Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Susan C. Labatar; Dicky Ervandy Pata; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Nani Zurahmah
Journal of Livestock Science and Production Vol 6, No 1 (2022): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v6i1.6549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Distrik Prafi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi peternak dan masyarakat agar dapat mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi dan dapat menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam broiler, serta pelaksanaan diseminasi tentang hasil pengamatan dan wawancara secara langsung dilapangan yang telah dilakukan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan, kemudian Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif yaitu dengan menghitung rata–rata pendapatan, persentase, menghitung besarnya sampel dan melakukan penyederhanaan data serta penyajian data dengan menggunakan tabel. Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada skala usaha 500 sebesar Rp.6.317.266/periode, sedangakan pada skala usaha 1000 sebesar Rp.14.510.252/periode. Keseluruhan Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler per ekornya sebesar Rp.14.330,26. Analisis kelayakan usaha R/C pada peternakan ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari dinyatakan menguntungkan, efisien dan layak untuk di kembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi yaitu jenis doc, jenis pakan, tata cara perkandangan, pencegahan penyakit dan pemasaran hasil produksi. Efisiensi penggunaan faktor-faktor tersebut dinyatakan pada penilaian index performance (IP) yang dimana pada responden 1 responden 2 dan responden 3 masuk dalam kategori kurang, sedangkan pada responden 4 masuk dalam kategori baik
Pengaruh Pemberian Fermentasi Buah Maja (Aegle marmelos) sebagai Probiotik untuk Pertumbuhan Ayam Kampung Di Kampung Udapi Hilir Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Susan Carolina Labatar; Agus Supriyanto; Nani Zurahmah
Journal of Livestock Science and Production Vol 5, No 1 (2021): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v5i1.5632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi buah maja sebagai probiotik untuk pertumbuhan ayam kampung yang diaplikasikan dalam air minum sabagai bahan untuk meningkatkan pertumbuhan ayam kampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola searah dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan untuk tiap perlakuan dengan jumlah 36 ekor ayam kampung. Setiap ulangan terdiri dari 2 ekor ayam kampung sebagai unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 = pakan BR 2 + minum: air biasa, P1 = pakan BR 2 + 10% air minum fermentasi maja, dan P2 + 15% air minum fermentasi maja. Hasil pengaruh pemberian fermentasi buah maja sebagai probiotik menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, konsumsi air minum,  bobot badan dan FCR (Feed Convertion Ratio). Terjadi peningkatan pada konsumsi air minum yang telah di berikan fermentasi buah maja diduga mempengaruhi sistem pencernaan pada ayam kampung yang mana fermantasi buah maja ini juga berfungsi sebagai probiotik yang mampu memperbaiki kondisi pencernaan pada ayam kampung.
Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Susan C. Labatar; Dicky Ervandy Pata; Nani Zurahmah; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 1 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i1.459

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Distrik Prafi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi peternak dan masyarakat agar dapat mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi dan dapat menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam broiler, serta pelaksanaan diseminasi tentang hasil pengamatan dan wawancara secara langsung dilapangan yang telah dilakukan. Metode: Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan, kemudian Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif yaitu dengan menghitung rata–rata pendapatan, persentase, menghitung besarnya sampel dan melakukan penyederhanaan data serta penyajian data dengan menggunakan tabel. Hasil: Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada skala usaha 500 sebesar Rp.6.317.266/periode, sedangkan pada skala usaha 1000 sebesar Rp.14.510.252/periode. Keseluruhan Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler per ekornya sebesar Rp.14.330,26. Kesimpulan: Analisis kelayakan usaha R/C pada peternakan ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari dinyatakan menguntungkan, efisien dan layak untuk di kembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi yaitu jenis doc, jenis pakan, tata cara perkandangan, pencegahan penyakit dan pemasaran hasil produksi. Efisiensi penggunaan faktor-faktor tersebut dinyatakan pada penilaian index performance (IP) yang dimana pada responden 1 responden 2 dan responden 3 masuk dalam kategori kurang, sedangkan pada responden 4 masuk dalam kategori baik.
Evaluasi Mutu Bibit Kambing Peranakan Etawah di Kabupaten Manokwari Zurahmah, Nani; Masriani, Masriani
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.33063

