Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU Herlinawati Herlinawati; Pujiati Pujiati
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.925 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.8

Abstract

Kader posyandu adalah wanita yang di pilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah- masalah kesehatan perorangan maupun masyarakat untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Keaktifan kader posyandu yang berada di wilayah kerja puskesmas kejaksan telah mencapai 75% yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berkaitan dengan keaktifan kader posyandu seperti umur, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuersioner dari populasi 117 kader di Wilayah Kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon dengan sampel sebanyak 53 kader yang dipilih berdasarkan metode proportional random sampling dan simple random sampling. Uji analisis untuk melihat hubungan variabel bebas dan terikat dengan uji Chi-Square. Data penelitian diolah secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan secara statistik antara keaktifan kader di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon menurut umur, pekerjaan, dan pendidikan serta ada hubungan antara keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon dengan pengetahuan.Kata Kunci: Pendidikan, pekerjaan, keaktifan kader AbstractPosyandu Cadre is selected by the community and trained to deal with problems of health of individuals or communities to work in a relationship that is very close to the places where the granting of health services.Posyandu cadre of liveliness in the workplace clinics kejaksan has reached 75%.This research aims to know the factors relating to the liveliness of the posyandu cadre such as age, education, work and knowledge. The methods used in this research is descriptive analytic with cross sectional design research use.Data collection was done with interviews and observations using the kuersioner of the population 117 cadres in the region the city of Cirebon Kejaksan Clinics with samples as much as 53 cadres who are selected based on the method of proportional random sampling and simple random sampling.Test analysis to see the free and bound variables relationship with Chi-Square test.Research data was processed using SPSS quantitatively. The results of this study found the lack of relationship statistically between the liveliness of the cadres in the region the city of Cirebon Kejaksan Clinics according to age, occupation, and education as well as there is a connection between the liveliness of the cadres of posyandu in working area Clinics The city of Cirebon Kejaksan with knowledge. Recommended for health services required the presence of supervision and posyandu cadre training, especially holders of the program and related institutions to improve the posyandu directly, and to conduct training and coaching clinics on a regular basis regarding posyandu, basic tasks and functions of posyandu cadre that is in focus to low-educated cadres and cadres.Keywords: Education, work, activeness of cadres
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN TAMBANG Herlinawati Herlinawati; Hayyatun Nubus
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.57 KB) | DOI: 10.38165/jk.v7i1.117

Abstract

Berdasarkan hasil dari data kinerja karyawan PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon pada bulan Juni tahun 2015 menunjukkan output kerja atau pencapaian kerja masih kurang dari target yang diharapkan maka hasil produksi perhari belum menunjukkan kinerja yang baik yang dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor internal organisasi, yaitu program kesehatan dan keselamatan kerja dimana pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja yang masih kurang baik sehingga kinerja karyawannya pun kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kinerja karyawan bagian tambang di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015. Rancangan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian tambang di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015 sebanyak 112 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 52 karyawan yang diambil secara Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan cara angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi-Square pada taraf kepercayaan 5% (0,05). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai P value = 0,020 pada taraf kepercayaan 5% karena nilai P value = 0,020 lebih kecil dari 0,05 (0,020 ≤ 0,05). Sehingga Ha diterima yang menyatakan ada hubungan antara pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kinerja karyawan bagian tambang PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015.Kata Kunci          : Kesehatan Keselamatan Kerja, Kinerja Karyawan   ABSTRACTBased on the results of the performance data of employees of PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon in June 2015 shows the output of work or achievement of work is still less than the expected target, the production  day has not shown good performance enabled influenced by factors internal to the organization, a program of health and safety where implementation of the program occupational health and safety are still not good so the performance was less good employees. The purpose of this study was to determine the relationship of the program with the occupational health and safety performance in the mining section of employees of PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015. The design of this study was cross sectional. The study population is all employees of the mine in PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon in 2015 as many as 112 employees. The total sample of 52 employees who were taken by simple random sampling. Methods of data collection using the questionnaire method. Date were statistically analyzed using Chi-Square test at the level of 5% (0.05). Results of statistical test by using Chi-Square test values obtained P value = 0.020 confidence level of 5% since the value P value = 0.020 less than 0.05 (0.05 ≤ 0.020). So Ha is received stating there is a relationship between the implementation of occupational health and safety program with employee performance of the mining PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015.Keywords: Health Safety at Work, Employee Performance
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN Imroatul Azizah; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.176

