Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efek Penambahan Ekstrak Daun Kembang Sungsang (Gloria Superba L.) Pada Ekstrak Daun Gandarusa (Justicia Gendarussa Burm. F.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat Abdul Aziz Setiawan; Sediarso .; Siska .
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.50

Abstract

Daun gandarusa dan daun kembang sungsang telah terbukti dapat menurunkan kadar asam urat darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ekstrak daun kembang sungsang pada ekstrak daun gandarusa terhadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan kalium oksonat. Percobaan ini dilakukan terhadap enam kelompok tikus, 4 ekor tiap kelompok. Tikus diinduksi kalium oksonat secara intraperitoneal terhadap lima kelompok, sedangkan satu kelompok diberikan larutan Na CMC 0,5% secara oral sebagai kontrol normal. Kata kunci: Daun Gandarusa, Daun Kembang Sungsang, Asam Urat
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus (Schult.) Kurz.) TERHADAP JAMUR Candida albicans Abdul Aziz Setiawan; Latif , Yudha Aditama; Yusransyah ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i2.100

Abstract

Bambu tali (Gigantochloa apus (Schult.) Kurz.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan mengandung berbagai senyawa metabolit yang memiliki aktifitas sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur dari ekstrak daun bambu tali terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium. Sampel yang digunakan adalah serbuk daun bambu tali yang diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dilakukan pemekatan menggunakan rotary evaporator, untuk selanjutnya digunakan dalam uji aktivitas antijamur. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi Cup Plate Technique (sumuran). Kelompok perlakuan terbagi menjadi 7 kelompok, diantaranya: ketokonazol 1000 ppm sebagai kontrol positif, dan DMSO 2% sebagai kontrol negatif serta 5 kontrol uji dengan variasi konsentrasi ekstrak daun bambu tali, yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat zona bening disekitar lubang sumuran ketokonazol, sedangkan pada kontrol uji ekstrak daun bambu tali tidak terdapat zona bening disekitar lubang sumuran. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bambu tali tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz and Pav) Sebagai Antiinflamasi pada Tikus Putih Jantan Galur Spague Dawley Abdul Aziz Setiawan; Sefi Megawati s.farm, M.Sc; Dinda Nisa S.Farm
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.30

Abstract

Sirih merah merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah sebagai antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap jejas. Pengobatan inflamasi yang banyak digunakan masyarakat adalah Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) sebagai terapi antiinflamasi, namun memiliki efek samping berupa perdarahan pada saluran cerna. Penelitian uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode edema buatan pada telapak kaki tikus dengan menggunakan karagenan 1% sebagai zat pembuat udem. Uji efek antiinflamasi menggunakan tikus putih jantan galur Sprague-dawley sebanyak 24 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol normal (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan ekstrak dengan variasi dosis 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB yang diberikan secara per oral. Pengukuran volume udem kaki tikus diukur menggunakan alat pletismometer, dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memberikan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinjeksi karagenan 1%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara setiap kelompok perlakuan dengan kontrol normal. Pada dosis ekstrak 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB menunjukkan tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif pada taraf uji 0,05. Kata kunci : sirih merah, antiinflamasi, udem PENDAHULUAN Inflamasi adalah respon perlindungan normal terhadap cidera jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya atau agen mikrobiologi. Inflamasi adalah usaha tubuh untuk menginaktifkan atau menghancurkan organisme penginvasi, menghilangkan iritan, dan persiapan tahapan untuk perbaikan jaringan. Bila penyembuhan telah sempurna, proses inflamasi biasanya mereda. Reaksi inflamasi dapat diamati dari gejala klinis yaitu timbul warna kemerah-merahan (rubor) karena adanya aliran darah yang berlebihan pada daerah cedera, peningkatan panas (kalor) merupakan respon inflamasi pada permukaan tubuh, pembengkakan (tumor) karena pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi darah ke daerah interstitial, nyeri (dolor) karena adanya penekanan jaringan akibat edema, dan gangguan fungsi (function laesa) (Katzung, 2001). Inflamasi atau radang merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Inflamasi memiliki angka kejadian yang cukup tinggi, dimana inflamasi dapat disebabkan oleh trauma fisik, infeksi maupun reaksi antigen dari penyakit, seperti terpukul benda tumpul dan infeksi bakteri pada luka terbuka (timbulnya nanah pada luka) yang dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas (Noer dan Wasradji, 1986). Pengobatan pasien dengan inflamasi pada umumnya untuk memperlambat atau membatasi proses kerusakan jaringan yang terjadi pada daerah inflamasi (Tjay dan Rahardja, 2007). Berdasarkan mekanisme kerjanya ada dua golongan obat untuk mengatasi inflamasi, yaitu obat antiinflamasi steroid dan obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Adapun yang banyak di konsumsi oleh masyarakat adalah obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Pemakaian OAINS dalam waktu lama dapat menyebabkan ulserasi dan perdarahan pada saluran pencernaan bawah. Dilaporkan bahwa OAINS menyebabkan luka permukaan dengan mempengaruhi integritas membran mukosa saluran cerna. Indonesia terkenal akan beragam jenis tumbuhan, pemanfaatannya telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Salah satu tumbuhan yang secara empiris telah banyak digunakan masyarakat adalah sirih merah. Telah dilaporkan bahwa sirih merah memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi diduga aktivitas antiinflamasi berasal dari kandungan kimia seperti alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid (Werdhany, 2008). Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah sebagai antiinflamasi pada tikus putih jantan galur Sprague-dawley dan konsentrasi atau dosis ekstrak etanol daun sirih merah yang dapat memberikan aktivitas antiinflamasi. METODE PENELITIAN Alat Alat yang digunakan seperti kandang tikus, tempat makanan dan minuman tikus, timbangan berat badan tikus, neraca analitik (O’haus), alat-alat gelas
Uji Aktivitas Inhibisi Xanthine Oxidase Secara In Vitro Oleh Ekstrak Daun Kaca Piring (Gardenia jasminoides J. Ellis) Abdul Aziz Setiawan; Nur’aini ,; Nabila Paramitha Aziz Chairunnisa
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.132

