Tengku Isni Yuli Lestari Putri
Program Studi S1 Keperawatan, Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh storytelling terhadap tingkat kesepian lansia yang tinggal sendirian di wilayah kerja puskesmas sewon 1 Resmonicasari, Kusryan; Indrayana, Sofyan; Putri, Tengku Isni Yuli Lestari; Mulyanti, Mulyanti
Borobudur Nursing Review Vol 3 No 1 (2023): Borobudur Nursing Review Vol 3 No 1 (January-June 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5358

Abstract

Abstract Background: The increasing prevalence of the elderly makes Indonesia transition towards an aging population. Changes experienced by the elderly cause psychological or emotional problems, such as loneliness. It is estimated that 50 percent of the elderly are experiencing loneliness, including those who live alone. Loneliness is a feeling of being alienated, unloved, feeling different and separate from the surrounding environment. Loneliness can be combated with social interactions, such as storytelling. Aim: This study aimed to determine the effect of storytelling on the level of loneliness of the elderly who live alone. Methods: This research was a pre-experimental quantitative research with a one group pretest-posttest design and used a sampling technique, namely total sampling. The number of samples were 31 respondents. The research instrument used was The UCLA Loneliness Scale questionnaire which has been tested for validity and reliability. The researcher used Paired T-Test data analysis. Result: The storytelling method has a statistically significant effect (p = 0.000) on the loneliness level of the elderly who live alone in the working area of Puskesmas 1 Sewon. Conclusion: There was an effect of the storytelling method on the level of loneliness of the elderly who live alone in the working area of Puskesmas 1 Sewon. Abstrak Latar Belakang: Prevalensi lansia yang semakin meningkat membuat Indonesia bertransisi ke arah penuaan penduduk. Perubahan yang dialami oleh lansia menyebabkan masalah psikologis atau emosional, seperti kesepian. Diperkirakan 50 persen lansia sedang mengalami kesepian, termasuk lansia yang tinggal sendirian. Kesepian merupakan perasaan terasingkan, tidak dicintai, merasa berbeda dan terpisah dari lingkungan sekitarnya. Kesepian dapat dilawan dengan interaksi sosial, misalnya storytelling. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh storytelling terhadap tingkat kesepian lansia yang tinggal sendirian. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest dan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampling total. Jumlah sampel sebanyak 31 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner The UCLA Loneliness Scale yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Peneliti menggunakan analisa bivariat yaitu Uji T Berpasangan. Hasil: Metode storytelling berpengaruh signifikan secara statistik (p=0,000) terhadap tingkat kesepian lansia yang tinggal sendirian di wilayah kerja Puskesmas 1 Sewon. Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode storytelling terhadap tingkat kesepian lansia yang tinggal sendirian di wilayah kerja Puskesmas 1 Sewon.
Perbandingan GAP dan RTS Sebagai Prediktor Perburukan Pasien Cedera Kepala Putri, Tengku Isni Yuli Lestari; Ahsan, Ahsan; Sugiarto, Sugiarto; Rofiyati, Winda; Triyono, Heru Ginanjar; Rosyida, Ratna Wirawati; Putra, Muhammad G A; Rahmania, Annisa; Idrus, Fitriyanti N
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.220

