Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI-JUNI 2021 Rizky Hidayaturahmah; Yolanda Okta Syafitri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.408 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5933

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular namun termasuk penyakit yang membahayakan karena hipertensi disebut sebagai the silent disease, penyakit tanpa gejala dimana penderita tidak mengetahui penyakit tersebut berada dalam dirinya hingga melakukan pemeriksaan tekanan darah. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerasionalitasan penggunaan obat antihipertensi menurut Permenkes 2011, meliputi parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemberian dan tepat interval waktu pemberian pada pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa rekam medis pasien hipertensi rawat jalan periode Januari-Juni 2021. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi terhadap 80 data rekam medk pasien hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis periode Januari-Juni 2021 adalah tepat diagnosis (100%), tepat obat (100%), tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%) dan tepat interval waktu pemberian (100%). Kata kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Rasionalitas
PENYULUHAN DAN EDUKASI TERKAIT JENIS DAN PENATALAKSANAAN ALERGI PADA MASYARAKAT DI DUSUN TEMIYANG, DESA PARDASUKA, KECAMATAN KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5794

Abstract

Alergi atau reaksi hipersensitivitas terjadi akibat adanya respon yang berlebihan dari tubuh terhadap suatu allergen. Reaksi alergi dapat terjadi hampir seluruh jaringan tubuh.Gejala klinik yang ditimbulkan dari reaksi alergi atau reaksi hipersensitivitas adalah sesuai dengan organ yang terpapar alergen. Reaksi alergi dapat terjadi pada semua rentan usia dan setiap tahunnya diperoleh data bahwa terjadi peningkatan angka penderita reaksi alergi, hal tersebut ditunjang oleh data World Allergy Organization (WAO) yaitu 22% penduduk dunia mengalami reaksi hipersensitivitas dan terjadi peningkatan setiap tahunnya. Beberapa penyakit alergi yang sering terjadi adalah penyakit alergi seperti rhinitis alergika, asma bronkiale, dermatitis, alergi obat, dan urtikaria dan angioedema. Selain itu, beberapa senyawa alergen di sekitar tempat tinggal yang sudah terbukti dapat mencetuskan alergi antara lain tungau debu rumah, kecoa, jamur, atau serpihan kulit binatang peliharaan. Dengan demikian pengetahuan akan penyakit alergi seperti penyebab terjadinya alergi, reaksi yang ditimbulkan dan penatalaksanaan atau pengobatan sangat penting diketahui oleh masyarakat.Kata kunci: Alergi, Jenis Alergi, Penatalaksanaan
Respon Terapi Community Acquired Pneumonia pada Geriatri: Tinjauan Kasus di Intensive Care Unit Widyati Widyati; I Wayan Suryajaya; Arroyani A. Dilaga; Nidaul Hasanah; Renni Simorangkir; Rizky Hidayaturahmah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2021.10.3.209

Abstract

Pneumonia komunitas adalah salah satu masalah yang semakin meningkat di populasi lanjut usia. Berbagai faktor yang terkait dengan penuaan, seperti komorbiditas, status gizi dan disfungsi menelan telah terlibat dalam peningkatan Community Acquired Pneumonia (CAP) pada populasi yang lebih tua. Streptococcus pneumoniae masih merupakan patogen yang paling umum di antara geriatri, meskipun patogen multiple drug resistance (MDR) juga seringkali menginfeksi geriatri, khususnya pada pneumonia berat. Strategi terapi antibiotik empirik pada pasien CAP berat adalah antibiotik spektrum luas atau kombinasi β-laktam dan fluorokuinolon, atau β-laktam dan makrolida. Laporan kasus ini memaparkan dua kasus CAP pada geriatri yang mewakili dua golongan terapi yang berbeda dengan hasil yang sangat berbeda pula. Kombinasi cefoperazon sulbaktam-makrolida tidak memberikan respon terapi yang baik hingga hari ke-7, sehingga makrolida diganti dengan amikacin dan diteruskan selama 3 hari. Di lain pihak, kombinasi cefoperazon sulbaktam-levofloksasin memberikan hasil yang baik dengan durasi terapi 9 hari. Pemilihan antibiotik dengan penetrasi yang baik ke paru sangat penting untuk mendapatkan efektivitas terapi. Resistensi azitromisin dapat menjadi salah satu penyebab utama terapi tidak efektif, namun karena efek pleiotropic yang dimiliki azitromisin, azitromisin direkomendasikan untuk tetap diberikan. Pemberian kombinasi cefoperazon/sulbaktam-levofloksasin dan cefoperazon/sulbaktam-amikasin pada kedua kasus ini efektif. Manfaat dari laporan kasus ini adalah terapi CAP pada lansia memerlukan kombinasi antibiotik baik dengan fluorokuinolon maupun aminoglikosida. Azitromisin pada kedua kasus di atas menunjukkan resistensi dan tidak dapat difungsikan sebagai antibiotik kedua pada kombinasi. Kata kunci: Antibiotik, CAP, geriatri, pneumonia  Therapeutic Response of Community Acquired Pneumonia in Geriatrics: A Case Series from Intensive Care UnitAbstractCommunity acquired pneumonia (CAP) is a common major growing challenge to elderly populations. Several aging factors, including comorbidities, nutritional status and digestive dysfunctions have been associated with increasing CAP among older persons. Furthermore, Streptococcus pneumoniae remains the most predominant pathogen in geriatrics, although multiple drug resistance (MDR) species regularly occur, particularly in severe pneumonia. Broad-spectrum antibiotics or a combination of β-lactam and fluorokuinolones, or β-lactams and macrolides serve as a promising therapy mainly in critical CAP patients. This study describes two geriatric CAP cases representing two separate treatments with widely varied results. The combination of cefoperazone sulbactam-azithromycin did not generate suitable clinical response until 7 days. As a consequence, the macrolides were replaced with amikacin and continued for 3 days. Meanwhile, the cefoperazone sulbactam-levofloxacin samples significantly improved the clinical conditions under 9 days. The selection of antibiotics with sufficient lung penetration is important in providing the effective therapy. Conversely, azithromycin resistance potentially instigates ineffectiveness, but is also recommended due to its pleiotropic effects. The benefit of this case study shows that CAP treatment among older population requires a blend of antibiotics with either a fluorokuinolone or an aminoglycoside. In both instances, azitromisin is believed to demonstrate high resistance, therefore, it is incapable in functioning as a second antibiotic component.Keywords: Antibiotic, CAP, geriatric, pneumonia
Analisis Faktor-Faktor Klinik yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Katarak di Rumah Sakit Dr. YAP, Yogyakarta Rizky Hidayaturahmah; Tri Murti Andayani; Susi Ari Kristina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i32021.207-216

