Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PANDANGAN AL-GHAZÂLÎ Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.551 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v1i2.202

Abstract

Al-Ghazâlî merupakan tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan karya monumental dalam berbagai kajian keislaman. Beliau dikenal luas sebagai seornag tokoh sufi, oleh karenanya tidak heran jika pemikirannya banyak diilhami oleh nilai-nilai tasawwuf, termasuk hasil pemikirannya dalam bidang pendidikan. Dalam hal belajar dan mengajar misalnya, al- Ghazâlî terinspirasi dengan pola kehidupan sufi, yaitu bagaimana seorang anak didik dan pendidik melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya berdasarkan perspektif ajaran Islam. Sebagai titik tolak dari kedua aktivitas itu al-Ghazâlî menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu harus diniatkan sebagai aktivitas ibadah kepada Allah dan mencari keridhaan- Nya.
FITRAH; KONSEP DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.691 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.219

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia paripurna melalui pembiasaan, penanaman, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Tujuan pendidikan Islam sebagaimana diatas dapat diwujudkan dengan upaya mengarahkan, membimbing anak didik dan--yang lebih penting dari itu--menumbuhkembangkan potensi-potensi alamiah yang diterima anak sejak ia dilahirkan. Potensi-potensi itulah yang dikenal--dalam pendidikan Islam--sebagai fitrah. Fitrah dengan berbagai derivasinya dikembangakan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan menekankan keseimbangan antara fitrah lahiriyah dan fitrah bâthiniyah.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.493 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.226

Abstract

Islamisasi ilmu pengetahuan sejak kelahirannya mengundang para ahli untuk memperbincangkannya. Kalangan cendekiawan Muslim yang berpendapat pentingnya ilmu pengtahuan meyakini bahwa ilmu pengetahuan sangat urgen untuk diislamkan, mengingat ilmu pengetahuan—dalam pandangan mereka—telah teracuni nilai-nilai ideologi dan filosofi Barat yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam. Adalah al-Faruqi dan al-Attas—dua tokoh sentral—ide islamisasi ilmu pengetahuan yang secara getol mempropagandakan ide itu dengan tujuan mengembalikan ilmu pengetahuan yang dinilai telah keluar dari kerangka aksiologisnya. Dalam pikiran mereka, ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini bukan lagi untuk kemanfaatan manusia tapi telah mengarah kepada kerusakan dan kehancuran umat manusia.
PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan) Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.431 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.237

Abstract

Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan.
TAZKIYAH AL-NAFS SEBAGAI RUH REKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.939 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v4i1.242

Abstract

Islamic education ia a mean of value transmission and islamic doctrines to the students in order to understand, internalize, and practice the islamic doctrines precisely. Meanwhile, the core of islamic doctrines is to implant good morals. And this the prophetic mission of Muhammad SAW, prefecting morals of humans. Inserting good morals as the soul of developing the planning, actuating, and evaluating islamic education. These efforts are very crucial to avoid misleading orientation of islamic education as mastering knowledge only (Islamology) without understanding, penetrating, and actuating in daily life. The efforts to reconstruct islamic educaton as exsplain above can be carried out by formulating instructional goals, designing curriculum, and implementing Islam by referring to pervading good morals (akhlak) through tazkiyah al-nafs.
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY’ARI (Telaah Kitab Adâb al-‘Alim wa al-Muta’allim) Sulhan, Sulhan; Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.562 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i2.390

Abstract

Dalam perspektif Islam, pendidikan dipahami sebagai upaya pendidik untuk menjadikan peserta didik memilki kepribadian yang sesuai dengan ajaran Islam. Untuk mencapai tujuan pendidikan Islam di atas, peserta didik dituntut memiliki etika, sebagai wahana dalam memperoleh pengetahuan, yang bermanfaat dalam menjalani kehidupannya. Berkaitan dengan etika peserta didik dalam memperoleh pengetahuan dan kemampuan, KH. Muhammad Hasyim Asy’ari memberikan berbagai anjuran dan nasihat sebagai bekal bagai peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar. Dalam tulisan ini, etika diposisikan sebagai akhlak dalam Islam.
MUTU KELAS UNGGULAN MADRASAH ALIYAH DARUL ULUM BANYUANYAR PELENGAAN PAMEKASAN Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.752 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i2.411

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mendeskripsikan tentangmutu kelas unggulan di Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar.Madrasah ini merupakan satu satu madrasah di pesantren yangmelakukan pelbagai langkah inovatif dalam penyelenggaraan kelasunggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penyelenggaraankelas unggulan dilatarbelakangi oleh pertimbangan ideologis-religius. 2) Mutu lulusan kelas unggulan dapat dilihat dari prestasi kejuaraan,kemampuan siswa dalam berbahasa asing, prestasi dalam Ujian Akhirdan diterimanya siswa pada beberapa perguruan tinggi ternama. 3)Faktor pendukung kelas unggulan adalah kemampuan guru dalampembelajaran dan semangat pengasuh untuk menghasilkan lulusanyang bermutu.
Pendidikan Islam sebagai Ruang Publik: Studi tentang Partisipasi Siswa dalam Pengambilan Keputusan Sekolah di Madrasah Ainul Falah Bukhari, Ach Baidlawi; Solichin, Mohammad Muchlis; Syarif, Zainuddin; Hasan, Nor; Hasan, Mohammad
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education serves not only as a means of transferring religious knowledge but also as a social space that shapes students’ character, values, and democratic awareness. This article aims to analyze how Islamic education can function as a public space that enables student participation in decision-making processes within the school environment. This study employs a qualitative approach using a case study method at Madrasah Ainul Falah. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers, students, and school administrators. The findings indicate that student participation in school decision-making can enhance democratic awareness, social responsibility, and leadership skills among students. Furthermore, the practice of deliberation implemented in student organization activities and madrasah discussion forums serves as a vehicle for democratic education that aligns with Islamic values. Thus, Islamic education holds great potential to become a public sphere that fosters a democratic culture rooted in Islamic values.