Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Indonesia's Commercial Diplomacy towards South Korea in Efforts to Realize EV Battery Project Investment Nadhif, Aulia; Suryadipura, Dadan
Global Strategis Vol. 17 No. 1 (2023): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.17.1.2023.215-238

Abstract

The EV battery project in Indonesia is one of Indonesia's nickel downstream policy agendas. This policy aims to be able to increase the value of nickel commodities and create Indonesia's ability to be able to engage in the downstream industry. To realize the EV battery project, the Indonesian government is cooperating with South Korea in developing the EV battery industry in Indonesia. This article focuses on the commercial diplomacy efforts of the Indonesian government to obtain investment for developing the EV battery industry in Indonesia through investment promotion. This article uses qualitative research methods. After conducting an analysis, this article shows that the Indonesian government is carrying out commercial diplomacy activities by using IIPC Seoul as an extension of the Ministry of Investment/BKPM which acts as a facilitator and clearing agent to facilitate investment from South Korea and Indonesia. This effort is assisted by other government agencies such as the Ministry of BUMN, Ministry of Energy and Mineral Resources, and others to achieve a large investment score for the development of the EV industry in Indonesia. This article concludes that the commercial diplomacy carried out by the Indonesian government succeeded in achieving the goal of obtaining investment for the EV battery project to be able to increase the value of nickel commodities and create a downstream industry. Keywords: Commercial Diplomacy, Nickel Downstream, Indonesia, Investment Promotion, EV Battery   Proyek baterai EV di Indonesia merupakan salah satu agenda dalam kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan nilai komoditas nikel dan menciptakan kemampuan Indonesia untuk dapat bergerak dalam industri hilirisasi. Untuk dapat merealisasikan proyek baterai EV, pemerintah Indonesia melakukan kerja sama investasi terhadap Korea Selatan untuk dapat mengembangkan industri baterai EV di Indonesia. Artikel ini fokus kepada usaha perkembangan industri baterai EV di Indonesia melalui promosi investasi. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah melakukan analisis, artikel ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia melakukan aktivitas diplomasi komersial dengan menggunakan IIPC Seoul sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Investasi/BKPM yang bertindak sebagai fasilitator serta clearing agent untuk dapat memudahkan lajur investasi dari Korea Selatan dan Indonesia. Usaha ini dibantu dengan perangkat pemerintah lainnya seperti Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan lainnya sehingga dapat mencapai torehan investasi yang besar untuk pengembangan industri EV di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa diplomasi komersial yang dilakukan pemerintah Indonesia berhasil mencapai tujuan yaitu mendapatkan investasi untuk proyek baterai EV untuk meningkatkan nilai komoditas nikel dan menciptakan industri hilirisasi. Kata-kata kunci: Diplomasi Komersial, Hilirisasi Nikel, Indonesia, Promosi Investasi, Proyek Baterai EV
Globalisasi Dalam Sektor Literasi Anak: Peran Gramedia dalam Memperkenalkan Buku Anak Internasional di Indonesia Hidayat, Nashwa; Suryadipura, Dadan; Rolansyah, Salsabi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43800

Abstract

This article examines the role of Gramedia, one of Indonesia's largest publishers and distributors, in introducing international children's. The article emphasizes how globalization makes it easier to acquire a wide range of literary materials, enabling kids to interact with many cultures and viewpoints through imported literature. Using a qualitative approach with a descriptive design, this research aims to analyze how Gramedia's collaboration with international publishers in presenting imported children's books reflects the dynamics of globalization in children's literacy in Indonesia. Through the collection of primary data via semi-structured interviews with one of publishers from Gramedia and secondary data from a variety of online sources, the findings reveal that Gramedia's collaboration with international publishers has successfully presented high-quality content that enriches the literacy experiences of Indonesian children while exposing them to global values and narratives.  Through these partnerships, Gramedia promotes cultural exchange and increases access to a variety of literary materials, enabling kids to interact with tales that represent various viewpoints and beliefs. Abstract Artikel ini membahas peran Gramedia, salah satu penerbit dan distributor terbesar di Indonesia, dalam memperkenalkan buku-buku anak internasional untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda Indonesia. Artikel ini menekankan bagaimana globalisasi mempermudah akses terhadap berbagai macam bahan bacaan, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan berbagai macam budaya dan sudut pandang melalui bacaan yang diimpor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional dalam menghadirkan buku-buku anak impor merefleksikan dinamika globalisasi dalam literasi anak di Indonesia. Melalui pengumpulan data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan salah satu penerbit dari Gramedia dan data sekunder dari berbagai sumber daring, temuan pada riset ini menunjukkan bahwa kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional telah berhasil menghadirkan konten berkualitas tinggi yang memperkaya pengalaman literasi anak-anak Indonesia sekaligus mengekspos mereka pada nilai-nilai dan narasi global.  Melalui kemitraan ini, Gramedia mendorong pertukaran budaya dan meningkatkan akses ke berbagai materi literasi, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan dongeng-dongeng yang mewakili berbagai sudut pandang dari negara lain.
Menyingkap Paradoks Keamanan Energi Kosta Rika Azzumar, Muhammad Arsy; Suryadipura, Dadan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i2.64934

