Articles
PENERAPAN ALGORITMA DEMINA-KUDRYASHOV DALAM MENENTUKAN SOLUSI MEROMORFIK PERSAMAAN OSTROVSKY
Herry F. Lalus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.751 KB)
|
DOI: 10.35508/fisa.v1i1.518
Abstrak Persamaan Ostrovsky merupakan persamaan diferensial parsial nonlinear yang dapat ditemukan dalam fenomena fisis seperti tsunami. Persamaan ini telah memiliki banyak solusi khusus analitik terutama untuk menggambarkan penjalaran gelombang soliton. Salah satu solusi khusus yang terkenal berupa solusi tanh kuadrat atau dapat juga dinyatakan dalam sech kuadrat. Paper ini mengkaji solusi meromorfik persamaan Ostrovsky dengan menggunakan algoritma Demina-Kudryashov. Mula-mula, persamaan Ostrovsky ditransformasi ke dalam bentuk persamaan diferensial biasa nonlinear menggunakan model penjalaran gelombang dan selanjutnya diterapkan algoritma tersebut untuk memperoleh solusi meromorfik berdasarkan pada uraian Laurentnya. Solusi yang diperoleh berupa solusi periode tunggal, solusi periode ganda (solusi eliptik), dan solusi rasional, di mana solusi-solusi ini bersifat umum. Pada akhirnya, ditampilkan suatu solusi khusus berupa solusi tanh kuadrat sebagai pemilihan keadaan khusus berdasarkan salah satu solusi meromorfik. Kata kunci : solusi meromorfik; algoritma Demina-Kudryashov; persamaan Ostrovsky. Abstract Ostrovsky equation is a nonlinear partial diferential equation which we found in many problems of physics such as tsunami. This equation has many special analytical solutions especially for describing the travelling of soliton. One of the famous special solution is containing quadratic tanh term or we can express it in sech term. In this paper, the meromorphic solutions of Ostrovsky equation have analyzed by using Demina-Kudryashov algorithm. Firstly, this equation was transformed to nonlinear ordinary differential equation by using travelling wave model and then by using this algorithm and based on Laurent series, the meromorphic solutions can be contructed. Finally, the general solutions was found. These solutions take form in three types, such as simply periodic, doubly periodic (elliptic solutions), and rational solution. And then, the special solution of this equation was showed by choosing a special condition. Keywords : meromorphic solutions; Demina-Kudryashov algorithm; Ostrovsky equation.
ANALISIS KESTABILAN SISTEM DINAMIK PARTIKEL DALAM MEDAN POTENSIAL HARDCORE DOUBLE YUKAWA
Herry F. Lalus;
Yusniati H. Muh. Yusuf
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.017 KB)
|
DOI: 10.35508/fisa.v4i2.1826
Abstrak Paper ini mengkaji sistem dinamik partikel yang bergerak dalam pengaruh medan potensial Hardcore Double Yukawa (HCDY) [1]. Kajian ini difokuskan pada analisis kondisi stabil sistem dinamik dengan memanfaatkan sifat kestabilan linear. Massa partikel dalam sistem ini ditinjau sebagai fungsi koordinat, sehingga berbentuk lebih umum. Potensial HCDY digunakan dalam mengkonstruksi Hamiltonian sistem dan selanjutnya dipakai untuk menentukan matriks Jacobinya. Selanjutnya, nilai eigen matriks menjadi dasar menganalisis kestabilan sistem dinamik ini. Untuk sistem dengan potensial jenis ini, hanya dimungkinkan dua jenis kestabilan, yaitu saddle dan rotor. Syarat-syarat untuk kedua jenis kestabilan ini juga ditampilkan. Kata kunci: potensial Hard Core Double Yukawa; sistem dinamik; keadaan stabil Abstract This paper discusses the dynamical sistem of particle that move under the influence of the Hard Core Double Yukawa (HCDY) potential field[1]. This study focuses on analyzing the stable condition of the dynamical sistem by utilizing the nature of linear stability. The mass of particle in this system is depend on coordinate function, so its form is more general. The HCDY potential is used in constructing the Hamiltonian system and then used to determine the Jacobian matrix.Futhermore, the matrix eigenvalue is the basis for analyzing the stability of this dyanamical system. For systems with this type of potential, only two types of stability are possible, namely saddle and rotor. The conditions for both types of stability are also displayed. Keywords: Hard Core Double Yukawa potential; dynamical system; stability
A QUADRATIC-QUARTIC-QUINTIC (QQQ) PERTURBATION ON HARMONIC OSCILLATOR: HAMILTONIAN MATRIX REPRESENTATION
Herry F. Lalus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract This paper discusses a one-dimensional harmonic oscillator system subjected to simultaneous quadratic-quartic-quintic perturbation. The main objective of this paper is to calculate the matrix representation of its Hamiltonian. To keep more generally, these three perturbation terms use different small parameters. The method used in this paper is the standard algebraic method using Dirac notation with the bases that have also been shown. The results of the analysis that has been carried out, it is obtained in the form of the Hamiltonian matrix representation of this system which contains the three different small parameters. If the three parameters are chosen to be zero (without perturbation), the matrix form will be reduced to a standard harmonic oscillator matrix.Keywords: QQQ perturbation; harmonic oscillator, Hamiltonian matrix representation.
