Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Sukmayenti Sukmayenti; Nirmala Sari
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.003 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v3i2.45

Abstract

Breast cancer is a non-contagious disease, currently a major health problem both in the world and in Indonesia. The incidence of breast cancer is believed to be related to several risk factors. This study aims to determine the relationship of reproductive factors (age of menarche, parity and history of breastfeeding) with the incidence of breast cancer in women. Case control research was carried out at DR. M. Djamil Padang with univariate and bivariate analysis using Chi-square test. Of the 72 samples (36 cases and 36 controls) it was found that respondents with menarche age were 80.6% at risk in the case group and 19.4% in the control group, respondents with risk parity were 33.3% in the case group and 66 , 7% in the control group, respondents with a breastfeeding history were at risk of 65.6% in the case group and 34.4% in the control group. There is a relationship between age of menarche and history of breastfeeding with the incidence of breast cancer. There is no relationship between parity and the incidence of breast cancer. Strengthen health promotion efforts as an effort to prevent breast cancer.Keywords: Reproductive factors, breast cancer
Perbedaan kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Mengkonsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri Di SMK Taruna Padang Tahun 2022 Nirmala Sari; chyndi permata sari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.261 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i3.1382

Abstract

ABSTRACT Anemia according to the World Health Organization (WHO) 2017, states that most people living in the tropics experience anemia as much as 1.62 billion or 24.8% of the total population. The prevalence of anemia in Indonesia is 48.9% with the proportion of anemia in the age group 15-24 years and 25-34 years (Kemenkes RI, 2018). The impact of anemia on adolescent girls decreases adolescent productivity and will have more impact, considering that they are prospective mothers who will give birth to a baby, thereby increasing the risk of maternal mortality, premature birth and low birth weight babies (LBWB). The purpose of this study was to determine the difference in Hb levels before and after consuming Fe tablets in adolescent girls at Smk Taruna Padang. This research was conducted using a quasi-experimental method and a one group pre-test and post-test design approach.The sampling technique was carried out using the proportional random sampling method. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with paired T test. The results obtained that the average Hb level of adolescent girls before consuming Fe tablets was 13.9268 gr/dl, a small percentage of female students (9.8%) Hb level <12 g/dl, The average Hb level of adolescent girls after consuming Fe tablets was 16.0976 g/dl, most of the students (100%) had Hb levels 12 g/dl. The results of the sample T test test showed a p-value (p = 0.000) which was <0.005, so it can be concluded that there is a difference between before and after being given Fe Tablets on Hb levels in adolescent girls at Smk Taruna Padang. It is hoped that the school will monitor and ensure more Do young women take blood-added tablets given by health workers to school and provide knowledge about anemia and the importance of consuming blood-added tablets as a teenager.Keywords : Hemoglobin Level, Fe Tablets, Adolescent Girls ABSTRAK Anemia menurut World Health Organization (WHO) 2017, menyatakan bahwa sebagian besar orang yang tinggal di daerah tropis mengalami anemia sebanyak 1, 62 miliar atau sebesar 24, 8% dari jumlah populasi. Prevalansei Anemia di Indonesia Yaitu 48, 9% dengan proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun (Kemenkes RI,2018). Dampak anemia terhadap remaja putri penurunan produktifitas remaja dan akan berdampak lebih, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar resiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar Hb sebelum dan setelah mengkonsumsi tablet fe pada remaja putri di Smk Taruna Padang. Penelitian ini dilakukan dengan metode Quasi eksperimen dan pendekatan one group pre test dan post test design, Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan paired T test berpasangan.Hasil penelitian didapatkan Rerata kadar Hb remaja putri sebelum mengkonsumsi Tablet Fe 13,9268 gr/dl sebagian kecil siswi (9,8%) kadar Hb <12 gr/dl, Rerata kadar Hb remaja putri sesudah mengkonsumsi Tablet Fe 16,0976 gr/dl sebagian besar siswi (100%) memiliki kadar Hb ?12 gr/dl. Hasil uji sampel T test menunjukkan nilai p-value (p=0,000) yaitu <0,005 maka dapat di simpulkan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan Tablet Fe terhadap kadar Hb pada remaja putri Smk Taruna Padang.Diharapkan kepada pihak sekolah untuk lebih memantau dan memastikan apakah remaja putri meminum tablet tambah darah yang diberikan tenaga kesehatan kesekolah serta memberikan pengetahuan tentang anemia dan pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah pada saat remaja. Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Tablet Fe, Remaja Putri
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA REMAJA DI SMAN 1 SUMATERA BARAT Engla Pasalina; Hendri Devita; Nirmala Sari; Vitri Yuli Afni Amran; Ira Suryanis; Novi Maya Sari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.716 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i3.1433

