Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : fluida

Studi Awal Pengambilan Kembali Aluminium Dari Limbah Kemasan Sebagai Alumina Dewi Widyabudiningsih; Endang Widiastuti
Fluida Vol 11 No 1 (2015): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v11i1.558

Abstract

Pada dewasa ini, selain besi, aluminium merupakan logam yang paling banyak digunakan di sektor industri dibandingkan dengan logam lain, salah satunya sebagai kemasan. Kemasan yang terbuat dari aluminium ini banyak digunakan untuk mengemas produk makanan dan minuman, yang jika sudah digunakan isinya, maka wadah kemasan ini akan menjadi sampah. Sampah ini termasuk sampah anorganik yang tidak akan terurai secara alami dan memerlukan pengolahan tertentu untuk menguraikannya. Proses pengambilan kembali aluminium dari limbah ini dilakukan dengan metode gravimetri yaitu melarutkan limbah tersebut dengan HCl 18%. Untuk memisahkan ion-ion yang tidak diinginkan, maka digunakan pereaksi tambahan seperti asam suksinat 5%, 2 gram urea dan 5 gram ammonium klorida. Untuk menghilangkan kandungan air dari endapan maka dilakukan proses pembakaran. Pembakaran ini juga berfungsi untuk menghasilkan endapan murni yang diperoleh dari proses pengambilan aluminium sebagai alumina dari limbah kemasan tersebut. Pada suhu ruang (27oC), HCl 18% merupakan pelarut yang baik untuk melarutkan sampel yang mengandung aluminium. Alumina terbanyak didapat dari sampel yang berbentuk pizza pans yaitu 8,8203 gram dari 5 gram sampel, dengan persentase aluminium sebesar 93,39%.
EM4 Effect on Macronutrients and Microbial Growth in Liquid Organic Fertilizer from Cibogo Market Waste Dewi Widyabudiningsih; Kardian Rinaldi; Fachrel Muhammad Firdaus; Rafli Rizki Fauzi; Mentik Hulupi
Fluida Vol. 18 No. 1 (2025): FLUIDA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v18i1.6050

Abstract

Waste represents a major environmental concern due to its contribution to pollution. According to the Ministry of Environment and Forestry, organic waste comprised 51.63% of total waste in Indonesia. This highlights the potential for converting organic waste into liquid organic fertilizer (LOF) through anaerobic fermentation. This study aimed to determine the relationship between macronutrient content and microbial growth in LOF and to determine the optimum fermentation time for producing LOF. LOF was made using organic waste from Cibogo market, including green vegetable waste and fruit peels banana, mango, and pineapple). The research was conducted using reactor which contained 5 kg of green vegetable waste and 5 kg of fruit peels, supplemented with EM4 bioactivator (200, 250, and 300 mL), water, and brown sugar. Samples were analyzed on days 0, 7, 14, 21, and 28. Chemical parameters measured included nitrogen, phosphorus, C-organic, and potassium content, and microbial analysis was conducted to determine the role of microorganisms in the fermentation process. Results showed that the optimal fermentation time for LOF production was seven days, corresponding to the peak concentrations of NPK and C-organic. However, further optimization of EM4 volume and the ratio between waste and bioactivator is required, since the nutrient levels remain below the recommended standard. Moreover, the correlation between microbial population and nutrient availability requires further research, particularly with respect to the quantity of EM4 applied.