Abstract

Laporan hasil pendataan PHBS tatanan sekolah tahun 2012 memperlihatkan bahwa anak usia Sekolah Dasar di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon belum memiliki kebiasaan yang menunjuk perilaku hidup bersih dan sehat. Sedangkan dari pihak puskesmas sudah dilakukan penyuluhan setiap tahunnya disekolah-sekolah namun hasil dari penerapannya pada siswa disekolah masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswa kelas VI di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon Tahun 2013. penelitian ini menggunakan metode pra experimen design dengan pendekatan one group pretest posttest dalam rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Jumlah sampel sebanyak 30 dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis perbedaan dua perlakuan dengan uji T. Untuk pengetahuan perilaku hidup bersih siswa sebelum diberikan penyuluhan adalah pada kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (66,7%). Kemudian hasil penelitian yang menunjukan bahwa pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat siswa sesudah diberikan penyuluhan dalam kategori baik yaitu sebanyak 27 responden (90,0%) Hasil pengujian hipotesis di peroleh nilai T (T test) 2.249 dan nilai sig. (p-Value) 0,032.Kata Kunci  : Pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat ABSTRACTReport school survey results PHBS order in 2012 showed that elementary school-age children in SDN 1 Watubelah Cirebon has a habit of pointing yet clean and healthy lifestyle behaviors. While the parties have conducted outreach clinic every year in schools, but the results of its application to the school students are still lacking. The purpose of this study was to determine differences in knowledge of healthy living behaviors before and after counseling on sixth grade students at SDN 1 Watubelah Cirebon in 2013. This study uses a pre-experimental design with one-group pretest-posttest approach in this design there is no comparison group (controls), but at least we have made the first observation (pretest) that allows to test the changes that occurred after the experimental (program). The total sample of 30 by using the total sampling. Data were obtained through a questionnaires with interview. this analysis technique using two different analytical techniques to test treatment T. To the knowledge of hygienic behavior of students before giving information on both categories are as many as 20 respondents (66.7%). Then the results of the study showed that knowledge of clean and healthy lifestyle after given counseling students in both categories as many as 27 respondents (90.0%) in the hypothesis testing results obtained values T (T test) and 2,249 sig. (P-value) of 0.032.  Keywords : Knowledge, clean and healthy lifestyle
HUBUNGAN ANTARA STRESS KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI Herlinawati Herlinawati; Laelatul Qodriyah
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.138

Abstract

Berdasarkan data dari produktivitas pegawai PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon pada bulan Maret hingga Mei tahun 2014 terjadi penurunan produktivitas pada pegawai bagian produksi packing yang dimungkinkan dipengaruhi oleh indikator stres kerja (sering mengalami pusing, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak bisa mengontrol emosi, mudah marah, dan tidak bisa berkonsentrasi selama bekerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional populasi penelitian ini adalah pegawai bagian produksi packing sebanyak 45 responden pegawai bagian produksi yang bekerja di PT.Cipta Rasa Utama Cirebon. Sampel diambil dengan metode Simple Random sampling dengan undian Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi data hasil produksi dari PT.Cipta Rasa Utama. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji statistik Rank spearman pada tingkat kemaknaan 5% atau (0,05).Hasil uji statistik analisis menggunakan rumus Rank Spearman diperoleh nilai ρ = 0,03 pada taraf kepercayaan 5% karena nilai ρ = 0,03 lebih kecil dari 0,05 (0,03 ≤ 0,05) sehingga Ha diterima yang menyatakan ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat produktivitas kerja pada bagian produksi PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon Tahun 2014.Kata Kunci : Stres Kerja, Produktivitas Kerja ABSTRACKBased on the results of employee productivity data PT.Cipta Major Pain Cirebon in March to May 2014 there is a decrease in employee productivity made possible the production of packing is affected by occupational stress indicator (often experience dizziness, headache, indigestion, can not control emotions , irritable, and unable to concentrate during work). This study aims to determine the relationship between Work Stress At Work Productivity Part Production Workers in Major Pain PT.Cipta Rasa Utama Cirebon in 2014. The study design was observational with cross sectional approach. The samples were 45 respondents employees who work in the production of the Main Pain PT.Cipta Cirebon. Samples taken with the way the draw random sampling method. Data collection techniques using the checklist sheet and if the production data of the Main Pain PT.Cipta. Processing techniques and data analysis was done by Spearman Rank statistik test at a significance level of 5% or (0.05). Statistical analysis of test results using the Spearman Rank formula obtained value of ρ = 0.03 at 5% confidence level because the value of ρ = 0.03 is smaller than 0.05 (0.03 ≤ 0.05) Ha received stating that there is a relationship between work stress to the productivity of labor in the production PT.Cipta Rasa Utama Cirebon 2014.Keywords: Job stress, work productivity
Soail Ekonomi dan Pengetahuan dengan Pemanfaatan Pelayanan Pada Era Pandemi Covid-19 Herlinawati Herlinawati; Iin Kristanti; Rokhmatul Hikhmat
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.858