Abstract

ABSTRAK. Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar mutu bibit kambing Peranakan Etawah (PE) melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 73521-2015. Dalam SNI tersebut ditetapkan karakteristik kualitatif: pola warna bulu, kehadiran bulu rewos, ukuran kepala, profil muka, dan ukuran tanduk; serta karakteristik kuantitatif: tinggi pundak (cm), panjang badan (cm), lingkar dada (cm), panjang telinga (cm), dan lingkar skrotum (untuk yang jantan, satuan cm). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu bibit kambing PE pada wilayah padat ternak kambing PE di Kabupaten Manokwari (Kecamatan Prafi dan Masni). Metode yang digunakan adalah survei dengan purposive sampling terhadap 155 ekor kambing PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kambing PE di wilayah penelitian masih didominasi oleh kambing-kambing yang memiliki karakteristik kualitatif sesuai dengan SNI, yaitu pola warna bulu campuran putih hitam (43-63%), memiliki bulu rewos (70-100%), kepala relatif kecil (54-68%), profil muka cembung (75-90%), dan ukuran tanduk relatif kecil (42-86%). Sedangkan pada karakteristik kuantitatif, hanya sebagian saja yang sesuai (P>0,05) dengan SNI, yaitu panjang badan, lingkar dada, dan lingkar skrotum pada kelompok jantan dewasa (umur >18 – 24 bulan); lingkar dada dan lingkar skrotum pada pada kelompok jantan muda (umur >12 – 18 bulan); lingkar dada pada kelompok jantan cempe (umur 8 – 12 bulan); tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada pada kelompok betina dewasa (umur >18 – 24 bulan); lingkar dada pada kelompok betina muda (umur >12 – 18 bulan); serta panjang badan dan lingkar dada pada kelompok betina cempe (umur 8 – 12 bulan). Kedepan, perlu upaya perbaikan mutu genetik kambing PE di wilayah penelitian melalui seleksi genetik secara periodik dan mencegah perkawinan kambing PE dengan bangsa kambing lain (cross breeding) agar seluruh karakteristik kualitatif maupun kuantitatifnya dapat memenuhi ketentuan SNI.Kata kunci: Kambing PE, Mutu bibit, SNI. Evaluation of the Breed Quality of Etawah Crossbreed Goat in Manokwari Regency ABSTRACT. The Indonesian government has set the quality standard for Etawah crossbreed (PE) goat breeds through the Indonesian National Standard (SNI) Number 73521-2015. The SNI stipulates qualitative characteristics: fur color pattern, presence of rewos fur, head size, facial profile, and horn size; and quantitative characteristics: shoulder height (cm), body length (cm), chest circumference (cm), ear length (cm), and scrotal circumference (for males, units cm). This study aims to evaluate the quality of PE goat seeds in densely populated PE goat livestock areas in Manokwari Regency (Prafi and Masni Districts). The method used was a survey with purposive sampling of 155 PE goats. The results of the study showed that the population of PE goats in the research area was still dominated by goats that had qualitative characteristics in accordance with SNI, namely a mixed white and black fur pattern (43-63%), having rewos fur (70-100%), relatively small head (54-68%), convex facial profile (75-90%), and relatively small horn size (42-86%). While in quantitative characteristics, only some were in accordance (P>0.05) with SNI, namely body length, chest circumference, and scrotal circumference in the adult male group (age>18-24 months); chest circumference and scrotal circumference in the young male group (age>12-18 months); chest circumference in the cempe male group (age 8-12 months); shoulder height, body length, and chest circumference in the adult female group (age>18-24 months); chest circumference in the young female group (age>12-18 months); and body length and chest circumference in the female cempe group (8-12 months old). In the future, efforts are needed to improve the genetic quality of PE goats in the research area through periodic genetic selection and preventing mating of PE goats with other goat breeds (cross breeding) so that all qualitative and quantitative characteristics can meet SNI requirements.
Tatalaksana Pemeliharaan Ternak Kambing Kacang di Kampung Aimasi Distrik Aimasi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Sherly Nuryuhana; Nani Zurahmah; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.941

