Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN HYGIENE PENJAMAH DENGAN JUMLAH COLIFORM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG Eti Sumiati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.128

Abstract

Peningkatan kebutuhan akan air minum yang sehat dan praktis mendorong tumbuhnya Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) dan hal ini merupakan dasar pilihan masyarakat untuk menggunakan air isi ulang, DAMIU berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan konsumen jika tidak ada regulasi yang efektif, Isu yang terjadi saat ini adalah rendahnya jaminan kualitas terhadap air minum yang dihasilkan. Jika tidak dikendalikan dengan maksimal, akan menimbulkan kerugian bagi kesehatan konsumen. Misalnya keracunan zat kimia persisten maupun penyebaran penyakit melalui air (water borne disease). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan hygiene penjamah dengan jumlah coliform air minum pada DAMIU di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Tahun 2016. Penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan cross sectional study, populasi penelitian adalah seluruh  Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 28 DAMIU. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total sampling yaitu sebanyak 28 DAMIU. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi serta botol sampel yang sudah disteril untuk pengambilan sampel pengujian mikrobiologis air minum. Data dalam penelitian ini dianalisis secara statistik dengan  menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa variabel hygiene penjamah DAMIU (p=0,000) berhubungan dengan variabel coliform (p=0,05) atau dikatakan juga bahwa meningkatnya jumlah coliform pada DAMIU di Kecamatan Gunung Jati berhubungan dengan tingkat higyene penjamahnya.Kata Kunci : Hygiene Penjamah, Coliform, DAMIU ABSTRACTIncreased demand for safe drinking water and practically encourage the growth Depot Water Refill (DAMIU) and this is the basis of people's choice to use water refill, DAMIU potentially negative impact on the health of consumers if there is no effective regulation, Issue happened today is the low quality assurance of the drinking water produced. If not controlled to the maximum, it will cause harm to the health of consumers. Eg persistent chemical poisoning and the spread of disease through water (water borne disease). The purpose of this research was to determine the relationship of hygiene handlers by the number of coliform in drinking water in DAMIU Gunung Jati Subdistrict Cirebon Regency Year 2016. This research is explanatory research with cross sectional study, the study population was the whole Depot Water Refill (DAMIU) which located in the District Gunung Jati Cirebon comprising 28 DAMIU. The sampling was done by using total sampling as many as 28 DAMIU. Methods of data collection using interviews, observations and laboratory tests. The instruments used are questionnaires and observation sheets and sample bottles that have been sterilized for sampling microbiological testing of drinking water. The data were statistically analyzed using Chi Square test with significance level of 5% (0.05) The results of statistical test showed that the variables handlers DAMIU hygiene (p = 0.000) associated with coliform variables (p = 0.05) or say also that increasing the number of coliform DAMIU in District Gunung Jati associated with penjamahnya higyene level.Keywords: Hygiene handlers, Coliform, Depot Water Refill
HUBUNGAN ANTARA STRESS KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI Herlinawati Herlinawati; Laelatul Qodriyah
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.138

