Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MUTU KELAS UNGGULAN MADRASAH ALIYAH DARUL ULUM BANYUANYAR PELENGAAN PAMEKASAN Solichin, Mohammad Muchlis
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mendeskripsikan tentangmutu kelas unggulan di Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar.Madrasah ini merupakan satu satu madrasah di pesantren yangmelakukan pelbagai langkah inovatif dalam penyelenggaraan kelasunggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penyelenggaraankelas unggulan dilatarbelakangi oleh pertimbangan ideologis-religius. 2) Mutu lulusan kelas unggulan dapat dilihat dari prestasi kejuaraan,kemampuan siswa dalam berbahasa asing, prestasi dalam Ujian Akhirdan diterimanya siswa pada beberapa perguruan tinggi ternama. 3)Faktor pendukung kelas unggulan adalah kemampuan guru dalampembelajaran dan semangat pengasuh untuk menghasilkan lulusanyang bermutu.
KEMANDIRIAN PESANTREN DI ERA REFORMASI Solichin, Mohammad Muchlis
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.563 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.27

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren mendapat tantangan yang tidak ringan baik dari kalangan internal ummat Islam maupun pihak ekternal. Di era reformasi, tantangan tersebut semakin kuat, ketika kran demokrasi dibuka selebarlebarnya. Pesantren menjadi lahan subur pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Keadaan ini membuat banyak pesantren yang kehilangan kemandiriannya. Maka dari itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana pandangan pengasuh pesantren tentang kemandirian pesantren, bagaimana mempertahankan kemandiriannya, dan apa saja kendala pesantren dalam mempertahankan kemandiriaannya. Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian dapat ditegaskan sebagai berikut: pertama, pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin tentang kemandirian adalah tiadanya ketergantungan pesantren dengan pihak ekternal dalam berbagai aktivitasnya. Kedua, Pondok Pesantren al-Amin mempertahankan kemandiriannya dengan upaya-upaya, yaitu secara sosial politik; berupaya tetap berada di atas semua golongan dan kekuatan sosial politik di luar pesantren. Upaya secara ekonomi; mengembangkan berbagai badan usaha yang dengannya dapat membiayai kegiatan pendidikannya. Upaya secara pendidikan; melaksanakan kurikulum yang dirancang oleh pihak internal pesantren. Sedangkan kendala Pondok Pesantren dalam mempertahankan kemandiriannya adalah intervensi pihak eksternal, kurang kuatnya sumber daya manusia, dan kurangnya sarana dan prasarana pesantren.
INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN: PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Solichin, Mohammad Muchlis
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.202 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.168

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan di Indonesia, yang tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun lalu, masih eksis dan dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat Muslim Indonesia.Tantangan sekaligus rangsangan bagi pesantren adalah datang dari kaum reformis Muslim, yang sejak awal abad ke-20 meyakini, bahwa untuk menjawab tantangan pemerintah kolonial Belanda dengan cara mengadakan perubahan dalam pendidikan Islam. Respon pendidikan pesantren terhadap sekolah dan madrasah yang didirikan oleh kaum refomis Islam adalah “menolak sambil mencontoh”. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa 1) Landasan berpikir pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di Pondok Pesantren Puncak Darus Salam didasarkan pada pemikiran pengasuh Pondok Pesantren tersebut. 2) Pengembangan pembelajaran bahasa Inggris didasarkan pada pemikiran, bahwa semua Muslim berkewajiban untuk menyebarkan dan menyampaikan Islam kepada seluruh ummat manusia, di manapun berada. Bahasa Inggris diyakini sebagai bahasa yang harus dikuasi, mengingat bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan digunakan oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia ini. 2) Proses Pengembangan Pembelajaran bahasa Inggris di Pondok Pesantren Puncak Darus Salam Darwis adalah sebuah lembaga khusus yang didirikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darus Salam Puncak. Kendala pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Darus Salam Puncak Darwis adalah Kurangnya Fasilitas pembelajaran karena kurangnya dana, kurangnya kesadaran sebagian orang tua atau wali santri dalam mengawal dan memotivasi putera-puterinya mengikuti pengembangan pembelajaran bahasa Inggeri di pesantren.
INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN: PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Solichin, Mohammad Muchlis
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.169