Abstract

Penurunan Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas di era  Covid-19, dimungkinkan terdapat faktor lain seperti kurangnya pengetahuan tentang pelayanan BPJS yang di sediakan di Puskesmas. Berdasarkan survey pendahuluan dari segi jarak letak Puskesmas terjangkau dan fasilitas sarana dan prasasarana sudah memadai, sesuai dengan standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi (tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapataan) dan Tingkat Pengetahuan peserta BPJS dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional populasi terdiri dari peserta BPJS di wilayah kerja UPT Puskesmas Pegambiran sejumlah 17.330 jiwa dengan jumlah sampel 100 responden, pengambilan sampel dengan teknik systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan 53% responden memiliki tingkat pendidikan  tinggi, 62% statusnya bekerja, 70% kategori pendapatan rendah, 48% memiliki Tingkat Pengetahuan kurang dan 54% memanfaatkan pelayanan kesehatan. Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pendidikan p-value (0,002), pekerjaan p-value (0,013), Tingkat Pengetahuan p-value (0,000)  dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan sedangkan variabel pendapatan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan p-value (0,148). Penddidikan, pekerjaan dan pengetahuan menentukan perilaku seseorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan, sehingga di perlukan upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan responden.
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU Herlinawati Herlinawati; Pujiati Pujiati
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v10i1.8

Abstract

Kader posyandu adalah wanita yang di pilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah- masalah kesehatan perorangan maupun masyarakat untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Keaktifan kader posyandu yang berada di wilayah kerja puskesmas kejaksan telah mencapai 75% yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berkaitan dengan keaktifan kader posyandu seperti umur, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuersioner dari populasi 117 kader di Wilayah Kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon dengan sampel sebanyak 53 kader yang dipilih berdasarkan metode proportional random sampling dan simple random sampling. Uji analisis untuk melihat hubungan variabel bebas dan terikat dengan uji Chi-Square. Data penelitian diolah secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan secara statistik antara keaktifan kader di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon menurut umur, pekerjaan, dan pendidikan serta ada hubungan antara keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon dengan pengetahuan.Kata Kunci: Pendidikan, pekerjaan, keaktifan kader AbstractPosyandu Cadre is selected by the community and trained to deal with problems of health of individuals or communities to work in a relationship that is very close to the places where the granting of health services.Posyandu cadre of liveliness in the workplace clinics kejaksan has reached 75%.This research aims to know the factors relating to the liveliness of the posyandu cadre such as age, education, work and knowledge. The methods used in this research is descriptive analytic with cross sectional design research use.Data collection was done with interviews and observations using the kuersioner of the population 117 cadres in the region the city of Cirebon Kejaksan Clinics with samples as much as 53 cadres who are selected based on the method of proportional random sampling and simple random sampling.Test analysis to see the free and bound variables relationship with Chi-Square test.Research data was processed using SPSS quantitatively. The results of this study found the lack of relationship statistically between the liveliness of the cadres in the region the city of Cirebon Kejaksan Clinics according to age, occupation, and education as well as there is a connection between the liveliness of the cadres of posyandu in working area Clinics The city of Cirebon Kejaksan with knowledge. Recommended for health services required the presence of supervision and posyandu cadre training, especially holders of the program and related institutions to improve the posyandu directly, and to conduct training and coaching clinics on a regular basis regarding posyandu, basic tasks and functions of posyandu cadre that is in focus to low-educated cadres and cadres.Keywords: Education, work, activeness of cadres
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) PADA KARYAWAN GEDUNG E BAGIAN BENANG Herlinawati Herlinawati; Taufan Azhari
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.72