Abstract

Pendahuluan: Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata menjadi keruh. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan akan kualitas hidup pasien, Penurunan kualitas hidup pasien katarak tidak hanya disebabkan oleh faktor sosiodemografi (usia, pendidikan, pengerjaan, penghasilan, jenis kelamin) tetapi juga adanya faktor klinik (mata yang mengalami katarak, lama terjadinya katarak, visus mata dan adanya komobid diabetes mellitus). Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor klinik yang mempengaruhi kualitas hidup pasien katarak di Rumah Sakit Dr.YAP Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan adalah Short Form-6 Dimension (SF-6D) versi Indonesia. Sampel penelitian adalah 464 pasien katarak di Rumah Sakit Dr.YAP Yogyakarta yang melakukan kontrol pada bulan Juni 2019–Januari 2020. Data kemudian dianalisa statistik menggunakan uji Mann-Whitney   dan uji Kruskal-Wallis untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel penelitian dan nilai utilitas. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 464 responden dengan rata-rata usia  63 tahun dengan rata-rata nilai utilitas adalah 0,759. Domain yang banyak terdapat masalah kesehatan dari kuesioner SF-6D adalah domain rasa sakit (76,1%), dilanjutkan dengan domain kesehatan mental (73,3%) dan domain fungsi fisik (64,0). Hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p-value kualitas hidup pada faktor klinik mata yang mengalami katarak (0,000), visus mata (0,000) dan komorbid (0,031) menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan untuk faktor lama katarak tidak meunjukkan perbedaan yang signifikan (0,600). Kesimpulan: Faktor klinik yang mempengaruhi kualitas hidup pasien katarak adalah adanya komorbid, mata yang mengalami katarak dan visus mata.
Synthesis of Curcumin Derivative Assisted by Microwave Irradiation Sabtanti Harimurti; Winny Setyonugroho; Ardi Pramono; Rizky Hidayaturahmah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.233 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5878

Abstract

Synthesis of curcumin derivate is commonly conducted using conventional heating like heating mantel. The synthesis was usually done in the very long time. An experiment on finding an efficient synthesis method may be necessary to conduct, such as using microwave to replace the energy source. The synthesis of curcumin derivate 1,5-bis(4’-hydroxy-3’-metoxyphenyl)-1,4-pentadiene-3-one or gamavuton-0 assisted by microwave irradiation has been carried out. This synthesis was done on propose of cancer drug discovery to answer the search of new cancer drug on the increase of cancer incidence recently. The synthesis was done under microwave irradiation using vanillin and acetone as the starting material, and hydrochloric acid as the catalyst. Based on the experimental data, the microwave irradiation significantly reduces the reaction time. By using microwave irradiation, the synthesis can be done in a short time.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Dan Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Ahmad Yani Metro Lampung Aida Fitri Handika; Rizky Hidayaturahmah; M Perangin Angin
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 2 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i2.17457

