Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENGELOLA KONFLIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI Mariani, Rina; Husnial Pardi, M. Habib
Jurnal Manajemen & Budaya Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v3i2.449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana perencanaan analisis konflik MAN 1 Mataram (2) bagaimana evaluasi pengelolaan konflik MAN 1 Mataram dan (3) bagaimana strategi penyelesaian konflik MAN 1 Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Analysis Interactive Model yang terdiri dari koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (!) perencanaan analisis konflik dan evaluasi pengeloaan konflik kepala MAN 1 Mataram dilakukan secara berkala setiap minggu, setiap bulan, setiap semester dan setiap tahun dengan melibatkan seluruh komponen madrasah (2) strategi penyelesaian konflik yang diterapkan kepala MAN 1 Mataram adalah menghindar, mengakomodasi, kompetisi, kompromi dan kolaborasi (3) MAN 1 Mataram merupakan madrasah dengan akreditasi A, kelengkapan data dan syarat dalam standar pendidikan nasional memenuhi dengan interval 98%-100% di masing-masing standar.
Effect of California Papaya (Carica papaya) Leaf Powder on Mosquito Larval Mortality Mariani, Rina; Nurlinawati, Nurlinawati
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 1 No. 1 (2021): Scientific of Envitonmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.981 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v1i1.10760

Abstract

ABSTRACT Background: Mosquito-borne diseases are associated with a high risk of mortality and morbidity. One strategy to reduce the risk of these diseases is the application of larvicides in powder form. Papaya (Carica papaya) leaves have demonstrated potential as a natural larvicide due to their bioactive compounds.Methods: This quantitative study employed a pre-experimental design using an Intact Group Comparison approach. Data were collected using an observation checklist. Samples were selected through purposive sampling, with a total of 50 mosquito larvae allocated into four treatment groups receiving papaya leaf powder at doses of 60 mg, 150 mg, 300 mg, and 500 mg, and one control group.Results: The lowest larval mortality was observed in the 60 mg treatment group (10%), while the highest mortality occurred in the 500 mg treatment group (60%). Statistical analysis showed that the 60 mg, 150 mg, and 300 mg treatment groups had p-values > 0.05, indicating no significant differences compared with the control group. In contrast, the 500 mg treatment group showed a p-value of 0.011 (< 0.05), demonstrating a statistically significant difference in larval mortality compared with the control group.Conclusion: Papaya (Carica papaya) leaf powder at a dose of 500 mg significantly increased mosquito larval mortality, indicating its potential as a natural larvicide.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Mariani, Rina; Hastuti, Retno Puji
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.673

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear pada anak akibat defisiensinutrisi kronis yang berdampak pada keterlambatan perkembangan kognitif,motorik, serta penurunan kualitas sumber daya manusia secara jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengankejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kemalo Abung. Metode penelitian yangdigunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak167 ibu dengan balita usia 12–59 bulan dipilih sebagai sampel menggunakan teknikpurposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner tentang pernyataanASI eksklusif dan status ekonomi, serta pengukuran antropometri tinggi badanmenurut umur (TB/U) menggunakan microtoise. Analisis data dilakukan secarabivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stuntingsebesar 31,1%. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberianASI eksklusif dengan kejadian stunting (p = 0,000). Sebaliknya, faktor ekonomikeluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian stunting (p =0,566). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ASI eksklusif merupakan determinanpenting dalam pencegahan stunting. Disarankan bagi tenaga kesehatan untukmengoptimalkan pemantauan praktik laktasi melalui Kartu Menuju Sehat (KMS)sebagai langkah preventif dini.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Rina Mariani; Al Murhan
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 02 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i02.4323

Abstract

Masalah yang dihadapi ibu post operasi sectio caesarea yang sering muncul adalah nyeri, untuk itu diperlukan tindakan agar ibu mampu mengendalikan masalah nyerinya. Terapi musik merupakan suatu tindakan yang dapat mengurangi nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre post test design with control group. Sampel penelitian terdiri dari 39 kelompok intervensi dan 39 kelompok kontrol. Variabel bebasnya yaitu terapi musik dan variabel terikatnya nyeri. Analisis menggunakan t test independent. Hasil penelitian, 70,5% umur responden 20-35 tahun, 55,1% pendidikan menengah, 66,7% paritas pertama, dan 73,1% pengalaman operasi pertama. Hasil uji t test independen, adanya penurunan rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi dari 6,23 menjadi 3,41dan pada kelompok kontrol dari 5,64 menjadi 4,59. Pemberian terapi musik dan analgetik dapat menurunkan nyeri lebih cepat dibandingkan hanya memberikan analgetik pada pasien post op sectio caesarea. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terapi musik terhadap penurunan nyeri dengan p=0,000. Disarankan pasien post op SC, diberikan terapi musik untuk mengurangi nyeri.