Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami (Air Kelapa) Pada Sistem Rakit Apung M. Tegar Wiratama; Bejo Suroso; Oktarina Oktarina; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i1.12640

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)terhadap pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) pada sistem rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan bulan, April 2021 - Juni 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot (petak terbagi) dari dua factor (3x3). Dua faktor tersebut yaitu konsentrasi zpt alami (air kelapa) (Z) sebagai petak utama, dalam 3 taraf, yaitu : Z1 = 75 ml/L, Z2 = 150 ml/L, Z3 = 225 ml/L dan varietas pakcoy (V) sebagai anak petak, dalam 3 taraf, yaitu : V1 = Green pakcoy, V2 = White pakcoy, V3 = Brisk Green pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi zpt alami (air kelapa) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L. Perlakuan varietas pakcoy berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah varietas White pakcoy. Interaksi antara konsentrasi zpt alami (air kelapa) dengan varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, interaksi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L dalam varietas White pakcoy
Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Terhadap Hasil Produksi Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Shinta Khuzzaimatul Laili; Iskandar Umarie; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i1.1856

Abstract

Abstrak: Terung (Solanum Melongena L.) adalah tumbuhan yang menghasilka buah yang berasal dari india dan sri lanka yang saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia. Setiap 100 g terung mengandung 26 kalori; 1 g protein; 0,2 g hidrat arang; 25 IU vitamin A; 0,04 g vitamin B; dan 5 g vitamin C. Terung juga dapat dijadikan sebagai obat, karena terung sendiri mengandung alkaloid, solonin, dan juga solosodin yang dapat dijadikan sebagai obat. Proses budidaya yang dilakukan oleh petani di Indonesia tidak bisa lepas dengan penggunaan pupuk kimia, padahal hal tersebut dapat menyebabkan pencemeran lingkungkan dan juga dapat menghilakan mikroorganisme penyubur yang berasal dari tanah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dapat memberikan Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) merupakan sekelompok mikroorganisme tanah yang menguntungkan bagi tanah dan juga bagi tanaman, karena mikroorganisne ini secara aktif mengkolonisasi daerah perakaran (rizosfir) dan berkembang dengan baik pada tanah yang kaya akan bahan organik. Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) memiliki peran utama sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Akan tetapi dalam pemberian Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) harus memperhatikan konsentrasi dan waktu yang akan diberikan karena dengan hal tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman terung. Metode pembuatan Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) yatu dengan membuat biang bakteri yang berasal dari 100 gr akar bambu dan air yang difermentasi selama 3-4 hari. Setelah itu membuat larutan nutrisi yang berbahan molase, terasi, dedak bekatul, kapur sirih, dan air. Semua bahan direbus sampai mendidih lalu didiamkan sampai dingin setalah itu dicampur dengan larutan biang dan difermentasi selama 20 hari. Kosentrasi yang diberikan adalah 30 ml/liter, 40 ml/liter, dan 50 ml/liter. Sedangkan waktu pemberian Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) adalah 7 hst, 14 hst, 21 hst, dan 28 hst. Hasil dari penelitian ini menujukkan konsentrasi 50 ml/liter dengan waktu pemberian 7 hst dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman , jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah pertanaman.
Potensi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (glycine max (l.) Merril) terhadap pemberian zpt bonggol pisang dan poc urin kelinci Erwanto; Iskandar Umarie; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i1.1857

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan satu diantara berberapa jenis tanaman pangan di Indonesia yang popular dikalangan masyarakat. Setiap tahun kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan perkembangan industri dan bertambahnya jumlah penduduk. Akan tetapi meningkatnya kebutuhan terhadap kedelai setiap tahun ini tidak dapat diikuti oleh meningkatnya produksi dan malah produksinya mengalami penurunan. Untuk mencukupi kebutuhan kedelai maka harus melakukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dari bonggol pisang dan pupuk organik cair (POC) dari urin kelinci. Penelitian ini bertempat di Universitas Muhammadiyah Jember. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok factorial yang tersusun sebanyak 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu B0= 0 ml/L B1= 150 ml/L B2= 300 ml/L U0= 600 ml/L U1= 800 ml/L U2= 1000 ml/L. Hasil penelitian menunjukan perlakuan ZPT Bonggol Pisang memberikan perbedaan yang nyata pada parameter jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong, jumlah polong berisi. Pada perlakuan POC Urin Kelinci menunjukkan perbedaan yang nyata pada parameter tinggi tanaman 28 dan 42 HST, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah bintil akar, jumlah bintil akar produktif, dan jumlah polong. Pada interaksi ZPT Bonggol Pisang dan POC Urin Kelinci menunjukkan perbedaan nyata pada parameter tinggi tanaman 28 HST dan berat kering tanaman.
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman terung (solanum melongena l.) Terhadap perbedaan penggunaan mulsa organik dan konsentrasi poc urine kelinci Holida pradani; bagus tripama; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i1.1859

