Claim Missing Document
Check
Articles

Antena Mikrostrip Rectangular Patch dengan Inset-Feed dan Array Frekuensi 2.1 Ghz untuk Memperkuat Jaringan 5G Desti Putri, Rahayu; Yulindon, Yulindon; Nawi, Nasrul
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i3.3095

Abstract

This study proposes the design of an antenna that works at the frequency of 2.1 GHz used for fifth-generation communication systems. The antenna is designed with FR-4 Epoxy substrate which has the specification of dielectric constant = 4.3, substrate thickness = 1.6 mm. FR-4 Epoxy substrate was chosen because it has a small dielectric constant value, so antenna losses can be reduced. The antenna is designed to have high gain and directional radiation patterns by the inset feed method and array method. The antennas that have been added with the inset feed method and array method have a return loss area of -47,785 dB, VSWR 1,008, and a gain of 6,393 dB at a frequency of 2.1 GHz. After using the inset feed method, the return loss value was successfully reduced to 95.48%, the bandwidth increased by 4.06% and by using the array method, the gain value increased by up to 95.93% compared to the single-element antenna. This research can be used as a recommendation for the design of receiver antennas in 5G communication systems.
Implementasi Teknologi Cerdas iKanyangSurang untuk Efisiensi Pemberian Pakan pada Budidaya Ikan Air Tawar: Studi pada Kelompok Sukses Mulia Padang Ridho, Sahid; Yulindon, Yulindon; Badrika, Olfat
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7227

Abstract

Budidaya ikan air tawar berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, namun produktivitasnya sering terhambat oleh pemberian pakan manual yang tidak teratur dan belum berbasis teknologi. Kondisi ini juga dialami Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Sukses Mulia” di Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang menghadapi kendala ketidaktepatan jadwal pemberian pakan, keterbatasan tenaga kerja, serta belum tersedianya sistem pencatatan dan kontrol digital. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengimplementasikan iKanyangSurang, yaitu sistem pemberi pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan mikrokontroler Arduino Mega2560 R3 built-in IoT WiFi ESP8266, RTC, LCD I2C, keypad, sensor ultrasonik SR04, buzzer, sensor lingkungan (DHT22 dan sensor hujan), aktuator motor DC dan motor stepper NEMA 17, serta aplikasi Android berbasis protokol MQTT. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, perancangan dan pembuatan alat, pengujian dan instalasi lapangan, pelatihan penggunaan, serta evaluasi menggunakan kuesioner berbasis enam dimensi penilaian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa iKanyangSurang mampu melakukan pemberian pakan otomatis sesuai jadwal yang diatur melalui aplikasi dengan waktu tunda respon kurang dari satu detik dan sebaran pakan merata pada radius 3–4 meter. Mitra mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan 100% “sangat setuju” pada seluruh aspek keandalan, daya tanggap, empati, kepastian, bukti fisik, dan hasil. Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan pakan, menurunkan beban kerja pembudidaya, serta berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas budidaya ikan nila secara berkelanjutan.
Implementasi Teknologi Otomasi pada Sistem Hidroponik untuk Meningkatkan Produktivitas Budidaya Sayuran di Kelompok Tani 'Sahabat Sayur’ Yulindon, Yulindon; Ridho, Sahid; Archenita, Dwina; Asyazili , Muhammad Ilham
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7292

Abstract

Budidaya sayuran merupakan sektor pertanian yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat dan efisien. Namun, Kelompok Tani “Sahabat Sayur” yang sebelumnya mengelola tanaman secara tradisional masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan lahan, ketidakteraturan pemberian nutrisi, serta minimnya pemanfaatan teknologi budidaya modern. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem hidroponik tipe Nutrient Film Technique (NFT) yang dilengkapi pengaturan nutrisi terukur sebagai alternatif budidaya yang lebih efisien dan sesuai bagi lahan pekarangan yang terbatas. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar hidroponik, pembangunan dua instalasi hidroponik berkapasitas 330 dan 1500 lubang tanam, serta pendampingan operasional pada masa tanam awal. Seluruh proses dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan anggota kelompok tani pada setiap tahapan, mulai dari konstruksi instalasi hingga uji coba penanaman. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem hidroponik mampu menjaga aliran air dan pengaturan nutrisi secara lebih stabil dibandingkan pola budidaya sebelumnya, sehingga mempermudah mitra dalam menjaga kualitas larutan. Evaluasi melalui kuesioner menunjukkan peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan kepuasan mitra terhadap penerapan teknologi hidroponik, sementara aspek kepastian masih memerlukan pendampingan lanjutan karena petani sedang beradaptasi dengan pola budidaya baru. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan efisiensi kerja kelompok tani, serta mendorong mereka untuk mulai menerapkan budidaya hidroponik modern sebagai alternatif berkelanjutan dari metode tradisional yang selama ini digunakan.
The Small UWB Monopole Antenna with Stable Omnidirectional Radiation Pattern Firdaus, -; Yuhanef, Afrizal; Yulindon, Yulindon; Meidelfi, Dwiny; Silvana, Meza
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.6.4.972

