Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendidikan Multikultural: Analisis Pengajaran Agama Islam Di Sekolah Dasar Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noblana Adib; Rada Rada
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2020): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v6i2.1571

Abstract

It is very motivating to see how multicultural education practices in elementary schools in Bangka Belitung Province. In particular, looking at the teaching practice of the teacher of Islamic religious education in the classroom, how teachers use the existing manual book in their daily explanations in the classroom. This type of research is qualitative. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data: speech or writing and the observable behavior of the people (the subject) itself. This approach immediately identifies the setting and the individuals in that setting as a whole. There are six analytical textbooks in this study were written by the same author, Achmad Farichi and Kawan-Kawan, (et al), and all were published in 2007. The publisher of this Islamic religious education textbook is Yudhistira. Therefore, based on observations and reading results in Islamic education textbooks, multicultural education policies do not affect the process of Islamic religious education for teachers at Public Elementary School 10 (RSBI) Pangkalpinang, Bangka Belitung Islands Province. The textbook published by Yudhistira did not mention the influence of educational policies regarding multicultural education that should have been in the text of Islamic education. Sangat menarik melihat bagaimana praktek pendidikan multikultural di sekolah dasar di Provinsi Bangka Belitung. Khususnya melihat praktek pengajaran guru pendidikan agama Islam di kelas, bagaimana guru-guru menggunakan buku panduan yang ada ke dalam penjelasan-penjelasan materi guru tersebut sehari-hari di kelas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif: ucapan atau tulisan dan prilaku yang dapat diamati dari orang-orang (subjek) itu sendiri. Pendekatan ini langsung menunjukkan setting dan individu-individu dalam setting itu secara keseluruhan. Enam buku teks dianalisis dalam penelitian ini adalah ditulis oleh penulis yang sama, Achmad Farichi dan Kawan-Kawan, (dkk), dan semua diterbitkan pada tahun 2007. Penerbit buku text pendidikan agama Islam ini adalah Yudhistira. Jadi berdasarkan pengamatan dan hasil bacaan pada buku text pendidikan Agama Islam, kebijakan pendidikan multikultural tidak mempengaruhi proses pengajaran pendidikan agama Islam guru di Sekolah Dasar Negeri 10 (RSBI) Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buku text terbitan Yudhistira sama sekali tidak menyebutkan adanya pengaruh kebijakan politik pendidikan mengenai pendidikan multikultural yang semestinya ada pada puku text pendidkan agama Islam.
TAMAN BACA LAMTUI: SARANA PENGEMBANGAN LITERASI MASYARAKAT Wahyu Firdaus; Eva Harista; Noblana Adib
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.23375

