Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEKTIVITAS ATRAKTAN ALAMI TERHADAP Aedes aegypti PADA PERBEDAAN WARNA PERANGKAP Hasni Ummul Hasanah, Dwi Sucianingtyas Sukamto, Iva Novianti
BIOMA Vol 2, No 2 (2017): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v2i2.819

Abstract

Aedes aegypti adalah nyamuk yang berpotensi untuk menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui gigitannya. Hasil pengamatan di lapang menunjukkan nyamuk Aedes memiliki kecenderungan menyukai warna gelap. Tetapi, penelitian secara ilmiah tentang hal ini belum diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah warna perangkap dan background pada atraktan (fermentasi gula) berpengaruh terhadap jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial, warna Perangkap (T) dan warna background (B), dengan 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Warna perangkap yang digunakan yaitu hitam (H), putih (P), dan bening (B), sedangkan warna background yang digunakan yaitu hitam (H) dan putih (P). Variasi perlakuan pada penelitian ini yaitu THBH, THBP, TPBH, TPBP, TBBH, dan TBBP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengamati langsung di lapang jumlah nyamuk yang terperangkap selama 2 minggu setiap jam 09.00 WIB. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan Trapping Hitam Background Hitam (THBH) dapat menangkap nyamuk dengan jumlah terbanyak di antara perlakuan lainnya. Kata Kunci : Atraktan alami, Aedes aegypti, Warna Trapping 
Pengaruh Pupuk Organik Kayu Apu-Apu (Pistia stratiotes) pada Pertumbuhan dan Produktivitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Hasni Ummul Hasanah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 4 No 2 (2022): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v4i2.722

Abstract

ABSTRAK Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Pupuk organik sangat dianjurkan pada budidaya tanaman, karena memiliki banyak keunggulan dari pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kayu apu-apu pada pertumbuhan dan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan pengambilan sampel teknik random sampling. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol negatif (tanpa kompos), kontrol positif (pupuk Phonska), kompos apu-apu 20%, kompos apu-apu 40%, dan kompos apu-apu 80%. Analisis data menggunakan uji Anova dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Aplikasi pupuk organik 80% memberikan hasil terbaik terhadap semua parameter pengamatan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pupuk pengganti pupuk kimia (Phonska) dalam budidaya cabai rawit.
Efektivitas Pemanfaatan Briket Tebu Hasil Buangan Limbah Pabrik Gula sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea) Hasni Ummul Hasanah; Adi Suparwanto; Dwi Nur Rikhma Sari; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 2 No. 1 (2020): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v2i1.328

Abstract

Peningkatan produksi sawi dapat dilakukan dengan pemupukan. Penambahan bahan pupuk organik dalam bentuk briket menjadi salah satu alternatif untuk pengganti pupuk anorganik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuann dan 6 kali ulangan. Data penelitian dianalisis dengan uji Anova yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tebu memiliki tingkat efektivitas yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik pada budidaya tanaman sawi. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil analisis Anova yang signifikan pada parameter tinggi tanaman dan berat basah, sedangkan pada parameter jumlah daun tidak signifikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan pupuk organik briket tebu 0,5 kg, pada semua parameter pengamatan.
Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Herbisida Organik terhadap Pertumbuhan Gulma pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica Juncea) Hasni Ummul Hasanah; Lila Maharani; Hilyatul Afifah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 2 No. 2 (2020): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v2i2.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi herbisida organik dari ampas tebu terhadap pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah dan jenis gulma. Data dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ampas tebu berpengaruh nyata terhadap jumlah gulma, tetapi tidak berpengaruh terhadap jenis gulma yang muncul. Aplikasi herbisida organik terbaik ada pada dosis 1 kg ampas tebu, walaupun dosis ini belum dapat mengalahkan efektivitas dari aplikasi herbisida kimia.
The Effect of Fermented Shallot Skin on The Growth Of Muscle Plants (Brassica Juncea) Waris Waris; Hasni Ummul Hasanah; Raudhatul Hasanah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 3 No. 2 (2021): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v3i2.623

Abstract

Shallot skin is a kitchen waste that contains good nutrients for plant growth. Shallot skin contains calcium, phosphorus, and iron. The fermented shallot skin has nutrients N-total 1.29%, C-organic 17.32%, P2O5-total 0.46%, K2O-total 0.70%, and so on. This study aims to determine the effect of shallot skin fermentation on the growth of mustard (Brassica juncea) plants. This research was conducted using a Randomized Block Design method consisting of 6 treatments and 4 replications, including; P0 (without fertilizer as negative control), P1 (inorganic fertilizer as positive control), P2 (25 gr), P3 (50 gr), P4 (75 gr), and P5 (100 gr). The observed growth parameters include; plant height, number of leaves, wet weight, and leaf area of ??mustard plants. The data obtained were analyzed using Anova analysis at a 95% confidence level, then further tested with Duncan's test. The results of this study showed that the application of organic fertilizer from the fermented shallot skin had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, and wet weight, but had no significant effect on leaf area of ??mustard plants. Treatment of organic fertilizer from shallot skin at a dose of 25 grams can replace the application of inorganic fertilizer (urea) on all parameters, except for leaf area.
Pengaruh Pupuk Organik Kayu Apu-Apu (Pistia stratiotes) pada Pertumbuhan dan Produktivitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Hasni Ummul Hasanah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 4 No. 2 (2022): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v4i2.722

