Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Fluktuasi Jumlah dan Karakteristik Penumpang Bus Trans Jogja Kondisi Sebelum, Selama, dan Setelah Covid-19 Budi Utomo, Rizki; Winarno, Setya
Teknisia Vol 28 No 2 (2023): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol28.iss2.art5

Abstract

Trans Jogja Urban Public Transportation is a form of reform of the subsidized road transport system in the Special Region of Yogyakarta,  which has served the Yogyakarta Urban Area since 2008. Trans Jogja Buses have served 25 sub-districts, with a fleet of 128 buses subsidized by the DIY Regional Government and 44 buses subsidized by the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia. When the COVID-19 pandemic hit in 2020-2021, there was a decrease in people's movements, resulting in a decrease in Trans Jogja Bus passengers. This study aims to analyze the fluctuations of passengers and compare the characteristics of the Trans Jogja Bus passengers in conditions before COVID-19 (in 2019), during COVID-19 (in 2020 and 2021), and after COVID-19 (in 2022). The analysis results show that based on the monthly average, the number of Trans Jogja Bus passengers in conditions during COVID-19 decreased by 54%. After COVID-19, it increased by 12% compared to during COVID-19.  The monthly average number of passengers After COVID-19 is not as regular as in conditions before COVID-19, with a disparity of 50%t. Based on the characteristics of passengers during COVID-19, the proportion of missing passengers is by the professional aspect, namely students/students and civil servants/national soldiers/police. Regarding travel intentions, a relatively large proportion of the missing were college, school, and tourism travel, each decreasing by 7%.
Komparasi Biaya Antara Baja Ringan Dan Kayu Sebagai Konstruksi Rangka Atap Maskur, Atep; Wibowo, Agung; Winarno, Setya
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 7 (2023): STIMA 7.0 "Transformasi Peradaban Akademik Menyongsong Revolusi Industri 5.0"
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v7i0.921

Abstract

Pemilihan bahan struktur rangka atap sangat diperlukan Untuk mendapatkan rangka struktur atap yang dapat menahan beban penutup atap yang akan dibawanya Dan mudah dalam perawatannya, belakangan ini banyak bermunculan bahan bangunan yang sangat bervariasi. Diantara material bangunan tersebut termasuk untuk rangka struktur atap karena bahan rangka atap dari kayu saat ini untuk mendapatkan kayu berkualitas sangat jarang, banyak material bangunan baru yang lebih hemat menggunakan baja ringan saja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan dan perbedaan biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembuatan rangka atap menggunakan bahan kayu dan baja ringan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis harga satuan pekerjaan berpedoman pada AHSP Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022 yaitu dengan melakukan bantuan dengan menganalisis gambar teknik untuk mendapatkan volume pekerjaan, dan menganalisis biaya satuan untuk setiap item pekerjaan, dan membuat rencana anggaran biaya , untuk mendapatkan biaya yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh harga tiap rangka atap antara rangka atap baja ringan dan kayu memiliki harga yang berbeda diantaranya : Biaya rangka atap rangka konstruksi dengan baja ringan sebesar Rp. 148.529.768,- dan biaya pembuatan rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 113.775.328,-. Perhitungan biaya pemesanan atap ini tidak memperhitungkan biaya penutupan atap.Sedangkan selisih biaya dari kedua bahan tersebut dibandingkan biaya konstruksi rangka atap dengan baja ringan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya konstruksi rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 34.754.440,-. - dan biaya pembuatan rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 113.775.328,-. Perhitungan biaya pemesanan atap ini tidak memperhitungkan biaya penutupan atap. Sedangkan selisih biaya dari kedua bahan tersebut dibandingkan biaya konstruksi rangka atap dengan baja ringan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya konstruksi rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 34.754.440,-. - dan biaya pembuatan rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 113.775.328,-. Perhitungan biaya pemesanan atap ini tidak memperhitungkan biaya penutupan atap.Sedangkan selisih biaya dari kedua bahan tersebut dibandingkan biaya konstruksi rangka atap dengan baja ringan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya konstruksi rangka atap dengan kayu sebesar Rp. 34.754.440,-.