Pendampingan Kegiatan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP dalam Mengembangkan Tanaman Kangkung Hidropnik Media Arang Sekam
Hartoyo Yudhawardana;
Herry F. Lalus;
Anthonius S. Hali
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/kjcs.v2i1.6989
Di era globalisasi yang semakin meluas dampaknya terhadap persaingan dunia kerja dan usaha menuntut mahasiswa masa kini untuk memiliki jiwa kewirausahaan dan juga kemampuan manajemen usaha yang baik sehingga memiliki daya saing yang tinggi untuk menghadapi perubahan zaman. Tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah memfasilitasi pengembangan wirausaha petani muda agar menjadi pengusaha modern di masa depan. Pertanian adalah sektor yang sangat bergengsi karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat, namun kondisi saat ini pertanian masih kurang diminati oleh kalangan generasi muda karena masih adanya stigma bahwa pertanian adalah “miskin” dan belum mampu memberikan kepastian bagi kehidupan para pelakunya di masa yang akan datang. Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diharapkan menjadi tenaga kerja handal yang kompeten dalam bidang pendidikan ternyata belum seluruhnya mendapat tempat yang baik dalam bidang pendidikan. Pengembangan wirausaha mahasiswa dengan mengembangkan bisnis pertanian hidroponik melalui budidaya tanaman kangkung secara hidroponik dapat menjembatai mahasiswa menjadi wirausaha yang handal. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali lulusan dalam mengembangkan wirausaha.
ANALISIS LAGRANGIAN NULL NONSTANDAR DAN FUNGSI GAUGE UNTUK HUKUM INERSIA NEWTON : SEBUAH REVIEW
Amelia A.P Ambot;
Herry F. Lalus;
Hartoyo Yudhawardana
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jop.v9i1.25909
This paper describes a review of a journal entitled 'Nonstandard Null Lagrangians and Gauge Functions for Newtonian Law of Inertia' which discusses Nonstandard Lagrangian Null solutions for Newton's Law of Inertia. The purpose of this study is to present in detail the Lagrangian Formalism method for generating Nonstandard Lagrangian Null and its Gauge function for Newton's Law of Inertia, as well as the role of action invariant in generating Lagrangian Null and Exact Gauge functions, by deriving a one-dimensional oscillator arm using the basic Lagrangian equations. The Nonstandard Null Lagrangian is derived from the Nonstandard Lagrangian, then the two Lagrangian Null are entered into the action invariant to make it Exact, after the Nonstandard Lagrangian Null is declared Exact, it is substituted into which represents Newton's Law of Inertia. The results of this research show that an Exact Nonstandard Lagrangian Null can be generated by making the Gauge Function Invariant, so that the first Nonstandard Lagrangian Null and Gauge Function for Newton's Law of Inertia are obtained.