Abstract

Berdasarkan data dari produktivitas pegawai PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon pada bulan Maret hingga Mei tahun 2014 terjadi penurunan produktivitas pada pegawai bagian produksi packing yang dimungkinkan dipengaruhi oleh indikator stres kerja (sering mengalami pusing, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak bisa mengontrol emosi, mudah marah, dan tidak bisa berkonsentrasi selama bekerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional populasi penelitian ini adalah pegawai bagian produksi packing sebanyak 45 responden pegawai bagian produksi yang bekerja di PT.Cipta Rasa Utama Cirebon. Sampel diambil dengan metode Simple Random sampling dengan undian Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi data hasil produksi dari PT.Cipta Rasa Utama. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji statistik Rank spearman pada tingkat kemaknaan 5% atau (0,05).Hasil uji statistik analisis menggunakan rumus Rank Spearman diperoleh nilai ρ = 0,03 pada taraf kepercayaan 5% karena nilai ρ = 0,03 lebih kecil dari 0,05 (0,03 ≤ 0,05) sehingga Ha diterima yang menyatakan ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat produktivitas kerja pada bagian produksi PT.Cipta Rasa Utama Kabupaten Cirebon Tahun 2014.Kata Kunci : Stres Kerja, Produktivitas Kerja ABSTRACKBased on the results of employee productivity data PT.Cipta Major Pain Cirebon in March to May 2014 there is a decrease in employee productivity made possible the production of packing is affected by occupational stress indicator (often experience dizziness, headache, indigestion, can not control emotions , irritable, and unable to concentrate during work). This study aims to determine the relationship between Work Stress At Work Productivity Part Production Workers in Major Pain PT.Cipta Rasa Utama Cirebon in 2014. The study design was observational with cross sectional approach. The samples were 45 respondents employees who work in the production of the Main Pain PT.Cipta Cirebon. Samples taken with the way the draw random sampling method. Data collection techniques using the checklist sheet and if the production data of the Main Pain PT.Cipta. Processing techniques and data analysis was done by Spearman Rank statistik test at a significance level of 5% or (0.05). Statistical analysis of test results using the Spearman Rank formula obtained value of ρ = 0.03 at 5% confidence level because the value of ρ = 0.03 is smaller than 0.05 (0.03 ≤ 0.05) Ha received stating that there is a relationship between work stress to the productivity of labor in the production PT.Cipta Rasa Utama Cirebon 2014.Keywords: Job stress, work productivity
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN Sri Mulyati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.159

Abstract

Pangan penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang paling banyak adalah dari masakan rumah tangga. Masakan rumah tangga dapat dikategorikan pada pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Keracunan makanan biasanya erat kaitannya dengan sanitasi dan hygienitas pangan, untuk itu perlu dilakukan pengawasan kualitas mikrobiologis makanan melalui uji colliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tempat, peralatan, personal hygiene, pengetahuan serta hygiene dan sanitasi makanan dengan kualitas mikrobiologis makanan minuman produk IRTP di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 70 buah IRTP di Kabupaten Tegal. Pengambilan sampel melalui metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tempat (p=0,011), personal hygiene (p=0,004), pengetahuan (p=0,022), dan hygiene dan sanitasi makanan (p=0,019), dengan kualitas mikrobiologis makanan.Kata kunci           :   Kualitas    mikrobiologis   makanan ABSTRACT               Food causes Extraordinary Events (KLB) food poisoning is at most of the home cooking. Household cooking can also be categorized on the food production industry Household Food Security (IRTP). Food poisoning is usually closely related to sanitation and food hygienitas, for it is necessary to control the microbiological quality of food through colliform test. This study aimed to determine the relationship between the factor space, equipment, personal hygiene, hygiene and sanitation knowledge and food with microbiological quality food and beverage products IRTP in Tegal regency. The study was observational methods and a cross sectional survey. Its population is 70 pieces IRTP in Tegal regency. Sampling through with proportional random sampling. Collecting data using interviews and observasions. Data analysis using chi square. The results showed that there is a relationship between the place (p = 0.011), personal hygiene (p = 0.004), knowledge (p = 0.022), and hygiene and sanitation of food (p = 0.019) the microbiological quality of food.Keywords             : Quality of food microbiological
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN Imroatul Azizah; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.176

