Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Faktor Kimiawi Kulit Durian Sebagai Potensi Sumber Antikolesterol Alami Maharani, Lila; Zuhro, Fatimatuz
bionature Vol 18, No 1 (2017): april 2017
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.789 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v18i1.5588

Abstract

Abstract. The high fat in cooking, the provision by frying, the low consumption of fiber from vegetables, the effects of free radical will gradually cause the buildup of fat and cholesterol in the blood. Albedo durian contains essential oils, flavonoids, and saponins that have the potential in the process of prevention or treatment of diseases associated with free radicals, such as cholesterol. This study aims to determine the potential of local durian albedo and durian montong as a natural agent controlling cholesterol in the body. The study was conducted by analyzing the phytochemical samples of local albedo albedo and durian montong in the laboratory. The results showed that the phytochemical compounds contained in the local durian were equal to the durian montong, which included; saponins, flavonoids, tannins, and triterpenoids. Both samples of albedo durian proved to contain no phytochemical compounds of alkaloids and steroids.Keywords: analysis of phytochemicals, albedo durian, blood cholesterol.l park, herbs vegetation. 
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TABULAMPOT JAMBU AIR MDH (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M. Perry) Yusfi Afidah; Fatimatuz Zuhro; Hasni Ummul Hasanah; Sugeng Winarso; Mohammad Hoesain
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.472 KB)

Abstract

MDH water apple is one type of fruit plant that can be cultivated intabulampot. Facts in the field indicate that planting it in tabulampotmakes the plant bear fruit faster. Another factor that determines theproduction of MDH guava is fertilization, including fertilizing withorganic matter. Besides giving organic fertilizer, the right time whenapplying fertilizer is also important in determining the growth of MDHguava. The purpose of this study was to determine the effect of the timeof manure on the vegetative growth of MDH guava. This research wasconducted in the green house in March to August 2018. This study useda randomized block design with 9 repetitions and 3 treatments, namely:(1) fertilization at the beginning of planting, (2) fertilization in the 1stand 3rd month after planting, and (3) fertilization in the 1st and 5thmonths after planting. Data were analyzed using ANOVA test. Theresults of this study indicate that manure has a significant effect on thenumber of leaf parameters, but does not significantly affect plantheight, number of primary branches, and number of secondarybranches. The best growth results were obtained at two time offertilizing in MDH water apple. Keyword : MDH water apple, manure, tabulampot, time of fertilizing.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN MEDIA ORGANIK EKSTRAK UBI JALAR (Ipomoea batatas L) PADA PERTUMBUHAN SUBKULTUR ANGGREK Cattleya sp. Shinta Nurdika Meilani; Septarini Dian Anitasari; Fatimatuz Zuhro
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.744 KB) | DOI: 10.25273/florea.v4i1.1166

Abstract

 Orchids (Chattleya sp) is popular plant which is favorted by peoples and has higt economic value. It’s price Rp. 562,000 / plant. Tissue culture technique is needed to produce this flower quicky than conventional technique. This study have aims to determine the effect of some medium concentration of organic sweet potato (Ipomoea batatas L) on growing Cattleya sp and for knowing the best of concentration on the growth of  Chattleya sp. The method used was Completely Random Design (RAL) with four of factors, that is: 0 g / L, 75 g / L, 150 g / L, and 300 g / L. The results were analyzed with Anova test and Duncan test multiple ranger test at the level of 5%. Each treatment was repeated six times. Parameters were observed are the number of new shoots, long leaf, number of leaves, leaf width, long roots, and height of the plant for 5 weeks. Based on the results of analysis showed that the sweet potato extract on 150 g / L concentration give the best results in long root parameter, the concentration of 75 g / L gived the best results to long leaf parameter and concentration of 300 g / L gived the best effect against leaf width. Same concentrations of sweet potato did not give significantly effect to number of new shoots, plantlets height, and number of leaves. 
Pengaruh Konsentrasi Daun Belimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi L.) dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Fisik Telur Puyuh Sari Wiji Utami; Silfiatus Saadah; Fatimatuz Zuhro
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 3 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i3.2319

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas fisik telur puyuh yang telah direndam dengan ekstrak daun belimbing wuluh dan telah disimpan selama beberapa minggu. Penelitian ini menggunakan 108 butir telur puyuh umur 0 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirsak (0%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) dan 6 lama waktu penyimpanan (0, 1, 2, 3, 4, dan 5 minggu) dengan tiga ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ekstrak daun berpengaruh nyata terhadap bobot telur, bobot kerabang, bobot putih telur, skor kuning telur, pH albumin, Haugh Unit (HU), dan tebal cangkang telur puyuh. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata terhadap berat kerabang, pH albumin, dan tebal kerabang telur puyuh.
Analisis Gizi Limbah Ampas Kedelai Sebagai Tepung Subtitusi Mie untuk Menunjang Sumber Belajar Mata Kuliah Biokimia Anggi Dwi Putri; Fatimatuz Zuhro; Ismul Mauludin Al Habib
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 1 No 1 (2018): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.519 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v1i1.249

Abstract

Research this aim to know nutritional proximate analysis of okara noodle products that have the potential to add protein values and dietary fiber to noodles and whether this research can be used as a source of biochemistry learning resources. The initial stage of this research is the flouring okara followed by making wet noodle okara and analyze the nutritional content characterized by the high content of fiber and protein than wheat flour. The results showed that the nutritional value of wet noodles with okara flour substitution had 6.7% protein, ash 0.27%, water 66%, carbohydrate 26%, fat 0.5%, and fiber 2.4%. The content of okara noodle fiber is able to meet the sufficiency of fiber consumption recommended by United States Department of Agriculture (USDA) amount 25 - 30g for a day . Substitution of okara flour can significantly increase the value of protein and dietary fiber in wet noodles. Data of research result from nutrient analysis of okara noodles using proksimat method can also be used as supporting source of biochemistry course study Keywords : proximate test, okara noodles, waste, learning resources
KARAKTERISASI PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR KOTORAN HEWAN Fatimatuz Zuhro; Hasni Ummul Hasanah; Sugeng Winarso; Mohammad Hoesain; Didin Arifandi
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2192