Abstract

Artikel ini membahas paradoks dalam kebijakan energi Kosta Rika yang menunjukkan keberhasilan elektrifikasi berbasis energi terbarukan di satu sisi, namun ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar fosil di sektor transportasi di sisi lain. Paradoks tersebut diangkat untuk menunjukkan bagaimana transisi energi yang tampak progresif dapat menyembunyikan ketimpangan struktural yang dalam. Dengan memadukan konsep teori umpan balik kebijakan dari Pierson ( 1993) dan kerangka keamanan energi dari Sovacool & Mukherjee (2011), artikel ini menganalisis mengapa keberhasilan elektrifikasi justru menciptakan ketergantungan jalur yang menghambat reformasi lintas sektor. Studi ini menunjukkan bahwa distribusi sumber daya yang bias dan narasi kebijakan yang terlalu sektoral menghasilkan sistem energi yang terfragmentasi dan tidak tahan krisis. Ketergantungan penuh pada BBM impor memperbesar kerentanan geopolitik dan memperlemah daya tahan energi nasional. Artikel ini merekomendasikan perlunya reorientasi strategi energi melalui elektrifikasi transportasi, diversifikasi bauran energi, dan reformasi alokasi fiskal agar transisi energi tak berhenti sebagai simbol, tapi menjadi transformasi struktural. This article examines Costa Rica’s energy policy paradox, wherein the country demonstrates substantial success in renewable electricity generation while remaining highly dependent on fossil fuel imports in the transport sector. This article discusses this paradox to reveal how seemingly successful energy transitions can mask deep structural imbalances. Drawing on the frameworks of policy feedback theory from Pierson (1993) and energy security from Sovacool & Mukherje ( 2011), the article examines how early success in electrification locked the system into path-dependent trajectories that resist cross-sectoral reform. The findings show that resource distribution and dominant policy narratives have reinforced a fragmented energy regime vulnerable to external shocks. Costa Rica’s full reliance on imported oil amplifies geopolitical exposure and undermines long-term energy resilience. The article calls for a strategic realignment of energy policy, one that prioritizes transport electrification, energy mix diversification, and restructured fiscal incentives, so that energy transition becomes not just a green achievement, but a systemic transformation.
PENERAPAN PEMASARAN DIGITAL BAGI PELAKU PARIWISATA DESA PANUNDAAN, KABUPATEN BANDUNG Hakim, Raden Marsha Aulia; Chan, Arianis; Rivani, Rivani; Suryadipura, Dadan; Auliana, Lina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.51418