Abstract

Laporan hasil pendataan PHBS tatanan sekolah tahun 2012 memperlihatkan bahwa anak usia Sekolah Dasar di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon belum memiliki kebiasaan yang menunjuk perilaku hidup bersih dan sehat. Sedangkan dari pihak puskesmas sudah dilakukan penyuluhan setiap tahunnya disekolah-sekolah namun hasil dari penerapannya pada siswa disekolah masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswa kelas VI di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon Tahun 2013. penelitian ini menggunakan metode pra experimen design dengan pendekatan one group pretest posttest dalam rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Jumlah sampel sebanyak 30 dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis perbedaan dua perlakuan dengan uji T. Untuk pengetahuan perilaku hidup bersih siswa sebelum diberikan penyuluhan adalah pada kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (66,7%). Kemudian hasil penelitian yang menunjukan bahwa pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat siswa sesudah diberikan penyuluhan dalam kategori baik yaitu sebanyak 27 responden (90,0%) Hasil pengujian hipotesis di peroleh nilai T (T test) 2.249 dan nilai sig. (p-Value) 0,032.Kata Kunci  : Pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat ABSTRACTReport school survey results PHBS order in 2012 showed that elementary school-age children in SDN 1 Watubelah Cirebon has a habit of pointing yet clean and healthy lifestyle behaviors. While the parties have conducted outreach clinic every year in schools, but the results of its application to the school students are still lacking. The purpose of this study was to determine differences in knowledge of healthy living behaviors before and after counseling on sixth grade students at SDN 1 Watubelah Cirebon in 2013. This study uses a pre-experimental design with one-group pretest-posttest approach in this design there is no comparison group (controls), but at least we have made the first observation (pretest) that allows to test the changes that occurred after the experimental (program). The total sample of 30 by using the total sampling. Data were obtained through a questionnaires with interview. this analysis technique using two different analytical techniques to test treatment T. To the knowledge of hygienic behavior of students before giving information on both categories are as many as 20 respondents (66.7%). Then the results of the study showed that knowledge of clean and healthy lifestyle after given counseling students in both categories as many as 27 respondents (90.0%) in the hypothesis testing results obtained values T (T test) and 2,249 sig. (P-value) of 0.032.  Keywords : Knowledge, clean and healthy lifestyle
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN DENGAN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS Herlinawati Herlinawati; Siska Anjar Lestari
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.196

Abstract

ABSTRAKPengelolaan obat memiliki peranan dalam memelihara dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dan ekonomis di puskesmas dan unit kesehatan lain melalui penyediaan obat-obatan yang tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan tempat. Pengelolaan obat dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan pengelola obat, jika tingkat pengetahuan dan pendidikan tinggi maka kemampuan pengelolaan obat oleh pengelola unit farmasi juga tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pendidikan terhadap pengelola obat di puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Peneliti melakukan Penelitian di Puskesmas Se-Wilayah Kabupaten Kuningan dengan populasi petugas pengelola obat yang berjumlah 53 orang, dan sampel yang digunakan adalah total sampling, sejumlah 53 orang. Instrumen menggunakan kuesioner.Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode penyebaran angket. Data dianalisis menggunakan uji statstik Continuity Correction atau Yates Correlation pada a=5%. Hasil penelitian ini didapat tingkat pengetahuan tentang pengelolaan obat di Puskesmas sebagian besar kategori kurang baik (71,7%),  pendidikan pengelolaan obat di Puskesmas sebagian besar non apoteker (60,4%), pengelolaan obat di Puskesmas sebagian besar kategori kurang baik (67,9). Hasil uji statistic dengan chi-square didapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan obat (p value) 0,000 < 0,05 dan ada hubungan antara pendidikan dengan pengelolaan obat (p value) 0,001 < 0,05.Kata Kunci :Pengetahuan, Pendidikan dan Pengelolaan Obat  ABSTRACTDrug management has a role in maintaining and increasing the use of drugs rationally and economically in health centers and other health units through the provision of the right type of medicine, the right amount, the right time and place. Drug management can be influenced by the level of knowledge and education of drug managers, if the level of knowledge and education is high then the ability og drug management by pharmaceutical unit managers is also high. This study aims to determine the knowledge and education of drug managers in health centers.This research was an observational analytic study through a cross sectional approach. Researchers conducted research in Kuningan District Health Center with 53 people, and the sampel used was a total sampling of 53 people. The instrument uses a questionnaire. The data collection technique wa carried out using the method of distributing questionnaires. Data were analyzed using a statistical test Continuity Correction or Yates Correlation a5%.The results of this study obtained knowledge about the management of drugs in the health center most of the categories are not good (71,7%), education management of the drug at the health center are mostly non-pharmacists (60,4%), drug management at the health center is mostly not good category (67,9). With the results of the chi-square statistical test it was found that there was a relationship between knowledge and drug management (p value) 0,000 < 0,05, there was a relationship between education and drug management (p value) 0,001 < 0,05.Keywords: Knowledge, Education and Drug Management
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.