p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Dewi Nuraeni Setyowati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Probiotik EM4 dengan Dosis Berbeda terhadap Kelangsungan Hidup Larva Ikan Badut (Amphiprion percula) Fahmi Akbar; Mansur Ma'shum; Dewi Nuraeni Setyowati; Ketut Maha S
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.28

Abstract

Ikan badut (Amphiprion percula) merupakan ikan hias air laut bernilai ekonomi tinggi. Kendala pada budidaya ikan badut adalah rendahnya kelangsungan hidup larva. EM4 (Effective Microorganisme 4) merupakan jenis probiotik komersial yang dapat memperbaiki kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 dengan dosis berbeda terhadap kelangsungan hidup larva ikan badut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2012 di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol Bali. Larva yang digunakan sebagai hewan uji yaitu larva berumur 2 hari. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dosis probiotik 4 mg/l (P1), 8 mg/l (P2), 12 mg/l (P3), 16 mg/l (P4), tanpa probiotik/kontrol (P5) dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa, probiotik EM4 dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kelangsungan hidup dan panjang akhir larva namun berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap berat akhir larva. Dosis probiotik 8 mg/l menghasilkan nilai rata-rata panjang akhir dan berat akhir akhir tertinggi (0,017 g).
EFEKTIVITAS TEMEPHOS TERHADAP PREVALENSI DAN INTENSITAS RATA-RATA EKTOPARASIT PADA IKAN MASKOKl (Carrasius auratus) One Kris Perdana Putra; Sitti Hilyana; Dewi Nuraeni Setyowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.31

Abstract

Pcnyakit parasitik menjadi salah saru kendala dalam budidaya ikan Maskoki Carassiu auratus. Penyakit parasiti dapat menyebabkan kematian massal populasi ikan Maskoki dan berkurangnya keindahan ikan Maskoki yang berakibat pada rendahnya nilai jual atau kapasitas produksi. Temephos merupakan senyawa organofosfat yang diduga mampu membunuh ektoparasit namun belum diketahui penggunaannya pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas temephos terhadap prevalensi dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan maskoki serta untuk mengetahui konsentrasi dan lama waktu perendaman yang efektif dalam membunuh ektoparasit pada ikan maskoki. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2013 di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu penelitian pcndahuluan untuk mengetahui jcnis ektoparasit yang menginfeksi ikan Maskoki dan penelitian lanjutan yang dilakukan dengan metode eksperimental (RAL Faktorial) untuk menguji pengaruh temepbos terhadap prevalensi dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan Maskoki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temephos dengan konsentrasi 80 ppm dan lama perendaman 30 menit efektif mernbunuh oktoparasit jenis Dactylogyrus sp, dan Gyrodactylus sp. pada insang, Argulus sp., Trichodina sp., dan Gyrodactylus sp pada permukaan tubuh (prevalensi 1,65 % dan intensitas rata-rata 0.71 individu/ekor) serta tidak mcmatikan ikan Maskoki yang diujikan (SR 100 %).
PENGARUH JENIS PAKAN DAN PADAT TEBAR TERHADAP BUDIDAYA BENIH ABALON (Haliotis Squamata) PADA FASE PENDEDERAN Ety Rosmawati; Dewi Nuraeni Setyowati; Muhammad Sarjan
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan dan padat tebar yang tepat terhadap budidaya abalon (Haliotis Squamata) pada fase pendederan dengan ukuran 3-4 cm. Metode yang digunakan adalah metode ekperimetal dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis pakan dan padat tebar. Kedua faklor ini dikombinasikan sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 November 2012 - 3 Januari 2013 di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok Desa Gili Genting, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat pada Laboratorium larva abalon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pakan dan padat tebar tidak memberikan pengaruh nyata terbadap interaksi, dan jenis pakan. Namun pada perlakuan padar lebar memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat konversi pakan (FCR), efisiensi pakan (EP), kecuali terhadap kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan panjang spesifik, laju pcrtumbuhan berat spesifik, dan pertumbuhan mutlak tidak memberikan pengaruh nyata. Rata-rata laju pertumbuhan berat mutlak yang tertinggi terdapat pada jenis pakan rumput laut (Gracillaria sp.) dengan berbagai kepadatan (32, 48, 64) karena untuk kepadatan yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup abalon. Tingkat konvcrsi pakan (FCR) dan efisicnsi pakan yang paling baik tercatat pada jenis pakan pelet awabi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETAPANG Terminalia cattapa TERHADAP SlNTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN BOTIA Chromobotia macracanthus Laily Fitriani Mulyani; Saptono Waspodo; Dewi Nuraeni Setyowati; Nurhidayat Nurhidayat; Asep Purnama
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v6i1.43