Abstract

Panundaan Village, located in Ciwidey District, Bandung Regency, has significant potential in the tourism sector. To optimize this potential, collaboration among various stakeholders, including the village government, private sector, academics, community, and  residents, is required. The community service program implemented aims to support the development of tourism in Panundaan Village through digital marketing. The methods used include descriptive analysis through Focus Group Discussions (FGD) and surveys to evaluate the implementation of digital marketing by tourism businesses in the village. The FGD involved the Panundaan Village business community, such as Saluyu MSMEs, private business operators, agritourism operators, and village officials. The expected outcome is the achievement of an effective digital marketing process to enhance tourism businesses in Panundaan Village. Based on the activities conducted, it was found that 29% of business operators have implemented digital marketing through social media platforms like Instagram. Marketing through various digital platforms shows significant potential in supporting business growth. However, there is a need for skilled and focused human resources to manage and optimize all the digital marketing platforms utilized. Therefore, capacity building and training for workers in digital marketing are crucial steps to ensure the sustainability and effectiveness of the digital marketing strategy in Panundaan Village. Desa Panundaan, terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Untuk mengoptimalkan potensi ini, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sektor swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat setempat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan mendukung pengembangan pariwisata Desa Panundaan melalui pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan survei untuk mengevaluasi implementasi pemasaran digital oleh pelaku usaha wisata di desa tersebut. FGD dilakukan dengan melibatkan komunitas usaha Desa Panundaan seperti UMKM Saluyu, pelaku usaha swasta, pelaku usaha agrowisata, dan perangkat desa. Hasil yang diharapkan adalah tercapainya proses pemasaran digital yang efektif dalam mengembangkan usaha wisata di Desa Panundaan. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, ditemukan bahwa 29% pelaku usaha telah menerapkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram. Pemasaran menggunakan berbagai platform digital menunjukkan potensi yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan usaha. Namun, terdapat kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan fokus dalam mengelola serta mengoptimalkan seluruh platform digital yang digunakan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pelatihan tenaga kerja di bidang pemasaran digital menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas strategi pemasaran digital di Desa Panundaan.
Diplomasi Komersial Indonesia Melalui Program Promosi Umkm di Prancis Periode 2019 -2023 Muhammad Rafi Rachman; Dadan Suryadipura
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1283

Abstract

Indonesia dan Prancis telah memiliki hubungan bilateral sejak 1950. Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus berkembang dengan pesat. Prancis merupakan salah satu tempat yang dianggap sebagai pusat kebudayaan Eropa di mana akses ke Prancis akan memudahkan Indonesia untuk memasarkan produk UMKM di Eropa. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi komersial di mana terdapat 4 indikator utama, yaitu network activities, intelligence, image campaigns, dan support business. Hasil dari riset ini adalah Indonesia memenuhi keempat kriteria dari diplomasi komersial dalam membantu promosi produk UMKM di Prancis. Melalui proses dialog antar negara yang dilakukan oleh beberapa lembaga, riset pasar yang dilakukan untuk menganalisis pasar Prancis, promosi serta pameran yang dilakukan dalam intensitas yang tinggi, serta bantuan bagi pelaku UMKM, Indonesia telah mencapai output yang diharapkan dalam penelitian ini, yaitu kemudahan akses ke Prancis, pengembangan bisnis di Prancis, serta keuntungan bagi UMKM.
Indonesia And Germany Bilateral Cooperation Towards Renewable Energy Transition Through Clean, Affordable and Secure Energy (Case) Hariyadi, Firsty Afrilia; Suryadipura, Dadan
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.21.2.2022.145-160

Abstract

The Russian-Ukraine conflict has caused a threat to energy security that encourages the Indone- sian government in pursuing transition toward renewable energy. To actualize this transition to- wards renewable energy, Indonesia invites external actors to collaborate, such as Germany through Clean, Affordable, and Secure Energy (CASE) programme. This article aims to inform and raise awareness towards Indonesian government efforts in tackling energy security threats through bilateral cooperation with Germany through the CASE programme. This research fo- cuses on how CASE programme assists Indonesia in objectifying transition towards renewable energy and its attempt to overcome various challenges of energy transition, such as low invest- ment rate towards renewable energy and ineffective budget allocation based on the concept of energy security. This article uses a descriptive-qualitative research design. The analysis showed that Indonesia-Germany bilateral cooperation through CASE programme has helped Indonesia to maximize renewable energy potential through research assistance, public participation en- couragement, discussions between stakeholders, and assistance in technical matters. This article concludes that CASE programme has actually offered resolutions towards Indonesia’s problems in renewable energy transition, such as: encouraging the ratification of the Presidential Decree of NRE to enhance investment in renewable energy sector and providing research assistance in the development of renewable energy technology. However, the Indonesian government's de- layed response towards the Presidential Decree of NRE is a challenge to CASE Programme implementation in Indonesia.