Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penyuluhan Bahaya Styrofoam Sebagai Wadah Makanan Pada Siswa SMK Hepweti Ciamis Ariyadi, Rivana; Setiawan, Doni; Siti Shovia, Ai; Herlina, Herlin; Trena Suci Gantina, Hilda; Nurul Gina, lma; Calysta, ntan; Fauzi, Miftah; Al Maathir, Moch Huvaiz; Lismayanti, Putri; Aini marotun, Ren Ren; Rosdiana, Winda
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v5i2.18061

Abstract

AbstrakPenggunaan Styrofoam sangat populer dikalangan masyarakat terutama pada kalangan remaja. Styrofoam sering digunakan sebagai tempat makanan. Penggunaan Styrofoam sangat berbahaya bagi kesehatan, karena Styrofoam terbuat dari  zat benzena dan striryne. Zat ini dapat bermigrasi ke dalam makanan yang dikemas menggunakan Styrofoam, apalagi makanan tersebut dalam keadaan panas dan berlemak. iEdukasi kesehatan merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan iuntuk memberikan penyuluhan kesehatan bahaya penggunaan Styrofoam sebagai iwadah makanan kepada anak remaja yaitu di SMK Hepweti Ciamis. Program pengabdian imasyarakat ini menggunakan kuesioner pre test dan post test dengan sebanyak 10 pertanyaan. Analisis pre test, sebagian besar anak-anak remaja belum mengetahui ibahwa penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan itu sangat berbahaya. iPost test menunjukkan adanya perubahan berupa pemahaman pada anak remaja. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini bahwa edukasi ini idapat memberikan ilmu tambahan idan imanfaat kepada anak remaja bahwa penggunaan Styrofoam sebagai wadah imakanan itu sangat berbahaya. Menambahnya pengetahuan anak remaja, diharapkan idapat menyebarkan informasi yang didapat kepada anak remaja yang lainnya sehingga tidak ada lagi penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan.
Identifikasi Nematoda Usus Pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Baregbeg Ariyadi, Rivana; Ruhimat, Undang; Gantina, Hilda Tresna Suci; Firdaus, Nabil Ridla
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.471

Abstract

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nematoda usus pada balita stunting di Puskesmas Baregbeg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dilakukan pada bulan April 2024. Penelitian ini melibatkan 30 balita yang mengalami stunting. Hasil: Hasil yang diperoleh pada 30 orang balita yang mengalami stunting di dapatkan hasil negatif tidak ditemukannya nematoda usus. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukan 30 balita yang mengalami stunting negatif yakni tidak ditemukan nya nematoda usus.
Evaluasi Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) pada Pasien Tuberkulosis Paru Setelah Terapi Bulan Pertama dan Kedua di Puskesmas Sindangkasih Muhammad Abdul Hadi Rabbani; Aldi Febriansyah; Rivana Ariyadi; Undang Ruhimat
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 9 No 1 (2026): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v9i1.33533

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dengan beban tuberkulosis dan tuberkulosis resisten obat (TB-RO) tertinggi setelah India. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2023 yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 1.060.000 kasus TB setiap tahun di Indonesia. Evaluasi keberhasilan terapi tuberkulosis pada fase intensif umumnya dilakukan melalui pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada sputum setelah satu hingga dua bulan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pemeriksaan BTA pada sputum pasien tuberkulosis paru setelah menjalani pengobatan selama satu dan dua bulan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan melibatkan 15 pasien tuberkulosis paru yang menjalani terapi fase intensif. Pemeriksaan sputum dilakukan menggunakan metode pewarnaan Ziehl–Neelsen untuk menentukan hasil Basil Tahan Asam (BTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 12 pasien (80,0%) telah mengalami konversi BTA menjadi negatif, sedangkan 3 pasien (20,0%) masih menunjukkan hasil BTA positif, yang terdiri atas masing-masing satu pasien dengan hasil scanty, positif (+1), dan positif (+2). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah mencapai konversi BTA negatif selama fase intensif pengobatan, meskipun sebagian kecil pasien masih menunjukkan hasil BTA positif sehingga memerlukan pemantauan lanjutan sesuai dengan program pengobatan tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien tuberkulosis paru telah mencapai konversi BTA negatif setelah menjalani pengobatan selama satu hingga dua bulan, yang menunjukkan keberhasilan respons terapi pada fase intensif.
Screening for Anemia Through Hemoglobin (Hb) Tests in Female Students at STIKes Muhammadiyah Ciamis Istianah, Euis Tia; Ariyadi, Rivana; Dwimulyani, Crystia
Mukhtabar Journal of Medical Laboratory Technology Vol 3 No 2 (2025): Mukhtabar: Journal of Medical Laboratory Technology (October 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/mjmlt.v3i2.791

Abstract

Background & Objectives: Indonesia ranked 5th in the world (22.331%) in terms of anemia incidence in 2019, after Pakistan (22.409%), Nigeria (25.475%), China (54.041%), and India (187.325%). The prevalence of anemia in Indonesia based on data from the 2018 Basic Health Research was 48.9%. Globally, the prevalence of anemia is higher in adolescent girls than in adolescent boys. Anemia is a disease caused by a lack of red blood cells. This study aims to determine anemia screening through hemoglobin testing in female students at STIKes Muhammadiyah Ciamis. Method: The method used in this study was descriptive, with the respondents being female students at STIKes Muhammadiyah Ciamis. Hemoglobin levels were measured using a spectrophotometer with the synehemoglobin method. This study was conducted at the Hematology Laboratory of STIKes Muhammadiyah Ciamis in May 2024. Results: Based on the examination results of 42 samples, 1 person (2%) was found to have moderate anemia, 4 people (10%) had mild anemia, and 37 people (88%) had normal results. Conclusion: The average hemoglobin level of female students at STIKes Muhammadiyah Ciamis is normal.
Analisis Bioinformatika Gen tprK sebagai Target Deteksi Treponema pallidum Menggunakan Pendekatan In Silico PCR Rivana Ariyadi; Muhammad Abdul Hadi Rabbani; Doni Setiawan; Nabil Ridla Firdaus
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 10 (2026): Volume 6 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i10.27956

