Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Sediaan Lip Balm Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Amalia Ridhani; Setia Budi; Nurul Hidayah
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.142 KB)

Abstract

Bibir merupakan bagian wajah yang terlihat harus dijaga dan diperhatikan, salah satunya dengan menggunakan lip balm. Lip balm adalah kosmetik yang digunakan untuk mencegah bibir kering, pecah-pecah, dan kusam. Ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dapat digunakan dalam formulasi lip balm karena mengandung flavonoid yang berguna sebagai antiinflamasi, antihipertensi, dan antioksidan serta membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pembengkakan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi stabilitas sediaan lip balm dari ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain studi kasus one-shot. Ekstrak buah Mahkota dewa diformulasikan ke dalam tiga formulasi, kemudian dilakukan uji stabilitas sediaan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, stabilitas sediaan, daya lekat, dan kesukaan (Hedonic). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki stabilitas yang baik dan memenuhi persyaratan uji organoleptik dan homogenitas. Stabilitas pH dan adhesi tidak stabil tetapi masih memenuhi parameter. Uji kesukaan (Hedonic) menunjukkan bahwa formulasi 3 kurang disukai oleh responden. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil evaluasi uji pH dan kelengketan ketiga formulasi lip balm tersebut dengan nilai signifikan 0,027.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Buah Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Sun Protection Ni Nyoman Risnayanti; Setia Budi; Mia Audina
Sains Medisina Vol 1 No 2 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.477 KB)

Abstract

Bibir merupakan salah satu bagian kulit yang perlu dijaga kelembabannya, sehingga diperlukan sediaan yang dapat digunakan untuk melindungi dan menjaga kesehatan bibir dari paparan sinar matahari menggunakan tabir surya atau sun protection. Semangka mengandung karotenoid (likopen) yang bertindak sebagai penghambat UV. Lip balm adalah kosmetik yang digunakan untuk mencegah kekeringan dan melindungi bibir dari paparan radiasi sinar UV. Tujuan penelitian mengetahui ekstrak buah semangka dapat diformulasikan sebagai sediaan lip balm, mengetahui terdapat perbedaan karakteristik pada sediaan lip balm dengan basis carnauba wax pada konsentrasi 4%, 6%, dan 8 %, mengetahui formula lip balm memiliki aktivitas sebagai sun protection factors (SPF). Metode penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan rancangan one-shot case study. Ekstrak buah semangka diformulasikan menjadi tiga formula dan selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas,pH, daya sebar, daya lekat dan uji aktivitas spf. Hasil penelitian sediaan lip balm ekstrak semangka pada formulasi 3 menunjukkan perbedaan tekstur dibandingkan formulasi 1 dan 2. Hasil uji homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi spesifikasi. Hasil uji aktivitas menunjukkan nilai SPF sebesar 20,06. Berdasarkan analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari hasil evaluasi fisik sediaan lip balm pada formula 1, 2 dan 3. 
Identifikasi Senyawa Kimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Tingkatan Fraksi Daun Hapa-Hapa (Flemingia macrophylla) Citra Agustiani Kusuma; Kunti Nastiti; Setia Budi
Sains Medisina Vol 1 No 2 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.062 KB)

