Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Penyediaan Pakan Domba Saat Pandemi Covid-19 Pada Usaha Penggemukan Domba Muda Asmah Hidayati; Bayu Etti Tri Adiyastiti; Titik Ambarwati; Ali Mahmud
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.331 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.3165

Abstract

Pandemi Covid 19 memberikan dampak pada masyarakat dan aktivitas kehidupan bermasyarakat termasuk aktivitas peternak terhadap pola budidaya ternaknya. Dampak pandemik tersebut juga berimpas pada kegiatan usaha penggemukan domba muda yang dilakukan oleh tim pengabdian UMM melalui program Pengembangaan Usaha Intelektual Kampus (PPUPIK). Dampak tersebut terutama pada pasokan hijauan pakan, yang disebabkan oleh kebijakan PSBB diawal tahun 2020, yang pengaruhnya sangat nyata berdampak pada pengelolaan lahan sehingga berdampak pada pasokan hijauan tebon jagung sebagai pakan basal domba. Salah satu strategi untuk menyediakan hijauan pakan secara kontinyu adalah dengan mencari hijauan dari lahan yang masih bisa diupayakan dan terbebas dari penyekatan wilayah. Pakan silase dapat digunakan  dalam jangka 3 sampe 4 bulan kemudian. Ada beberapa wiayah yang menjadi rujukan sebagai lahan hijauan untuk memenuhi kebutuhan domba PPUPIK diantaranya wilayah Karang Ploso, Batu, dan Pujon Kidul, dengan cara membuat perjanjian jual beli dengan sistem tebas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan memenuhi kebutuhan pakan ternak selama masa penggemukan dan bagaimanakah upaya untuk memperoleh tambahan pendapatan bagi usaha penggemukan domba pada masa pandemi Covid-19. Metode observasi yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu pelaksanaan jual beli Tebon Jagung, produksi silase, pemasaran silase, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yaitu memenuhi kebutuhan ternak, jumlah domba yang terjual bertambah, feces menjadi pupuk, dan lingkungan menjadi lebih sehat karena bebas bau feces. 
Using Different-Level of Leucaena leucocephala Leaves in Concentrated Feeds to Increase Goat Farming Production Eko Marhaeniyanto; Sri Susanti; Asmah Hidayati
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 33 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2023.033.02.05

Abstract

The potential of Leucaena leucocephala leaves as a protein supplement needs to be optimized. This research aims to evaluate the use of 10 to 40% Leucaena leucocephala leaves with 15% of crude protein to increase the production of goat farming. A total of 16 male Etawa (Jamnapari) goats with an average weight of 28.20±3.79 kg. The researchers analyzed the data using the Randomized Group Design with four treatments and four groups based on the subject's body weight. Each goat obtained basal feeds ad libitum and the concentrated feeds with 15% crude protein corresponding to each treatment Leucaena leucocephala-based concentrate (named KL, consisting of KL10%, KL20%, KL30%, and KL40%), reaching 1% of Body Weight. The supplementation of Leucaena leucocephala leaves showed an insignificant response (P>0.05) over feed consumption, digestibility, and digested feed consumption yet significantly (P<0.05) affecting the increase of body weight and feed conversion. The ADG (Average Daily Gain) of all treatments are KL10% = 84.00±27.95 g/head/day; KL20% = 99.29±40.02 g/head/day; KL30% = 67.00±45.51 g/head/day; KL40% = 88.50±23.62 g/head/day. In conclusion, the supplementation of 20% Leucaena leucocephala leaves in the concentrate of 15% crude protein results in an ADG increase reaching 99.29±40.02 g/head/day.
Teknologi Silase dan Pakan Komplit untuk Meningkatkan Pendapatan Usaha Penggemukan Domba Muda Hidayati, Asmah; Adiyastiti, Bayu Etti Tri; Ambarwati, Titiek
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): EDISI JUNI 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v6i1.3166

Abstract

The young sheep fattening business, which was developed with funding from the PPUPIK Program, was to develop a profit unit and increase the income of the sheep fattening business at the Experimental Farm Laboratory of the UMM Department of Animal Husbandry. In addition, it also fosters a culture of commercialization of research results by lecturers and students and builds cooperation with business actors engaged in sheep breeding. The results of PPUPIK's 2nd year of young lamb fattening have been achieved, namely the cultivation of 151 sheep, with details of 85 sheep cultivated from PPUPIK, consisting of 1 male, 3 broods and 81 enlargements, and 66 heads from UMM. Sales for qurban 48 tails. There is a diversification of sales in the form of carcasses of 5 sheep. Currently available 98 tails, for sale in September to December. To maintain and increase the population, the plan is to purchase 60 cempe starting in October. Silage production reaches 81,000 kg or 81 tons for livestock purposes managed by PPUPIK, and outbound sales only reach 1350 kg, there are problems with raw materials, because the status of an 11 ha land area must be off to support the isolation environment for Covid 19 patients. Sales of pellet concentrate as a substitute for production silage is constrained by raw materials, starting in June as much as 3000 kg. The involvement of students who take part in PPUPIK activities is converted as the value of Animal Husbandry Practices, as many as 3 teams or 9 peopleABSTRAKUsaha penggemukan domba muda yang dikembangkan dengan pendanaan Program PPUPIK ini untuk mengembangkan unit profit dan meningkatkan pendapatan usaha penggemukan domba di Laboratorium Experimental Farm Jurusan Peternakan UMM. Selain itu juga menumbuhkan budaya komersialisasi hasil penelitian dosen maupun mahasiswa dan membangun kerjasama dengan pelaku usaha yang bergerak dalam pembibitan domba. Hasil PPUPIK penggemukan domba muda tahun ke 2 telah dicapai yaitu budidaya domba sejumlah 151 ekor, dengan perincian 85 ekor domba hasil budidaya dari PPUPIK, terdiri dari 1 pejantan, 3 induk dan 81 pembesaran, dan 66 ekor dari UMM. Penjualan untuk qurban 48 ekor. Ada diversifikasi penjualan dalam bentuk karkas sebanyak 5 ekor domba . Saat ini tersedia 98 ekor, untuk penjualan bulan september sampai dengan desember. Untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi maka rencana pembelian cempe 60 ekor mulai bulan Oktober. Produksi silase mencapai 81.000 kg atau 81 ton untuk keperluan ternak yang dikelola PPUPIK, dan penjualan keluar hanya mencapai 1350 kg, ada kendala bahan baku, karena status lahan seluas 11 ha harus off untuk mendukung lingkungan isolasi pasien Covid 19. Penjualan konsentrat pellet sebagai pengganti produksi silase yang terkendala bahan baku, mulai Juni sebanyak 3000 kg. Keterlibatan mahasiswa yang ikut dalam kegiatan PPUPIK dikonversi sebagai nilai Praktek usaha Peternakan, sebanyak 3 tim atau 9 orang.
Eco-printing Leather Quality in Different Mordant Methods Pancapalaga, Wehandaka; Hartati, Endan Sri; Hidayati, Asmah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 2 (2022): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i2.23938

