Articles
Kajian Kualitas Air Sungai Lae Renun Untuk Kesesuian Budidaya Ikan Jurung (Tor Tambra) di Desa Sumbul Kabupaten Dairi Sumatera Utara
Lora Luita Anjelina;
Hasan Sitorus;
Indra Lesmana
AQUACOASTMARINE Vol 6, No 2 (2018): AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.929 KB)
The water quality of River Lae Renun for aquaculture is based to the quality standard of PP. No. 82 year 2001 with Storet Method and Research Center and Development of Bogor Freshwater Aquaculture. The research was conducted in May - June 2017 at Lae Renun River. The method used is Purposive Sampling method. Sampling was done on every 3 stations. Physical,chemical and Biological parameters of Lae Renun River waters based on Research and Development Center of Bogor Freshwater Culture classified in the category of Light Polluted, where the waters of Lae Renun River is still suitable for aquaculture.Keywords :Water Quality, Jurung Fish Culture, River Lae Renun
STUDI MORFOMETRIK DAN MERISTIK UDANG MANTIS (ORATOSQUILLINA GRAVIERI) DI PERAIRAN PESISIR PERCUT SEI TUAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Memory Oktavia Sihombing;
Hasan Sitorus;
Rusdi Leidonald
AQUACOASTMARINE Vol 6, No 2 (2018): AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.046 KB)
Mantis Shrimp (Oratosquilla gravieri) is one of the water resources that has highly economic potential but in the waters of the Sei Tuan has not been optimally utilized. The research of morphometrics and meristir were used for identification, growth model analysis, and management efforts for Mantis Shrimp resourse. The research was conducted in December 2017 in the seawaters of the Percut Sei Tuan. Catching of shrimp was conducted on 3 stations with a total sample of 90 shrimps. The length of Mantis Shrimp that caught during the study was 8.10 cm to 16.9 cm. Correlation between morphometric characters is very strong with correlation coefficient (r) ranged from 0.774 to 0.992. In Mantis Shrimp meristic was obtained 4 to 6 pieces of thorns on telson, 6 thorns on dactylus and 0 to 2 thorns on propodus. Mantis Shrimp growth pattern in Percut water was negative allometric with b value ranged from 2.212 to 2.326 (b <3).Keywords : Morphometrics, Meristics, Water Quality, Mantis Shrimp, Percut Sei Tuan
Keragaman ikan di perairan ekosistem mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Dhiandra Puteri;
Hasan Sitorus;
Ahmad Muhtadi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.314 KB)
|
DOI: 10.13170/depik.6.2.6656
Mangrove areas of Jaring Halus village have the potential of fish resources. Fish found in mangrove ecosystems, both settled and just transit to spawning and nursery will increase biodiversity in these ecosystems. This study aims to determine the diversity of fish species found in the waters of the mangrove areas of Jaring Halus village Langkat District. Sampling was done 3 times in December 2016 - January 2017 with an interval of 2 weeks for a period of two months. Fish samples obtained by using nets to catch fish (Fixed Gill Net) that is attached to the stake. Total fish species were obtained as many as 19 species of fish belonging to the 8 orders, 14 families, and 16 genera. Fish from Family Mugilidae and Ambassidae and Gobiidae always found in every station and at every time of data collection. In station 1 found 12 species, station 2 found 10 species and station 3 found nine types. The first sampling was obtained 11 species of fish, the second sampling found 15 species of fish. In the third sampling found 14 species of fish. The fish was dominated seriding fish (A. buruensis) of family Ambassidae, anchovy spikes (S. heterolobus) of family Engraulidae, and mullets (V. Engeli) of family Mugilidae and Mudskipper (P. Kaloko) of family GobiidaeKawasan perairan mangrove Desa Jaring Halus memiliki potensi sumberdaya ikan. Ikan yang terdapat pada ekosistem mangrove, baik yang menetap atau hanya transit untuk melakukan pemijahan serta memelihara anakannya akan menambah keanekaragaman hayati pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang terdapat pada perairan kawasan mangrove. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 dengan interval kurun waktu 2 minggu selama 2 bulan. Sampel ikan diperoleh dengan cara menangkap menggunakan jaring ikan (Fixed Gill Net) yang ditancapkan dengan pancang. Total jenis ikan yang diperoleh sebanyak 19 jenis ikan yang termasuk ke dalam 8 ordo, 14 famili, dan 16 genus. Ikan dari Famili Mugilidae dan Ambassidae serta Gobiidae selalu ditemukan pada setiap stasiun dan pada setiap kali pengambilan data. Pada stasiun 1 ditemukan 12 jenis, stasiun 2 ditemukan 10 jenis dan stasiun 3 ditemukan 9 jenis. Sampling pertama yang dilakukan diperoleh 11 jenis ikan, sampling kedua ditemukan 15 jenis ikan. Pada sampling ketiga ditemukan 14 jenis ikan. Ikan yang mendominasi adalah ikan seriding (A. buruensis) dari family Ambassidae, ikan teri paku (S. heterolobus) dari family Engraulidae, dan ikan belanak (V. engeli) dari family Mugilidae dan ikan gelodok (P. kaloko) dari family Gobiidae.
