Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN MENDONGENG SEBAGAI UPAYA PENANAMAN RASA CINTA SASTRA PADA DIRI SISWA KELAS VIII MTS BINAUL IMAN KARANGSARI Netti Marini; Berlian Romanus Turnip; Resmi Resmi; Fheti Wulandari Lubis
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15695

Abstract

Mendongeng merupakan suatu kegiatan yang dianggap sangat sederhana, namun sebenarnya memiliki peras yang sangat dalm membangun perkembangan pada jiwa anak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai positif pada anak. Mengenalkan dongeng sejak sedini mungkin dapat membantu menanamkan rasa kecintaan seorang anak pada karya sastra sehingga timbul kepedulian terhadap karya sastra itu sendiri. Namun saat ini sudah sangat jarang sekali ditemui kesadaran orang tua ataupun orang dewasayang masih menyadari betapa pentingntya megenalkan sastra pada anak sedini mungkin. Mengenalkan sastra pada anak dapat dilakukan dengan melalui hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membacakan doseng sebelum anak tidur dapat kita lakukan dengan mudah namun memberikan dampak yang luar biasa. Sastra juga dapat memberikan nilai-nilai hiburan, sastra mengandung nilai pendidikan yang penting bagi perkembangan moral dan budi pekerti anak. Sastra dapat memperluas wawasan anak sekaligus memperhalus budi pekerti anak. Dongeng dapat kita sampaikan kepada anak baik secara lisan maupun secara tulisan dan dapat dijadikan sebagaisarana untuk berkomunikasi kepada anak. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada anak, baik itu penyampaian pesan secara langsung maupun secara tidak langsung. Kecintaan anak terhadap karya-karya sastra dapat meningkatkan hobi dan kesukaan anak pada aktivitas membaca. Dengan demikian, karya sastra mempunyai andil yang sangat tinggi bagi kecerdasan anak. Hal ini perlu disadari oleh semua kalangan, terutama orang tua sebagai guru pertama dan utama untuk seorang anak dalam keluarganya. Dengan diberikannya cerita-cerita dongeng yang yang baik, sesungguhnya anak-anak tidak hanya memperoleh kesenangan atau hiburan saja, namun si anak mendapatkan pendidikan yang jauh lebih luas dari itu. Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan bahwa cerita ternyata menyentuh berbagai aspek pembentukan kepribadian anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana peneliti akan mendeskripsikan serta menjelaskan secara terperinci mengenai berbagai pengertian mendongeng sebagai upaya penanaman rasa cinta sastra pada diri siswa menurut pendekatan ilmiah dan pendekatan sistem. Penelitian ini mengaplikasikan data-data sekunder, dimana data ini didapatkan dari berbagai sumber berupa buku dan jurnal yang masih berkaitan dengan judul penelitian ini yaitu Pelatihan Mendongeng Sebagai Upaya Penanaman Rasa Cinta Sastra Pada Diri Siswa, karena jenis penelitian ini adalah studi literatur. Dari penjelasan di atas penulis tertarik untuk membuat pelatihan mendongeng sebagai upaya penanaman rasa cinta sastra pada diri siswa di MTS Binaul Iman Karangsari terutama pada kelas VIII.Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan sederhana tentang betapa pentingnya kegiatan mendongeng dalam menanamkan rasa cinta sastra pada diri anak. Salah satu alternatif yang dilakukan dalam menumbuhkan rasa cinta sastra pada anak adalah melalui kegiatan mendongeng kepada anak.
KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAPIAN DOLOK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) Ade Nadhilla; Berlian Romanus Turnip; Netti Marini
Artikulasi : Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Artikulasi, Vol 5 No 1 April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya antusias serta motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tapian Dolok dengan Model Pembelajaran Project Based Learning. Kajian pada penelitian ini mengadopsi teori Tarigan (2021), Kosasih (2018), Hardini (2020). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes essay yaitu menulis puisi dengan tema alam. Adapun tes yang diberikan berupa Pre-test dan Post-test. Hasil pembahasan analisis data diperoleh nilai rata-rata dari kelas kontrol sebesar 77,80 dan kelas eksperimen sebesar 85,50. Hasil uji homogenitas diperoleh 0,437 > 0,05. Dari hasil uji-t diperoleh bahwa nilai thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak kebenarannya. Maka ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa ada pengaruh kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tapian Dolok dengan model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL).
PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 PEMATANG SIANTAR Dwi; Netti Marini; Berlian Romanus Turnip
Artikulasi : Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Artikulasi, Vol 5 No 1 April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan media gambar terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Pematang Siantar. Penelitian menggunakan metode korelasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes dalam bentuk uraian dan dibagi menjadi dua yaitu Pre-test dan Post-test. Teknik pengolahan data pada penelitian ini adalah korelasional. Hasil penelitian inidiperoleh dari hasil data Pre-test dan Post-test. Hasil data Pre-test yang dipeproleh dengan jumlah 4120 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 80, rata-rata yang diperoleh 65,39. Hasil data Post-test yang diperoleh dengan jumlah 74,12. Hasil nilai dengan menggunakan rumus korelasional adalag 0,86. Hasil data akhir pengujian hipotesis uji-t diperoleh 13,15 = pada taraf signifikan α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n-2 atau 63 – 2 = 61 diperoleh = 2,000 jadi lebih besar dari ( 13,15 > =2,000) maka Ha diterima dan Ho ditolak.
PELATIHAN DEBAT BAHASA INDONESIA BAGI SISWA KELAS VIII SMP SWASTA ERLANGGA PEMATANG SIANTAR Netti Marini; Berlian Romanus Turnip; Resmi Resmi; Rosmeri Sragih; Tuti Ariani Nasution; Sinur Hutagaol; Dea Puspita; Devi Puspita Sari Nababan; Fheti Wulandari Lubis
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21672