Abstract

Produksi perlu ditambah seiring meningkatnya permintaan terung. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Variasi Penggunaan Mulsa Organik dan Konsentrasi POC. 2 faktor dalam penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dalam 3 ulangan. Faktor yang pertama mulsa organik M1 (Tanpa mulsa) M2 (Jerami) M3 (Seresah daun bambu) M4 (Alang – alang), dan faktor yang kedua konsentrasi POC urine kelinci K1 (12 ml/l) K2 (18 ml/l) K3 (24 ml/l). Mulsa organik berpengaruh secara nyata terhadap parameter. Jumlah pada daun 14, 28, dan 42 hst, tinggi pada tanaman 14, 28, serta 42 hst, temperatur tanah, kelembapan tanah, panjang buah, diameter, berat perbuah dan berat perplot. Perlakuan terbaik ada pada M2. Konsentrasi POC urine pada kelinci berpengaruh secara nyata terhadap parameter tinggi tanaman 42 hst, tempratur tanah, umur berbunga panjang buah, diameter buah, berat perbuah, berat perplot. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan K3. Interaksi antara mulsa organik dan POC urine kelinci berbeda secara nyata terhadap parameter tinggi tanaman 14 hst ,tempratur tanah, panjang buah, diameter buah, berat perbuah.
Penguatan Manajemen Pakan Ternak Kambing dan Pakan Alternatif Berbasis Sumberdaya Lokal Wiwit Widiarti; Syamsul Hadi; Henik Prayuginingsih; Bejo Suroso; Oktarina Oktarina; Abdul Jalil; Taufiq Timur Warisaji; Hudaini Hasbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i1.2146

Abstract

Kebutuhan akan daging kambing di Kabupaten Banyuwangi termasuk di wilayah Kecamatan Kalibaru selama periode tahun 2019 – 2022 cenderung semakin tinggi, tetapi di sisi lain produksi daging kambing cenderung menurun. Desa Kebonrejo adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi memiliki ternak kambing atau domba minimal lima ekor kambing tiap KK. Hal ini berarti jumlah populasi ternak kambing mencapai sekitar 2500 ekor dan hal ini akan berimplikasi terhadap kebutuhan pakan ternak yang cukup memadai agar pertumbuhan ternak akan berlangsung normal, terutama pada saat musim kemarau. Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan kemampuan bagi peternak dalam aspek manajemen pakan ternak terutama jika musim kemarau tiba dan meningkatkan tingkat keuntungan usahatani dan efisiensi biaya. Metode ini menfasilitasi mitra itu, metode yang diterpkan berupa rekayasa sosial dan teknologi melalui pelatihan dengan pendekatan partisipatif dan pendampingan (supervisi, monitoring & evaluasi). Hasil pelaksanaan kegiatan di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan program dengan uraian sebagai berikut: a) rata-rata perkembangan produksi (bobot kambing) per bulan mencapai 25.78%, b) efisiensi biaya produksi penggemukan ternak sebelum program (1,22) < sesudah program (1,73), dan tingkat keuntungan sesudah pelaksanaan program naik sebesar 99.33%, dan c) mitra tidak kesulitan untuk memberikan pakan ternak rumput pada musim kemarau, karena cukup hanya dengan satu kali per minggu dan mitra dapat mengurangi waktu untuk mencari rumput pada musim penghujan sebesar ± 33% melalui pola pakan alternatif dan pakan rumput dengan pola pakan 4 : 3 hari.
Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Di Smp Muhammadiyah 6 Wuluhan Jember Sebagai Implementasi Program P5 Bejo Suroso; Abdul Jalil; Bagus Tripama; Hudaini Hasbi; M. Hazmi
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i4.3584

Abstract

SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan Merupakan Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Dalam Persyarikatan Muhammadiyah sekolah dasar sampai menengah berada dibawah tata kelola Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan juga menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Sampah daun dapat ditemukan di sekitar lingkungan seperti lingkungan SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan yang banyak ditumbuhi pepohanan dimana setiap harinya, pepohonan akan mengugurkan daunnya sehinggamenghasilkan sampah daun yang cukup banyak. Tujuan pengabdian ini adalah mengubah sampah organic menjadi pupuk kompos yang dapat di manfaatkan untuk pupuk ramah lingkungan untuk tanaman toga yang ada di greenhose dan tanaman bunga yang ada di sekitar sekolah. Metode dalam pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktek dengan alur persiapan sosialisasi dan penyamaan persepsi, Melalui pengabdian masyarakat ini, terlihat adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk kompos serta gotong royong, kreatifitas dan nalar kritis siswa saat bertanya dan menyelesaikan permaslahakan kelompok secara mandiri.
Pelatihan Dan Implementasi Mini Minaponik Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin Bejo Suroso; Abdul Jalil; Faridatul Munawaroh; Dhiaz Ari Priyandana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian pangan telah menjadi salah satu isu krusial di Indonesia, terutama dalam rangka menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Yayasan Al-Muhlishin Pakem, Bondowoso, merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sebagai yayasan yang berorientasi pada kemandirian masyarakat, mereka menghadapi beberapa tantangan utama, terutama dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Program Pelatihan dan Implementasi Mini Minaponik untuk Meningkat- kan Kemandirian Pangan dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern yang ramah ling- kungan dan efisien, khususnya dalam hal mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan imple- mentasi sistem mini minaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem siklus air tertutup. Pelatihan yang diadakan pada 28 Februari 2025 dan implementasi pada 16 Maret 2025 diikuti oleh delapan pengurus yayasan yang diberdayakan untuk memproduksi pangan secara mandiri. Selain itu, program ini juga memberikan bantuan tambahan berupa PC baru dengan spesifikasi Core i7 untuk mendukung administrasi yayasan yang sebelumnya terganggu oleh perangkat lama. Hasil dari program ini meliputi peningkatan keterampilan teknis peserta dalam mengelola mini minaponik, pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan, serta peningkatan kapasitas yayasan dalam mengelola administrasi. Pro- gram ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan keluarga, dan memperluas keberlanjutan program melalui replikasi di tingkat komunitas lainnya.