Abstract

Kaca piring adalah perdu tahunan dari suku kopi-kopian atau Rubiaceae. Daun kaca piring memiliki potensi sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase karena adanya beberapa golongan senyawa seperti flavonoid, polifenol dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai inhibitor, ekstrak daun kaca piring memiliki aktivitas sebagai inhibitor dan konsentrasi ekstrak dengan nilai hambat paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 perlakuan konsentrasi dan 2 ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak daun kaca piring (Gardenia jasminoides J. Ellis) yaitu 0,1;0,25;0,5;1;5 µg/mL allopurinol sebagai pembanding dengan perlakuan konsentrasi 0,1;0,2;0,5;1;2 µg/mL. Prinsip pengukuran adalah nilai absorbansi pada spektrofotometer yang mengukur jumlah asam urat yang terbentuk sehingga diperoleh persentase hambatannya. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak dengan konsentrasi 0,1 sebesar 2,9%; 0,2 sebesar 5,09%; 0,5 sebesar 8,24%; 1 sebesar 11,04%; 5 sebesar 49,64%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa daya hambat optimum oleh ekstrak daun kaca piring (Gardenia jasminoides J. Ellis) pada konsentrasi 5µg/mL yang memiliki persentase penghambatan paling besar yaitu 49,64% dengan nilai keseluruhan IC50 sebesar 5,04 µg/mL kategori penghambatan sangat kuat.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus) SEBAGAI ANTHELMINTIK PADA CACING Ascaris suum Abdul Aziz Setiawan1; Achdissam Noor Habibi2
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i1.9

Abstract

Infeksi cacing memerlukan tanah sebagai media perkembangan telur menjadi bentuk infektif. Mebendazol digunakan sebagai drug of choice infeksi ini namun, antihelmintik sintetis ini menimbulkan efek samping yang mengganggu. Bambu merupakan obat herbal, ekstrak akar tumbuhan bambu berkhasiat sebagai anthelmintik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pada bagian daun bambu memiliki efektivitas seperti akarnya sebagai anthelmintik. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dilaboratorium. Sampel menggunakan daun kering, dihaluskan kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dikentalkan dengan rotary evaporator. Ekstrak diuji terhadap cacing Ascaris suum dengan 4 kelompok pengujian yaitu, kelompok kontrol positif (mebendazol 100 mg/mL), kelompok uji 1 ekstrak daun bambu 25 mg/mL, kelompok uji 2 (50 mg/mL) dan kelompok uji 3 (75 mg/mL), direplikasi 3 kali selama ± 24 jam. Hasil analisis uji statistik ANOVA satu arah menunjukkan p > 0,05 dan hasil uji Tukey HSD menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok pengujian. Semua kelompok menunjukkan kemampuan menimbulkan efek anthelmintik terhadap cacing namun, pada pengujian yang menunjukkan hasil optimal ditunjukkan ekstrak daun bambu pada kelompok uji 3 yaitu, dosis 75 mg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus (Schult.) Kurz.) TERHADAP JAMUR Candida albicans Abdul Aziz Setiawan; Latif Yudha Aditama; Yusransyah ,
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.113

