Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny. W Post Op STSG Ulkus Granulosum dengan Teknik Relaksasi Genggam Jari Desi Nistiani; Tri Sumarni; Tri Martuti
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.6729

Abstract

Split Thickness Skin Graft (STSG) merupakan prosedur bedah yang dilakukan dengan memindahkan sebagian lapisan kulit dari area donor ke area resipien tanpa jaringan vaskular untuk menutupi luka atau defek. Prosedur ini dapat menyebabkan rasa nyeri pada pasien, terutama setelah operasi STSG akibat ulkus granulosum. Metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari. Teknik ini bertujuan untuk mengurangi stres dan nyeri dengan meningkatkan aliran darah, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan suplai oksigen ke area nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi STSG dengan ulkus granulosum. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus deskriptif yang mengacu pada pendekatan evidence-based practice. Sampel dalam penelitian ini adalah satu orang pasien pasca operasi STSG dengan diagnosis ulkus granulosum. Studi kasus dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. Margono Purwokerto di ruang Teratai 3, pada tanggal 15–17 Januari 2025. Subjek penelitian adalah Ny. W, pasien post op STSG. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan skala numerik. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri setelah intervensi. Sebelum terapi relaksasi genggam jari, nyeri pasien berada pada skala 5, dan setelah dilakukan teknik tersebut, skala nyeri menurun menjadi 3. Hal ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi genggam jari efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien post op STSG dengan ulkus granulosum.
Hubungan Hipotensi dengan Kejadian Intraoperative Nausea Vomiting pada Pasien dengan Spinal Anestesi Ailen Fitria; Dwi Novitasari; Tri Sumarni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.587

Abstract

Spinal anestesi termasuk dalam metode regional anestesi yang banyak dipakai pada pembedahan obstetri ginekologi maupun operasi pada ekstremitas bawah, namun dapat menimbulkan efek samping berupa hipotensi yang berkontribusi pada terjadinya Intraoperative Nausea and Vomiting (IONV). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara hipotensi dengan kejadian Intraoperative Nausea Vomiting (IONV) pada pasien yang menjalani spinal anestesi di RSI Banjarnegara. Desain penelitian berupa observasional analitik dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 106 pasien yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling sesuai kriteria. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, sedangkan untuk pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Pada karakteristik responden hasil menujukan sebagian besar berada pada kelompok usia lansia akhir 32 responden (30,2%) dan berjenis kelamin perempuan 56 responden (52,8%). Tekanan darah terendah diamati pada menit ke-10 setelah tindakan anestesi dengan rata-rata sistolik 99,79 mmHg dan rata-rata diastolik 65,51 mmHg. Sebagian besar pasien tidak mengalami IONV 86 responden (81,1%) namun hasil analisis menunjukkan terdapat korelasi antara hipotensi dengan kejadian IONV (p = 0,000).
Gambaran Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting pada Pasien Bedah Digestif Pasca Operasi Meishintiara Heristiawan; Dwi Novitasari; Tri Sumarni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.589

Abstract

Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) atau mual dan muntah pascaoperasi merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah pembedahan dengan anestesi umum. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, meningkatkan risiko komplikasi lanjutan, dan memperpanjang masa perawatan di rumah sakit. Faktor risiko yang berkontribusi terhadap PONV meliputi usia, jenis kelamin, status merokok, status fisik ASA, serta lama operasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien yang mengalami PONV di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 50 pasien bedah digestif dengan anestesi umum maupun regional yang menjalani operasi pada periode Januari–Juni 2025. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner menggunakan instrumen Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) Score yang memiliki validitas 0,78–0,92 dan reliabilitas α = 0,83. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariat dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil analisis terhadap 50 pasien menunjukkan mayoritas tidak mengalami PONV. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia dewasa (18–59 tahun) sebanyak 41 responden (82%), laki-laki 31 responden (62%), perokok 24 responden (48%), status fisik ASA II sebanyak 32 responden (64%), dan lama operasi sedang (1–2 jam) pada seluruh pasien (100%). Sebanyak 42 responden (86%) tidak mengalami PONV. Kesimpulannya, sebagian besar pasien bedah digestif tidak mengalami PONV dan didominasi oleh kelompok usia dewasa, laki-laki, perokok, status ASA II, serta durasi operasi sedang.
The Correlation between Quality of Work Life and Job Satisfaction Among Nurses at RSU Dadi Keluarga Purwokerto Hospital Pambajeng Utami; Tri Sumarni; Pramesti Dewi
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1357