Abstract

One of the leading work programs in the activities of KKN Gampong Lamtui in the field of education is to build Lamtui Reading Park. The Taman Baca Lamtui program is not only an effort to support the national literacy movement, but also motivated by limited literacy facilities and infrastructure and the unavailability of a reading garden for Gampong Lamtui children, while the population in the Gampong Lamtui area is 581 people. The implementation of this community service program uses the Participatory Action Research (PAR) method. PAR is a research-based service method carried out by the community as participants who are actively involved in community service activities. PAR has three components consisting of research methodology, action, and participation which consists of several stages: mapping and identifying problems, focus group discussions, program action preparation, program socialization, program implementation, monitoring, and evaluation. This program of activities through Lamtui Reading Park provides very positive benefits for the people of Gampong Lamtui in general and the children of Gampong Lamtui in particular. Some of the activities in literacy development that have been carried out in community service programs through the Gampong Lamtui KKN in Taman Baca Lamtui are: 1) Establishment and inauguration of Lamtui Reading Park, 2) Happy reading, 3) Mobile library, 4) Free illiteracy, 5) Dream piggy bank, and 6) Literacy festival. The implementation of superior program in Gampong Lamtui, namely the development of literacy, has been well implemented.  ABSTRAK Salah satu program kerja unggulan dalam kegiatan KKN Gampong Lamtui dalam bidang pendidikan yaitu membangun Taman Baca Lamtui. Program Taman Baca Lamtui ini selain merupakan upaya mendukung gerakan literasi nasional, juga dilatarbelakangi oleh keterbatasan sarana dan prasarana literasi dan belum tersedianya taman baca bagi anak-anak Gampong Lamtui, sedangkan jumlah penduduk di wilayah Gampong Lamtui sebanyak 581 jiwa. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory  Action  Research  (PAR).  PAR adalah  metode  pengabdian berbasis riset yang  dilaksanakan oleh komunitas pada lingkungan masyarakat sebagai partisipan yang aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian. PAR memiliki  tiga komponen,  yang terdiri dari:  metodologi  riset,  aksi,  dan  partisipasi, yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: pemetaan dan identifikasi masalah, focus group discussion, persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Program kegiatan melalui Taman Baca Lamtui ini memberikan kebermanfaatan yang sangat positif bagi masyarakat Gampong Lamtui pada umumnya dan anak-anak Gampong Lamtui pada khususnya. Beberapa kegiatan dalam pengembangan literasi yang telah dilakukan dalam program pengabdian masyarakat melalui KKN Gampong Lamtui di Taman Baca Lamtui yaitu: 1) Pendirian dan peresmian Taman Baca Lamtui, 2) Happy reading, 3) Perpustakaan keliling, 4) Bebas buta huruf, 5) Celengan mimpi, dan 6) Festival literasi. Pelaksanaan program unggulan KKN di Gampong Lamtui yaitu pengembangan literasi telah dilakukan dengan baik.
Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid 19: Tindakan Orang Tua dan Guru PAUD Dwi Haryanti; Rada Rada; Noblana Adib
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3653

Abstract

Pengalaman negara Indonesia saat terjadinya pandemi covid-19 menjadikan seluruh sektor mengalami dampak tersebut, yang termasuk ke dalamnya sektor pendidikan. Hal ini menjadikan perubahan juga terhadap karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan orang tua dalam mendidik karakter anak karena sekolah menerapkan pembelajaran daring, mengetahui dan mendeskripsikan tindakan guru dalam mendidik karakter anak pada masa pandemi dengan pembelajaran daring. Hasil penelitian dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya dilaksanakan oleh guru, tetapi orang tua juga memiliki tugas utama untuk melaksanakan pendidikan karakter anak di rumah. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, orang tua dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani. Anak akan meniru tingkah laku maupun ucapan model tersebut. Penanaman sikap terpuji tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, dibutuhkan adanya kontinuitas melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan pada anak sejak dini setiap kali menunjukkan perilaku atau sikap-sikap terpuji.
Kebijakan Pendidikan di Madrasah Aliyah di Indonesia Adib, Noblana
Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagaman dan Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2019): Tawshiyah Vol. 14, No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/taw.v14i1.1057

Abstract

Madrasah Aliyah
Membangun Moderasi Beragama di Desa Air Anyir Adib, Noblana; Irawan, Dody; Fajrin, Rulli; Sanawiyah, Nelly
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Vol. 8 No. 2 (2023): Scientia
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/sci.v8i2.3667

Abstract

Religious moderation is rejecting extremism and liberalism in religion is the key to balance, for the sake of maintaining civilization and creating peace. Air Anyir Village as the location for this community service is located in Merawang District, Bangka Regency, where there is a suspected terrorist who was arrested by Densus 88. Action research as an alternative method of service in community empowerment studies and actions. This action research is based on the assumption that research should be linked to a change agenda in society. The mentoring approach used in this community service is PAR (Participatory Action Research) to change the people's way of thinking, which at first might think exclusively and then have moderate thoughts in religion and nation or at least strengthen the religious moderates they already have. This community service activity is carried out by making classes in the mosque and the theme of religious moderation in Air Anyir village as the material. The results and changes obtained in the fostered subjects are quite good, namely the awareness of moderation in the nation and state. Religious moderates in society can be well developed, and the moderates they have believed in since the beginning are getting stronger. Keywords: Moderation, Religious, Air Anyir
Tindakan Mencontek atau Tidak Mencontek diantara Para Siswa: Berdasarkan Teori Reflektifitas Margaret Archer Noblana Adib; Helen Sabera Adib; Adam Jait; Musmulyadi
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.3093