Abstract

ABSTRAKLimbah peternakan, seperti kotoran hewan, jika tidak dimanfaatkan dengan bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan berupa pencemaran udara, air dan tanah, menjadi sumber penyakit, dapat memicu peningkatan gas metan dan juga gangguan pada estetika dan kenyamanan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memanfaatkan limbah peternakan menjadi produk yang berguna, di antaranya menjadikannya sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan memiliki karakter sesuai dengan pupuk organik SNI (Standart Nasional Indonesia-2011). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui analisis laboratorium beberapa sampel pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan dan membandingkan hasilnya dengan standart pupuk organik SNI-2011. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik  yang dihasilkan pada penelitian ini telah sesuai dengan SNI -2011, kecuali pada kadar air dan unsur hara makro (N, P, dan K). Kadar air masih harus diturunkan agar sesuai dengan SNI-2011. Selain itu, masih perlu upaya untuk meningkatkan kandungan unsur hara makro  pada pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan agar sesuai dengan SNI-2011.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK DIPERKAYA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF TABULAMPOT JAMBU AIR MADU DELI HIJAU (Syzygium samarangense (blume) Merr. & L.M. Perry). Fatimatuz Zuhro; Hasni Ummul Hasanah; Sugeng Winarso; Siti Habibah
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1811

Abstract

Pupuk organik diperkaya memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, sehingga cocok diaplikasikan pada budidaya tabulampot jambu air Madu Deli Hijau (MDH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk organik diperkaya terhadap pertumbuhan vegetatif  tabulampot jambu air MDH. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan mulai bulan Maret sampai Juli 2018, menggunakan rancangan acak kelompok  dengan 3 perlakuan, yaitu: kontrol negatif (tanpa pupuk), kontrol positif (penambahan Urea dan NPK), dan penambahan pupuk organik dosis 3 kg/pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik diperkaya berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan jumlah daun dan jumlah cabang primer, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pertambahan tinggi dan jumlah cabang sekunder. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik diperkaya memiliki pengaruh yang sama dengan kontrol positif, sehingga aplikasi pupuk organik diperkaya pada tabulampot jambu air MDH dianggap  efektif dan mampu menggantikan aplikasi pupuk anorganik.
POTENSI PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS DAN KULIT MANGGIS TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK ASIN Sari Wiji Utami; Rindu Ayu Agustin; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang lengkap dan harga terjangkau. Tetapi, telur memiliki sifat yang mudah rusak, baik kerusakan fisik maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori cangkangnya. Sifat telur yang mudah rusak menyebabkan perlunya metode penanganan sehingga telur memiliki daya simpan yang cukup lama, salah satunya melalui proses pengawetan dengan pengasinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis terhadap kualitas fisik telur itik asin. Kualitas fisik yang diteliti, antara lain; berat telur, tinggi putih telur, Haugh Unit (HU), dan warna kuning telur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test, yaitu membandingkan sample telur asin tanpa perlakuan (kontrol) dan telur asin dengan perlakuan penambahan ekstrak daun beluntas dan kulit manggis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan daun beluntas dan kulit manggis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi putih, HU, dan warna kuning telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter berat telur.
DAMPAK SOSIALISASI APLIKASI ASAP CAIR ORGANIK TERHADAP PENGENDALIAN BULAI TANAMAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI KARANG ASEM INDAH KABUPATEN SITUBONDO Ika Kusumawati; Fatimatuz Zuhro
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair organik adalah hasil kondensasi uap dari bahan organik yang dibakar yang mengandung senyawa lignin, selulosa, hemiselulosa, serta senyawa karbon lainnya seperti; kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, serbuk gergaji, dan sebagainya. Kandungan senyawa dalam asap cair terbukti efektif dalam mengendalikan berbagai serangan hama dan penyakit tanaman, salah satunya penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosialisasi aplikasi asap cair organik terhadap pengendalian bulai tanaman jagung pada Kelompok Tani Karang Asem Indah Kabupaten Situbondo. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji paired sample t-test, yaitu membandingkan pengetahuan petani sebelum sosialisasi (pre-test) dan setelah sosialisasi (post test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi memberikan dampak positif (berbeda nyata) terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang aplikasi asap cair organik pada pengendalian bulai tanaman jagung.
Efek Persentase Genangan Air terhadap Waktu pada Hipoksia Beberapa Aksesi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Ismul Mauludin Al Habib
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v1i2.256

Abstract

Penggunaan aksesi yang toleran terhadap genangan sangat dibutuhkan dalam rangka menekan kerugian dalam budidaya tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah presentase genangan air memiliki efek terhadap waktu pada hipoksia tanaman tembakau . Penelitian ini dilaksanakan di Green House UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Jember.. Penelitian dilaksanakan mengikuti Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan kombinasi 2 perlakuan: presentase genangan air (0%, 20%, 40%, 60%) dan aksesi tembakau (33 aksesi ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan dengan genangan air pada varietas yang berbeda-beda memberikan pengaruh terhadap waktu bertahan aksesi tembakau dalam kondisi hipoksia. Semakin besar presentase genangan air, maka waktu bertahan aksesi tembakau dalam kondisi hipoksia semakin kecil. Hasil rerata waktu bertahan aksesi tembakau terhadap genangan air secara berurutan menunjukkan rerata waktu 75,37, 82,93, 91,29. dan 175 jam.