Abstract

The leather coloring technique using the eco-printing method is carried out by transferring the colors and motifs of plants on the leather media by direct contact. This process requires mordant to maximize the color. The use of mordant is done in 3 ways, namely mordant is done at the beginning (pre-mordanting), mordant is done simultaneously (meta-mordanting), and mordant is done at the end (post-mordanting). This study aims to determine the quality of eco-printing leather with the implementation of different mordant methods. The research materials were 16 pieces of sheep’s crust leather. The research treatment was using various mordant methods, namely pre-mordanting, meta-mordanting, and post-mordanting. Colorfastness, tensile strength, elongation, tear strength, flexibility, and fracture resistance were among the eco-printing leather qualities evaluated. The research was carried out in an experimental setting using a completely randomized design. To conclude, the best mordant method was carried out at the beginning of the eco-printing process on leather media (pre-mordanting), where the quality of eco-printing leather obtained of 5.44±0.968 mm, crack resistance (distance) of 8,78±0.97 mm, the tensile strength of   1743.64 ±45.26 N/cm2, leather elongation of 55.15±10.26 %, tear strength of 268.24±132.49 N/cm, sewing strength of 1247.12± 649.91 N/cm, colorfastness of wet rubbing rated 4 (good), and dry rub of 4 (good).Keywords: quality, eco-printing leather, crust leather, mordant technique, tanned leather
Hilirisasi Prototype Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Koro Lokal dalam Upaya Pengembangan Produk Pangan Sehat Dan Ekonomi Hijau di Sumenep Purwanti, Elly; Warkoyo, W.; Hidayati, Asmah; Nuryady, Moh. Mirza; Permana, Tutut Indria; Lestari, Novi Puji
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2305

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan hilirisasi prototipe diversifikasi pangan fungsional berbasis kacang koro lokal dalam rangka pengembangan produk pangan sehat dan ekonomi hijau di Sumenep. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Triple Helix yang melibatkan tiga komponen utama: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pemegang inovasi, Kemendikbudristek sebagai pemberi dana, dan mitra industri rumah tangga (IRT) di Sumenep, yaitu CV Bunga Anggrek dan CV Akancatani, sebagai penerima manfaat utama. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri ini bertujuan untuk mendorong inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi hijau. Kegiatan hilirisasi ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, dan pendampingan intensif oleh tim UMM kepada mitra IRT, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk berbasis koro. Selain itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Grujugan, Sumenep, turut memperkuat upaya ini dengan program kerja yang mengembangkan potensi desa dan memperluas akses pasar produk koro. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha IRT berbasis koro, tetapi juga memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas, mendukung ekonomi lokal dengan adanya peningkatan pendapatan, dan membangun keterampilan masyarakat dalam pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi hijau di wilayah lain di Madura dan Indonesia. Downstreaming of Functional Food Diversification Prototype Based on Local Koro in an Effort to Develop Healthy Food Products and a Green Economy in Sumenep Abstract This activity aims to downstream a prototype of functional food diversification based on local koro beans in order to develop healthy food products and a green economy in Sumenep. This program is implemented using the Triple Helix approach involving three main components: the UniversitAS Muhammadiyah Malang (UMM) as the innovation holder, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology as the funder, and home industry partners (IRT) in Sumenep, namely CV Bunga Anggrek and CV Akancatani, as the main beneficiaries. The synergy between academics, government, and industry aims to encourage innovation that can improve community welfare through the development of a green economy. This downstream activity is carried out through Focus Group Discussions (FGD), socialization, and intensive mentoring by the UMM team to IRT partners, with a focus on improving the quality and quantity of koro-based products. In addition, the implementation of the Real Work Lecture (KKN) in Grujugan Village, Sumenep, also strengthens this effort with a work program that develops village potential and expands market access for koro products. Overall, this activity not only supports the sustainability of koro-based IRT businesses, but also strengthens product competitiveness in the wider market, supports the local economy with the increase in income, and builds community skills in sustainable business management. This activity can also be an inspiration for the development of a green economy in other regions in Madura and Indonesia.