Abstract

Dari hasil data kecelakaan kerja yang di peroleh pada 15 Mei 2017. Rekapitulasi kecelakaan kerja periode Januari 2016 s/d Desember 2016 PT. ARIDA sebanyak 30 kasus kecelakaan kerja dan yang paling tinggi angka kecelakaan kerjanya terjadi pada bulan November 2016 sebanyak 7 kasus kecelakaan kerja. sedangkan kecelakaan kerja yang terjadi di gedung E bagian benang terjadi pada bulan Juli 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor tindakan tidak aman dan bulan November 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor kondisi yang tidak aman, dari kedua kasus kecelakaan kerja tersebut korban langsung di larikan ke Rumah Sakit. Hal tersebut terjadi karena faktor tindakan tidak aman salah satunya adalah kelalaian dari para karyawan itu sendiri, karena selama bekerja secara langsung mereka kurang kesadaran akan keselamatan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan  perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional.variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku P3K. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA sebanyak 204 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 67 yang di ambil secara sistematik random sampling. Pengumpulan data dengan  menggunakan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data di analisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square dengan nilai a sebesar 0,05 (5%).Dari 67 responden yang diteliti, yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 44,8%, sikap negatif sebanyak 37,3% dan yang tidak pernah melakukan tindakan P3K sebanyak 26,9%. Hasil uji statistik didapatkan bahwa pengetahuan (ρ = 0,176) dan sikap (ρ = 0,113) yang tidak ada hubungan antara perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017.Kata Kunci         : Pengetahuan, Sikap dan Perilaku P3K.  ABSTRACKFrom the result of work accident and data obtained on May 15, 2017. Recapitulation of work accident for period January 2016 to December 2016 PT. ARIDA 30 cases of work accidents and the highest number of accidents occurred in November 2016 as many as 7 cases of work accidents. Where as work accidents occurring in the E building section of the yarn occurred in July 2016 accidents caused by unsafe action factors and by November 2016 accidents caused by unsafe conditions factors, of the two cases of work accident are the victims directly on the run to the hospital. This happens because the unsafe action factors of one of them is the negligence of the employees themselves, because during the work directly they are less aware of his safety. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge and attitude with first aid behavior  on E building employee of tread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.The design in this research using quantitative approach with cross sectional design. The variables studied are knowledge, attitude and first aid behavior. The population of this research is all E building employee of tread PT. ARIDA as much as 204 employees. Number of samples counted 67 taken in systematic random sampling. Data collection using interview. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed statistically using Chi square test with the a value of 0,005 (5%)From 67 respondents who studied, who have low knowledge as much as 44,8%, negative attitude as much as 37,7% and who never did action behavior firs aid on accidents as much as 26,9%. The result of statistic test shows that knowledge ( p 0,176) and attitude ( p 0,113) which there is no relation between first aid behavior in accident to E building employee of thread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.  Keyword               : knowledge, attitude and first aid behavior on accidents
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) Herlinawati Herlinawati; Anang Sofyan Zulfikar
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.94