Abstract

Debat adalah salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi ini menuntut siswa memiliki keterampilan dan kecakapan dalam berbicara untuk menanggapi suatu permasalahan atau topik tertentu. Debat sering sekali dijadikan ajang perlombaan antar sekolah baik tingkat lokal ataupun tingkat nasional. Pembelajaran debat mempengaruhi keterampilan berbicara karena setiap siswa dituntut untuk aktif dalam memberikan argumennya. Selain melatih kemampuan berbicara pembelajaran debat juga menuntut berfikir kritis baik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan.Pembelajaran di sekolah menuntut peserta didik untuk mampu melaksanakan debat bahasa indonesia baik secara individu maupun secara kelompok. Selain sebagai materi pembelajaran, debat juga bisa dilombakan atau dipertandingkan. Setiap tahun beberapa lomba debat diadakan, baik tingkat regional maupun nasional. Dengan banyaknya kegiatan tersebut, membuat beberapa sekolah melakukan persiapan dalam bentuk pelatihan debat. Namun beberapa kendala sering dihadapi sekolah dalam melakukan persiapan, di antaranya kurang motivasi dan kepercayaan menggunakan bahasa Indonesia melalui keteramoilan berbicara, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berbicara, kurangnya motivasi mengikuti lomba debat karena minimnya informasi, dan kurangnya pembimbing. Penelitian ini menggunakan metode diskusi, simulasi dan demonstrasi, dimana pada saat pelatihan berlangsung narasumber akan memberikan materi tentang pengenalan dan pemahaman keterampilan berbahasa lisan keterampilan berbicara, debat dan ruang lingkup debat. Sasaran target yang dihasilkan dan kegiatan pelatihan debat ini yaitu pemahaman tentang debat dan ruang lingkupnya, pengenalan debat ini dalam keterampilan berbicara dapat bermanfaat untuk siswa mengembangkan kemampuannya dalam keterampilan berbicara terkhusus berdebat. Penelitian ini mengaplikasikan data-data sekunder, dimana data ini didapatkan dari berbagai sumber berupa buku dan jurnal yang masih berkaitan dengan judul penelitian ini yaitu Pelatihan Debat Bahasa Indonesia bagi Siswa Kelas VIII SMP Swasta Erlangga Pematang Siantar, karena jenis penelitian ini adalah studi literatur. Dari penjelasan di atas penulis tertarik untuk membuat pelatihan debat Bahasa Indonesia terhadap siswa kelas VIII SMP Swasta Erlangga Pematangsiantar. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah Siswa kelas VIII SMP Swasta Erlangga Pematang Siantar mampu memahami dan menguasai berbahasa lisan yang baik dan benar, paham bagaimana cara mengontrol mental saat dihadapkan oleh lawan debat sehingga mampu beraduh argumen dengan tepat, memahami segala ruang lingkup sistematis dalam berdebat, dan mampu berdebat. Hasil dari penelitian ini adalah siswa mengalami peningkatan dalam kemampuan debat Bahasa Indonesia yang awalnya rata-rata nilai kemampuan debat siswa 69,00. Kemudian setelah dilakukan pelatihan debat Bahasa Indoneia nilainya rata-rata kemampuan debat Bahasa Indonesia siswa meningkat menjadi 85,11. Hal ini berarti 85% siswa sudah mengalami peningkatan kemampuan debat Bahasa Indonesia dan sisanya masih sedikit mengalami kendala karena keterbatasan.
Kesalahan Berbahasa pada Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru Ernie; Berlian Romanus Turnip
Artikulasi: Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Artikulasi : Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/n8jxrs86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian Bahasa Indonesia dalam Tajuk Rencana“Harian Sinar Indonesia Baru” dari aspek pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Subjek penelitian ini terbatas, yaitu Tajuk Rencana“Harian Sinar Indonesia Baru” bulan Juni 2020 – Agustus 2020. Data tersebut dipilih dengan pertimbangan bahwa dalam tulisan tersebut terdapat lebih banyak penggunaan Bahasa Indonesia yang diperlukan dalam analisis, sehingga data yang dikumpulkan dapat mewakili bahasa dalam Tajuk Rencana“Harian Sinar Indonesia Baru”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian bahasa Indonesia dalam Tajuk Rencana“Harian Sinar Indonesia Baru” masih terdapat kesalahan pemakaian huruf (50,74 %), kesalahan penulisan kata (7,46 %), dan pemakaian tanda baca (41,79 %)
Deiksis pada Novel ”Si Anak Spesial” Karya Tere Liye Cita Purwati; Berlian Romanus Turnip
Artikulasi: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): Artikulasi : Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/sxd9k347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk rya Tere Liye.Sumber data penelitian ini adalah novel “Si Anak Spesial” karya Tere Liye, Cetakan III, Mei 2019 dengan 329 halaman. Penerbit Republika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif disertai kegiatan analisis agar diperoleh pembahasan yang lebih mendalam tentang deiksis dalam novel “ Si Anak Spesial” Karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah ketpustakaan Langkah- langkah yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini adalah : 1) Metode babat , 2) Metode deskripsi dan 3) Metode kajian pustaka. Berdasarkan pembahasan dan hasil penbelitian, maka terjawablah pertanyaan penelitian yaitu terdapat penggunaan deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial dalam novel “Si Anak Spesial” karya Tere Liye