Abstract

AbstrakCedera kepala adalah cedera pada otak yang dapat menyebabkan perubahan fungsi serta struktur jaringan otak akibat mendapatkan dorongan mekanik eksternal seperti trauma tumpul maupun tusuk. Kejadian cedera kepala dan tingkat perburukan cedera kepala sangat tinggi di dunia. Oleh karena itu diperlukan penilaian awal untuk memprediksi perburukan pasien cedera kepala yaitu menggunakan GAP dan RTS. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan GAP dan RTS dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dengan purposive sampling. Responden berjumlah 245 rekam medis cedera kepala. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi. Analisis uji Receiver Operating Charateristic (ROC). Didapatkan hasil maisng-masing RTS dan GAP dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala mempunyai nilai = 0.851 vs 0.806. RTS lebih baik dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala dibandingkan dengan GAP.Kata kunci: cedera kepala, GAP, perburukan, RTS  AbstractHead injury is an injury to the brain that can cause changes in the function and structure of brain tissue due to external mechanical impulses such as blunt or puncture trauma. The incidence of head injuries and the rate of deterioration of head injuries is very high in the world. Therefore an initial assessment is needed to predict the worsening of head injury patients using GAP and RTS. The purpose of this study was to determine the comparison of GAP and RTS in predicting worsening head injury in patients. Using analytic observational research design with a retrospective approach with purposive sampling. Total respondents are 245 head injury medical records. The measurements were taken by an observation sheet. The data was analyzed by using Receiver Operating Characteristics (ROC) tests. The results obtained that in predicting the worsening of head injury patients RTS has a value of 0.851 while GAP is 0.806. RTS is better than GAP in predicting worsening head injury patients.Keywords: head Injury, GAP, worsening, RTS
Faktor Pengetahuan dan Perilaku dalam Mematuhi Protokol Kesehatan pada Keluarga Pasien di Era Pandemi Covid-19 Muliawati, Dian Ika; Yulitasari, Brune Indah; Putri, Tengku Isni Yuli Lestari
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 2 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v6i2.563

Abstract

Abstrak Pengetahuan, perilaku dan kepatuhan keluarga dalam melakukan protokol kesehatan mempunyai peranan besar untuk memutus mata rantai Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku dengan kepatuhan keluarga pasien terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penyebaran penyakit Covid-19 di ruang tunggu Instalasi Layanan Jantung Pembuluh Darah Terpadu RSUP Dr Sardjito Yogyakarta di Era Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi. Rancangan penelitian adalah cross sectional study. Sampel penelitian sebesar 63 responden dengan menggunakan consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah digunakan dalam penelitian oleh Yanti NPD dkk serta pedoman observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji analisis Chi-Square. Hasil Uji analisis Chi-Square antara pengetahuan dengan kepatuhan memiliki nilai p=0,000, dan perilaku dengan kepatuhan memiliki nilai p= 0,000. Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku dengan kepatuhan protokol kesehatan pada keluarga pasien di ruang tunggu Instalasi Layanan Jantung Pembuluh Darah Terpadu RSUP Dr Sardjito Yogyakarta di Era Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan perilaku yang baik dapat mempengaruhi kepatuhan seseorang dalam mematuhi protokol kesehatan di Era Pandemic Covid-19. Kata kunci: pengetahuan, perilaku, kepatuhan, protokol kesehatan, Covid-19   Abstract Knowledge, behavior, and family obedience in following health protocols all play a significant role in breaking the Covid-19 chain. The study sought to ascertain the relationship between knowledge and behavior with patient family compliance with health protocols in an effort to prevent and spread Covid-19 disease in the waiting room of the Integrated Cardiovascular Service Installation of Dr Sardjito General Hospital, Yogyakarta, during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative study using a correlation analytic research design. A cross-sectional study was used for the research. Using consecutive sampling, 63 people were chosen for the study. The research instrument included knowledge and behavior questionnaires developed by Yanti NPD et al, as well as observation guidelines. Chi-Square analysis test for quantitative data analysis. The Chi-Square analysis test results between knowledge and compliance have p = 0.000, and behavior with compliance has p = 0.000. In the era of the Covid-19 pandemic, there is a link between knowledge and behavior and adherence to health protocols in patient families in the waiting room of the Integrated Cardiovascular Service Installation of Dr Sardjito General Hospital Yogyakarta. The study's findings indicate that good knowledge and behavior can influence a person's compliance to health protocols in the Covid-19 Pandemic Era. Keywords: knowledge, behavior, compliance, health protocols, Covid-19