Keragaman ikan di perairan ekosistem mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Dhiandra Puteri;
Hasan Sitorus;
Ahmad Muhtadi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.13170/depik.6.2.6656
Mangrove areas of Jaring Halus village have the potential of fish resources. Fish found in mangrove ecosystems, both settled and just transit to spawning and nursery will increase biodiversity in these ecosystems. This study aims to determine the diversity of fish species found in the waters of the mangrove areas of Jaring Halus village Langkat District. Sampling was done 3 times in December 2016 - January 2017 with an interval of 2 weeks for a period of two months. Fish samples obtained by using nets to catch fish (Fixed Gill Net) that is attached to the stake. Total fish species were obtained as many as 19 species of fish belonging to the 8 orders, 14 families, and 16 genera. Fish from Family Mugilidae and Ambassidae and Gobiidae always found in every station and at every time of data collection. In station 1 found 12 species, station 2 found 10 species and station 3 found nine types. The first sampling was obtained 11 species of fish, the second sampling found 15 species of fish. In the third sampling found 14 species of fish. The fish was dominated seriding fish (A. buruensis) of family Ambassidae, anchovy spikes (S. heterolobus) of family Engraulidae, and mullets (V. Engeli) of family Mugilidae and Mudskipper (P. Kaloko) of family GobiidaeKawasan perairan mangrove Desa Jaring Halus memiliki potensi sumberdaya ikan. Ikan yang terdapat pada ekosistem mangrove, baik yang menetap atau hanya transit untuk melakukan pemijahan serta memelihara anakannya akan menambah keanekaragaman hayati pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang terdapat pada perairan kawasan mangrove. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 dengan interval kurun waktu 2 minggu selama 2 bulan. Sampel ikan diperoleh dengan cara menangkap menggunakan jaring ikan (Fixed Gill Net) yang ditancapkan dengan pancang. Total jenis ikan yang diperoleh sebanyak 19 jenis ikan yang termasuk ke dalam 8 ordo, 14 famili, dan 16 genus. Ikan dari Famili Mugilidae dan Ambassidae serta Gobiidae selalu ditemukan pada setiap stasiun dan pada setiap kali pengambilan data. Pada stasiun 1 ditemukan 12 jenis, stasiun 2 ditemukan 10 jenis dan stasiun 3 ditemukan 9 jenis. Sampling pertama yang dilakukan diperoleh 11 jenis ikan, sampling kedua ditemukan 15 jenis ikan. Pada sampling ketiga ditemukan 14 jenis ikan. Ikan yang mendominasi adalah ikan seriding (A. buruensis) dari family Ambassidae, ikan teri paku (S. heterolobus) dari family Engraulidae, dan ikan belanak (V. engeli) dari family Mugilidae dan ikan gelodok (P. kaloko) dari family Gobiidae.
