Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Risk Factors for Breast Cancer: Hormonal Contraception Yuniastini, Yuniastini; Murhan, Al; Purwati, Purwati; Pratiwi, Mutia Diah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.724 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1307

Abstract

By the end of 2020, there were 7.8 million living women, who were diagnosed with breast cancer in the last 5 years, and it makes breast cancer as the most common cancer in women in the world. There are many breast cancer risk factors, and hormonal contraception is one of them.  The purpose of this research is to analyze risk factors for breast cancers, which are associated with the duration of contraceptive use. Its benefits are to evaluate the usage of hormonal contraception and to get the data used by the government in order to make health policy in preventing breast cancer. This observational research used case control for its study design. There were 150 women, as samples involved in the research, who were suffering from breast cancers and were registered as patients at Abdul Moeloek General Hospital and Jenderal Ahmad Yani Hospital, and other 150 women who had never been diagnosed with breast cancer.  Data were collected by having a direct and telephone interview. The result showed that the number of breast cancer patients who used hormonal contraception was higher than those who use non-hormonal contraception (ratio 55%: 36%). The number of breast cancer patients who used hormonal contraception for 5 years or more was higher than those who used hormonal contraception for less than 5 years (ratio 63% : 29%). Logistic regression analysis showed that there were no associated impacts on the usage of hormonal contraception (p=0,406). There were associated impacts on the duration of hormonal contraception with breast cancers (p=0,00).In conclusion, hormonal contraceptive use increased the risk of breast cancers, and further discussion and individual riskbenefit analysis were needed to be conducted for hormonal contraception users. Abstrack: Hingga akhir tahun 2020,ada 7,8 juta wanita hidup yang didiagnosis kanker payudara dalam 5 tahun terakhir, sehingga menjadikannya sebagai  kanker paling umumdi dunia. Salah satu faktor resiko kanker payudara adalah kontrasepsi hormonal. Tujuan penelitian ini, menganalisis faktor resiko kanker payudara yang berhubungan dengan penggunaan serta lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Manfaat penelitian yakni mengevaluasi penggunaan KB hormonal, serta mendapatkan data yang dapat digunakan pemerintah untuk membuat kebijakan kesehatan dalam pencegahan kanker payudara. Jenis penelitian observasi. Desain case control.  Jumlah sampel sebanyak 150 wanita penderita kanker payudara yang terdaftar di RSAM dan RSAY Metro tahun 2019 serta 150 wanita tidak pernah menderita kanker payudara. Teknik pengumpulan data dokumentasi dan wawancara langsung atau pertelepon. Hasil yang didapat, penderita kanker payudara lebih banyak yang menggunakan kontrasepsi hormonal dibandingkan non hormonal (rasio 55%: 36%). Penderita kanker payudara lebih banyak yang menggunakan kontrasepsi hormonal (lebih dari 5 tahun) dibandingkan (kurang dari 5 tahun) (rasio 63%: 29%). Hasil uji regresi logistik, tidak ada pengaruh penggunaan KB hormonal (p=0,406). Ada pengaruh lama pemakaian KB hormonal terhadap kejadian kanker payudara (p=0,00,).  Kesimpulan, lama penggunaan kontrasepsi hormonal diindikasikan meningkatkan risiko kanker payudara, sehingga untuk pencegahan kanker payudara, perludilakukan diskusi dan analisis risiko-manfaat secara individual bagi pengguna kontrasepsi hormonal.
Pengaruh pemberian edukasi pengetahuan operasi dengan kecemasan preoperasi pasien pada tindakan spinal anestesi Prasetia, Muhamad Agung; Sunarsih, Sunarsih; Puri, Anita; Murhan, Al
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.335