Abstract

Bakteri penghasil antibiotik golongan beta laktam telah lama diteliti. Sejalan dengan waktu, resistensi terhadap antibiotik golongan beta laktam saat ini banyak terjadi. Resistensi tersebut dapat diakibatkan karena salah satunya adalah tidak konsisten untuk menghabiskan antibiotik sehingga bakteri mampu menghasilkan enzim β-laktamase. Resistensi ini dapat dikurangi dengan menggunakan inhibitor terhadap aktivitis enzim β-laktamase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri yang memproduksi inhibitor antibiotik β lactamase dari bahan baku tahu sumedang. Bakteri terpilih dilakukan uji dengan metode “direct antagonism”. Sampel diambil dari pabrik tahu dari daerah Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Dari proses isolasi didapat beberapa isolat tunggal yang berpotensi menghasilkan inhibitor beta laktamase. Isolat tersebut di uji daya hambat terhadap bakteri target golongan β-laktamase. Isolat yang menghasilkan zona bening ketika uji merupakan isolat dengan potensi. Didapat 1 bakteri kandidat yang memiliki potensi untuk menghasilkan inhibitor beta laktamase. Identifikasi dilakukan dengan metode API test dan didapat bakteri tersebut adalah Bacillus licheniformis. Kata kunci: bakteri antibiotik, beta laktamase, inhibitor beta laktamase
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP TAHAP KEPUTUSAN DOKTER MEMILIH VAKSIN HEPATITIS B UNTUK ORANG DEWASA DI RUMAH SAKIT Abdul Aziz Setiawan; Masruchin Masruchin; T. Djoharsyah
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.345

Abstract

Penyakit hepatitis telah menjadi masalah kesehatan di dunia, diperkirakan 1 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat sirosis dan kanker hati. Di Indonesia diperkirakan 13 juta orang menderita hepatitis B, sekitar 50% berpotensi menjadi penyakit hepatitis kronis, bila tidak diobati secara baik maka 10% diantaranya dapat menjadi liver fibrosis sebagai cikal bakal kanker hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap tahap keputusan dokter melakukan vaksinasi hepatitis B untuk orang dewasa di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.  Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survey-cross sectional dari bulan  Agustus 2012 sampai dengan bulan Desember 2012 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probabilitas sampling – purposive sampling sebanyak 61 dokter internist, 21 dokter internist diambil untuk uji pendahuluan dan 40 dokter internist diambil setelah uji validitas dan realibilitas. Pengujian hipotesa menggunakan analisa regresi berganda, uji t dan uji F pada tingkat kepercayaan 95% (a = 5%). Hasil analisa menunjukkan uji koefisien determinasi variabel produk, harga, tempat dan promosi memberikan kontribusi pengaruh sebesar 24,8% terhadap tahap keputusan dokter. Variabel harga dan promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap tahap keputusan dokter. Sedangkan secara simultan terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel produk, harga, tempat dan promosi terhadap tahap keputusan dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF 96% ETANOL EXTRACT OF KROKOT PLANT (Portulaca oleraceae L.) IN FACE SPRAY PREPARATION BY DPPH METHOD Dina Pratiwi; Abdul Aziz Setiawan; Dede Anggraeni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1247

Abstract

Krokot plants (Portulaca oleracea L.) are weeds that are commonly found in rice fields, plantations, and home yards. Krokot plants have many benefits, including their use as antirheumatic, antibacterial, and antioxidant drugs. The secondary metabolites contained in krokot plants, namely flavonoids, act as the main bioactive compounds. This study aimed to determine the physical properties of face spray preparations and the antioxidant activity of extracts and face spray preparations of 96% ethanol extract of krokot plant (Portulaca oleracea L.) to prevent free radicals. The research method used was Descriptive and inferential analyses were conducted in this study. Krokot plant extract was prepared by maceration using 96% ethanol solvent at a ratio of 1:10 and then used as the active ingredient of formulation (F) at various concentrations of face spray formulations. F1 as negative control, F2 at 0.7%, F3 at 1.4%, and F4 at 2.8%. The results of the physical evaluation of face spray preparations for all formulas met the requirements (organoleptic, pH, homogeneity, dry time test, viscosity, and spray spreadability test). The antioxidant activities of face spray preparations in F1, F2, F3, and F4 had IC50  values of 110.914, 106.581, 85.261, and 64.936 ppm, respectively. The conclusion of this study is that the extract and face spray preparation formula of 96% ethanol extract of krokot plant (Portulaca oleracea L.) have antioxidant activity. Formula 4 showed the best physical properties of face spray preparation. Keywords: Formulation, krokot plant extract, face spray, antioxidant.