Abstract

ABSTRACT Sexually transmitted infections (STIs) remain a significant public health problem in Indonesia and worldwide, with syphilis and gonorrhea being two diseases that often occur concurrently. Early diagnosis of syphilis is crucial for preventing serious complications; however, commonly used serological tests for Treponema pallidum have limitations due to their lack of specificity. Bioinformatics offers a solution for developing more accurate molecular detection methods through genomic analysis and computer-aided primer design. This study aims to perform a bioinformatics analysis of the Treponema pallidum tprK gene as a target for molecular detection, as well as to design and validate specific primer pairs using an in silico PCR approach capable of distinguishing T. pallidum from Neisseria gonorrhoeae. The study was conducted using a bioinformatics approach through several stages: extraction and analysis of the tprK gene sequence from the GenBank database (AF343921.1); translation of the nucleotide sequence into a protein using BioEdit; modeling of the three-dimensional structure of the TprK protein using SWISS-MODEL; design and selection of primer pairs using Primer3Plus with parameters of 18–22 bp, Tm 55–60°C, and GC content 40–60%, analysis of primer characteristics using OligoCalc, and specificity testing via in silico PCR against 18 Treponema spp. genomes and 18 Neisseria spp. genomes. Bioinformatics analysis showed that the tprK gene (1,461 bp) encodes a 486-amino-acid protein with a stable 3-D structure. Of the five pairs of candidate primers designed, Pair 4 (forward: ACCGGGAAGTAAATGGCTGG, reverse: ATGCCCCTACGAATTGCCAA) and Pair 5 (forward: TTATGGGGCCTACCTGACCA, reverse: ACCAACGATACCCCAACGTC) exhibited the best characteristics with a length of 20 bp, Tm of 60.0–60.1°C, GC content of 45–55%, no secondary structure, and the ability to amplify 11 of 18 Treponema spp. genomes while failing to amplify any of the Neisseria spp. genomes tested. Bioinformatics analysis confirms that the tprK gene is a valid target for the detection of Treponema pallidum. Both designed primer pairs exhibited optimal technical characteristics and high specificity toward Treponema spp., thus showing potential for development as the basis for a more accurate molecular detection method for syphilis. However, further in vitro validation is required before clinical application. Keywords: Treponema Pallidum, Neisseria Gonorrhoeae, Bioinformatics, In Silico PCR, Sequence Analysis. ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan dunia, dengan sifilis dan gonore sebagai dua penyakit yang sering muncul bersamaan. Diagnosis dini sifilis sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, namun pemeriksaan serologi untuk Treponema pallidum yang umum digunakan memiliki keterbatasan karena bersifat tidak spesifik. Pendekatan bioinformatika menawarkan solusi untuk mengembangkan metode deteksi molekuler yang lebih akurat melalui analisis genom dan desain primer berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara bioinformatika gen tprK Treponema pallidum sebagai target deteksi molekuler serta merancang dan memvalidasi pasangan primer spesifik menggunakan pendekatan in silico PCR yang mampu membedakan T. pallidum dari Neisseria gonorrhoeae. Penelitian dilakukan dengan pendekatan bioinformatika melalui beberapa tahapan: ekstraksi dan analisis sekuen gen tprK dari basis data GenBank (AF343921.1), penerjemahan sekuen nukleotida menjadi protein menggunakan BioEdit, pemodelan struktur tiga dimensi protein TprK menggunakan SWISS-MODEL, desain dan seleksi pasangan primer menggunakan Primer3Plus dengan parameter 18-22 bp, Tm 55-60°C, dan GC 40-60%, analisis karakteristik primer menggunakan OligoCalc, serta uji spesifisitas melalui in silico PCR terhadap 18 genom Treponema spp. dan 18 genom Neisseria spp. Analisis bioinformatika menunjukkan gen tprK (1.461 bp) mengkode protein 486 asam amino dengan struktur 3-D stabil. Dari lima pasang primer kandidat yang didesain, Pair 4 (forward: ACCGGGAAGTAAATGGCTGG, reverse: ATGCCCCTACGAATTGCCAA) dan Pair 5 (forward: TTATGGGGCCTACCTGACCA, reverse: ACCAACGATACCCCAACGTC) memiliki karakteristik terbaik dengan panjang 20 bp, Tm 60,0-60,1°C, GC 45-55%, tanpa struktur sekunder, serta mampu mengamplifikasi 11 dari 18 genom Treponema spp. dan tidak mengamplifikasi seluruh genom Neisseria spp. yang diuji. Analisis bioinformatika membuktikan bahwa gen tprK merupakan target yang valid untuk deteksi Treponema pallidum. Kedua pasangan primer hasil desain menunjukkan karakteristik teknis yang optimal dan spesifisitas tinggi terhadap Treponema spp., sehingga berpotensi dikembangkan sebagai dasar metode deteksi molekuler sifilis yang lebih akurat. Namun demikian, diperlukan validasi in vitro lebih lanjut sebelum aplikasi klinis. Kata Kunci: Treponema Pallidum, Neisseria Gonorrhoeae, Bioinformatika, PCR In Silico, Analisis Sekuen.