Abstract

Background: Surgery and anesthesia are actions that bring stress, because there is a threat to the integrity of one's body and soul. The existence of this stress can cause anxiety conditions for patients. Several studies that have been done say that about 60% -80% of patients who will undergo surgery will experience preoperative and pre-anesthesia anxiety in various levels. Data obtained from the World Health Organization (WHO) shows that the number of patients undergoing surgery has increased significantly from year to year. It was recorded that in 2011 there were 140 million patients in all hospitals in the world, while in 2012 the data increased by 148 million people. Data from the National Tabulation of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, explains that surgery ranks 11th out of 50 disease patterns in Indonesia with a percentage of 12.8% and it is estimated that 32% of them are major surgery, and 25.1% have mental conditions and 7% experiencing anxiety. Purpose: To find out how the effect of providing surgical knowledge education on preoperative anxiety of patients with spinal anesthesia at Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2022. Method: This type of research is quantitative with Quasy Experiment design with Non Equivalent Control Group Design. The sampling technique used is a probability sampling technique, namely purposive sampling. The population in this study were all patients who underwent surgery under spinal anesthesia at Regional General Hospital  Dr. H. Abdul Moeloek. Collecting data using a questionnaire sheet using the Independent T-test. Results: The results of the study were obtained by using a parametric test using an Independent T-test and p-value = (0.000) < (0.05). Conclusion: Researchers hope that knowledge education can be given to preoperative patients not only with spinal anesthesia but for all patients who will undergo surgery to help overcome anxiety.   Keywords: Spinal Anesthesia; Operation Knowledge Education; Preoperative Anxiety.   Pendahuluan: Tindakan pembedahan dan anestesi merupakan tindakan yang mendatangkan stress, karena terdapat ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa seseorang. Adanya stress tersebut dapat menimbulkan suatu kondisi kecemasan terhadap pasien. Beberapa studi yang pernah dilakukan menyatakan bahwa sekitar 60%-80% pasien yang akan menjalani operasi akan mengalami kecemasan pre operasi dan pre anestesi dalam berbagai tingkatan. Data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) jumlah pasien dengan tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat ditahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, sedangkan pada tahun 2012 data mengalami peningkatan sebesar 148 juta jiwa. Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan RI Tahun 2016, menjabarkan bahwa tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pola penyakit di Indonesia dengan persentase 12,8% dan diperkirakan 32% diantaranya merupakan bedah mayor, dan 25,1% mengalami kondisi kejiwaan serta 7% mengalami kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian edukasi pengetahuan operasi terhadap kecemasan preoperasi pasien dengan tindakan spinal anestesi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan Quasy Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Grup Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probiliy sampling yaitu dengan purposive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien menjalani tindakan operasi dengan anestesi spinal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dengan menggunakan uji T-Independent. Hasil: Penelitian di dapatkan uji parametik dengan menggunakan uji T-Independent dan didapatkan nilai p-value = (0.000) < α (0.05). Simpulan: Peneliti berharap edukasi pengetahuan dapat diberikan pada pasien preoperasi bukan hanya dengan anestesi spinal tetapi untuk semua pasien yang akan menjalani tindakan operasi untuk membantu mengatasi kecemasan.
Skrining Faktor Risiko Obesitas Usia Produktif Kohir, Dedek Saiful; Murhan, Al; Sulastri, Sulastri
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.673

Abstract

Latar belakang obesitas merupakan salah satu faktor risiko kematian paling penting di dunia. Penelitian dilakukan dengan menghitung prevalensi obesitas dan memeriksa faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas dengan menggabungkan data dari indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian obesitas pada usia produktif.  Metode penelitian melibatkan 117 responden beruaisa dewasa dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan pengambilan sampel acak. Data tentang demografi, indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Pengukuran digunakan bersama dengan tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin untuk menghitung BMI. Selanjutnya data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi.  Hasil analisi diketahui sebagian besar mengalami obesitas, yaitu 49,3% reponden, memiliki lingkar perut diatas normal (59,5%), pola tidur sebagian besar (62%) 7-8jam/hari, dan pola makan kurang baik (62%). Obesitas di seluruh dunia meningkat hampir 3 kali lipat sejak 1975. Pada tahun 2016 sebanyak >1,9 milyar orang dewasa yang berusia ≥18 tahun mengalami kegemukan, dari jumlah tersebut >650 juta orang mengalami obesitas. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 11% sedangkan pada perempuan sebanyak 15%1. Di Indonesia prevalensi obesitas pada penduduk usia >18 tahun sebanyak 35,4%, dengan sebaran 39,7% di perkotaan dan 30% di perdesaan. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 26.6% dan pada perempuan sebanyak 44,4%2.Obesitas menjadi masalah global, diperlukan informasi yang memadai tentang bahaya obesitas dan intervensi untuk mengatasi obesitas.
Pengaruh pemberian edukasi pengetahuan operasi dengan kecemasan preoperasi pasien pada tindakan spinal anestesi Prasetia, Muhamad Agung; Sunarsih, Sunarsih; Puri, Anita; Murhan, Al
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): July Edition 2023: Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.335