Abstract

Tujuan penelitian ini lakukan diharapkan untuk mengetahui kapan, bagaimana dan mengapa menyontek atau anti mencontek di antara pada siswa. Diketahui faktor-faktor psikologis mendorong siswa mencontek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan berparadigma kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Kep. Bangka Belitung. Kemudian beberapa sekolah di pilih disesuaikan dengan sebarannya selanjutnya dijadikan lokasi penelitian. Dalam menetapkan sekolah digunakan prosedur purposif. Data primer dan Data sekunder penelitian diperoleh melalui bahan-bahan pustaka yang relevan dengan penelitian ini seperti buku, artikel, disertasi, koran online, artikel online, jurnal online dan lain-lain. Kemudian teknik pengumpulan data yaitu pertama wawancara terstruktur. Kedua, teknik observasi partisipan Ketiga, menggunakan dokumentasi. Studi ini menggunakan pendekatan antropologi dengan menggunakan etnografi. Terakhir teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, displai dan verifikasi data mengunakan reflektifisme Archer. Arguemen peneliti adalah mencontek adalah reflektifisme siswa terhadap masalah yang dihadapinya, siswa tahu apa yang dikerjakannya dan tahu konsekuensi tindakannya.
Pendampingan Menulis Artikel bagi Guru PAI Pada Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Munawaroh, Ella; Irawan, Dody; Adib, Noblana; Fajrin, Rulli; Sanawiyah, Nelly
AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): AL QUWWAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/aq.v3i1.4344

Abstract

Apart from educating and teaching, teachers have an obligation to write scientific papers. Assistance in writing articles for teachers is needed to change their mindset that writing is difficult. This activity focuses on basic concepts, techniques and strategies in writing articles as well as providing directions and information for teachers about journals as a publication medium. The method of accompaniment and participant participation is used with a classical-individual approach to achieve the objectives of the activity. Based on the stages carried out in this mentoring activity, several scientific articles were developed based on research results written by twelve teachers and six assistants who were formed in the writing activity group. In addition, in this mentoring, there are six scientific articles that are appropriate and have been published in edugama journals (educational and socio-religious journals) accredited by Sinta 5. Through this scientific article writing assistance activity as well, teachers gain knowledge, motivation and experience in writing articles, which they can then develop again after the completion of this mentoring activity. Selain mendidik dan mengajar, guru memiliki kewajiban untuk menulis karya ilmiah. Pendampingan penulisan artikel bagi guru sangat diperlukan untuk mengubah mindset mereka bahwa menulis itu sulit. Kegiatan ini berfokus pada konsep dasar, teknik dan strategi dalam penulisan artikel serta memberikan arahan dan informasi bagi guru tentang jurnal sebagai media publikasi. Digunakan metode tindakan pendampingan dan partisipasi peserta dengan pendekatan klasikal-individual untuk mencapai tujuan kegiatan. Berdasarkan tahapan yang dilaksanakan kegiatan pendampingan ini menghasilkan beberapa artikel ilmiah yang dikembangkan dari hasil penelitian yang ditulis oleh dua belas guru dan enam pendamping yang tebentuk dalam kelompok kegiatan penulisan. Selain itu, dalam pendampingan ini, ada enam artikel ilmiah yang layak dan telah dipublikasikan pada jurnal edugama (jurnal kependidikan dan sosial keagamaan) terakreditasi sinta 5. Melalui kegiatan pendampingan penulisan artikel ilmiah ini juga, para guru mendapatkan pengetahuan, motivasi dan pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang selanjutnya dapat mereka kembangkan kembali setelah selesainya kegiatan pendampingan ini
The Cultural Production of the Educated Person: A Case Study the New Student Admision in Pangkalpinang Bangka Noblana Adib; Lilik Rofiqoh; Sugeng Riyadi
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i2.3333