Abstract

ABSTRAK Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Pupuk organik sangat dianjurkan pada budidaya tanaman, karena memiliki banyak keunggulan dari pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kayu apu-apu pada pertumbuhan dan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan pengambilan sampel teknik random sampling. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol negatif (tanpa kompos), kontrol positif (pupuk Phonska), kompos apu-apu 20%, kompos apu-apu 40%, dan kompos apu-apu 80%. Analisis data menggunakan uji Anova dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Aplikasi pupuk organik 80% memberikan hasil terbaik terhadap semua parameter pengamatan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pupuk pengganti pupuk kimia (Phonska) dalam budidaya cabai rawit.
Respon Aplikasi Pupuk Organik Kotoran dan Urine Itik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brasicca Juncea L.) Hasni Ummul Hasanah; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 4 No. 1 (2022): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v4i1.1047

Abstract

Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan dari suatu proses produksi salah satunya limbah peternakan yang dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang apabila tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Pemanfaatan beberapa konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar kotoran dan urine itik pada penelitian ini diharapkan mampu menyediakan unsur hara yang lengkap khususnya unsur hara makro bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan (kontrol, POC 50 gr, POC 100 gr, POC 250 gr, dan POC 500 gr) dan 4 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan Anova dan uji lanjut Duncan, menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar kotoran dan urine itik berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemupukan POC dengan konsentrasi 250 gr berpengaruh paling bagus terhadap semua parameter pengamatan.
Pengaruh Ekstrak Daun Bahagia (Dieffenbachia Sp.) terhadap Mortalitas Kecoa (Periplanetta Sp.) Hasni Ummul Hasanah; Evi Hanizar
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 1 (2023): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i1.1143

Abstract

Kecoa (Periplanetta sp.) adalah salah satu serangga rumah tangga yang paling umum kita temukan di berbagai tempat. Kecoa juga menjadi vektor mekanis untuk beberapa penyakit seperti diare, keracunan makanan, tipus, disentri, polio, hepatitis a, dan cholera. Hal ini karena tubuh kecoa mampu mentransmisikan bakteri patogen seperti Salmonella sp., Staphylococcus sp., Streptococcus sp., Shigella sp. dan bakteri patogen lainnya. Cara pengendalian yang biasa digunakan selama ini adalah secara kimiawi menggunakan insektisida kimia yang memiliki dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan. Penggunakan insektisida nabati diperlukan agar mengurangi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh zat kimia. Daun bahagia (Dieffenbachia sp.) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai daya zat penolak (repellent) dan anti mikroba. Kandungan ekstrak daun Bahagia (Dieffenbachia sp.) dapat mengganggu sistem respirasi yang dapat mematikan kecoa (Periplanetta sp.). Kontrol positif menggunakan insektisida kimia dan ekstrak Daun Bahagia (Dieffenbachia sp.) menghasilkan jumlah mortalitas yang sama, akan tetapi pada menit ke lima, kontrol positif lebih cepat waktu mortalitasnya dibandingkan ekstrak daun Bahagia (Dieffenbachia sp.). Penggunaan daun Bahagia (Dieffenbachia sp.) berpotensi menjadi insektisida alami yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan karena daun Bahagia (Dieffenbachia sp.) memiliki kandungan yang dapat membasmi serangga yaitu flavonoid dan minyak atsiri.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Pupuk Organik Cair dari Batang Pisang terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa) Lila Maharani; Hasni Ummul Hasanah; Mohammad Ersadi
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 1 (2023): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i1.1182

Abstract

Penggunaan pupuk organik diperlukan untuk kesuburan tanah dan meningkatkan hasil tanaman khususnya sawi pakcoy karena pemanfaatan limbah organik masih belum optimal untuk pertumbuhan sawi pokcoy, sedangkan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengertahui Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Pupuk Organik Cair dari Batang Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. dengan faktor faktor berikut Pupuk urea Tanpa pupuk KS 100 g + BP 400 ml KS 150 g + BP 500 ml KS 200 g + BP 600 ml Terdapat 5 kombinasi perlakuan yang masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi pupuk organik kotoran sapi dan batang pisang berpengaruh signifian terhadap parameter pengamatan luas daun dan berat basat dengan berturut turut perlakuan yang paling berpengaruh adalah Pupuk Urea , P3, P2, P1 dan KN. Kombinasi Pupuk organik kotoran sapi dan pupuk organik cair batang pisang berpengaruh nyata terhadap luas daun Pakcoy dan berat basah tanaman pokcoy, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berat kering tanaman pakcoy.
Analysis of the Quality of Ecoenzymes and Their Effect on the Growth of Mustard Greens (Brassica juncea L.) Fatimatuz Zuhro; Hasni Ummul Hasanah; Lila Maharani
BIOEDUKASI Vol 21 No. 3 (2023)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v21i3.39565

Abstract

Making ecoenzymes is one of the solutions to reduce the quantity of organic waste which has been increasing lately. Ecoenzymes are liquid extract products produced from fermentation of vegetable and fruit residues with brown sugar or molasses as a substrate. Types of vegetables and fruits used as ecoenzyme ingredients can affect the levels of minerals or nutrients contained in ecoenzymes. Information about this will be an important consideration in the process of making ecoenzymes as Liquid Organic Fertilizer. This study aims to determine the quality of ecoenzymes from fruit and vegetable combinations, and to determine the effect of ecoenzymes on the periodic growth of mustard plants. Analysis of the quality of ecoenzymes was carried out through physical and chemical observations using laboratory tests, while analysis of the effect of ecoenzymes was carried out quantitatively by statistical tests using the SPSS application. The results showed that the ecoenzyme liquid contains macro nutrients (N, P, and K), and has a significant effect on the growth parameters of mustard plants.