Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Praktik Jurnalisme Media Sosial pada Industri Pers Lokal: Studi Kasus Terhadap Radar Bekasi dan Karawang Alfiyah, Nurul Lailatu; Hariyanto, Fajar; Sianturi, Hendry Roris P.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13921

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong media lokal di Indonesia untuk melakukan konvergensi media, yaitu penggabungan praktik jurnalistik tradisional dengan platform digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, tantangan, dan dinamika jurnalisme media sosial pada Radar Bekasi dan Radar Karawang, yang mencakup aspek produksi, diseminasi, konsumsi berita, serta penerapan etika jurnalistik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radar Bekasi menekankan kompetensi multitasking jurnalis, kurasi internal, serta distribusi konten yang terstruktur sesuai data insight audiens, sedangkan Radar Karawang lebih mengedepankan rapat redaksi kolektif, distribusi cepat, serta fokus pada isu kriminalitas, sensasi, dan empati sosial. Kedua media sama-sama menghadapi dilema besar dalam menjaga keseimbangan antara kecepatan dan verifikasi, popularitas dan tanggung jawab edukatif, serta idealisme etika dan tuntutan algoritma media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media sosial dalam jurnalisme lokal memperkuat relevansi media di era digital, tetapi juga menuntut peningkatan kapasitas jurnalis, penguatan mekanisme verifikasi, dan pengelolaan interaksi audiens secara profesional agar kredibilitas dan fungsi edukatif media tetap terjagat.
Bahasa sebagai Senjata Kekuasaan: AWK Fairclough dan Hegemoni Gramsci dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Fathimah Azzahra; Fajar Hariyanto; Hendry Roris P. Sianturi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i07.3631

Abstract

Konflik antara korporasi tambang, aparat negara, dan masyarakat lokal di Indonesia kerap tidak terwakili dalam wacana publik arus utama, sehingga karya sastra hadir sebagai medium komunikasi alternatif yang menyuarakan realitas yang tersisih. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekuasaan dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye sebagai praktik komunikasi sosial menggunakan integrasi Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough dan konsep hegemoni Antonio Gramsci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tiga dimensi Fairclough: teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan pengkodean tematik terhadap kutipan novel yang merepresentasikan praktik kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dikomunikasikan melalui strategi linguistik berlapis: diksi koersif dan eufemistik, manipulasi modalitas, transitivitas, kalimat pasif, dan nominalisasi. Pada tataran meso, teks berdialog dengan wacana konflik agraria nyata di Indonesia melalui intertekstualitas. Pada tataran makro, novel merepresentasikan sistem hegemoni Gramscian yang lengkap sebagai dua moda dominasi yang saling melengkapi: konstruksi persetujuan melalui bahasa dan koersi fisik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi AWK Fairclough dan hegemoni Gramsci dalam perspektif komunikasi kritis untuk membongkar mekanisme linguistik kekuasaan dalam fiksi populer. Implikasinya, novel populer dapat berfungsi sebagai ruang diskursif demistifikasi wacana kekuasaan yang efektif bagi khalayak luas.
PENINGKATAN PENGETAHUAN JURNALISME DATA PADA JURNALIS LINGKUNGAN DALAM PRODUKSI BERITA INVESTIGASI Hendry Roris P. Sianturi; Sintha Fransiske Simanungkalit
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27519

Abstract

Abstrak: Pengetahuan jurnalis lingkungan dalam pengaplikasian jurnalisme data untuk memproduksi berita investigasi, masih rendah. Karena itu dibutuhkan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan jurnalis lingkungan dalam memproduksi berita investigasi berbasis jurnalisme data. Metode kegiatan yang digunakan yaitu mentoring. Mitra PKM adalah Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dengan sasaran kegiatan yaitu 6 jurnalis lingkungan nasional dan lokal yang mewakili media cetak, media televisi dan media siber (online). Untuk mengukur adanya peningkatan pengetahuan jurnalis lingkungan terhadap pengaplikasian jurnalisme data, digunakan hasil pre-test dan post-test yang telah diisi peserta. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, dengan nilai variabel pre-test memiliki nilai 0,078 > 0,05 dan post-test sebesar 0,473 > 0,05, yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Paired T-Test dan diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,017 atau sig. (2-tailed) < 0,05. Hasil ini menyimpulkan bahwa, ada perbedaan rata – rata nilai pre-test dan post-test, yang berarti ada pengaruh peningkatan pengetahuan jurnalis lingkungan terhadap pengaplikasian jurnalisme data dalam peliputan investigasi isu deforestasi, sebelum dan sesudah kegiatan.Abstract: The knowledge of environmental journalists in the application of data journalism to produce investigative news is still low. Therefore, community service (PKM) is needed to increase the knowledge of environmental journalists in producing investigative news based on data journalism. The activity method used is mentoring. PKM's partner is the Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) with the activity target is 6 national and local environmental journalists, representing print media, television media, and cyber media. To measure the increase in environmental journalists' knowledge of the application of data journalism, used the results of the pre-test and post-test that had been filled out by participants. The normality test used Shapiro-Wilk, with the value of the pre-test variable having a value of 0.078 > 0.05 and the post-test of 0.473 > 0.05, which indicates that the data is normally distributed. Data analysis was carried out by the statistical test of Paired T-Test and a sig. (2-tailed) value was obtained 0.017 or sig. (2-tailed) < 0.05. These results conclude that there is a difference in the average pre-test and post-test scores, which means that there is an effect of increasing the knowledge of environmental journalists on the application of data journalism in reporting on deforestation issues, before and after activities. 
PRAKTIK SUAP WARTAWAN DALAM PRODUKSI BERITA DI MEDIA DARING Hendry Roris P. Sianturi; Eduard Lukman
Jurnal Komunikasi & Media Digital Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi & Media Digital
Publisher : Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70611/jkmd.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik suap wartawan dalam produksi berita di media daring. Ada lima tingkatan level yang mempengaruhi produksi berita, tiga diantaranya adalah wartawan, sumber berita dan organisasi media (Reese dan Shoemaker, 1996). Metode studi kasus dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap empat belas informan yang berasal dari lima kategori, yaitu enam informan wartawan media daring baik empat informan dari kalangan narasumber, dua informan dari perusahaan media daring, satu dari organisasi profesi dan satu dari Dewan Pers. Data penelitian menunjukkan bahwa praktik suap dalam produksi berita telah terjadi secara masif dan terpola dengan baik yaitu menggunakan perantara yang disebut Kordinator Lapangan (Korlap). Ada juga narasumber yang secara langsung mengirim siaran pers (rilis), agar diterbitkan oleh wartawan media daring dengan janji akan diberikan uang. Studi ini menunjukkan bahwa selain faktor upah dan pengawasan, munculnya praktik suap di kalangan wartawan, disebabkan beragam faktor lain, seperti adanya sistem kebijakan ngepos dan kuota berita pada wartawan media daring. Penelitian ini telah mampu menunjukkan bukti empiris, terjadinya praktik suap dalam produksi berita, yang dimulai dengan adanya kesepakatan antara pemberi suap (giver) dan penerima suap (receiver).