Keragaman ikan di perairan ekosistem mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Dhiandra Puteri;
Hasan Sitorus;
Ahmad Muhtadi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.13170/depik.6.2.6656
Mangrove areas of Jaring Halus village have the potential of fish resources. Fish found in mangrove ecosystems, both settled and just transit to spawning and nursery will increase biodiversity in these ecosystems. This study aims to determine the diversity of fish species found in the waters of the mangrove areas of Jaring Halus village Langkat District. Sampling was done 3 times in December 2016 - January 2017 with an interval of 2 weeks for a period of two months. Fish samples obtained by using nets to catch fish (Fixed Gill Net) that is attached to the stake. Total fish species were obtained as many as 19 species of fish belonging to the 8 orders, 14 families, and 16 genera. Fish from Family Mugilidae and Ambassidae and Gobiidae always found in every station and at every time of data collection. In station 1 found 12 species, station 2 found 10 species and station 3 found nine types. The first sampling was obtained 11 species of fish, the second sampling found 15 species of fish. In the third sampling found 14 species of fish. The fish was dominated seriding fish (A. buruensis) of family Ambassidae, anchovy spikes (S. heterolobus) of family Engraulidae, and mullets (V. Engeli) of family Mugilidae and Mudskipper (P. Kaloko) of family GobiidaeKawasan perairan mangrove Desa Jaring Halus memiliki potensi sumberdaya ikan. Ikan yang terdapat pada ekosistem mangrove, baik yang menetap atau hanya transit untuk melakukan pemijahan serta memelihara anakannya akan menambah keanekaragaman hayati pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang terdapat pada perairan kawasan mangrove. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 dengan interval kurun waktu 2 minggu selama 2 bulan. Sampel ikan diperoleh dengan cara menangkap menggunakan jaring ikan (Fixed Gill Net) yang ditancapkan dengan pancang. Total jenis ikan yang diperoleh sebanyak 19 jenis ikan yang termasuk ke dalam 8 ordo, 14 famili, dan 16 genus. Ikan dari Famili Mugilidae dan Ambassidae serta Gobiidae selalu ditemukan pada setiap stasiun dan pada setiap kali pengambilan data. Pada stasiun 1 ditemukan 12 jenis, stasiun 2 ditemukan 10 jenis dan stasiun 3 ditemukan 9 jenis. Sampling pertama yang dilakukan diperoleh 11 jenis ikan, sampling kedua ditemukan 15 jenis ikan. Pada sampling ketiga ditemukan 14 jenis ikan. Ikan yang mendominasi adalah ikan seriding (A. buruensis) dari family Ambassidae, ikan teri paku (S. heterolobus) dari family Engraulidae, dan ikan belanak (V. engeli) dari family Mugilidae dan ikan gelodok (P. kaloko) dari family Gobiidae.
Analisis Keanekaragaman Spesies Ikan Di Danau Lau Kawar : Studi Kasus Ekosistem Air Tawar Yang Terancam
Sitorus, Hasan;
Kodrat, Kimberly Febrina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.9416
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman spesies ikan di Danau Lau Kawar sebagai studi kasus ekosistem air tawar yang terancam. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan pengamatan langsung terhadap spesies ikan yang ada. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks keanekaragaman Simpson untuk mengevaluasi tingkat keanekaragaman spesies ikan di danau tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Lau Kawar memiliki tingkat keanekaragaman spesies ikan yang signifikan, meskipun terdapat ancaman terhadap ekosistem air tawar tersebut. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan dan konservasi terhadap ekosistem air tawar, termasuk upaya untuk mempertahankan keberagaman spesies ikan di Danau Lau Kawar guna menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut.
Analisis Keanekaragaman Spesies Ikan Di Danau Lau Kawar : Studi Kasus Ekosistem Air Tawar Yang Terancam
Sitorus, Hasan;
Kodrat, Kimberly Febrina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.9416
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman spesies ikan di Danau Lau Kawar sebagai studi kasus ekosistem air tawar yang terancam. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan pengamatan langsung terhadap spesies ikan yang ada. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks keanekaragaman Simpson untuk mengevaluasi tingkat keanekaragaman spesies ikan di danau tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Lau Kawar memiliki tingkat keanekaragaman spesies ikan yang signifikan, meskipun terdapat ancaman terhadap ekosistem air tawar tersebut. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan dan konservasi terhadap ekosistem air tawar, termasuk upaya untuk mempertahankan keberagaman spesies ikan di Danau Lau Kawar guna menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut.