Abstract

Background: Surgery and anesthesia are actions that bring stress, because there is a threat to the integrity of one's body and soul. The existence of this stress can cause anxiety conditions for patients. Several studies that have been done say that about 60% -80% of patients who will undergo surgery will experience preoperative and pre-anesthesia anxiety in various levels. Data obtained from the World Health Organization (WHO) shows that the number of patients undergoing surgery has increased significantly from year to year. It was recorded that in 2011 there were 140 million patients in all hospitals in the world, while in 2012 the data increased by 148 million people. Data from the National Tabulation of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, explains that surgery ranks 11th out of 50 disease patterns in Indonesia with a percentage of 12.8% and it is estimated that 32% of them are major surgery, and 25.1% have mental conditions and 7% experiencing anxiety. Purpose: To find out how the effect of providing surgical knowledge education on preoperative anxiety of patients with spinal anesthesia at Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2022. Method: This type of research is quantitative with Quasy Experiment design with Non Equivalent Control Group Design. The sampling technique used is a probability sampling technique, namely purposive sampling. The population in this study were all patients who underwent surgery under spinal anesthesia at Regional General Hospital  Dr. H. Abdul Moeloek. Collecting data using a questionnaire sheet using the Independent T-test. Results: The results of the study were obtained by using a parametric test using an Independent T-test and p-value = (0.000) < (0.05). Conclusion: Researchers hope that knowledge education can be given to preoperative patients not only with spinal anesthesia but for all patients who will undergo surgery to help overcome anxiety.   Keywords: Spinal Anesthesia; Operation Knowledge Education; Preoperative Anxiety.   Pendahuluan: Tindakan pembedahan dan anestesi merupakan tindakan yang mendatangkan stress, karena terdapat ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa seseorang. Adanya stress tersebut dapat menimbulkan suatu kondisi kecemasan terhadap pasien. Beberapa studi yang pernah dilakukan menyatakan bahwa sekitar 60%-80% pasien yang akan menjalani operasi akan mengalami kecemasan pre operasi dan pre anestesi dalam berbagai tingkatan. Data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) jumlah pasien dengan tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat ditahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, sedangkan pada tahun 2012 data mengalami peningkatan sebesar 148 juta jiwa. Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan RI Tahun 2016, menjabarkan bahwa tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pola penyakit di Indonesia dengan persentase 12,8% dan diperkirakan 32% diantaranya merupakan bedah mayor, dan 25,1% mengalami kondisi kejiwaan serta 7% mengalami kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian edukasi pengetahuan operasi terhadap kecemasan preoperasi pasien dengan tindakan spinal anestesi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan Quasy Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Grup Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probiliy sampling yaitu dengan purposive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien menjalani tindakan operasi dengan anestesi spinal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dengan menggunakan uji T-Independent. Hasil: Penelitian di dapatkan uji parametik dengan menggunakan uji T-Independent dan didapatkan nilai p-value = (0.000) < α (0.05). Simpulan: Peneliti berharap edukasi pengetahuan dapat diberikan pada pasien preoperasi bukan hanya dengan anestesi spinal tetapi untuk semua pasien yang akan menjalani tindakan operasi untuk membantu mengatasi kecemasan.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Mariani, Rina; Murhan, Al
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 02 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i02.4323

Abstract

Masalah yang dihadapi ibu post operasi sectio caesarea yang sering muncul adalah nyeri, untuk itu diperlukan tindakan agar ibu mampu mengendalikan masalah nyerinya. Terapi musik merupakan suatu tindakan yang dapat mengurangi nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre post test design with control group. Sampel penelitian terdiri dari 39 kelompok intervensi dan 39 kelompok kontrol. Variabel bebasnya yaitu terapi musik dan variabel terikatnya nyeri. Analisis menggunakan t test independent. Hasil penelitian, 70,5% umur responden 20-35 tahun, 55,1% pendidikan menengah, 66,7% paritas pertama, dan 73,1% pengalaman operasi pertama. Hasil uji t test independen, adanya penurunan rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi dari 6,23 menjadi 3,41dan pada kelompok kontrol dari 5,64 menjadi 4,59. Pemberian terapi musik dan analgetik dapat menurunkan nyeri lebih cepat dibandingkan hanya memberikan analgetik pada pasien post op sectio caesarea. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terapi musik terhadap penurunan nyeri dengan p=0,000. Disarankan pasien post op SC, diberikan terapi musik untuk mengurangi nyeri.
Pengaruh edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post operasi fraktur Murhan, Al; Putri, Adelia; Fatonah, Siti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.245