Abstract

Background:Based on the 2010 Global Burden of Disease Study, CKD is in the 27th position as a global cause of death and is in the 18th position as the cause of death. Hemodialysis (dialysis) is a therapy that uses a machine instead of a kidney outside the body. Objectif : This study aims to analyze sociodemographic factors and clinical factors associated with medication adherence in CKD patients undergoing HD. Methods : This type of research is an observational study with a cross sectional design involving patients undergoing hemodialysis who have met the inclusion and exclusion criteria at the Ahmad Yani Hospital, Metro Lampung for the period March-April 2022. Data collection was carried out by direct interviews and looking at the patient's medical records. Medication adherence was measured using the MARS-5 questionnaire. The relationship between demographic factors and clinical factors on the level of adherence to medication was analyzed using bivariate analysis and linear regression analysis, while the relationship between the level of adherence to demographic and clinical factors used the Mann Whitney and Kruskal Wallis test. Results :Total respondents involved 89 patients, there is no relationship between demographic factors on medication adherence, but on clinical factors, namely the duration of hemodialysis and the amount of medication there is a relationship with medication adherence, the Assmp Sig value 0.05.  Conclusion : The level of compliance in this study, the low level has a greater value that is 67,4% and the high level is 42,6%.Keyword : Hypertension, drug interactions, outpatient
PENYULUHAN DAN EDUKASI TERKAIT UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i1.7222

Abstract

Dislipidemia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan olah terjadinya gangguan metabolism dari lipid. Pada tahap awal terjadinya dislipidemia jarang menunjukkan adanya gejala atau keluhan, tetapi hasil pengecekan terhadap kolesterol total, low density lipoprotein (LDL) dan triglisedira menunjukkan hasil yang tinggi. Kesadaran masyarakat akan bahayanya gangguan dislipidemia masih sangat rendah, khususnya pada masyarakat lansia. Pelaksanaan kegiatan masyarakat ini diawali dengan pengecekan kadar kolesterol dan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait  bahaya  penyakit Dislipidemia pada pasien lansia serta pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung, dan stroke, bahkan kematian.  Dari 15 orang peserta yang hadir ketika di test kadar kolesterol nya ternyata terdapat 3 (20%) orang lansia yang kadar kolesterol nya <150 mg/dl, 7 (46,6%) orang lansia yang kadar kolesterol nya >150 mg/dl, dan ternyata 5 (33,3%)  orang lansia yang kadar kolesterolnya >200 mg/dl.    Kata Kunci: Dislipidemia, Masyarakat, Pengabdian
Perbandingan Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimun basilicum L.) dan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers.) Siti Aisyah Istiqomah; Nofita Nofita; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.684 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7549331

Abstract

Inflammation is a response to tissue damage due to various harmful stimuli, both chemical and mechanical stimuli as well as infection. This study aims to determine the anti-inflammatory effect of basil leaf extract and green grass jelly leaf extract using the percolation method. The percolation method is more effective because it does not use heating so that the chemical compounds that are thermolabile to be taken are not decomposed or damaged. Basil leaves and green grass jelly leaves have flavonoid compounds that can overcome inflammation. Tests for determination of flavonoid levels were carried out using UV-Vis spectrophotometry with the results of flavonoid levels in basil leaf extract of 3.59 and green grass jelly leaf extract of 2.89. Judging from the decrease in the volume of edema of the soles of the mice with the induction of 1% 0.2 ml kareganan, it was carried out on 18 male mice which were divided into 6 groups. KN was given distilled water, sodium diclofenac as KP, and KU 1 and KU 2 were given basil extract doses of 7.5 and 10 mg/kgBW, KU 3 and KU 4 were given green grass jelly leaf extract at doses of 7.5 and 10 mg/kgBW orally hours after carrageenan induction. The volume of edema was measured every hour for eight hours after carrageenan induction. From the test results of green grass jelly leaf extract 7.5 mg/kgBW showed that the maximum percentage of edema inhibition was 77.93% at the eighth hour. Based on statistical analysis, the data on the percentage of edema inhibition of KU 1 to KU 4 showed a significant difference (P≤0.05) with the negative control.
Analisis Efektivitas Biaya antara Pantoprazole dengan Omeprazole pada Pasien Gastritis di Rumah Sakit Mutiara Bunda Dewi Sartika; Annisa Primadiamanti; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.8093