ANALISIS FUNGSI KORELASI KLASIK DAN KUANTUM UNTUK MODEL CINCIN: SEBUAH REVIEW
Ayu Ningsih P. A. Sunaryo;
Herry F. Lalus;
Hartoyo Yudhawardana
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jop.v9i1.27501
A review of the journal entitled 'Classical And Quantum Correlation Functions For A Ring Model' has been carried out which discusses the solutions of classical and quantum correlation functions for the ring model. Classical and quantum correlation functions are derived for systems of non-interacting particles moving in a circle. demonstrated that the decay behavior of the classical expression for the correlation function can be recovered from a strictly periodic quantum mechanical expression by taking the limit ℏ→0, after the appropriate transformation. The aim of this study is to present clearly and in detail how the position correlation function for a system of particles moving in a circle having a certain average energy and written in a form which shows the nature of the transformation. Next, we examine the use of Poisson addition to represent F(z), and how the correlation function becomes identical to the form given by classical statistical mechanics, which exhibits Gaussian decay. The results of this study indicate that the positional correlation function for a system of particles moving in a circle, and having a certain average energy, can be written in a form which shows the nature of the transformation. Then using the Poisson addition formula to represent F(z), the expression is rewritten to enable the limit ℏ→0 to be taken. It was finally found that the correlation function became identical to the form given by classical statistical mechanics, which exhibits a Gaussian decay.
PKM Pelatihan Tes Potensi Skolastik (TPS) Bagi Siswa SMA Untuk Menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT)
Antonius S. Hali;
Hartoyo Yudhawardana;
Marsi D. S. Bani;
Herry F. Lalus;
Nikodemus U. J. Hauwali;
Jannes Bastain Selly
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah agar siswa Kelas XII SMAK Lamaholot Witihama ini adalah kegiatan pelatihan memahami soal tes untuk mengikuti tes SNBT untuk melajutkan ke universitas negeri penyelenggara tes UTBK-SNBT. Metode PKM diselenggarakan dengan metode pelatihan, diskusi, ceramah, tanya jawab, dan latihan soal dan tes. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini adalah dari antusias siswa SMA yang hadir dalam bentuk semangat bertanya, dengan demikian siswa memahami dan pentingnya berjuang untuk lulus ujian sekolah dan mendapatkan gambaran terkait jenis-jenis soal dan strategi untuk bisa menyelesaikan soal Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika dengan baik hingga lulus tes dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan pada tingkat universitas yang diinginkan. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan hasil tes antara siswa yang awal sebelum diberikan pelatihan (pretest) dan sesudah mengikuti pelatihan (posttest). Hasil analisis Paired Sample Test pada tabel menunjukkan bahwa nilai t yang dihasilkan adalah 9,246 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan (0,05), hipotesis nol (H0) dapat ditolak. Dengan kata lain, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest.
SEBUAH REVIEW TENTANG PERTURBASI PADA OSILATOR HARMONIK KUANTUM DAN EFEKNYA TERHADAP TEORI MEDAN ELEKTROMAGNETIK KUANTUM
Tang, Ristiani Paskaria;
Lalus, Herry Fridolin;
Yudhawardana, Hartoyo
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jop.v10i2.37030
Tulisan ini menyajikan review dari sebuah jurnal yang berjudul “Perturbation of Quantum Harmonic Oscillator and its effect on Quantum Electromagnetic Field Theory”, yang membahas tentang Hamiltonian osilator harmonik yang telah diketahui mengalami perturbasi dari luar karena adanya medan elektromagnetik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji efek dari adanya perturbasi pada osilator harmonik kuantum terhadap teori medan elektromagnetik kuantum, serta interaksi antara medan listrik dan medan magnetik sehingga dapat memunculkan Hamiltonian baru dengan menggunakan metode aljabar yang memuat operator kreasi dan operator anihilasi yang dapat berevolusi terhadap waktu sehingga dapat mempengaruhi keadaan koheren sistem. Dalam penelitian ini, Hamiltonian osilator harmonik yang telah diketahui dapat mengalami perturbasi dari luar karena adanya interaksi dengan medan elektromagentik, di mana Hamiltonian dari medan elektromagentik ini mirip dengan Hamiltonian osilator harmonik kuantum, sehingga ketika diberikan perturbasi, akan terbentuk Hamiltonian baru. Dengan menggunakan Hamiltonian medan eletormagnetik kuantum, maka dapat dianalisis representasi medan listrik yang terkait dengan keadaan koheren. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa terdapat transisi Hamiltonian medan elektromagentik ketika medan listrik diamati yaitu ketika osilator non-perturbasi berubah menjadi osilator terperturbasi.
