Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EDUPEDIA

IMPLEMENTATION OF POLITICAL PARTY AS FACILITY OF POLITICS RECRUITMENT (Cadre Case Study at DPC PKB Sub-Province of Ponorogo) Nia Rochmawaty; Sulton Sulton; Ambiro Puji Asmaroini
EDUPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.094 KB) | DOI: 10.24269/ed.v1i1.172

Abstract

Target of this research was ( 1) Knowing model execution of cadre recruitmet exist in DPC PKB Sub-Province of Ponorogo ( 2) Knowing principle of recruitment cadre exist in DPC Party Evocation Nation Sub-Province of Ponorogo ( 3) Knowing the nature of party cadre rekrutmen executed by DPC Party of Kebangkitan Nasional Sub-Province of Ponorogo ( 4) Knowing band of recruitment party cadre did by DPC Party Evocation Nation Sub-Province of Ponorogo. This Research use method of descriptive qualitative this research was executed DPC PKB Sub-Province of Ponorogo, source of its data from 30 one who consist of cadre, member and official member of PAC and official member of DPC PKB Sub-Province of Ponorogo. This Research use interview method, triangulation and documentation. While data analysis use descriptive data analysis qualitative. Pursuant to research which had model cadre recruitmen at DPC PKB Sub-Province of Ponorogo use model of partisanship represent based rekrutmen of loyalitas and try to collect partisan with less is paying attention interest proved to wait its his in party come  according to condition and rule of moment enlist in party. Principal of cadre recrutmen in DPC PKB according to regulation of government of no 11 year 2002 that is having to Indonesai Citizen (WNI), have never been punished prison, having education, skilled, membership, well-behaved, healthy spirit and bodily, did not pursuant to faction, race and also religion. While nature of its it DPC PKB Ponorogo have the nature of open according to AD / CHAPTER art of IV Section 5 that national party, democratic, and open whoever may become cadre, member as according to existing order. band of Rekrutmen cadre exist in DPC PKB Sub-Province of Ponorogo use coalition band and band of kaderisasi to recruit member cadre through training process and construction.
GERAKAN ORGANISASI MAHASISWA EKSTRA KAMPUS (OMEK) DALAM MENEGUHKAN IDENTITAS KEWARGAAN (STUDI KASUS: ORGANISASI HMI PMII IMM KABUPATEN PONOROGO) Siami Siami; Sulton Sulton; Prihma Sinta Utami
EDUPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v4i2.541

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1.)BagaimanakahGerakanOrganisasi Mahasiswa Ekstra kampus (OMEK) dalam meneguhkan identitas kewargaan IMM, HMI, PMII Kabupaten Ponorogo. (2.) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gerakanorganisasi Mahasiswa Ekstra kampus (OMEK) dalam meneguhkan Identitas kewargaan (IMM, HMI, PMII Kabupaten Ponorogo (3.) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi gerakanorganisasi mahasiswa ekstra kampus Omek dalam meneguhkan identitas kewargaanKabupaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi atau Wawancara pada studi lapangan (Field Research) dan studi pustakan (Bibliography Studi) di lokasi penelitian yaitu Kabupaten Ponorogo. Data yang telah dikumpulkan ditelah atau di Analisisis dengan menggunakan analisis deskriptif kaulitatif yang bersifat ekploratif, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan penganalisaan data yang diperoleh dari studi lapangan dengan cara menjelaskan dan menerangkan kenyataan objektif penelitian yang didapat dari hasil Observasi dan Wawancara di lapangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1.) Gerakanorganisasi mahasiswa ekstra kampus (OMEK) dalam meneguhkan identitas kewargaannya  Kabupaten. Ponorogo)yaitu: (a.) Pergerakan OMEK selain memperjuangakan aspirasi masyarakat terkait kesenjangan yang ada, disisi lain bertujuan untuk mendapatkan pengakuan pemerintah, masyarakat maupun kalangan mahasiswa (b.)Perjuangan OMEKdalam mendapatkan keadilan sosial yaitu gerakan-gerakan OMEKyang menuntut keadilan sosial merupakan reaksi gerakan organisasi ekstra terhadap distribusi kesejahteraan terkait masyarakat yang ekonomi yang dibawah dari rata-rata/lemah.(c.) Perjuangan OMEK dalam mendapatkan representasi politik, yang secara substantifnya pada pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat kepada pemerintah.(2.) Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu: (a) Mahasiswa lebih mudah bergerak untuk digerakan, hal itu disebabkan mahasiswa memiliki cukup waktu dalam melihat persoalan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.(b) Salah satu bentuk kekecewaan mahasiswa dan masyarakat terhadap kinerja elite politik yang buruk yang selama ini terjadi secara berulang-ulang (3.) Kendala-kendala yang dihadapi yaitu: (a.) Kurangnya kemampuan dalam menciptakan metode aksi (b.) Kurangnya koordinasi antara organisasi/lembaga agar menciptakan potensi kekuatan untuk mewujudkan perubahan sosial. (c.) kurangya pembinaan kekuatan atau membangun jaringan pergerakan. (d.) kurangya kordinasi antara organisasi.             
ANALISIS STRATEGI POLITIK CALON KEPALA DESA INCUMBENT DALAM MENGHADAPI PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA BALONG TAHUN 2019 Dimas Ivan Anggara; Sulton Sulton; Ambiro Puji Asmaroini
EDUPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.814 KB) | DOI: 10.24269/ed.v3i2.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan memahami strategi politik yang dilakukan calon kepala desa incumbent, (2) mengetahui dan memahami modalitas politik calon kepala desa incumbent dalam melaksanakan strategi politik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang mempunyai sifat deksriptif dan menemukan sebuah makna dari suatu persoalan atau permasalahan yang diperoleh dari suatu penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi ke lapangan untuk melihat langsung aktivitas yang dilakukan oleh calon kepala desa incumbent dan tim suksesnya dalam persiapan menghadapi pilkades. Wawancara kepada calon kepala desa incumbent dan tim suksesnya dan dokumentasi penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan mereduksi data yang diperoleh ketika penelitian, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah strategi politik yang dilakukan oleh calon kepala desa incumbent dan tim suksesnya berupa strategi media massa dengan memanfaatkan handphone dan pamflet untuk kampanye. Strategi produksi pesan berupa penyampaian program-program kerja melalui kegiatan di masyarakat, dan strategi publik dengan mempengaruhi masyarakat yang menolak dan mempertahankan masyarakat yang mendukung. Modalitas politik yang dimiliki oleh calon kepala desa incumbent dan tim suksesnya ialah modal politik berupa dukungan dari tokoh dan kelompok masyarakat, modal sosial berupa kepercayaan dari tokoh dan kelompok masyarakat, dan juga modal ekonomi berupa uang untuk kampanye dan biaya akomodasi tim sukses.