi fauna, budaya Betawi, arsitektural dan sebagaianya yang berada di kota Jakarta. Melalui analisa referensi produk batik untuk anak, salah satu inspirasinya diambil dari binatang dan banyak menggunakan teknik motif repetisi brick repeat. Kedua hasil analisa tersebut menggunakan inspirasi binatang, maka disesuaikan binatang yang identik dengan kota Jakarta yaitu burung Elang Bondol yang dikenal sebagai maskot kota Jakarta. Pengembangan motif juga dibuat menggunakan teknik repetisi brick repeat karena sesuai dengan hasil analisa referensi produk untuk anak sekaligus mengembangkan motif Batik Marunda yang masih sedikit menggunakan teknik repetisi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan cara observasi, wawancara, dan studi literatur. Pembuatan rancangan motif dilakukan melalui studi visual, pembuatan patterboard, stilasi, eksplorasi awal, dan eksplorasi lanjutan. Rancangan desain motif dibuat dengan menyesuaikan karakter anak-anak dengan tetap mempertahankan karakter Batik Marunda. Hasil akhir dari penelitian ini berupa motif pada kain panjang berukuran 250x115 cm yang kemudian diaplikasikan pada produk untuk anak-anak berupa kemeja umur 6-8 tahun. Kata Kunci : Pengembangan Motif, Batik Marunda, Produk Anak, Inspirasi Burung Elang Bondol
PENGOLAHAN DAUN ALPUKAT SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA LEMBAR TEKSTIL Awaliyah, Syarifah; Takao, Gina Shobiro; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman alpukat merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Pada dasarnya, dalam proses perawatan tanaman alpukat perlu adanya pemangkasan berupa ranting dan daun, hal ini menjadi peluang dimanfaatkannya daun alpukat hasil dari pemangkasan untuk dijadikan sebagai sumber pewarna alami tekstil karena daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan kuinon yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan warna yang pekat. Akan tetapi, pemanfaatan pewarna alami daun alpukat pada umumnya menggunakan teknik pencelupan. Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dalam mengembangkan daun alpukat yang diolah menjadi pasta menggunakan zat pengental organik untuk dapat menghasilkan motif pada tekstil, melalui penerapan beberapa teknik tekstil seperti lukis, cap, dan sablon. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari morfologi tanaman alpukat dan kontur tanah di Indonesia. Kata kunci: pasta, pewarna alami daun alpukat, teknik tekstil, tekstil
PENGOLAHAN MOTIF BATIK MARUNDA UNTUK BATIK ANAK DENGAN INSPIRASI ORNAMEN RUMAH SI PITUNG Azzahrah, Karamina; Rosandini, Morinta; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan warisan budaya tak benda Indonesia, banyak UMKM yang bergerak dibidang batik salah satunya Batik Marunda, Jakarta Utara. Batik Marunda memiliki kebutuhan untuk produksi motif batik serta pakaian batik untuk anak. Batik Marunda memiliki karakteristik motif batik dengan komposisi motif tunggal serta penggabungan antara penggunaan warna gelap untuk dasar kain dan warna cerah untuk objeknya. Berdasarkan observasi produk batik pembanding untuk anak ditemukannya penggayaan motif repetisi, penggayaan ilustrasi sederhana dengan sudut yang tumpul, penggunaan warna yang beragam dan inspirasi yang digunakan merupakan flora, fauna, transportasi dan lain sebagainya. Batik Marunda juga mengangkat flora, fauna, kebudayaan, serta arsitektural sebagai inspirasi motif. Batik Marunda pernah mengangkat arsitektur rumah si Pitung sebagai inspirasi motif. Rumah si Pitung merupakan tempat cagar budaya yang berada di Marunda, Jakarta Utara. Rumah si Pitung beserta ornamennya berpotensi untuk diangkat menjadi inspirasi motif dengan tujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang ragam kebudayaan serta ornamen yang ada didalamnya. Metode penelitian yang dilakukan adalah problem based yang dilakukan dengan cara memecahkan masalah dengan cara mennciptakan inovasi motif baru dengan inspirasi ornamen rumah si Pitung dengan penggayaan ilustrasi sederhana dan penggunaan warna dasar gelap dan warna objek yang cerah seperti ciri khas Batik Marunda. Kata kunci: Batik anak, Batik Marunda, Rumah si Pitung
PEMANFAATAN KALENG BEKAS SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF CAP BATIK UNTUK MENGHASILKAN BATIK KONTEMPORER INSPIRASI VISUAL GEOMETRIS Fitriana, Shafira Nur; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan seni hias yang melibatkan proses perintang atau pewarnaan padapermukaan kain dengan teknik tertentu. Seiring berkembangnya zaman, batik mengalamitranformasi seperti munculnya berbagai teknik batik seperti batik cap yang merupakan salah satudari sekian banyaknya perubahan signifikan yang terjadi dalam evolusi batik hingga pada saat ini.Salah satu inovasi dalam batik cap yaitu pembuatan alternatif cap dengan memanfaatkan materiallimbah kaleng bekas yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas. Pengembangan motifdalam penelitian ini didasarkan pada inspirasi visual geometris yang dikomposisikan dari beragambentuk-bentuk dasar sederhana seperti lingkaran, persegi dan segitiga guna menciptakan variasimotif yang lebih inovatif dan modern. Penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dengancara mengumpulkan beberapa data berdasarkan teori dari studi literatur, observasi, wawancaradan serangkaian eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini diwujudkan dalam bentuk luaran berupalembaran kain batik serta modul alat cap yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penerapanteknik batik cap berdasarkan alternatif material kaleng bekas.Kata kunci : Alternatif Cap, Batik Kontemporer, Geometris.
PENERAPAN METODE DESAIN PARTISIPATORIS DALAM MENCIPTAKAN MOTIF BATIK BERBASIS KESENIAN CIREBON OLEH PENYANDANG DISABILITAS Triani, Aulia Putri; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Putri, Shella Wardani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan metode partisipatoris dalam perancangan motifbatik dengan melibatkan pengrajin difabel dari Griya Harapan Difabel (GHD) sebagai mitra. Motifyang dikembangkan terinspirasi dari unsur visual Tari Topeng Cirebon. Proses dilakukan melaluitiga tahap: Stage 1 (Initial Exploration of Work) pengumpulan data melalui observasi danwawancara yang dilakukan langsung di Griya Harapan Difabel. Stage 2 (Discovery Processes),dilakukan melalui kegiatan untuk eksplorasi visual dan penyusunan komposisi motif. Stage 3(Prototyping), pengembangan desain di lakukan oleh peneliti tanpa melibatkan mitra. Hasil akhirberupa lima desain motif batik, dua di antaranya diterapkan pada kain, dan tiga lainnya dalambentuk lembaran kertas. Penelitian ini juga menghasilkan modul dan poster langkah- langkahpembuatan motif batik terstruktur sebagai panduan pembelajaran untuk membuat motif batikdi Griya Harapan Difabel (GHD). Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatanpengrajin difabel dalam proses desain serta mendorong pelestarian budaya lokalmelalui seni batik.Kata kunci: Batik, Griya Harapan Difabel, Kesenian Khas Cirebon, Motif, Partisipatoris.