Usia dan Postur Tubuh sebagai Determinan Keluhan Subyektif Gangguan Muskuloskeletal Penari Foti Bobouk
Jannes Bastian Selly;
Nikodemus Umbu Janga Hauwali;
Welhelmina Kameo;
Herry Fridolin Lalus;
Antonius Suban Hali;
Mega O. L. Liufeto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf15217
Foti bobouk dance is a typical dance that is always performed in every event among the Rote tribe. However, the attractive and lively movements of the foti bobouk dance actually carry the risk of musculoskeletal disorders (MSDs) for dancers. This study aimed to analyze the relationship between body posture, age and body mass index with MSDs of foti bobouk dancers. The design of this study was cross-sectional, involving 30 dancers from the Rote tribe who live in Kupang city. The dancers were selected using a purposive sampling technique. The variable measurement instrument was the Rapid Entire Body Assessment (REBA) to assess the level of MSDs risk in dancers due to body posture while dancing and the Nordic Map Questionnaire (NMQ) to identify subjective complaints of MSDs felt after performing the foti bobouk dance movements. Age was measured by filling out a questionnaire and body mass index was measured by measuring body weight and height directly. The collected data were analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that the p value for each independent variable was 0.038 for body posture, 0.021 for age and 0.822 for body mass index. It was concluded that age and body posture were determinants of subjective complaints of MSDs of foti bobouk dancers in Kupang City.Keywords: foti bobouk dance; musculoskeletal disorders; body posture; age ABSTRAK Tari foti bobouk merupakan tarian khas yang selalu ditampilkan dalam setiap acara di kalangan masyarakat suku Rote. Meskipun demikian gerak tari foti bobouk yang atraktif dan bersemangat ternyata menyimpan resiko timbulnya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) bagi penari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur tubuh, usia dan indeks massa tubuh dengan MSDs penari foti bobouk. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 30 penari dari suku Rote yang berdomisili di kota Kupang. Para penari tersebut dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran variabel adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai tingkat resiko MSDs pada penari akibat postur tubuh saat menari dan Nordic Map Questionnaire (NMQ) untuk mengidentifikasi keluhan subyektif MSDs yang dirasakan setelah melakukan gerak tari foti bobouk. Usia diukur melalui pengisian kuesioner dan indeks massa tubuh diukur melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing variabel bebas adalah 0,038 untuk postur tubuh, 0,021 untuk usia dan 0,822 untuk indeks massa tubuh. Disimpulkan bahwa usia dan postur tubuh merupakan determinan keluhan subyektif MSDs penari foti bobouk di Kota Kupang.Kata kunci: tari foti bobouk; musculoskeletal disorders; postur tubuh; usia
REVIEW NILAI RATA-RATA OPERATOR GAYA POTENSIAL STEP PADA PARTIKEL SATU DIMENSI DALAM TINJAUAN PERSAMAAN SCHRÖDINGER, KLEIN-FOCK-GORDON, DAN DIRAC
Gedje Dima, Alfin Saputra;
Lalus, Herry Fridolin;
Fakhruddin, Fakhruddin
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 2 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jop.v9i2.32168
Telah dilakukan analisis review untuk menentukan nilai rata-rata operator gaya partikel pada potensial step satu dimensi dalam tinjauan persamaan Schrödinger, Persamaan Klein-Fock-Gordon dan persamaan Dirac. Review ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan mudah dipahami. Menentukan operator gaya pada kasus ini digunakan teorema Ehrenfest yang akan dianalisis untuk mencari nilai rata-rata operator gaya itu sendiri dengan menggunakan formula nilai rata-rata suatu operator. Hasil yang diperoleh dari review, memberikan bahwa nilai rata-rata operator gaya memiliki hubungan dengan kerapatan probabilitas dari masing-masing kasus dengan kajian masing-masing persamaan gelombang. Nilai rata-rata operator gaya untuk kasus ini dalam kajian persamaan Schrödinger dan Persamaan Dirac memberikan hasil yang mirip, dikarenakan kerapatan probabilitas masing-masing persamaan gelombang adalah fungsi yang kontinu pada titik batas. Berbeda dengan kasus yang sama dengan kajian persamaan Klein-Fock-Gordon diperoleh bahwa nilai rata-rata operator gaya tidak dapat digunakan formula umum nilai rata-rata, karena kerapatan probabilitasnya merupakan fungsi yang diskontinu. Sehingga diberikan solusi menggunakan persamaan Fescbach-Villars untuk menentukan operator gaya pada kasus ini dalam tinjauan persamaan Klein-Fock-Gordon.