CORAL FISH DIVERSITY IN THE MARINE WATERS OF CENTRAL TAPANULI REGENCY
Hasan Sitorus;
Kimberly Febrina Kodrat
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Radja Publika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/ijebas.v5i2.2770
This study aims to identify and analyze the diversity of coral fish in the marine waters of Central Tapanuli Regency, which includes the areas of Mursala Island, Binasi Beach, and Pandan Waters. The method used is a qualitative approach with field observation, visual identification of species, and interviews with coastal communities. The results showed that there were 35 species of reef fish from 12 families identified, with Mursala Island being the location with the highest diversity. The dominant families include Pomacentridae, Chaetodontidae, and Labridae. Variations in diversity between locations are influenced by coral reef conditions, human activities, and the quality of the aquatic environment. Population declines of some reef fish species were also identified, which were related to environmentally unfriendly fishing practices and habitat degradation. These results reinforce the importance of sustainable management of marine resources by involving local communities as the main actors of conservation. This research provides an initial overview of the potential for marine biodiversity in Central Tapanuli and is the basis for coral reef ecosystem conservation policies in western Indonesia.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA TAMAN HEWAN KOTA PEMATANGSIANTAR
HASANGAPON SITORUS, ALEXANDER RAMOS
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 6 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup  baik.  Pada  tahun  2016,  sektor  pariwisata  menjadi  penyumbang  devisa terbesar kedua dibawah Crude Palm Oil (CPO). Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) menunjukkan adanya kenaikan peringkat Indonesia pada tahun 2015 di peringkat 50 dan pada tahun 2017 di peringkat 48. Sarana dan prasarana yang memadahi merupakan salah satu fokus pemerintah guna memajukan sektor pariwisata.  Kebijakan pemerintah untuk membangun Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat di  Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu upaya untuk meningkatkan   potensi   pariwisata,   yaitu   Danau   Toba.   Taman   Hewan   KotaPematangsiantar (THPS) sebagai salah satu objek pariwisata di Provinsi Sumatera Utara harus mampu menghadapi segala perubahan yang ada, baik dari sisi internal maupun eksternal agar dapat memahami kondisi lingkungan dan strategi yang tepat untuk diimplementasikan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, dan Matriks QSPM.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Taman  Hewan  Kota  Pematangsiantar(THPS) berada pada posisi di atas rata-rata dan mampu mengatasi kelemahan dengan mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dan mampu merspon peluang dengan mengatasi segala ancaman yang ada. Dengan melakukan analasis Matriks QSPM didapatkan strategi yang paling baik untuk diimplementasikan,  startegi  tersebut  adalah strategi pengembangan produk Kata  Kunci  :  Pariwisata,  Lingkungan  Internal,  Lingkungan  Eksternal,  Strategi Pengembangan, Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks QSPM.
MACKEREL TUNA (EUTHYNNUS AFFINIS) SUPPLY CHAIN AT THE BELAWAN OCEAN FISHING PORT, NORTH SUMATERA PROVINCE
Hasan Sitorus;
Kimberly Febrina Kodrat
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : CV. Radja Publika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/ijebas.v4i1.1374
This research aims to determine the supply chain for tuna fish at the Belawan Ocean Fisheries Port (PPS). The research was conducted at the Belawan Ocean Fisheries Port (PPS), North Sumatera Province. The data collected included observation, interviews and literature research (excavating secondary sources). The research results show that the results of the analysis of the tuna fish supply chain show that there are four supply chains and four actors. The shorter the supply chain and the smaller the marketing margin, the greater the profits and marketing costs received. This indicates that marketing of tuna fishery production will be more efficient, and vice versa. The shortest supply chain alternative is highly recommended to ensure stock availability, minimize prices, increase profits, empower local assets and culture of North Sumatara Province which must be maintained, and the role and contribution of the government is really needed, especially when the availability of tuna stocks is abundant.