Abstract

Job satisfaction is an important focus in healthcare services as it can affect patient satisfaction levels. Nurses feel satisfied when they experience good quality of work life, as job satisfaction itself is influenced by the level of quality of work life they undergo. The purpose of this study was to identify the relationship between quality of work life and job satisfaction levels at Dadi Keluarga Purwokerto Hospital. This research was conducted using quantitative methods and a cross-sectional approach. All 44 nurses at the hospital were made research subjects using total sampling technique. The job satisfaction measurement tool used was the Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), while quality of work life was measured through a Quality of Work Life questionnaire. The results showed that 77.2% of nurses had moderate levels of job satisfaction, while 81.8% had fairly good quality of work life. Spearman Rank analysis resulting in a p-value of 0.00 (<0.05) meant that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted, with a correlation coefficient of 0.588 indicating a strong relationship between quality of work life and job satisfaction among nurses at  Dadi Keluarga Purwokerto Hospital. This study advises nurses to further improve their quality of work life to determine strategies to enhance job satisfaction. Future researchers are recommended to examine other aspects such as commitment, work stress, work culture in relation to nurses' quality of work life and job satisfaction. Dadi Keluarga Purwokerto Hospital is also advised to establish a supportive work environment to achieve good quality of work life and job satisfaction.
A Cross-Sectional Study of The Relationship Between Job Stress and Nurse Performance in The Inpatient Ward of Wijaya Kusuma Hospital Tri Sumarni; Amelia Andini
Viva Medika Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i1.1675

Abstract

Nursing services in hospitals are an integral part of health services. A nurse has contact with patients within 24 hours, and the demands of the job are potentially stressful. Poor job performance among nurses can be caused by job stress. This study aims to determine the relationship between job stress and nurse performance. This study is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique used a total sampling technique of 79 nurses.  The research instrument was a Nursing Stress Scale (NSS) questionnaire of 33 questions and nurse performance assessed by the head of the room as many as three aspects assessed (behavior, professional ability, nursing process). Bivariate analysis using spearman rank statistical test. Nurses' job stress was mostly in the normal category (83.5%). The majority of respondents' performance was in the good category (88%). There is a negative relationship between work stress and nurse performance, the higher the nurse's work stress, the lower the nurse's performance (p value=0.027, r=0.-249). The findings are based on a relatively small and homogenous sample, which may limit the generalizability to other populations. The need for management at Wijaya Kusuma Hospital to pay attention to all dimensions of work stress, and elements that contribute to improving nurse performance and conduct stress management training such as mindfulness or coping mechanism training and conduct outbound activities for nurses.
Hubungan Work Engagement dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RS Wijayakusuma Purwokerto: Penelitian Akbar Bagus Pambudi; Tri Sumarni; Febi Septiani
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.540

Abstract

Kinerja perawat merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah work engagement. Work engagement merupakan kondisi psikologis positif yang ditandai oleh vigor, dedication, dan absorption penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan work engagement dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RS Wijayakusuma Purwokerto. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling dengan random sampling sebanyak 70 perawat, analisis data menggunakan uji spearman rank. Data diambil dengan pengisian kuesioner work engagement menggunakan The Utrech Work engagement Scale (UWES) dan kinerja perawat menggunakan Form penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan work engagement dengan kinerja perawat dengan nilai p-value = 0.000 < α (α = 0,05), dan nilai koefisien korelasi 0,447 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan searah. Oleh karena itu, meningkatkan work engagement perawat sangat penting. Ketika perawat merasa terikat secara emosional dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya, kinerja mereka cenderung lebih baik.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN STRES PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK Arkan Raihan Maulana; Tri Sumarni; Wasis Eko Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61607

Abstract

Stres pada remaja merupakan permasalahan yang cukup tinggi akibat berbagao tuntutan perkembangan, terutama tekanan akademik dan sosial. Kurangnya pengetahuan tentang manajemen stres dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan menghadapi tekanan, sehingga berdampak pada kesehatan mental dan prestasi belajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen stres dan menurunkan tingkat stres pada siswa kelas X E SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre test dan post test. Kegiatan dilakukan pada 30 siswa dengan tahapan pengukuran tingkat pengetahuan dan stres sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescence Stress Scale (ADOSS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan dari total 30 siswa yang menjadi responden,  mayoritas berusia 15 tahun sebanyak 17 responden (56,7%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%). Sebelum penyuluhan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 13 responden (43,3%) dan setelah penyuluhan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 19 responden (63,3%). Selain itu, tingkat stres siswa sebelum penyuluhan mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 17 responden (56,7%) dan setelah penyuluhan menurun menjadi kategori ringan sebanyak 22 responden (73,3%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan manajemen stres efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat stres siswa.