Abstract

Stunting prevalence (aged 16-18 years) in Indonesia based on Riskesdas data in 2010, 2013 and 2018 was 31.2%, 31.4% and 26.9%, respectively. West Sumatra is one of the provinces in Indonesia with a fairly high prevalence of stunting in adolescents, namely 18.4% short adolescents and 7.2% very short adolescents. The high prevalence of stunting in West Sumatra is still a big question mark because West Sumatra is rich in plant and animal food sources. One of the cities in West Sumatra as the largest producer of plant and animal food is Padang Panjang City. Stunting is one of the predictors of poor quality of Human Resources. The purpose of this study was to analyze the relationship between family characteristics and the incidence of stunting in adolescents at SMAN West Sumatra Padang Panjang. This research is an analytical survey research with a cross-sectional design. The research population was all students of SMAN 1 West Sumatra Padang Panjang. The sample amounted to 70 people who were taken by accidental sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate. The results showed that there was no relationship between family characteristics (educational level of father and mother, occupation of father and mother, and number of family members) with the incidence of stunting in adolescents.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Hasil Pemeriksaan IVA Test Pada Wanita Pasangan Usia Subur Nirmala Sari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.886 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i1.967

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa serviks atau leher rahim. Penyebab penyakit kanker yang menyerang leher rahim pada organ reproduksi wanita adalah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Deteksi dini lesi prakanker pada wanita pasangan usia subur dapat dilakukan dengan menggunakan Teknik IVA test. Puskesmas Padang Pasir adalah salah satu puskesmas yang melakukan pemeriksaan IVA test dengan capaian pemeriksaan tertinggi dibadningkan puskesmas lainnya di Kota Padang. Pada tahun 2018 didapatkan hasil pemeriksaan IVA test positif sebanyak 271 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko hasil penelitian pemeriksaan IVA test pada wanita pasangan usia subur di Puskesmas Padang Pasir diataranya faktor umur pertama kali ibu melakukan hubungan seksual, jumlah paritas ibu dan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal. Jenis penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah responden kasus sebanyak 32 orang ibu dengan hasil IVA test positif dan 32 orang ibu dengan hasil IVA test negative. Data yang diambil adalah data rekam medis responden pada tahun 2020 dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara umur ibu dengan hasil IVA test p= 0,024, jumlah paritas dengan hasil IVA test p= 0,003 dan riwayat kontrasepsi hormonal dengan hasil IVA tes p= 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pihak tenaga kesehatan lebih meningkatkan upaya promotif dan preventif pencegahan lesi prakanker serviks dengan penyuluhan faktor risiko kanker serviks, pentingnya vaksinasi dan pemberian vaksin HPV, serta pentingnya pemeriksaan IVA tes secara berkala. Kata Kunci : Kanker Serviks, IVA Test
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara Nirmala Sari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.083 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i1.1002