Abstract

Latar belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang perawatan kambing kacang yang benar dan untuk mengetahui apakah peternak telah menerapkan praktik manajemen yang efektif dalam beternak kambing. Metode: Penelitian dilakukan selama tiga bulan di Kampung Aimasi, Distrik Aimasi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada bulan Maret hingga Mei 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data primer dan sekunder. Ada dua puluh ekor kambing kacang di kampung aimasi tersebut. Sampel berjumlah enam belas orang peternak kambing kacang diperoleh dengan menerapkan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Jenis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil instrumen wawancara yang diungkapkan secara lisan. Faktor penelitian meliputi limbah, peternakan, pakan, bibit, dan kesehatan dalam kaitannya dengan manajemen pemeliharaan kambing kacang. Hasil: Temuan studi ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan intensif yang digunakan dalam konteks ini selalu terkendali dan tidak terekspos. Penting untuk mempertimbangkan faktor internal dan eksternal ketika memilih benih untuk ditanam. 10% dari berat badan hewan harus diberi makan dengan benar. Peternak dapat lebih mudah merawat dan membersihkan kandang dengan kandang panggung yang kokoh. Kambing yang menderita kembung sering kali menunjukkan gejala rasa lapar yang menurun, hewan yang gelisah, dan perut bagian kiri yang menggembung. Agar mendapatkan hasil yang lebih bermanfaat ketika dimanfaatkan, limbah ternak perlu diolah terlebih dahulu. Kesimpulan: Mulai dari bibit, pakan, tempat berlindung, kesehatan hingga limbah, dipastikan bahwa peternak telah menerapkan manajemen pemeliharaan kambing yang tepat. Faktor-faktor seperti jumlah pendidikan, jumlah hewan yang dimiliki, dan lamanya beternak juga dapat berdampak pada pengelolaan peternakan kambing.
Analisis Ekonomi Peternakan Kambing di Kampung Aimasi Distrik Aimasi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Selvia Indra Sari; Nani Zurahmah; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.942

Abstract

Latar belakang: Di Kampung Aimasi, distrik Aimasi, Kabupaten Manokwari, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi keuntungan usaha serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi peternakan kambing. Metode: Penelitian dilakukan di Desa Aimasi, Kecamatan Aimasi, selama tiga bulan, yaitu pada bulan Maret hingga Mei 2024. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Terdapat tiga puluh peternak kambing dalam populasi tersebut. Diperlukan sampel sebanyak dua puluh tiga, dan sampel ini ditemukan menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10%. Analisis kuantitatif dengan metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang diungkapkan secara lisan dengan menggunakan analisis keuntungan yang ditinjau dari biaya tetap, biaya variabel, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), dan Biaya Produksi merupakan teknik analisis data yang digunakan. dalam penelitian ini. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C sebesar 3,8 dan 3,0 tergantung pada jumlah ternak yang dimiliki; nilai BEP Rupiah >10 ekor Rp54.865.789 dan <10 ekor Rp59.910.919; nilai HPP >10 ekor Rp. 384.466.825 dan <10 ekor Rp 932.442.529. Kesimpulan: Berdasarkan perhitungan analisis keuangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan Desa Aimasi layak untuk dikembangkan karena nilai yang dihasilkan melebihi biaya produksi. Temuan ini menunjukkan bagaimana sifat-sifat peternak mempunyai dampak yang signifikan terhadap bisnis yang dijalankan. Secara khusus, hal ini menunjukkan bagaimana proses produksi berkorelasi kuat dengan faktor usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.