Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Effect of Reduction Reaction Temperature on Carbon Purification based on Coconut Shell Marsi Bani; Djoko H Santjojo; Masruroh Masruroh
Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.47 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2013.002.02.10

Abstract

The purification carbon from coconut shell through carbonization with pyrolysis method at temperature 600 °C for 1 hour has been done. Carbon is refined in various temperature such as 150 oC, 200 °C, 250 °C, 300 oC, and 350 °C. The flow rate of carbon refining is 200 mL/minute for 1 hour using a reduction reaction method with hydrogen as the reducer to reduce oxygen content in the carbon. The result show indicates that the maximum carbon content 96,53 %  at 350 °C. The increasing carbon content during the reduction process because hydrogen attaches oxygen to establish H2O bond and it is proved by the result of FTIR test.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Hartoyo Yudhawardana; Marsi D. S Bani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.452 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.34

Abstract

Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Bertujuan meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa SMP Negeri Kabupaten Kupang.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Penelitian ini dilaksanakan selama proses pembelajaran fisika dengan materi Karakteristik zat. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Kupang Tengah dengan jumlah siswa 30 orang. Data prestasi belajar siswa diambil dari nilai tes belajar siswa setiap akhir siklus yang diambil selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil penelitian prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan belajar untuk indikator I sebesar 96,67% sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, untuk indikator II sebesar 90% sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, untuk indikator III sebesar 86,67% sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, dan untuk indikator IV sebesar 60% belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Pada siklus II untuk indikator IV sebesar 93,33% sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. This research use a Classroom Action Research (CAR). Where in each cycle have a five phases: planning stage, action stage, observation stage evaluation stage and reflection phase. This research was conducted in two cycles. Where the first cycle there have three meetings and in the second cycle there have one meetings. The research was conducted during the process of learning in physics at the matterial on essence characteristic. Subject of this research are the student of SMP Negeri 1 Kupang Tengah totally amount 30 persons. Learning achievement of the students get drawn from the cognitive test studying at the finally cycle, student assessment have taken during the learning process. From the results of student learning achievement in the first cycle obtained the percentage passing grade for the first indicator is 96,67% has reached complete learn classical, for the indicator II is 90% has reached complete learn classical, for the indicator III amount 86,67% reached complete learn classical, and the indicator IV amount 60% has not reached complete learn classicall. The second cycle of the IV indicator amount 93,33% has reached complete learn classical.
Variasi Volume Gliserol terhadap Sifat Fisis Plastik Biodegradable Berbahan Dasar Pati Ubi Kayu (Manihot Esculenta Cranz) Marsi D.S Bani
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 7, No 1 (2019): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.591 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v7i1.678

