Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Diplomasi Komersial: Peningkatan Ekspor Rumput Laut Indonesia ke Cina melalui ITPC Shanghai 2019-2023 Maelani, Ismi Tsani; Suryadipura, Dadan
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2307

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat implementasi diplomasi komersial Indonesia ke Cina dalam meningkatkan ekspor rumput laut tahun 2019-2023 melalui ITPC Shanghai. Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO) (2021), Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi rumput laut global di bawah Cina. Kendati demikian, Cina pulalah yang selalu menjadi pengimpor nomor satu rumput laut (121221) Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, volume ekspor rumput laut Indonesia ke Cina relatif meningkat. Hal ini tidak terlepas dari upaya diplomasi komersial Indonesia ke Cina yang dilakukan oleh berbagai aktor, salah satunya ITPC Shanghai. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasilnya, faktor pembentuk diplomasi komersial Indonesia terletak pada karakteristik jenis rumput laut Indonesia, peluang pasar Cina akan kebutuhan rumput laut Indonesia, dan karakteristik asosiasi bisnis yang aktif dalam membantu para pelaku usaha rumput laut Indonesia. Sementara itu, aktivitas diplomasi komersial yang dilakukan ITPC Shanghai meliputi network activities, intelligence, image campaigns, dan support business. Manfaat dari diplomasi komersial ini terlihat pada sisi ekonomi, yakni adanya peningkatan ekspor dan konsistensi Cina sebagai pengimpor utama rumput laut Indonesia.
Indonesia's Commercial Diplomacy towards South Korea in Efforts to Realize EV Battery Project Investment Nadhif, Aulia; Suryadipura, Dadan
Global Strategis Vol. 17 No. 1 (2023): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.17.1.2023.215-238

Abstract

The EV battery project in Indonesia is one of Indonesia's nickel downstream policy agendas. This policy aims to be able to increase the value of nickel commodities and create Indonesia's ability to be able to engage in the downstream industry. To realize the EV battery project, the Indonesian government is cooperating with South Korea in developing the EV battery industry in Indonesia. This article focuses on the commercial diplomacy efforts of the Indonesian government to obtain investment for developing the EV battery industry in Indonesia through investment promotion. This article uses qualitative research methods. After conducting an analysis, this article shows that the Indonesian government is carrying out commercial diplomacy activities by using IIPC Seoul as an extension of the Ministry of Investment/BKPM which acts as a facilitator and clearing agent to facilitate investment from South Korea and Indonesia. This effort is assisted by other government agencies such as the Ministry of BUMN, Ministry of Energy and Mineral Resources, and others to achieve a large investment score for the development of the EV industry in Indonesia. This article concludes that the commercial diplomacy carried out by the Indonesian government succeeded in achieving the goal of obtaining investment for the EV battery project to be able to increase the value of nickel commodities and create a downstream industry. Keywords: Commercial Diplomacy, Nickel Downstream, Indonesia, Investment Promotion, EV Battery   Proyek baterai EV di Indonesia merupakan salah satu agenda dalam kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan nilai komoditas nikel dan menciptakan kemampuan Indonesia untuk dapat bergerak dalam industri hilirisasi. Untuk dapat merealisasikan proyek baterai EV, pemerintah Indonesia melakukan kerja sama investasi terhadap Korea Selatan untuk dapat mengembangkan industri baterai EV di Indonesia. Artikel ini fokus kepada usaha perkembangan industri baterai EV di Indonesia melalui promosi investasi. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah melakukan analisis, artikel ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia melakukan aktivitas diplomasi komersial dengan menggunakan IIPC Seoul sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Investasi/BKPM yang bertindak sebagai fasilitator serta clearing agent untuk dapat memudahkan lajur investasi dari Korea Selatan dan Indonesia. Usaha ini dibantu dengan perangkat pemerintah lainnya seperti Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan lainnya sehingga dapat mencapai torehan investasi yang besar untuk pengembangan industri EV di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa diplomasi komersial yang dilakukan pemerintah Indonesia berhasil mencapai tujuan yaitu mendapatkan investasi untuk proyek baterai EV untuk meningkatkan nilai komoditas nikel dan menciptakan industri hilirisasi. Kata-kata kunci: Diplomasi Komersial, Hilirisasi Nikel, Indonesia, Promosi Investasi, Proyek Baterai EV
Globalisasi Dalam Sektor Literasi Anak: Peran Gramedia dalam Memperkenalkan Buku Anak Internasional di Indonesia Hidayat, Nashwa; Suryadipura, Dadan; Rolansyah, Salsabi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43800

Abstract

This article examines the role of Gramedia, one of Indonesia's largest publishers and distributors, in introducing international children's. The article emphasizes how globalization makes it easier to acquire a wide range of literary materials, enabling kids to interact with many cultures and viewpoints through imported literature. Using a qualitative approach with a descriptive design, this research aims to analyze how Gramedia's collaboration with international publishers in presenting imported children's books reflects the dynamics of globalization in children's literacy in Indonesia. Through the collection of primary data via semi-structured interviews with one of publishers from Gramedia and secondary data from a variety of online sources, the findings reveal that Gramedia's collaboration with international publishers has successfully presented high-quality content that enriches the literacy experiences of Indonesian children while exposing them to global values and narratives.  Through these partnerships, Gramedia promotes cultural exchange and increases access to a variety of literary materials, enabling kids to interact with tales that represent various viewpoints and beliefs. Abstract Artikel ini membahas peran Gramedia, salah satu penerbit dan distributor terbesar di Indonesia, dalam memperkenalkan buku-buku anak internasional untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda Indonesia. Artikel ini menekankan bagaimana globalisasi mempermudah akses terhadap berbagai macam bahan bacaan, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan berbagai macam budaya dan sudut pandang melalui bacaan yang diimpor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional dalam menghadirkan buku-buku anak impor merefleksikan dinamika globalisasi dalam literasi anak di Indonesia. Melalui pengumpulan data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan salah satu penerbit dari Gramedia dan data sekunder dari berbagai sumber daring, temuan pada riset ini menunjukkan bahwa kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional telah berhasil menghadirkan konten berkualitas tinggi yang memperkaya pengalaman literasi anak-anak Indonesia sekaligus mengekspos mereka pada nilai-nilai dan narasi global.  Melalui kemitraan ini, Gramedia mendorong pertukaran budaya dan meningkatkan akses ke berbagai materi literasi, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan dongeng-dongeng yang mewakili berbagai sudut pandang dari negara lain.
Menyingkap Paradoks Keamanan Energi Kosta Rika Azzumar, Muhammad Arsy; Suryadipura, Dadan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i2.64934