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Dikeluarkan PP RI Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pasal 5 UU tersebut mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 di perusahaanya, berlaku bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penerapan Sitem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Cirebon Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan Snowball Sampling dengan sampel yaitu Kepala Unit, Kepala seksi K3LH, Ka.Sub.Dept. Teknik, Operator IPAL dan Personil Security, pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam sedangkan instrumen yang digunakan berupa kuesioner, lembar chek list serta dokumentasi dan recorder. Hasil penelitian ini adalah secara umum penerapan SMK3 di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Cirebon hampir semua kriteria terpenuhi namun ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi. Penerapan penetapan kebijakan K3, penerapan perencanaan K3, penerapan pelaksanaan rencana K3 hampir semua kriteria terpenuhi namun ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi dan pemantauan dan evaluasi kinerja K3 sudah terpenuhi semua.Kata kunci              : Analisis, Penerapan SMK3   ABSTRACTOccupational Health and Safety Management System  are part of corporate management system as a whole in order to operation run the risk that gets bearing with utilised job activity most composes safe workshop it, efficient and productive. Issued by PP RI Number 50 Years 2012 about Manajeman's System Implement safety and job healths, section 5 UU that makes compulsory one each company apply  SMK3 at company, apply to firm that employ employ / least labour 100 (a hundred) person or has tall lurching potency zoom. To the effect this research is subject to be knowanalisis is Sitem's implement Occupational Health and Safety Management System  at PT Japfa Comfeed Indonesian Tbk Unit Cirebon Year 2016 .Observational type that is utilized is kualitatif by methodics case study research, its sample utilizes purposive is sampling and Snowball Sampling  which is Section Head K3LH, Ka.Sub.Dept is Tech, WWTP Operator and Security Personnel data collection by way of depth interviews while the instrument used a questionnaire, sheet chekc list documentation and recorder. The results of this study are in general application SMK3 in PT Japfa Comfeed Indonesian Tbk Unit Cirebon almost all the criteria are met, but there are several criteria that have not been fulfilled. Implementation of the policy-setting K3, K3 planning application, the application of the implementation plan K3 almost all the criteria are met, but there are several criteria that have not been fulfilled, and the monitoring and evaluation of the performance of the K3 has fulfilled all.Key words            : Analisis, The Application Of SMK3  
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN TAMBANG Herlinawati Herlinawati; Hayyatun Nubus
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i1.117

Abstract

Berdasarkan hasil dari data kinerja karyawan PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon pada bulan Juni tahun 2015 menunjukkan output kerja atau pencapaian kerja masih kurang dari target yang diharapkan maka hasil produksi perhari belum menunjukkan kinerja yang baik yang dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor internal organisasi, yaitu program kesehatan dan keselamatan kerja dimana pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja yang masih kurang baik sehingga kinerja karyawannya pun kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kinerja karyawan bagian tambang di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015. Rancangan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian tambang di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015 sebanyak 112 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 52 karyawan yang diambil secara Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan cara angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi-Square pada taraf kepercayaan 5% (0,05). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai P value = 0,020 pada taraf kepercayaan 5% karena nilai P value = 0,020 lebih kecil dari 0,05 (0,020 ≤ 0,05). Sehingga Ha diterima yang menyatakan ada hubungan antara pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kinerja karyawan bagian tambang PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015.Kata Kunci          : Kesehatan Keselamatan Kerja, Kinerja Karyawan   ABSTRACTBased on the results of the performance data of employees of PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon in June 2015 shows the output of work or achievement of work is still less than the expected target, the production  day has not shown good performance enabled influenced by factors internal to the organization, a program of health and safety where implementation of the program occupational health and safety are still not good so the performance was less good employees. The purpose of this study was to determine the relationship of the program with the occupational health and safety performance in the mining section of employees of PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015. The design of this study was cross sectional. The study population is all employees of the mine in PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon in 2015 as many as 112 employees. The total sample of 52 employees who were taken by simple random sampling. Methods of data collection using the questionnaire method. Date were statistically analyzed using Chi-Square test at the level of 5% (0.05). Results of statistical test by using Chi-Square test values obtained P value = 0.020 confidence level of 5% since the value P value = 0.020 less than 0.05 (0.05 ≤ 0.020). So Ha is received stating there is a relationship between the implementation of occupational health and safety program with employee performance of the mining PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015.Keywords: Health Safety at Work, Employee Performance