Alex Sobur
Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung.

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Penindasan Kelompok Minoritas dalam Lagu Hanifa Dwipinasti Sakina; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.701 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.2726

Abstract

Abstract. This undergraduate thesis is a critical discourse dissection with the lyrics of “Kafir” written by Jason Ranti as its object. In this critical discourse analysis, the lyrics of “Kafir” is analyzed to unveil the form of violence in the social life. The form of violence can be symbolically or not and even both of them. In the lyrics of “Kafir” there is a discourse analysis that wants to develop the knowledge and in opposition with the form of power that dominant. The problem in the lyrics of “Kafir” is not value-free because it is link with a social problem that occurs in the society and in the interfaith people. Through critical discourse analysis with the lyrics of “Kafir” written by Jason Ranti, raise a knowledge of the symbolic dominance and unsymbolic dominance that people of minority experience with, and emerge critical consciousness with unveil the forms of power and the power relations itself: domination, oppression, and discrimination from the people of majority. This research has a purpose to expose the critical discourse within the lyrics of “Kafir” as a form against power relations and domination by showing that there is a form of violence in the name of faith or religion which people will allow themselves to do everything in the name of religion, in which raise a problem when the religion become a tool to dominate and oppress minority people. Abstrak. Skripsi ini merupakan pembedahan secara kritis dengan lirik lagu “Kafir” yang ditulis oleh Jason Ranti sebagai objeknya. Dalam analisis wacana kritis ini, lirik lagu “Kafir” dianalisis untuk menyingkap bentuk kekerasan dalam kehidupan sosial, ketidakberesan yang ada dalam tatanan sosial. Bentuk kekerasan tersebut bisa berupa simbolis atau kelihatan jelas bahkan keduanya. Dalam lirik lagu “Kafir” terdapat aktivitas wacana yang ingin menghasilkan pengetahuan untuk melawan bentuk kuasa yang dominan. Persoalan dalam lirik lagu “Kafir” tidak bebas nilai karenanya berkelindan dengan ketidakberesan sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan berkehidupan antar umat beragama. Melalui analisis wacana kritis dalam lirik lagu “Kafir” muncul pengetahuan mengenai dominasi simbolis dan tak simbolis yang dirasakan juga dialami oleh orang-orang yang minoritas, dan menumbuhkan kesadaran kritis dengan menyingkap bentuk-bentuk kuasa: dominasi, penindasan, diskriminasi yang dilakukan oleh orang-orang yang mayoritas. Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana dalam lirik lagu “Kafir” sebagai suatu bentuk perlawanan dari bukti adanya kekuasaan yang dominan dengan memperlihatkan adanya bentuk kekerasan atas nama kepercayaan atau agama, yang mana semua orang sudi melakukan apapun atas nama agama yang menjadikannya berbuah persoalaan jika agama menjadi alat untuk mendominasi kepercayaan-kepercayaan lain yang minoritas dan yang lebih pentingnya bahwa semua orang ikut terlibat dalam struktur kekerasan tersebut.
Model Jurnalisme Naratif dalam Novel Sang Pewarta Annisa Nur Tiara; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.101 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4176

Abstract

Abstract. Novel is a form of writing which is a mass media of journalistic products wrapped and packaged using literary language. This research on “The Model of Narrative Journalism in the Novel Sang Pewarta” aims to determine the structure of the 3-act narrative according to Tzevetan Todorov’s theory. To be later linked and distributed in scene o gram. Using qualitative research methods, with a narrative analysis approach and using the theory of narrative structure according to Tzevetan Todorov. Observation, Literature Study, and Document Study were conducted to collect data, and analyze it in 3 stages, namely data reduction, data presentation and then drawing conclusions. Finally, to test the validity of the data, it is done by triangulating the theory, linking the data with the existing theory. This study resulted in 3 research points, firstly that a narrative has an initial balancing act which is aimed at the initial 6 chapters of the novel describing the initial situation, secondly there are 17 chapters on conflict patterns where the main character is experiencing a lot of disturbances, the last there are 3 chapters in the novel. the final balance pattern, when the main character tries to restore balance. Abstrak. Novel, salah satu bentuk tulisan yang merupakan media massa produk jurnalistik yang dibalut dan dikemas menggunakan bahasa sastra. Penelitian tentang “Model Jurnalisme Naratif dalam novel Sang Pewarta” ini bertujuan untuk mengetahui struktur narasi 3 babak menurut teori Tzevetan Todorov. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan analisis naratif dan menggunakan teori struktur narasi menurut Tzevetan Todorov, untuk kemudian dikaitkan dan didistribusikan menggunakan scene o gram. Observasi, Studi Pustaka, dan Studi Dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data, dan menganalisisnya dengan cara 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Terakhir, untuk menguji keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi teori, mengaitkan data dengan teori yang ada. Penelitian ini menghasilkan 3 poin penelitian, pertama bahwa sebuah narasi memiliki babak keseimbangan awal yang ditujukan dengan 6 bab awal pada novel yang menggambarkan situasi awal, yang kedua terdapat 17 bab pada pola konflik dimana tokoh utama sedang mengalami banyak gangguan, yang terakhir terdapat 3 bab pada pola keseimbangan akhir, saat tokoh utama berusaha mengembalikan keseimbangan.