Abstract

Daun hapa-hapa (Flemingia macrophylla) secara empiris digunakan masyarakat dalam mengatasi permasalahan kulit seperti flek dengan cara mencampurnya bersama bedak dingin. Hasil skrining menunjukkan adanya Flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan akan meningkat dengan tingginya kadar flavonoid. Adanya korelasi antara antioksidan dan flavonoid, maka perlu dilakukan penetapan kadar flavonoid. Diketahui kadar pada ekstrak sebesar 64,4 mg QE/g, sedangkan penelitian pada tingkatan fraksi belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengidentifikasi senyawa kimia dan mengetahui kadar flavonoid total pada tingkatan fraksi daun Hapa-Hapa (Flemingia macrophylla). Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode fraksinasi adalah ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Penapisan fitokimia menggunakan uji fitokimia, dan kadar flavonoid total ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif, fraksi n-heksan mengandung fenolik, flavonoid, steroid, dan antrakuinon. Pada fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, terpenoid, antrakuinon, dan saponin. Pada fraksi aquadest mengandung flavonoid, fenolik, terpenoid, antrakuinon dan saponin. Sedangkan uji kuantitatif menunjukkan kadar flavonoid total fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi aquadest masing-masing adalah 23,3 mg QE/g; 28,5 mg QE/g; dan 13,9 mg QE/g. kesimpulan dari penelitian ini, fraksi etil asetat mengandung lebih banyak senyawa kimia serta memiliki kadar flavonoid tertinggi dibanding fraksi lainnya.
Formulasi Balm Stick Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum) dan Uji Aktivitas Anti Radang dengan Metode Granuloma Pouch Method Nella Wiyana; Setia Budi; Rohama Rohama
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai anti peradangan. Eugenol pada minyak atsiri cengkeh merupakan kandungan yang  bekerja sebagai anti peradangan. Balm stick dibuat karena dapat memudahkan penggunaannya dan tidak mengotori tangan, sehingga sediaan  langsung bersentuhan pada daerah yang akan diobati. Tujuan pada penelitian ini mengetahui sifat fisik dan aktivitas anti peradangan dari sediaan balm stick minyak atsiri cengkeh, yang kemudian didapatkan sediaan balm stick minyak atsiri cengkeh yang baik secara fisik dan memiliki aktivitas anti peradangan. Metode yang digunakan merupakan penelitian eksperimental. Sediaan balm stick dibuat menjadi 3 formulasi dengan variasi konsentrasi minyak atsiri cengkeh, yaitu 2,5%, 5%, dan 10%. Sediaan balm stick dievaluasi fisik dan diuji aktivitas anti radang dengan metode granuloma pouch. Hasil pengamatan uji organoleptis didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dari setiap formulasi, hasil uji homogenitas didapatkan sediaan homogen. Hasil uji pH didapatkan pH yang sesuai dengan pH normal kulit manusia, uji daya oles sediaan dapat dioleskan dan menempel baik pada kulit. Uji aktivitas anti radang didapatkan memiliki aktivitas sebagai anti radang. Dapat disimpulkan setiap formulasi sudah memenuhi persyaratan dari evaluasi fisik sediaan. Formulasi yang optimal berdasarkan uji aktivitas anti radang adalah formulasi 3 dengan konsentrasi minyak atsiri cengkeh sebesar 10%.
Formulasi Spray Scant Diffuse dan Uji Aktivitas Anti Bau Herna Fauziah; Setia Budi; Nur Hidayah
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang cukup penting dan dapat menganggu aktivitas seseorang. Mengetahui evaluasi fisik dan aktivitas yang optimal pada sediaan spray scant diffuse Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sediaan spray scant diffuse dibuat menjadi 3 formulasi dengan variasi konsentrasi bahan kimia. Sediaan spray scant diffuse dievaluasi fisik dan dilakukan uji aktivitas anti bau. Berdasarkan uji organoleptis didapatkan hasil tidak jauh berbeda dari setiap formulasi, hasil uji homogenitas semua sediaan homogen. Hasil uji pH didapatkan pH yang sesuai dengan rentang pH sediaan spray 4,5-6,5. Uji viskositas hasil formulasi I, II, dan III sudah memenuhi persyaratan. Uji pola penyemprotan hasil dari ketiga formulasi memiliki pola penyemprotan yang baik sesuai dengan persyaratan uji pola penyemprotan. Uji aktivitas anti bau hasil formulasi I dapat menghilangkan bau. Sedangkan pada formulasi II dan III hanya sedikit bau yang hilang. Setiap formulasi sudah memenuhi persyaratan dari evaluasi fisik sediaan. Formulasi yang stabil berdasarkan uji aktivitas anti bau adalah formulasi I dengan konsentrasi hidrogen peroksida 300 ml dan natrium bikarbonat 150 mg.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Kapsul Ekstrak Daun Kalangkala (Litsea angulata Bl) Serta Formulasi Dan Evaluasi Fisik Aditha Wulandari; Rohama Rohama; Setia Budi
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi negara berkembang adalah penyakit diare, diare dapat disembuhkan salah satunya dengan pengobatan tradisional menggunakan tanaman. Dimana tanaman yang memiliki manfaat sebagai antidiare salah satunya adalah tanaman kalangkala, namun pengolahan yang rumit membuat peneliti tertarik untuk membuat ekstrak daun kalangkala dalam bentuk sediaan kapsul. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi formulasi yang tepat, menguji konsentrasi hambat minimum dan menguji konsentrasi bunuh minimum. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental murni, daun kalangkala dibuat menjadi ekstrak dengan metode maserasi, selanjutnya dibuat menjadi sediaan kapsul, dan di uji antibakteri dengan menggunakan metode dilusi. Hasil yang didapatkan yaitu semua formulasi memenuhi persyaratan evaluasi fisik, kecuali uji kelembapan. Dimana formulasi terbaik terdapat di formula I dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 100 mg. Dari hasil uji antibakteri dengan metode dilusi,didapatkan semua formula memiliki daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli, namun belum memiliki daya bunuh terhadap bakteri Escherichia coli pada semua formula. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formulasi terbaik terdapat di formula I dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 100 mg, dan pada semua formula sudah memiliki daya hambat namun belum memiliki daya bunuh pada semua formula.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Akar Purun Danau (Lepironia articulata) Sebagai Antibakteri Hairunnisa Hairunnisa; Setia Budi; Iwan Yuwindry
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel handsanitizer yang beredar di masyarakat sebagian besar mengandung alkohol. Penggunaan alkohol secara berlebihan dapat memicu iritasi dan rasa terbakar pada kulit. Pada akar purun danau (Lepironia articulata) mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan Mengetahui bahwa ekstrak akar purun danau (Lepironia articulata) dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel handsanitizer dan memenuhi evaluasi sediaan yang baik. Sediaan gel handsanitizer ekstrak akar purun danau dibuat dalam 3 formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak akar purun danau 3%, 4% dan 5%. Hasil pengamatan yang dilakukan pada sediaan gel handsaniitzer ekstrak akar purun danau pada pengamatan organoleptis didapatkan hasil formula 1 yang baik terhadap tekstur sedangkan warna dan bau 3 formulasi memiliki hasil yang sama. Pada pengamatan homogenitas didapatkan hasil ketiga formulasi homogen. Pada uji pH didapatkan hasil formula 1 memenuhi kriteria. Pada uji bobot jenis didapatkan ketiga formulasi tidak memenuhi kriteria. Pada uji viskositas dan sifat alir didapatkan memiliki sifat pseudoplastis dan tidak memenuhi nilai rentang spesifikasi. Pada uji daya antiseptik memenuhi kriteria. Penelitian ini perlu pengembangan formulasi untuk mendapatkan evaluasi fisik yang optimal.