Abstract

Background: Fractures are the case with the highest incidence of the 10 most cases found in General Ahmad Yani Metro Hospital. Patients with a diagnosis of fracture often experience pain and impaired physical mobility. Patients were given health education about Range Of Motion (ROM) without using media. Objective: To determine the effect of active ROM education in combination with booklet media and demonstration on the ability to mobilize in postoperative fracture patients. Methods: The design of this research is quasi-experimental and quantitative type. The population is post-fracture patients at RSUD Jendral Ahmad Yani Metro in 2021, with a sample of 32 respondents. Analysis with Independent T test. Research time is from 01 June to 17 July 2021. Results: The average mobilization ability in the experimental group with active ROM education combined with booklet and demonstration media was 17.19, while the average mobilization ability in the control group (without active ROM education combined with booklet and demonstration media) was 14.88. The results of the analysis show the results of -value = 0.04. Conclusion: There is a significant effect of active ROM education therapy with a combination of booklet and demonstration media on the ability to mobilize in post-fracture patients, where the level of mobilization ability in the group with active ROM education with a combination of booklet and demonstration media is higher than in patients who are not given active ROM education with a combination of media. booklets and demonstrations. Suggestion: It is recommended that the active ROM education program with a combination of booklets and demonstration media can be given to every special surgical treatment room at the hospital.   Pendahuluan: Fraktur menjadi kasus dengan angka kejadian tertinggi dari 10 kasus terbanyak yang ditemui di RSUD Jendral Ahmad Yani Metro. Pasien dengan diagnosa fraktur sering mengalami nyeri dan hambatan mobilitas fisik.  Pasien diberikan edukasi kesehatan mengenai ROM tanpa menggunakan media. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post operasi fraktur. Metode: Desain penelitian ini dengan quasy eksperimen dan jenis kuantitatif. Populasi adalah pasien post fraktur di RSUD Jendral Ahmad Yani Metro tahun 2021, dengan sampel sebanyak 32 responden. Analisis dengan uji T test Independen. Waktu penelitian mulai 01 Juni sampai 17 Juli 2021. Hasil: Menunjukkan rata-rata kemampuan mobilisasi pada kelompok eksperimen dengan edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi adalah 17,19, sedangkan rata-rata kemampuan mobilisasi pada kelompok kontrol (tanpa edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi) adalah 14,88.  Hasil analisis  menunjukkan hasil ρ-value = 0,04. Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan terapi edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi  terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post fraktur, dimana tingkat kemampuan mobilisasi pada kelompok yang edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi lebih tinggi daripada pasien yang tidak diberikan edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi. Saran: Sebaiknya program edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi ini bisa diberikan pada setiap ruangan perawatan bedah kusus rumah sakit.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Pola Hidup Sehat dan Perilaku Pencegahan Stroke Pada Pasien Hipertensi: A Cross-Sectional Study Udani, Giri; Murhan, Al; Riyanto, Riyanto
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1459

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease and stroke, whose prevalence continues to increase i including in Indonesia. However, low patient adherence to a healthy lifestyle and preventive measures for complications still constrains efforts to control hypertension. Family support is a key factor that can enhance the effectiveness of hypertension management. This study aims to describe the effect of family support on healthy lifestyle and stroke complication prevention behaviors in hypertensive patients in an urban Indonesian community. This study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design. We collected data from 100 adult hypertensive patients using a standardized questionnaire and a consecutive sampling technique. We collected data through interviews using a semi-structured instrument. We analyzed the data using descriptive statistics and a chi-square test at a probability level of 0.005. One hundred respondents, more than half (51%), gave poor support to hypertensive patients, and there was a significant relationship between family support and lifestyle in hypertensive patients (OR 2.882; CI 95% 1.275–6.515, p-value 0.018) and the relationship between family support and stroke prevention behavior in hypertensive patients (OR 3.875; CI 95% 1.678–8.947, p-value 0.002). Family support is important in improving healthy lifestyle adherence and complication prevention measures in hypertensive patients. These findings support the need to strengthen family-based interventions in the primary healthcare system in Indonesia.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Murhan, Al; Purbianto, Purbianto; Sulastri, Sulastri
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i2.3101