Abstract

Di Indonesia penyakit gastritis menurut WHO adalah (40.8%) serta angka kejadian kasus gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalansi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk dalam penelitian. Berdasarkan dari profil kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit dalam jumlah terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit. Tujuan untuk mengetahui penggunaan terapi yang paling cost-effective. Penelitian menggunakan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medik pasien periode Juli – Desember 2021 sebanyak 34 pasien BPJS. Metode pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu. Metode analisis biaya yang digunakan adalah CEA (Cost-effectiveness Analysis) dengan dilihat dari biaya medik langsung yang meliputi biaya pengobatan dan biaya perawatan. Data diolah dan dianalisis menggunakan Microsoft excel dan didapatkan hasil dilihat dari nilai efektivitas pantoprazole jauh jauh lebih tinggi daripada omeprazole. Serta pantoprazole memiliki nilai ACER lebih rendah yaitu Rp.9.831,77 daripada omeprazole yaitu Rp.27.019,97.
Evaluasi Penggunaan Obat Kolesterol Pada Pasien Hiperlipidemia di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Mutiara Bunda Arnis Paulina; Martianus Perangin Angin; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8199

Abstract

Kolesterol menjadi salah satu penyebab penyakit kardiovaskular yang tergolong penyakit mematikan yang dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya disebabkan oleh hiperlipidemia. Hiperlipidemia ditandai dengan naiknya kadar kolesterol total, LDL, trigliserida dan penurunan HDL.Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat kolesterol pada pasien hiperlipidemia di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mutiara Bunda. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif menggunakan metode purposive sampling, data diperoleh dari rekam medik pasien hiperlipidemia yang menggunakan obat antikolesterol rawat jalan di Rumah Sakit Mutiara Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pasien hiperlipidemia yang menggunakan obat antikolesterol rawat jalan yang diperoleh golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan obat statin yaitu simvastatin sebesar (75,73%). Rasionalitas penggunaan obat antikolesterol pada pasien hiperlipidemia berdasarkan tepat diagnosa (100%), tepat pasien (100%), tepat indikasi penyakit (100%), tepat pemilihan obat (100%), tepat dosis (97,09%), tepat cara pemberian (100%), tepat interval waktu pemberian (96,11%). Penggunaan obat antikolesterol pada pasien hiperlipidemia di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mutiara Bunda sebagian besar sudah rasionalitas.
Co-Authors Adyani, Made Ninta Aida Fitri Handika Alvita, Anindya Rarti Andrea, Nabila Angin, M Perangin Anjar Hermadi Saputro Annisa Maulidia Rahayyu Annisa Primadiamanti Ardi Pramono Ardiyansyah Ardiyansyah Arini, Riska Armando, Kusuma Afra Aditya Arnis Paulina Arroyani A. Dilaga Arsito, Puguh Novi Dalili Akhmad, Atika Damayanti Abdul Karim, Dewi Danica Fitri Ardiyanti Dela Natalia Delladari Mayefis Dewi Sartika Dini Mardhiyani Dini Marhiyani Dirga Dirga Dzafitri, Rizka Faridah, Adinda Fitri Nur Fegy Seftia Gayatri Simanullang Handika, Aida Fitri Hari Widada, Hari Hindyana, Daffa Aqilla I Wayan Suryajaya Irma Dwi Damayanti Irna Windari, Nurul Jasmine, Kaylla Rasikha Juwana Janu Khasanah, Zahrotun Khoerunisa, Erin Larasati, Nadhila Lestari, Kaerani Tri Lia Anggreini br Tarigan Lidia Dwi Oktarianti M Perangin Angin Martianus Perangin Angin Marwa Amany Hidayah Maulana, Difa Aryan Mayefis, Delladari Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi Mutiara Alaisia Nabila, Novrilia Atika Nadiah, Syaadatun Naulian, Ni Putu Laura Gloria Nidaul Hasanah Nisa Yulianti Suprahman Nofita Nofita Novita Mulyanti Novitasari, Fia Novrilia Atika Nabila Nugraha, Rifa Akila Nurul Irna Windari Nustia Sri Fahira Oktariza, Yasinda Primadiamanti, Annisa Putri Amelia Rooswita Putri Amelia Rooswita Putri, Suci Ananda Rahayyu, Annisa Maulidia Ramdhani, Adean Naufal Regita Lailie Armina Renni Simorangkir Restiana Sagala Rhazaqna, Desrima Taqwatul Rifki Febriansah Rizky, M. Ali Rooswita, Putri Amelia Sabtanti Harimurti Sabtanti Harimurti, Sabtanti Safitri, Regif Desty Sarmoko Sarmoko Selvi Marcellia Setyonugroho, Winny Sifana, Afiqa Najla Sinaga, Intan Kusuma Wardani Sinaga, Sinaga Sinaga, Vera Magdalena Siti Aisyah Istiqomah Solly Aryza Susi Ari Kristina Tambun, Christina Agitha Febrina Tarigan Tantri Liris Nareswari Taqiyyah Tsamarah, Dinda Tri Murti Andayani Ulfa, Ade Maria Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vania Kahana Lie Hutapea Widyati Widyati Winda Rahmawati Windari, Nurul Irna Winni Nur Auli Yasinda Oktariza Yolanda Okta Syafitri