Abstract

Abstract:The use of starch as the main ingredient in making plastic has great potential especially in Indonesia with various starch-producing plants. To obtain bioplastics, starch is added with glycerol plasticizer, so that the plastic is more flexible and elastic. In this study, cassava starch (Manihot esculenta cranz) was used and the volume of glycerol as plasticizer was varied by 2 ml, 3 ml and 4 ml. The aim to be achieved in this study was to determine the volume variation of glycerol against the tensile strength of environmentally friendly biodegradable plastic films made from cassava starch. In addition, to find out what is the density of environmentally friendly biodegradable plastic films made from cassava starch. Cassava starch was obtained by isolating cassava starch 15 grams and then mixed with 2 ml glycerol (varied 3 ml and 4 ml) and 50 ml of aquades then heated while stirring with magnetic stirrer to form a thick dough. The mixture is then printed on a stainless steel mold. The results obtained in the form of thin sheets of plastic film that has been tested for tensile strength and density. After that followed by morphological analysis. The results of the biodegradable plastic characterization for tensile strength of plastic films with volume variations of glycerol 2 ml, 3 ml and 4 ml respectively as follows: 0.001 Mpa 0.069 Mpa 0.005 Mpa. For the density of biodegradable plastics for variations in volume of glycerol 2 ml, 3 ml and 4 ml respectively 0.0009 g / mm3, 0.0015 g / mm3 and 0.0014 g / mm3.Abstrak:Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar terlebih lagi di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Untuk memperoleh bioplastik, pati ditambahkan dengan plastisizer gliserol, sehingga diperoleh plastik yang lebih fleksible dan elastis. Pada penelitian ini digunakan pati ubi kayu (Manihot esculenta cranz) dan volume gliserol sebagai plastisizer divariasikan sebanyak 2 ml, 3 ml dan 4 ml. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi volume Gliserol terhadap kuat tarik film plastik biodegradable ramah lingkungan berbahan dasar pati ubi kayu. Selain itu untuk mengetahui berapa densitas film plastik biodegradable ramah lingkungan berbahan dasar pati ubi kayu. Pati ubi kayu diperoleh dengan mengisolasi pati ubi kayu 15 gram kemudian dicampurkan dengan 2 ml gliserol (divariasikan 3 ml dan 4 ml) dan 50 ml aquades kemudian dipanaskan sambil diaduk dengan magnetik stirerr hingga berbentuk adonan yang kental. Campuran tersebut kemudian dicetak pada cetakan stainless steel. Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis film plastik yang telah diuji kekuatan tarik dan densitasnya. Setelah itu dilanjutkan dengan analisa morfologi. Hasil karakterisasi plastik biodegradable untuk kuat tarik film plastik dengan variasi volume gliserol 2 ml, 3 ml dan 4 ml berturut-turut sebagai berikut: 0.001 Mpa 0,069 Mpa 0.005 Mpa. Untuk densitas dari plastik biodegradable untuk variasi volume gliserol 2 ml, 3 ml dan 4 ml berturut-turut adalah 0.0009 g/mm3, 0.0015 g/mm3 dan 0.0014 g/mm3.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFINGER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA HUKUM NEWTONTENTANG GRAVITASI PADA SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 10 KUPANG Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.149 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang terkhususnya pada materi Hukum Newton tentagtn Gravitasi. Adapun penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Kupang pada tahun ajaran 2018/2019 dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas selama dua siklus dengan hasil yang diperoleh prestasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang pada materi Hukum Newton tentang gravitasi yaitu indikator 1 (Menganalisis hubungan antara gaya gravitasi dengan massa benda dan jaraknya) mencapai ketuntasan klasikalnya 90,91 %. Indikator 2 (Menghitung resultan gaya gravitasi pada benda titik dalam suatu sistem) mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikal 86,36 %. Indikator 3 (Membandingkan percepatan gravitasi dengan kuat medan gravitasi pada kedudukan yang berbeda) mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikalnya hanya 86,36 %. Indikator 4 (Menganalisis gerak planet berdasarkan hukum keppler) belum mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikalnya 63,64 % pada siklus I dan 90,91 % pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION -OBSERVATION-EXPLANATION (POE) DENGAN TEKNIK GIVING QUESTION AND GETTING ANSWERS (GQGA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.794 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pencapaian hasil belajar fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) dengan menggunakan teknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probing, 2) Untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran Prediction- Observation-Explanation (POE) denganteknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model Pembelajaran Prediction- Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probing. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA N 7 Kupang sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas XI MIA4sebagai kelas eksperimen yang melibatkan 35 orang siswa dan kelas XI MIA2 sebagai kelas kontrol yang melibatkan 30 orang siswa. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak (random sampling). Instrumen penelitian ini berupa Lembar Observasi Siswa dan soal tes hasil belajar fisika siswa dengan bentuk soal essay yang sudah valid dan reliabel. Hasil analisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α =0,05disimpulkan bahwa 1)terdapat perbedaan pencapaian hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) dengan teknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probingdimana thitung untuk ranah afektif, psikomotor dan kognitif masing-masing 4,77;2,82;10,01>ttabel = 1,998 2) Hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) denganteknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan model Pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknikprobing dimana thitung untuk ranah afektif, psikomotor dan kognitif masing- masing 4,77;2,82;10,01>ttabel = 1,6695.
PENERAPAN PROBLEM SOLVING DENGAN GAME POHON PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI MIA 4 SMAN 6 KUPANG Marsi Bani Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.28 KB)

Abstract

Pembelajaran Fisika mencakup semua materi terkait dengan objek alam yang mengajak siswa berpikir kritis membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasanyang dapat memecahkan masalah tersebut. Observasi awal yang dilakukan,diketahui siswa mengalami kesulitan dalam mencapai target ketuntasan minimal sebesar =75. Selain itu, siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa di kelas menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya hasil belajar yang maksimal. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri 2 siklus, masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 6 Kupang. Data yang akan diambil meliputi: data keaktifan siswa, data hasil belajar, data kinerja guru selama KBM, data tanggapan siswa dan tanggapan guru. Metode analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Persentase keaktifan siswa pada siklusI dan II berturut-turut:51,61 % dan 77,42% sedangkan persentase ketuntasan klasikal pada siklus I dan II berturut turut: 83,87% dan 93,55%. Kinerja guru selama pembelajaran sudah mencapai kriteria baik. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan problem solving dengan game pohon pengetahuan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas XI MIA 4 SMA Negeri 6 Kupang. Pembelajaran dengan model ini dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN GROUPS INVESTIGATION DENGAN METODE STRUCTURE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 TAKARI Marsi Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.676 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian control group pretest-posttest, yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Takari pada bulan Mei tahun ajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan peningkatan prestasi belajar fisika siswa antara siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individulization dengan metode Structure Exercise dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan menggunakan metode Structure Exercise dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Takari sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas XI IPA1 sebagai kelas ekperimen yang melibatkan 21 orang siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol yang melibatkan 21 orang siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Groups Investigation dengan menggunakan metode Structure Exercise. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik non random sampling jenis purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa soal tes prestasi belajar siswa dengan bentuk soal pilihan ganda yang sudah divalidasi. Hasil analisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α = 0,05 disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan metode Structure Exercise dimana thitung= 3,977 > ttabel = 2,02107. (2) Peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan teknik metode Structure Exercise lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan metode Structure Exercise dimana thitung = 3,977 > ttabel = 1,68385.
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.746 KB)

