Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Gambaran Pola Luka pada Kasus Kematian Akibat Kekerasan Tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2023 Caise, Olivia; Siwu, James F.; Mallo, Nola T. S.
e-CliniC Vol. 13 No. 2 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i2.61264

Abstract

Abstract: Sharp violence is caused by the use of objects with sharp or pointed sides, so that, it can cause injuries to parts of the body. Attacks with sharp weapons and deaths from stabbing occur all over the world, from countries with high rates of crime and violence to countries known to be the safest in the world. This study aimed to determine wound pattern in cases of death due to sharp violence in Rumah Sakit Bhayangkara Level III Manado in 2023. This was a descriptive and retrospective study using secondary data from Visum et Repertum from Rumah Sakit Bhayangkara. The results found 15 cases of death due to sharp violence throughout 2023. Most cases were found in May (26.7%) followed by December (20%) with the most requests for Visum et Repertum from Manado (53.3%). The most common age group was 21-69 years (40%); all of them were male (100%). The type of wound was dominated by stab wound (93.3%). The most common location was in the chest area (60%) which mostly hit the heart and lungs (33.3%). In conclusion, the cases of death due to sharp violence are all male, young adult age group (21-30 years), and the most common type of stab wound in the chest area that affects the lungs and heart organs. Keywords: wound pattern; sharp violence   Abstrak: Kekerasan tajam diakibatkan oleh penggunaan benda bersisi tajam maupun runcing sehingga dapat menimbulkan luka pada bagian tubuh. Serangan dengan senjata tajam dan kasus kematian akibat penikaman terjadi di seluruh dunia, mulai dari negara dengan tingkat kejahatan dan kekerasan yang tinggi hingga negara-negara yang dikenal paling aman di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola luka kasus kematian akibat kekerasan tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado tahun 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder hasil Visum et Repertum dari RS Bhayangkara Tingkat III Manado Sulawesi Utara. Hasil penelitian mendapatkan 15 kasus kematian akibat kekerasan tajam di RS Bhayangkara Tingkat III Manado sepanjang tahun 2023, paling banyak kasus dijumpai pada bulan Mei (26,7%) diikuti bulan Desember (20%) dengan permintaan Visum et Repertum paling banyak dari Kota Manado (53,3%). Kelompok usia terbanyak pada golongan usia 21-69 tahun (40%), seluruhnya berjenis kelamin laki-laki (100%). Jenis luka didominasi oleh luka tusuk (93,3%). Lokasi terbanyak pada daerah dada (60%) yang paling banyak mengenai jantung dan paru (33,3%). Simpulan penelitian ini ialah kasus kematian akibat kekerasan tajam seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, golongan usia dewasa muda (21-30 tahun), paling banyak dijumpai jenis luka tusuk pada daerah dada yang mengenai organ paru dan jantung. Kata kunci: pola luka; kekerasan tajam
Profil Kasus Kematian Mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada Tahun 2022-2024 Tindaon, Yohana D. E.; Kristanto, Erwin G.; Siwu, James F.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65530

Abstract

Abstract: Although sudden natural unexpected death is still common in Indonesia, data on sudden natural unexpected death are very limited. This study aimed to determine the profile of sudden natural unexpected death cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital in 2022-2024. This was a retrospective and descriptive study with a cross-sectional design, using secondary data from the medical records of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital. The results showed that between 2022 and 2024, there were 878 cases of sudden natural unexpected death at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital in Manado that met the inclusion criteria. Year 2023 had the highest number of cases (331 cases). The highest number of cases was male, with 516 cases. Adults were the largest age group, with 420 cases, and most sudden natural unexpected deaths were caused by respiratory disorders or abnormalities, with 411 cases. In conclusion, the majority of sudden natural unexpected death cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital during 2022-2024 were males, within the adult age group, and had respiratory system disorders as the most common cause. Keywords: death; sudden natural unexpected death; cause of death     Abstrak: Kematian mendadak masih banyak terjadi di Indonesia akan tetapi data mengenai kematian mendadak masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado pada tahun 2022-2024. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang dan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 878 kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2022 sampai tahun 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Tahun 2023 merupakan tahun terbanyak dengan jumlah 331 kasus. Jenis kelamin terbanyak merupakan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 516 kasus. Kelompok usia dewasa merupakan kelompok usia terbanyak dengan jumlah 420 kasus, dan kematian mendadak paling banyak disebabkan oleh gangguan atau kelainan dari sistem respirasi dengan 411 kasus. Simpulan penelitian ini ialah jumlah kasus kematian mendadak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama tahun 2022-2024 terbanyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia dewasa, dan dengan penyebab oleh gangguan atau kelainan sistem respirasi. Kata kunci: kematian; kematian mendadak; penyebab kematian
Profil Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Tahun 2024 Lingga, Steaven D. E.; Mallo, Nola T. S.; Siwu, James F.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65852

Abstract

Abstract: Everyone who is united by the bonds of marriage and forms a family certainly wants a harmonious household. However, in reality, domestic violence can occur within the household, whi ch is very much against the law. This study aimed to describe the profile of domestic violence cases reported to Rumah Sakit Bhyangkara Tk. III Manado in 2024. This was a retrospective and descriptive study. Data were obtained from the medical records and visum et repertum. The results obtained 198 cases of domestic violence.  The most frequent cases were physical violence (69.3%) followed by sexual violence (30.7%). The victims were predominantly female (95.5%), aged 25-44 years (37.4%). Husbands were the most common perpetrators of domestic violence (60.5%). Most cases were reported in Manado City (70.2%). In conclusion, physical violence was the most common form of violence found in domestic violence cases, followed by sexual violence. The highest number of cases reported by district/city came from Manado City. By gender, female victims dominated domestic violence cases. The productive age group was the most dominant victim in domestic violence cases, and husbands were the most dominant perpetrators of domestic violence. Keywords: domestic violence; victim; perpetrator    Abstrak: Setiap orang yang sudah dipersatukan oleh ikatan pernikahan dan membentuk suatu keluarga tentunya menginginkan rumah tangga yang harmonis dan serasi. Kenyataannya, di dalam rumah tangga dapat terjadi tindak kekerasan (kekerasan dalam rumah tangga/KDRT) yang sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untruk mendapatkan profil kasus KDRT yang dilaporkan ke Rumah Sakit Bhyangkara Tk. III Manado pada tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif . Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 198 kasus yang diperoleh dari rekam medis dan visum et repertum. Yang terbanyak ialah kekerasan fisik (69,3%) diikuti oleh kekerasan seksual (30,7%). Laporan kasus paling banyak berasal dari Kota Manado (70,2%). Korban dominan berjenis kelamin perempuan (95,5%) dan berasal dari kelompok usia 25-44 tahun (37,4%). Suami merupakan pelaku yang paling banyak dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (60,5%). Simpulan penelitian ini ialah kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan dalam kasus KDRT, diikuti oleh bentuk kekerasan seksual. Korban kasus KDRT didominasi oleh perempuan dan kelompok usia produktif dengan pelaku kasus KDRT didominasi oleh suami. Laporan kasus terbanyak berdasarkan kabupaten/kota berasal dari Kota Manado. Kata kunci: kekerasan dalam rumah tangga; korban; pelaku