Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Polimer terhadap Karakteristik Fisik dan Pelepasan Nanopartikel Fraksi Diterpen Lakton Sambiloto - Kitosan Retno Sari; Abhimata Paramanandana; Dewi Isadiartuti; Annisa Maulidia Rahayyu
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.051 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.99-106.2020

Abstract

Fraksi diterpen lakton dari Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) memiliki kandungan utama andrografolid. andrografolid diketahui memiliki bioavailabilitas buruk, bersifat sangat lipofilik, dan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Penjebakan bahan sukar larut ke dalam polimer hidrofilik seperti kitosan dapat memperbaiki disolusi yang selanjutnya akan meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disolusi serta mengetahui pengaruh jumlah kitosan terhadap karakteristik fisik, efisiensi penjebakan dan pelepasan FDTLS dari nanopartikel FDTLS-kitosan. Nanopartikel dibuat dengan metode gelasi ionik-semprot kering menggunakan tripolifosfat sebagai penyambung silang. Nanopartikel dibuat dengan rasio FDTLS-kitosan yang berbeda, yaitu 1:2 (FK1), 1:2,5 (FK2) dan 1:3 (FK3). Evaluasi yang dilakukan meliputi morfologi, pemeriksaan differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), efisiensi penjebakan, dan uji pelepasan. Nanopartikel yang dihasilkan berbentuk sferis dan FK2 mempunyai permukaan paling halus dengan entalpi paling tinggi. Difraktogram nanopartikel FDTLS-kitosan menunjukkan perubahan kristalinitas menjadi lebih amorf. Efisiensi penjerapan FDTLS dalam nanopartikel kitosan sebesar 29,01-32,69%. Hasil uji pelepasan nanopartikel menunjukkan peningkatan kecepatan FDTLS terlarut sebesar 1,6 kali dibandingkan dengan substansi FDTLS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan nanopartikel dengan polimer kitosan dengan metode gelasi ionik-semprot kering dapat meningkatkan jumlah FDTLS terlarut.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Biskuit Pencegah Stunting Jamur Tiram Putih dan Labu Kuning di Posyandu Desa Banjar Agung Gayatri Simanullang; Untia Kartika Sari R; Riri Fauziyya; Annisa Maulidia Rahayyu
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i2.10701

Abstract

Posyandu Balai Desa Banjar Agung merupakan posyandu yang berada di kecamatan jati agung dan terdapat kasus stunting pada balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi terkait stunting dan pencegahannya, manfaat jamur tiram putih dan labu kuning dalam sediaan nutrasetika biskuit serta meningkatkan keterampilan dalam membuat sediaan biskuit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahapan pemaparan materi manfaat jamur tiram putih dan labu kuning, pelatihan pembuatan biskuit “J-Laning”, pelatihan pengemasan dan pemasaran produk biskuit “J-Laning”. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain terdapat peningkatan kemampuan dasar dalam soal pre-test dan post-test yang telah diberikan dan produk biskuit yang dibuat dapat dikonsumsi secara pribadi atau dapat dijual melalui pemasaran digital atau di BUMD (Badan Usaha Milik Desa).
Pengembangan Sistem Dispersi Padat Ezetimibe dengan Matriks PEG 8000 menggunakan Metode Peleburan Annisa Maulidia Rahayyu
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8351