Abstract

Terapi relaksasi otot progresif bermanfaat untuk menurunkan resistensi perifer dan menaikkan elastisitas pembuluh darah. Otot-otot dan peredaran darah akan lebih sempurna dalam mengambil dan mengedarkan oksigen serta relaksasi otot progresif dapat bersifat vasodilator yang efeknya memperlebar pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan rancangan one group pretest-posttest pre experimental design. Populasi adalah lansia penderita hipertensi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 orang, 30 responden pada kelompok intervensi dan 30 responden pada kelompok kontrol. Pengukuran data dengan sphygmomanometer air raksa, stetoskop dan lembar observasi. Pada analisis bivariat dilakukan menggunakan uji t dependen dan t independen. Hasil penelitian didapatkan bahwa tekanan darah lansia pada kelompok intervensi pretest dan posttest menunjukan penurunan yang signifikan, sehingga ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Widiyawati, Adhaini; Manurung, Idawati; Murhan, Al
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i2.3102

Abstract

Nyeri post sectio caesarea akan  mengganggu proses bounding attachment antara ibu dan bayi. Musik dapat menurunkan stres dan nyeri sehingga mempercepat bounding attachment. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi musik terhadap bounding attachment pada ibu post sectio caesarea. Desain penelitian ini dengan quasy eksperimental non equivalent control group   Populasi adalah pasien post sectio caesarea dengan jumlah sampel 60 responden. Analisis dengan uji T test Independen. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata bounding attachment pada kelompok intervensi dengan terapi musik adalah 113.97, sedangkan rata-rata bounding attachment pada kelompok kontrol (tanpa terapi musik) adalah 98.70. Hasil analisis menunjukkan hasil ρ-value = 0,00, maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan terapi musik terhadap bounding attachment pada ibu post sectio caesarea, dimana tingkat bounding attachment pada kelompok yang diberikan terapi musik lebih tinggi daripada ibu yang tidak diberikan tetapi musik. Sarannnya adalah sebaiknya program terapi musik ini bisa diberikan pada setiap rungan perawatan post partum di setiap rumah sakit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi Bramita, Yosica; Astuti, Titi; Murhan, Al
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15207

Abstract

ABSTRACT The average case of cesarean section in the world is around 5-15% per 1000 births in the world. In Indonesia, the incidence of cesarean section has increased, namely 80% of births are by cesarean section with an average of 17.6% of 78,736 births. In Lampung province in 2018 cases of cesarean section were around 13.2% of 2,644 births. At the Handayani Kotabumi General Hospital in 2020 there were 518 caesarean sections out of a total of 712 deliveries or (72.7%). Anxiety can be experienced by pre-cesarean section mothers because surgery is a potential or actual threat to a person's integrity that can evoke physiological and psychological stress reactions.The aim of this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in preoperative cesarean section patients at Handayani Kotabumi General Hospital. Type of quantitative research with analytic survey design and cross sectional approach. The sampling technique uses a purposive sampling technique, a sample of 33 respondents. Time of study June 6-June 25 2022. Statistical tests using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents experienced moderate anxiety (57.6%). Statistical test results obtained at age p-value (0.011) < α (0.05), education p-value (0.001) < α (0.05), parity p-value (0.002) < α (0.05), and husband's support p-value (0.004) < α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between age, education, parity, husband's support and the anxiety of patients with preoperative cesarean section. Researchers hope that the factors associated with the anxiety of preoperative cesarean section patients can be considered so that various kinds of complications do not occur during the perioperative period. Keywords: Factors, Anxiety, Cesarean Section  ABSTRAK Kasus rata-rata seksio sesarea di dunia sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia angka kejadian seksio sesarea mengalami peningkatan, yaitu 80% metode persalinan dengan seksio sesarea dengan rata rata 17,6% kasus seksio sesarea dari 78.736 kelahiran. Di provinsi Lampung tahun 2018 kasus seksio sesarea sekitar 13,2% dari 2.644 kelahiran. Di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi tahun 2020 seksio sesarea sebanyak 518 orang dari total 712 persalinan atau sebesar (72,7%). Kecemasan dapat dialami oleh ibu pre seksio sesarea karena tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 33 responden. Waktu penelitian pada 6 Juni- 25 Juni 2022. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square.  Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami kecemasan sedang sebanyak (57,6%). Hasil uji statistik diperoleh pada usia p-value (0,011) < α (0,05), pendidikan p-value (0,001) < α (0,05), paritas p-value (0,002) < α (0,05), dan dukungan suami p-value (0,004) < α (0,05). dapat disimpulkan ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea. Peneliti berharap agar faktor faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea dapat diperhatikan supaya tidak terjadi berbagi macam komplikasi selama periode perioperatif. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Kecemasan, Seksio Sesarea