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan di Indonesia, yang tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun lalu, masih eksis dan dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat Muslim Indonesia.Tantangan sekaligus rangsangan bagi pesantren adalah datang dari kaum reformis Muslim, yang sejak awal abad ke-20 meyakini, bahwa untuk menjawab tantangan pemerintah kolonial Belanda dengan cara mengadakan perubahan dalam pendidikan Islam. Respon pendidikan pesantren terhadap sekolah dan madrasah yang didirikan oleh kaum refomis Islam adalah “menolak sambil mencontoh”. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa 1) Landasan berpikir pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di Pondok Pesantren Puncak Darus Salam didasarkan pada pemikiran pengasuh Pondok Pesantren tersebut. 2) Pengembangan pembelajaran bahasa Inggris didasarkan pada pemikiran, bahwa semua Muslim berkewajiban untuk menyebarkan dan menyampaikan Islam kepada seluruh ummat manusia, di manapun berada. Bahasa Inggris diyakini sebagai bahasa yang harus dikuasi, mengingat bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan digunakan oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia ini. 2) Proses Pengembangan Pembelajaran bahasa Inggris di Pondok Pesantren Puncak Darus Salam Darwis adalah sebuah lembaga khusus yang didirikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darus Salam Puncak. Kendala pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Darus Salam Puncak Darwis adalah Kurangnya Fasilitas pembelajaran karena kurangnya dana, kurangnya kesadaran sebagian orang tua atau wali santri dalam mengawal dan memotivasi putera-puterinya mengikuti pengembangan pembelajaran bahasa Inggeri di pesantren.
The Concept of Islamic Education Curriculum Based on Muhaimin’s Perspective and Its Relevance in the Context of Contemporary Islamic Education Amali, Muhlas; Siswanto, Siswanto; Solichin, Mohammad Muchlis
Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS) Vol. 2 No. 2 (2025): March
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/aijis.v2i2.2542

Abstract

In today’s dynamic era, Islamic education (PAI) in Indonesia faces serious challenges such as increasing corruption, violence, and deviant behavior among students. Society needs educational solutions that not only educate academically but also form strong religious and moral characters so that relationships between people can be more harmonious. In this context, the concept of education that is integrative and responsive to Islamic values ​​is very important to build a young generation with noble character. This study aims to explore and analyze the concept of the PAI curriculum based on Muhaimin’s perspective and its relevance in contemporary education. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes various literature sources to gain in-depth insights. The results of the study indicate that PAI education must adapt to modern learning methods such as problem-based learning and contextual teaching and learning to encourage the development of students’ soft skills. This study makes a significant contribution to the development of a relevant PAI curriculum and answers the challenges of Islamic education in Indonesia.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengelolaan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 8 Pamekasan Wahyuni, Amalia Desy; Solichin, Mohammad Muchlis
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i1.1668

Abstract

The quality of education involves two very important aspects, namely the process and results. The view of education as a mandate must be owned by every quality manager, so as not to lose the vision and spirit of transcendent talit as, namely the view and belief that in managing the quality of education is a task that must be maintained and carried out as a form of devotion to God. SMP Negeri 8 Pamekasan is one of the junior secondary education institutions that incorporates Islamic values in its education quality management. This study applied descriptive qualitative method with data collection through interviews, observation and documentation. The results show that quality management by integrating Islamic values includes quality planning with the school's vision-mission and curriculum that integrates Islamic values, moral formation and the establishment of short-term and long-term goals. Furthermore, quality supervision and evaluation are carried out with a fair and transparent assessment system and the enactment of a feedback mechanism for improvement. Therefore, to realize quality management based on Islamic values, the development of educators professionalism needs to be carried out with training and competency development as well as a culture of continuous learning among educators.
Telaah Epistemologis atas Praktik Manajemen Pendidikan Islam di Lembaga Madrasah Aliyah Wahidah, Romlatul; Solichin, Mohammad Muchlis
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i1.153

Abstract

This article explores the epistemological values embedded in the management of Islamic education at MA As-Salafiyah Sumber Duko Pakong Pamekasan. Using a qualitative descriptive approach with a case study method, the research aims to describe and analyze how values rooted in Islamic epistemology such as tawhid (oneness of God), amanah (trustworthiness), shura (consultation), and ihsan (excellence) are implemented in the managerial practices of the institution. Data were obtained through direct observation, in-depth interviews with key informants, and documentation analysis. The data were then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that these values are integrated holistically into the planning, organizing, actuating, and controlling processes. Tawhid fosters a sense of spiritual responsibility in leadership, amanah ensures integrity in financial and administrative management, shura strengthens participatory decision-making, while ihsan enhances the commitment to educational quality and service.
Interrelation Kiai Authorities, Curriculum and Learning Culture in Pesantren Indonesia solichin, Mohammad Muchlis
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.7781