Abstract

Penelitian ini diadakan di SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode eksperimen dan subyek penelitiannya adalah siswa kelas X MIA 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa selama dikenai tindakan pada dua siklus. Hasil penelitian siklus I yang diperoleh dari hasil tes tertulis menunjukan bahwa rata-rata kelas mencapai 68,80 dengan ketuntasan sebanyak 66,67 % siswa dan tidak tuntas 33,33 % siswa. Siswa-siswa yang tidak tuntas pada siklus I ini disebabkan oleh siswa-siswa tersebut masih belum mampu menjawab pertanyaan apersepsi, siswa jarang bertanya ketika diberikan kesempatan, siswa tidak aktif saat proses pembelajaran, siswa tidak mencatat penjelasan yang diberikan guru, siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran, kurangnya interaksi positif antara siswa dan guru dengan metode pembelajaran yang digunakan, siswa kurang merasa senang dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian pada siklus II mengalami peningkatan. Dari data hasil tes tertulis siklus II diketahui bahwa rata-rata kelas mencapai 78,09 dengan ketuntasan sebanyak 88 % siswa dan tidak tuntas sebanyak 14 % siswa. Siswa-siwa yang tidak tuntas pada siklus II ini disebabkan karena keterbatasan waktu, pembelajaran siklus I dan siklus II cukup signifikan. Walaupun masih 13 % siswa yang belum tuntas tetapi hasil penelitian siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sehingga penelitian ini telah berhasil. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar Fisika. Keywords Metode Eksperimen, Hasil belajar, Fisika
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Marsi Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.699 KB)

Abstract

Pembelajaran yang diciptakan guru harus memperlihatkan adanya interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa yang lainnya, dan siswa dengan berbagai sumber belajar sehingga pembelajaran yang berkualitas dapat dicapai. Pembelajaran yang efektif dan inovatif sangat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran siswa tidak hanya diberikan materi dengan ceramah, namun diberi kesempatan untuk mengkonstruksi konsep-konsep materi yang diajarkan. Untuk itu, guru sebagai perancang pembelajaran bertugas membantu siswa dengan merancang pembelajaran yang kondusif sehingga tercipta pembelajaran yang efektif bagi siswa, untuk menjawab permasalahan ini dilakukan pengkajian model pembelajaran jigsaw terhadap peningkatan prestasi belajar fisika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka/ studi literature. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil Model pembelajaran jigsaw terdiri atas langkah-langkah pembentukan kelompok asal, pembelajaran pada kelompok asal, pembentukan kelompok ahli, diskusi kelompok ahli, diskusi kelompok asal, diskusi kelas, pemberian kuis dan pemberian reward, Penerapan model pembelajara jigsaw sesuai dengan langkah-langkah pembelajarannya dapat meningkatkan prestasi belajar Fisika siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES Vs MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA Antonius Hali; Marsi Bani; Hiwa Wonda; Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.927 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep fisika yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Kristen Citra Bangsa Kupang dengan sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (kelas VII B) atau siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding procedures dan kelas kontrol (kelas VII D) model pembelajaran Discovery Learning. Dari hasil analisis data penelitian menggunakan uji t. Uji hipotesis pertama menggunakan uji dua pihak, sedangkan uji hipotesis kedua menggunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Uji hipotesis pertama diperoleh t hitung = 4,951 dan t tabel = 2,04 dengan taraf signifikan (α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 36. Oleh karena maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding procedures, dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Sedangkan uji hipotesis kedua diperoleh t hitung = 4,951 dan t tabel = 2,04 dengan taraf signifikan ( α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 36. Oleh karena maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti pemahaman konsep fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding procedures lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.