Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Profesionalisme Dan Kedisiplinan Guru Pai Terhadap Motivasi Menghafal Al-Qur’an Peserta Didik Gani, Sofyan; Mustamir, Mustamir; Mubhar, Muhammad Zulkarnain
Jurnal Al-Ilmi Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 4 No 02 (2024): Maret
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v4i02.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profesionalisme dan kedisiplinan guru PAI terhadap motivasi mengahafal al-qur’an peserta didik di MIS ikhwanussafa sengkang. Dalam penelitian ini telah dilakukan uji statistik regresi linear berganda untuk uji hipotesis dan diperoleh kesimpulan bahwa profesionalisme dan kedisiplinan guru PAI terhadap motivasi mengahafal al-qur’an peserta didik di MIS ikhwanussafa sengkang terdapat pengaruh. Jenis penelitian ex post facto. Adapun populasi pada riset ini adalah seluruh peserta didik MIS Ikhwanussafa Sengkang yang berjumlah 30 orang. Langkah teknis pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket/kuesioner, dokumen. Selanjutnya untuk analisis data digunakan program Spss versi 22. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa 1) Profesionalisme guru terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik di MIS Ikhwanussafa Sengkang terdapat pengaruh. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi sederhana diperoleh hasil uji T dengan menggunakan SPSS menunjukkan t hitung 3,490 > t tabel 2,048 dan besaran pengaruh berdasarkan uji R- Square yaitu 74,5 % sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa profesionalisme guru PAI berpengaruh terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik. 2) Kedisiplinan guru terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik di MIS Ikhwanussafa Sengkang terdapat pengaruh. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi sederhana diperoleh hasil uji T dengan menggunakan SPSS menunjukkan nilai t hitung 4,026 > t tabel 2,048 dan besaran pengaruh berdasarkan uji R-Square adalah 74,5 % sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti kedisiplinan guru PAI berpengaruh terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik. 3) Profesionalisme dan kedisiplinan guru PAI terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik berpengaruh secara simultan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi berganda diperoleh nilai signifikansi 0.000 < 0.05 dan nilai F hitung 39,345 > F tabel 3.55 sedangkan besaran pengaruh berdasarkan uji R-Square adalah 74,5 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti profesionalisme guru dan kedisiplinan guru PAI secara simultan berpengaruh terhadap motivasi menghaafal Al Qur’an peserta didik
PRINSIP KESEIMBANGAN ANTARA AL-‘USR (KESULITAN) DAN AL-YUSR (KEMUDAHAN) DALAM AL-QUR’AN; PEDOMAN BAGI MUSLIM DALAM MENYIKAPI KEHIDUPAN MODEREN Mubhar, Muhammad Zulkarnain; Hawirah, Hawirah; Mubhar , Imam Zarkasyi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4255

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan Muslim modern yang semakin kompleks akibat tekanan teknologi, dinamika sosial, dan perubahan budaya yang cepat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya fondasi nilai yang mampu menjaga keseimbangan mental, spiritual, dan sosial. Al-Qur’an menawarkan prinsip fundamental mengenai keseimbangan antara kesulitan (al-‘usr) dan kemudahan (al-yusr), sebagaimana ditegaskan dalam QS al-Insyirāḥ [94]: 5–6 serta ayat-ayat lain yang menekankan bahwa syariat diturunkan untuk menghadirkan kemudahan, bukan memberatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep keseimbangan tersebut melalui pendekatan tafsir klasik, modern, dan kontemporer, sekaligus menjelaskan relevansinya bagi Muslim modern dalam merespons dinamika kehidupan masa kini. Rumusan masalah meliputi: (1) bagaimana konsep al-‘usr–al-yusr dipahami dalam khazanah tafsir; (2) bagaimana prinsip tersebut membentuk sikap mental, spiritual, dan sosial Muslim modern; dan (3) bagaimana penerapannya dapat menjadi pedoman praktis dalam menghadapi perubahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga operasional. Ia membimbing Muslim untuk bersikap adaptif, resilien, dan berorientasi pada kemaslahatan di tengah tantangan modernitas, serta mampu mengubah kesulitan menjadi peluang pertumbuhan spiritual maupun sosial.