Abstract

AbstractIn the education system of Pesantren salaf (traditional Islamic boarding school), Kiai is the highest authority in determining the direction and policies of a pesantren. The figure of Kiai in Pesantren has the authority to determine the direction, the purpose of education, and curriculum/learning materials in Pesantren. Kiai has authority in determining the books of certain scholars. Some books are specifically used in Pesantren to provide guidance for students in implementing the learning process in Pesantren.Those books are selected by Kiai to provide guidance for students in implementing the learning process in this Pesantren. This writing seeks to discuss mutual and interrelated relations among kiai’s authorities, curriculum and norms of students in learning. This paper will discuss how Kiai with authority to select and specify the books on the provisions of the students in learning. While such rules directly strengthen and perpetuate the leadership of Kiai in Pesantren. AbstrakDalam sistem pendidikan Pesantren salaf, Kiai adalah otoritas tertinggi dalam menentukan arah kebijakan pesantren. Sosok Kiai di Pesantren, memiliki wewenang untuk menentukan arah, tujuan pendidikan, kurikulum\materi pembelajaran di Pesantren. Kiai memiliki otoritas dalam menentukan kitab-kitab para Ulama tertentu. Beberapa kitab secara khusus digunakan di Pesantren untuk membimbing siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di Pesantren. kitab tersebut dipilih oleh Kiai untuk membimbing siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di Pesantren ini. Tulisan ini berusaha untuk membahas hubungan timbal balik dan saling terkait antara otoritas kiai, kurikulum dan norma-norma siswa dalam pembelajaran. Tulisan ini akan membahas bagaimana Kiai dengan wewenangnya memilih dan menentukan kitab-kitab belajar  siswa. Sementara aturan tersebut langsung memperkuat dan melanggengkan kepemimpinan Kiai di Pesantren.
THE IMPACT OF DEVELOPING A QUALITY CULTURE ON ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN ISLAMIC UNIVERSITIES Alim, Wahab Syakhirul; Solichin, Mohammad Muchlis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i001.9301

Abstract

Background: Quality culture is seen as an important part of the higher education system in developing the quality of its management to achieve learning communities in tertiary institutions that carry out educational processes oriented towards achieving quality standards. Purpose: The formulation of the research problem is: 1) How is the development of a quality culture at the Madura State Islamic Institute and Nazhhatut Thullab Islamic High School Sampang Madura? 2) What is the impact of the development of a quality culture on organizational commitment at the Madura State Institute of Islamic Studies and the Islamic College of Nazhatut Thullab Sampang Madura? Merhod: To answer the questions in the problem formulation above, the researcher uses qualitative research with interviews and documentation as a means of collecting data. Data analysis used in this study included data reduction, data presentation and decision making. Result: From the research carried out, the results are as follows: 1) quality development carried out at IAIN Madura and IAI NATA is carried out in aspects, behavior that describes the university's motto (vision), internal and external input is accommodated as a basis for decision making, employee involvement, education and training, reward system, 2) the development of a quality culture in the two tertiary institutions above has an impact on the commitment of lecturers and staff to survive, have a career, be proud and be happy in the two tertiary institutions.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESETARAAN GENDER Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.183 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.193

Abstract

Dalam realitas aktual kehidupan masyarakat Muslim telah terjadi proses ketimpangan dalam relasi gender yang betul-betul berlawanan dengan semangat fitri Islam yang sangat menjunjung tinggi dan mendambakan kesetaraan gender, kesetaraan laki-laki dan perempuan. Ketimpangan dimaksud seringkali dijustifikasi oleh tafsir ajaran agama, sehingga untuk mengubahnya, sangat diperlukan kemauan secara kultural dan struktural dalam mengubah paradigma pendidikan agama Islam menuju equalitas gender. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan pendidikan agama berbasis kesetaraan gender dengan mengemukakan beberapa model strategi dalam aplikasinya.