Abstract

Ultra Wideband (UWB) technology is an unmodulated wireless digital communication system that uses an extremely short duration pulse to transmit information bit. Because of this pulse, the UWB system needs a very wide bandwidth. Federal Communication Commission (FCC) has regulated the 3.1 – 10.6 GHz frequency spectrum for UWB. Since FCC released this frequency, many research in telecommunication have been done on UWB systems. One of them is a development of an Antenna that is suitable for UWB devices. UWB antenna characteristics require FCC band, omnidirectional radiation pattern, and compact size. In order to meet these needs, an antenna with a simple structure in the form of a monopole patch antenna with a similar patch size and ground width has been designed. The antenna is built on an FR4 – epoxy substrate material, with 4.4 dielectric constant and 1.6 mm thickness. The antenna feeding structure consists of two 100 Ω and 50 Ω lines with a wideband impedance matching scheme using tapered side and tapered transformers. The antenna design and optimization processes are conducted using electromagnetic simulation software, and measurements are carried out in an anechoic chamber. Simulation and measurement results show good agreement, and the antenna can work at frequencies 3.5 - 11.3 GHz with a gain of 1.5 – 3.25 dBi and stable omnidirectional radiation patterns. The antenna has dimensions of 27 × 8 × 1.6 mm, which are smaller than the antenna reported in the last research and suitable to be applied on various UWB devices.
Design And Analysis of Optical Line Terminal (OLT) And Optical Distribution Cabinet (ODC) Devices In The Fiber To The Home (FTTH) Network Trainer Module In The G316 Laboratory, Building G, State Polytechnic Of Padang Adrian, Fachri; Yulindon, Yulindon
JATAED: Journal of Appropriate Technology for Agriculture, Environment, and Development Vol. 3 No. 1 (2025): JATAED: Journal of Appropriate Technology for Agriculture, Environment, and Dev
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jataed.v3i1.99

Abstract

This study aims to design and analyze the performance of Optical Line Terminal (OLT) and Optical Distribution Cabinet (ODC) devices in the Fiber to the Home (FTTH) network trainer module at the SKSO G316 Laboratory, Padang State Polytechnic. The research methods included design simulation using Optisystem software, physical implementation of the trainer module, and attenuation measurement using an Optical Power Meter (OPM). The results show that attenuation under normal core conditions (orange) is stable in the range of 14.94–16.23 dB, while core bending (green) and core damage (blue) conditions cause a significant increase in attenuation to 16.28 dB and 16.01 dB at a wavelength of 1310 nm. The length of the dropcore cable (10 m, 15 m, 20 m) showed an effect on the increase in attenuation with an additional attenuation increase of 0.9 dB per 5 meters. The simulation results and actual measurements are consistent with the link power budget calculations and meet the technical specifications with total attenuation below the maximum limit of -28 dB. This trainer module is useful as a learning medium for analyzing FTTH network performance and the impact of physical disturbances on optical fiber transmission.
A Pendekatan Model Sistem Informasi Smart Inventory Laboratorium dengan Validasi Unit Berbasis RFID Hanum, Tsabitah; Yulindon
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi (JISI) Vol. 5 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jisi.v5i1.10990