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian ke 2 setelah kanker rahim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tentang kejadian kanker payudara, pada tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 69% yaitu terdapat 142 kasus lama dan 99 kasus baru kanker payudara. Kemudian pada tahun 2016, angka kejadian kanker payudara di Kota Padang mengalami peningkatan lagi sebesar 73% yaitu menjadi 252 kasus lama dan 186 kasus baru kanker payudara. Penelitian ini untuk melihat karakteristik penyebab kanker payudara di RS. Tk III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2017. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian deskriptif. Teknik sampel yang digunakan simple random sampling yaitu acak sederhana dengan teknik undian. Jenis data yang dipakai data sekunder dengan mengumpulkan data dari catatan rekam medik wanita yang dirawat dan terdiagnosa kanker payudara dengan menggunakan format pengumpulan data lembaran checklist. Analisis yang digunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan 80,4% wanita kanker payudara berusia ? 40 tahun, 4,3% wanita kanker payudara memiliki IMT ? 30, 39,1% wanita kanker payudara mengalami menarche pada usia ? 12 tahun, 23,9% wanita kanker payudara belum pernah hamil dan melahirkan, 26,1% wanita kanker payudara tidak menyusui bayinya, 47,8% wanita kanker payudara memiliki riwayat kontrasepsi hormonal yang lama pemakaiannya lebih dari 5 tahun dan 56,5 % wanita kanker payudara memiliki riwayat genetik kanker payudara. Kejadian kanker payudara dapat dideteksi lebih awal dengan melakukan periksa Payudara sendiri (SADARI) dan periksa payudara ke klinis (SADANIS) secara berkala pada wanita yang memiliki faktor risiko kanker payudara. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan upaya promotif tentang faktor risiko kanker payudara pada wanita. Kata Kunci: Kanker Payudara, IMT, Menyusui, Kontrasepsi Hormonal
Usia Hamil Pertama Sebagai Prediktor Kadar Estradiol Wanita Usia Subur Penderita Kanker Payudara Nirmala Sari; Sukmayenti Sukmayenti; Putri Engla Pasalina
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.643

Abstract

Kanker adalah penyebab kematian kedua secara global, 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian pada tahun 2018. Kanker payudara penyebab kematian pertama pada wanita di dunia, tahun 2020 terdapat 2,3 juta wanita  terdiagnosis kanker payudara dan 685.000 kematian. Hingga akhir tahun 2020 terdapat 7,8 juta wanita hidup didiagnosis menderita kanker payudara dalam waktu 5 tahun terakhir. Estrogen memiliki efek signifikan pada pertumbuhan, diferensiasi dan berfungsinya jaringan payudara. Salah satu faktor  yang meningkatkan risiko kanker payudara adalah usia ibu hamil anak pertama yang cenderung melibatkan jalur hormonal dari organ reproduksi wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia hamil anak pertama dengan kadar estradiol wanita usia subur penderita kanker payudara di Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasinya wanita usia subur penderita kanker payudara. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk variabel usia ibu, sedangkan kadar estradiol diperiksa dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) . Pengujian statistik menggunakan uji Man Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia hamil anak pertama dengan kadar estradiol wanita usia subur kanker payudara di Padang (p > 0,05). Saran untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan pemeriksaan kadar estradiol dengan faktor risiko kanker payudara lainnya. 
An Overview of Pregnant Women’s Knowledge Regarding Exclusive Breastfeeding at the Dadok Tunggul Hitam Community Health Center, Padang City Hendri Devita; Indrawati Indrawati; Annisa Wahyuni; Nirmala Sari; Putri Engla Pasalina
International Journal of Health and Medicine Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v3i3.641

Abstract

Despite national efforts to promote exclusive breastfeeding, its coverage in Indonesia, including in Padang City, has not yet reached the national target of 80%. One of the factors contributing to this gap is the insufficient knowledge of pregnant women regarding exclusive breastfeeding. Therefore, this study sought to assess the level of knowledge among pregnant women concerning exclusive breastfeeding at the Dadok Tunggul Hitam Community Health Center in Padang City. A descriptive quantitative approach was employed involving 47 first-trimester pregnant women selected through simple random sampling from a population of 88 individuals. Data were gathered using a structured closed-ended questionnaire that assessed respondents’ knowledge of the definition, benefits, classification, and proper breastfeeding techniques, and were analyzed using frequency distributions. The findings indicated that more than half of the respondents (51.1%) demonstrated a high overall level of knowledge, while 42.6% had a moderate level and 6.4% had a low level. In terms of specific domains, knowledge of the definition of exclusive breastfeeding was predominantly moderate (44.7%), knowledge of its benefits was evenly distributed between the high and moderate categories (42.6% each), whereas knowledge of breastfeeding classification and proper breastfeeding techniques was mainly at the moderate level (46.8% each). These findings suggest that although the overall knowledge of exclusive breastfeeding among pregnant women was generally satisfactory, important knowledge gaps remain, particularly concerning breastfeeding classification and appropriate breastfeeding techniques. Strengthening health education programs through regular counseling sessions and the use of engaging visual educational media may help improve both knowledge and breastfeeding practices among pregnant women
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Masyarakat di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya Hendri Devita; Vitri Yuli Afni Amran; Nurhamidah Rahman; Nirmala Sari; Dian Eka Nursyam; Putri Engla Pasalina; Sevilla Ukhtil Huvaid; Jem Khairil; Annisa Wahyuni
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9682