Abstract

Artikel ini membahas paradoks dalam kebijakan energi Kosta Rika yang menunjukkan keberhasilan elektrifikasi berbasis energi terbarukan di satu sisi, namun ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar fosil di sektor transportasi di sisi lain. Paradoks tersebut diangkat untuk menunjukkan bagaimana transisi energi yang tampak progresif dapat menyembunyikan ketimpangan struktural yang dalam. Dengan memadukan konsep teori umpan balik kebijakan dari Pierson ( 1993) dan kerangka keamanan energi dari Sovacool & Mukherjee (2011), artikel ini menganalisis mengapa keberhasilan elektrifikasi justru menciptakan ketergantungan jalur yang menghambat reformasi lintas sektor. Studi ini menunjukkan bahwa distribusi sumber daya yang bias dan narasi kebijakan yang terlalu sektoral menghasilkan sistem energi yang terfragmentasi dan tidak tahan krisis. Ketergantungan penuh pada BBM impor memperbesar kerentanan geopolitik dan memperlemah daya tahan energi nasional. Artikel ini merekomendasikan perlunya reorientasi strategi energi melalui elektrifikasi transportasi, diversifikasi bauran energi, dan reformasi alokasi fiskal agar transisi energi tak berhenti sebagai simbol, tapi menjadi transformasi struktural. This article examines Costa Rica’s energy policy paradox, wherein the country demonstrates substantial success in renewable electricity generation while remaining highly dependent on fossil fuel imports in the transport sector. This article discusses this paradox to reveal how seemingly successful energy transitions can mask deep structural imbalances. Drawing on the frameworks of policy feedback theory from Pierson (1993) and energy security from Sovacool & Mukherje ( 2011), the article examines how early success in electrification locked the system into path-dependent trajectories that resist cross-sectoral reform. The findings show that resource distribution and dominant policy narratives have reinforced a fragmented energy regime vulnerable to external shocks. Costa Rica’s full reliance on imported oil amplifies geopolitical exposure and undermines long-term energy resilience. The article calls for a strategic realignment of energy policy, one that prioritizes transport electrification, energy mix diversification, and restructured fiscal incentives, so that energy transition becomes not just a green achievement, but a systemic transformation.
PENERAPAN PEMASARAN DIGITAL BAGI PELAKU PARIWISATA DESA PANUNDAAN, KABUPATEN BANDUNG Hakim, Raden Marsha Aulia; Chan, Arianis; Rivani, Rivani; Suryadipura, Dadan; Auliana, Lina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.51418

Abstract

Panundaan Village, located in Ciwidey District, Bandung Regency, has significant potential in the tourism sector. To optimize this potential, collaboration among various stakeholders, including the village government, private sector, academics, community, and  residents, is required. The community service program implemented aims to support the development of tourism in Panundaan Village through digital marketing. The methods used include descriptive analysis through Focus Group Discussions (FGD) and surveys to evaluate the implementation of digital marketing by tourism businesses in the village. The FGD involved the Panundaan Village business community, such as Saluyu MSMEs, private business operators, agritourism operators, and village officials. The expected outcome is the achievement of an effective digital marketing process to enhance tourism businesses in Panundaan Village. Based on the activities conducted, it was found that 29% of business operators have implemented digital marketing through social media platforms like Instagram. Marketing through various digital platforms shows significant potential in supporting business growth. However, there is a need for skilled and focused human resources to manage and optimize all the digital marketing platforms utilized. Therefore, capacity building and training for workers in digital marketing are crucial steps to ensure the sustainability and effectiveness of the digital marketing strategy in Panundaan Village. Desa Panundaan, terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Untuk mengoptimalkan potensi ini, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sektor swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat setempat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan mendukung pengembangan pariwisata Desa Panundaan melalui pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan survei untuk mengevaluasi implementasi pemasaran digital oleh pelaku usaha wisata di desa tersebut. FGD dilakukan dengan melibatkan komunitas usaha Desa Panundaan seperti UMKM Saluyu, pelaku usaha swasta, pelaku usaha agrowisata, dan perangkat desa. Hasil yang diharapkan adalah tercapainya proses pemasaran digital yang efektif dalam mengembangkan usaha wisata di Desa Panundaan. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, ditemukan bahwa 29% pelaku usaha telah menerapkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram. Pemasaran menggunakan berbagai platform digital menunjukkan potensi yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan usaha. Namun, terdapat kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan fokus dalam mengelola serta mengoptimalkan seluruh platform digital yang digunakan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pelatihan tenaga kerja di bidang pemasaran digital menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas strategi pemasaran digital di Desa Panundaan.