Abstract

The purpose of this article is to produce new findings or the development of existing theories stating that “the more mature the child the easier it will be for the teacher to teach”. The findings from this research can be used to provide criticism and information for policy, education, and teachers and parents regarding whether children should enter school at the age of 6 and why parents must comply with state regulations on new student admission process (PPDB). The research was conducted in Pangkalpinang, Bangka Belitung Island Province. The researcher observes 4 schools, 7 homeroom teachers of first grade, 4 principles and 235 students of first grade. The technique in collecting data in this article are structured interview and participant observation. This study uses qualitative research method through anthropological approach using ethnography. Finally, the data analysis technique in this article uses reduction, display and verification of data. The article asks whether the culture of school in Bangka Island promote or hinders the principle of the proper age of School. We found that Jean Piaget’s stages of cognitive development have influenced the proper age for school in Bangka Island. The authors believe that Bangka follows the cultural global construction in determining the proper age of a child to enter the elementary school. Keywords:  Cultural Production, Student Admission Process, School Age
The Cultural Production of the Educated Person: A Case Study the New Student Admision in Pangkalpinang Bangka Noblana Adib; Lilik Rofiqoh; Sugeng Riyadi
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i2.3333

Abstract

The purpose of this article is to produce new findings or the development of existing theories stating that “the more mature the child the easier it will be for the teacher to teach”. The findings from this research can be used to provide criticism and information for policy, education, and teachers and parents regarding whether children should enter school at the age of 6 and why parents must comply with state regulations on new student admission process (PPDB). The research was conducted in Pangkalpinang, Bangka Belitung Island Province. The researcher observes 4 schools, 7 homeroom teachers of first grade, 4 principles and 235 students of first grade. The technique in collecting data in this article are structured interview and participant observation. This study uses qualitative research method through anthropological approach using ethnography. Finally, the data analysis technique in this article uses reduction, display and verification of data. The article asks whether the culture of school in Bangka Island promote or hinders the principle of the proper age of School. We found that Jean Piaget’s stages of cognitive development have influenced the proper age for school in Bangka Island. The authors believe that Bangka follows the cultural global construction in determining the proper age of a child to enter the elementary school. Keywords:  Cultural Production, Student Admission Process, School Age
Konsep Mendidik Sesuai karakter Anak dalam Novel Serial Anak-Anak Mamak Karya Tere Liye Evalusiana, Evalusiana; Purwanto, Tinggal; Adib, Noblana
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan konsep mendidik sesuai karakter anak yang digambarkan dalam novel serial Anak Anak Mamak karya Tere Liye, (2) menganalisis cara mendidik anak yang terdapat dalam novel serial Anak Anak Mamak karya Tere Liye Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan library research atau kajian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan analisis fiksi berupa pendekatan memesis yang melihat karya sastra sebagai representasi dunia nyata melalui imitasi tindakan tokoh-tokoh dan peristiwa. Sumber primer yang diteliti yakni Novel Serial Anak-Anak Mamak karya Tere Liye yang terdiri dari novel Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pembacaan, penginventarisasian, pengidentifikasian, penginterpretasian, pembuktian, penyimpulan dan pelaporan. Teknik analisis data berupa teknik analisis isi yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) konsep mendidik sesuai karakter anak adalah dengan memahami tipe-tipe kepribadian anak yang terdiri dari 4 tipe, yaitu: korelis, sanguinis, plegmatis dan melankolis. (2) cara mendidik anak yang terdapat dalam serial ini adalah: a) memberikan panggilan/julukan kepada anak, b) mengajarkan kesederhanaan, c) memperkuat dasar-dasar agama sejak dini, d) memberi keteladanan dan nasehat, e) berdialog, f) mengajarkan kedisiplinan, dan h) memberikan kasih sayang dan perhatian.