Abstract

Angka kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) masih tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan pemberian pertolongan pertama. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari, khususnya Resusitasi Jantung Paru (RJP), di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang partisipatif, dengan metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu koordinasi dengan mitra terkait, pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan demonstrasi serta simulasi praktik RJP secara langsung oleh peserta, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan serta keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 di Masjid Baiturrahman Liki dan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan BHD. Mitra, yaitu Wali Nagari, Kepala Jorong, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, dan Puskesmas Sangir, memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan kegiatan. Pelatihan BHD berbasis komunitas seperti ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mengurangi keterlambatan pertolongan, dan menurunkan angka kematian akibat henti jantung di luar fasilitas kesehatan.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan choking pada anak melalui pelatihan pertolongan pertama tersedak Nirmala Sari; Hendri Devita; Aric Frendi Andriyan; Putri Engla Pasalina; Afrah Diba Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38220

Abstract

Abstrak Choking (tersedak) merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi dan anak akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Berdasarkan analisis situasi mitra, sebagian besar orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengenali tanda-tanda tersedak serta melakukan pertolongan pertama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko keterlambatan penanganan saat terjadi kasus choking pada anak di lingkungan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kasus tersedak (choking) pada anak melalui penyuluhan dan pelatihan pertolongan pertama. Orang tua diharapkan mampu mengenali tanda choking serta melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman untuk mencegah komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Kelurahan Aie Pacah, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan melibatkan 20 orang tua (ibu) sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi interaktif mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami choking. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan simulasi penanganan choking, sesi tanya jawab, serta post-test. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua setelah mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi penanganan choking. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 4,00 pada saat pre-test menjadi 7,95 pada saat post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan simulasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas kepada guru PAUD/TK serta pengasuh anak sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: pengetahuan; pertolongan pertama; tersedak; anak. Abstract Choking is a common emergency in infants and children caused by food or foreign objects entering the respiratory tract. This condition can cause respiratory distress and even death if not treated promptly and appropriately. Based on a partner situation analysis, most parents lack the knowledge and skills to recognize the signs of choking and administer first aid. This situation increases the risk of delayed treatment when choking occurs in children within the family environment. The purpose of this community service activity is to improve parents' knowledge, skills, and preparedness in handling choking in children through first aid counseling and training. Parents are expected to be able to recognize the signs of choking and administer first aid quickly, accurately, and safely to prevent complications. The community service activity was held on October 4, 2025, in Aie Pacah Village, Padang City, West Sumatra, involving 20 parents (mothers) as participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and interactive discussions regarding first aid for children experiencing choking. The activity evaluation was conducted through questionnaires before (pre-test) and after (post-test) the training to measure changes in participants' knowledge levels. The activity stages included a pre-test, material delivery, demonstration and simulation of choking management, a question and answer session, and a post-test. Based on the evaluation results, there was an increase in parents' knowledge levels after participating in the education and simulation activities for choking management. The average knowledge score of participants increased from 4.00 in the pre-test to 7.95 in the post-test. This increase indicates that the education and simulation activities provided were effective in improving parents' understanding of first aid for children who experience choking. This activity has the potential to increase parents' preparedness in dealing with choking incidents in children. Therefore, similar programs need to be implemented continuously and expanded to early childhood education (PAUD/TK) teachers and childcare providers as an effort to strengthen community capacity in handling emergencies in children. Keywords: knowledge; first aid; choking; child.
Peran Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Anemia di SMP Negeri 2 Sasak: Penelitian Sandra Ilona; Ramah Hayu; Nirmala Sari; Mimi Aria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5685

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan reproduksi di masa depan. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan anemia, namun kepatuhan konsumsi masih rendah. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri anemia di SMP Negeri 2 Sasak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% responden tidak patuh mengonsumsi TTD dan 64,1% tidak memperoleh dukungan keluarga. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,007). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri anemia. Keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam program pencegahan anemia di sekolah.