Abstract

Ezetimibe termasuk pada Biopharmaceutics Classification Sistem (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan yang rendah, sehingga laju disolusi dan bioavailabilitas oralnya rendah. Suatu sistem disperse padat dapat meningkatkan luas permukaan obat dan kontak antara obat dan media disolusi, sehingga laju disolusi ezetimibe akan meningkat. PEG 8000 telah banyak digunakan sebagai suatu pembawa hidrofilik dan laktosa monohidrat serta avicel PH 101 sebagai adsorben.            Penelitian ini bertujuan untuk menimgkatkan laju disolusi dari obat ezetimibe yang tidak larut air dengan membentuk sistem dispersi padat ezetimibe_PEG 8000 dengan rasio 1:1; 1:2; dan 1:3. Sistem dispersi padat dibuat dengan metode peleburan. Evaluasi laju disolusi, difraksi X-ray (XRD), dan analisis  pada sistem dispersi padat dengan rasio 1:1; 1:2; 1:3, dan ezetimibe murni dilakukan.            Hasil dari evaluasi tersebut menunjukkan sistem dispersi padat meningkatkan laju disolusi dari ezetimibe. Selain itu, karakterisasi DTA menunjukkan hilangnya puncak endotermik dari ezetimibe pada dispersi padat dan hasil karakterisasi sinar-X menunjukkan penurunan intensitas relatif dari puncak ezetimibe yang memperlihatkan adanya perubahan bentuk kristal menjadi amorf. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem dispersi padat ezetimibe-PEG 8000 dapat meningkatkan laju disolusi  dan karakteristik fisik dari ezetimibe. 
PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN Novrilia Atika Nabila; Tantri Liris Nareswari; Winni Nur Auli; Annisa Maulidia Rahayyu; Putri Amelia Rooswita; Rizky Hidayaturahmah
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i2.22

Abstract

South Lampung Regency is the second largest cocoa bean producer in Lampung Province. This natural resource is very abundant, one of which is in Tarahan Village, South Lampung, but until now it has not been optimally processed and is only sold in the form of dry brown beans which have low selling value. This is because the villagers does not know how to process cocoa beans into cocoa products. Therefore, this service program aims to assist the target community in processing cocoa beans into ready-to-sell products (jam and mask) to improve people welfare. This activity consisted of providing material and training in making jam and chocolate masks for 1 day. After the training, the villagers were able to understand and practice making the chocolate jam and mask. This program is expected to increase chocholate selling value as local regional commodities.
Penyuluhan Tentang Pengiklanan Dan Pengemasan Produk Kewirausahaan Dalam Rangka Pencegahan Stunting Annisa Maulidia Rahayyu; Alvin Pratama; Robiatul Muztaba; Tefur Nur Rohman
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 : Juli (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a serious health problem that has a long-term impact on the quality of human resources, especially in rural areas. This community service aims to increase the understanding of PKK and Posyandu cadres about stunting prevention through advertising and packaging education about simple nutritious food processing made from local ingredients. The method used is interactive socialization. This activity was carried out on December 18, 2024 in Bumisari Village, Natar District, South Lampung Regency. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of advertising and packaging. The cadres are committed to disseminating this information to the wider community. Continuous assistance is expected to make Bumisari Village a pilot for simple nutritious food processing products made from local ingredients with attractive packaging.
Pemberdayaan Masyarakat Gadingrejo Timur Melalui Edukasi dan Inovasi Herbal Diabetes Riri Fauziyya; Novrilia Atika Nabila; Nurul Irna Windari; Putri Amelia Rooswita; Annisa Maulidia Rahayyu; Thania Raya Tri Moerbi; Zu’ami Sekar Harum; Keisya Nabila; Azra Azreena Nursyahfira; Kaylla Rasikha Jasmine; Kais Kaila Ladeva Putri
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1534

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu tahun 2024, Pekon Gadingrejo Timur menempati peringkat kedua kasus DM setelah Kecamatan Pringsewu dengan 982 penduduk terdiagnosis. Kondisi ini disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, rendahnya kesadaran untuk pemeriksaan gula darah secara rutin, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengendalian DM. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mencegah DM melalui edukasi kesehatan dan demonstrasi pembuatan produk herbal “Teh Cinta” berbahan kayu manis, jahe, pandan, dan pegagan. Program dilaksanakan di Balai Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu, pada 5 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 31 orang. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan (cek gula darah dan tekanan darah), penyuluhan mengenai pengertian DM, faktor risiko, komplikasi, serta pencegahannya, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk herbal. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta (p-value 0,003), disertai antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan produk herbal. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat tangguh tanpa diabetes melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan bahan alam yang sederhana dan berkelanjutan.