Abstract

Ikan botia Chromobotia macracanthus merupakan spesies ikan hias air tawar asli Indonesia yang me­ miliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas potensial yang keberadaannya di alam sudah mu­ lai berkurang. Kegiatan budidaya merupakan salah satu upaya untuk melestarikan keberadaan ikan botia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun ketapang Terminalia cattapa yang op­ timal untuk meningkatkan sintasan dan pertumbuhan ikan botia. Media pemeliharaan yang diberi daun ketapang dengan penambahan konsentrasi yang berbeda sebagai perlakuan yaitu 0, 0.3, 0.6, 0.9, 1.2 g/L masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jenis pakan berupa artemia. Parameter yang diamati adalah sintasan, pertumbuhan, total bakteri, kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan media yang terbaik untuk pemeliharaan ikan botia adalah media dengan penambahan daun ketapang 0,3 g/L, dengan nilai sintasan tertinggi sebe­ sar 98%, panjang mutlak 1,435 cm, berat mutlak 0,148 g, panjang spesifik 1,82%, dan berat spesifik 15,87%.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMERSIL YANG MENGANDUNG Bacillus sp. TERHADAP KELANGSUNGAN HID UP LARVA UDANG VANNAMEI Litopenaeus vannamei Joni Tibun; Sadikin Amir; Dewi Nuraeni Setyowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.66

Abstract

Perkembangan kegiatan budidaya perikanan saat ini semakin berkembang. Salah satunya yang memiliki potensi untuk budidaya adalah budidaya udang vannamei. Umumnya budidaya memiliki permasalahan pada rendahnya tingkat kelangsungan hidup yang dapat diatasi dengan aplikasi probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik Bacillus sp. terhadap kelangsungan hidup larva udang vannamei Litopenaeus vannnamei. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari di PT. Bibit Unggul Gangga Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcak Lengkap dengan menggunakan faktor tunggal yang terdiri atas 4 (empat) aras perlakuan meliputi dosis probiotik 0 ml (PO), 10 ml (PI), 20 ml (P2), dan 30 ml (P3). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Pemberian probiotik dilakukan setiap hari selama penelitian mulai fase naupli sampai dengan post larva. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup larva dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terbadap kelangsungan hidup larva Litopenaeus vannamei. Pemberian probiotik dengan dosis berbeda juga tidak memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas air media pemeliharaan larva udang vannamei (Litopenaeus vannameii) karena kandungan amoniak dan nitrit yang melebihi ambang batas maksimalnya.
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava), DAUN PEPAYA (Carica papaya) DAN DAUN SIRIH (Piper betle) TERHADAP EKTOPARASIT PADA IKAN KARPER (Cyprinus carpio) Rossy Hardhini; Sadikin Amir; Dewi Nuraeni Setyowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i1.76

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk di dalamnya adalah ikan. Upaya penanggulangan terhadap serangan penyakit dapat dilakukan melalui tindakan pencegahan maupun pengobatan. Beberapa bahan kimia yang biasa digunakan oleh para pembudidaya tidak mudah terurai secara alami, sehingga dikatagorikan tidak ramah lingkungan. Tanaman yang berpotensi untuk mencegah penyakit yaitu daun jambu biji dengan kandungan tannin, daun sirih dengan kandungan minyak atsiri dan daun pepaya dengan kandungan papain. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman dari ekstrak daun jambu biji, sirih dan pepaya terhadap ektoparasit pada ikan karper. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli hingga Agustus 2016 di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Mataram. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu jenis daun dan konsentrasi. Faktor jenis daun terdiri dari daun jambu biji, daun sirih dan daun pepaya, sedangkan faktor konsentrasi terdiri dari0,0 g/l, 1,0 g/l dan 1,5 g/l. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalis menggunakan sidik ragam pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan karper menggunakan ekstrak daun pepaya 1,0 g/l dapat menurunkan tingkat serangan ektoparasit pada ikan karper.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius) DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIINFEKSI Vibrio parahaemolyticus Rizka Abdi; Dewi Nuraeni Setyowati; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.271

Abstract

Pemberian pakan buatan berimonustimulan menggunakan penambahan ekstrak daun jeruju merupakan salah satu upaya pencegahan serangan penyakit oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus pada udang vanane (Litopenaeus vannamei). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian imonustimulan berbahan ekstrak daun jeruju terhadap peningkatan respon imun non spesifik udang vaname seperti parameter THC, DHC dan AF serta peningkatan survival rate pasca infeksi bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan RAL, 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kontrol kualitas air, kontrol -, kontrol +, penambahan ekstrak 5 g/kg pakan, penambahan ekstrak 10 g/kg pakan dan penambahan ekstrak 20 g/kg pakan. Parameter penelitian yang diuji meliputi perhitungan THC, DHC, AF, SR, TVC, dan TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan esktrak daun jeruju pada pakan dengan dosis berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nilai survival rate dan respon imun non spesifik udang vaname (THC, DHC dan AF) pada udang yang mendapatkan perlakuan penambahan ekstrak. Dosis terbaik dari penambahan ekstrak daun jeruju adalah 20 g/kg pakan yang memiliki nilai tertinggi pada THC, DHC, AF, dan SR.