Abstract

Pengelolaan inventarisasi laboratorium yang masih dilakukan secara manual sering menimbulkan permasalahan, seperti ketidaktepatan pencatatan, kesalahan identifikasi peralatan, serta rendahnya keterlacakan unit inventaris. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegiatan praktikum, penelitian, dan pengelolaan aset laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model sistem informasi Smart Inventory Laboratorium dengan unit validasi berbasis Radio Frequency Identification (RFID) guna meningkatkan konsistensi dan konsistensi data inventaris. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual perancangan dan sistem, yang dikhususkan pada analisis kebutuhan, penyusunan prinsip desain, perancangan arsitektur sistem, serta penyusunan alur proses peminjaman inventaris. Hasil penelitian berupa model sistem yang memisahkan proses validasi identitas pengguna dan validasi fisik unit inventaris, dengan RFID diposisikan sebagai identitas unik setiap unit peralatan. Model ini juga menerapkan alur pinjaman yang terstruktur serta menjadikan sistem backend sebagai otoritas utama pengambilan keputusan. Secara kontekstual, model yang diusulkan mampu meningkatkan konsistensi status inventarisasi, memperkuat keterlacakan unit peralatan, dan meminimalkan potensi kesalahan operasional. Model ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem inventaris laboratorium yang lebih sistematis dan andal.
Implementasi Autentikasi dan Otorisasi pada Sistem Informasi Berbasis Web Evan Adicandra; Yulindon Yulindon; Ratna Dewi; Silfia Rifka
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa (JIPM) April 2026
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i2.2273

Abstract

The rapid development of web-based information systems demands security mechanisms capable of protecting data and effectively controlling user access. One of the main problems that often occurs is a weak authentication and authorization system, potentially leading to unauthorized access and data leaks. This research aims to design a security system model based on authentication and authorization for web-based information systems.The method used is a system design research approach, which includes requirements analysis, formulation of design principles, system architecture design, and development of authentication and authorization flows. The proposed system model applies the Role-Based Access Control (RBAC) concept to manage access rights, and hashing techniques to secure user passwords.The results show that the designed model can improve system security by separating authentication and authorization processes, limiting user access based on roles, and protecting login data from potential leaks. Furthermore, the use of session management on the backend helps maintain the stability of user access while interacting with the system.Thus, the proposed model can be a solution in improving the security of web-based information systems and can be used as a basis for developing a system that is more secure, structured, and easy to implement.
Kajian Pustaka Komparatif Protokol Komunikasi Internet of Things Berdasarkan Latensi, Efesiensi Energi, dan Skalabilitas Afriansyah Saputra, Muhammad Yudis; Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa (JIPM) April 2026
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i2.2269

Abstract

This study presents a comparative literature review of Internet of Things (IoT) communication protocols, focusing on latency, energy efficiency, and scalability. The rapid development of IoT applications requires efficient communication mechanisms capable of handling constrained devices and large-scale networks. This research adopts a Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing relevant studies published between 2021 and 2026 from reputable databases such as Scopus, IEEE Xplore, ScienceDirect, and MDPI. The results indicate that no single protocol outperforms others across all performance parameters. CoAP demonstrates superior performance in latency and energy efficiency due to its lightweight UDP-based communication. MQTT provides stable latency and high scalability through its publish–subscribe architecture, making it suitable for large-scale IoT systems. Meanwhile, HTTP/HTTPS offers high interoperability but suffers from higher latency and energy consumption. The findings highlight the importance of selecting communication protocols based on specific application requirements. This study contributes by providing an integrated comparative analysis that considers multiple performance aspects simultaneously, offering a more comprehensive perspective for IoT system design
PERBANDINGAN ARSITEKTUR 5G NON-STANDALONE (NSA) DAN STANDALONE (SA): KAJIAN LITERATUR Fikri Adi Pratama; Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa (JIPM) April 2026
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i2.2274

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan seluler generasi kelima (5G) menghadirkan peningkatan signifikan dalam hal kapasitas data, efisiensi jaringan, dan kualitas layanan dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam implementasinya, terdapat dua pendekatan arsitektur utama, yaitu Non-Standalone (NSA) dan Standalone (SA), yang memiliki karakteristik serta keunggulan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan arsitektur 5G NSA dan SA berdasarkan beberapa parameter teknis utama, meliputi struktur core network, latency, kompleksitas deployment, serta dukungan terhadap fitur-fitur lanjutan 5G. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan dan analisis sumber ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur NSA masih bergantung pada infrastruktur LTE melalui Evolved Packet Core (EPC), sehingga memungkinkan proses deployment yang lebih cepat dan efisien dari sisi biaya, namun memiliki keterbatasan dalam mendukung fitur-fitur lanjutan 5G secara optimal. Sebaliknya, arsitektur SA menggunakan 5G Core (5GC) berbasis cloud-native yang memberikan fleksibilitas, skalabilitas, serta dukungan penuh terhadap fitur seperti network slicing dan komunikasi dengan latency rendah. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa NSA lebih sesuai sebagai solusi awal implementasi 5G, sedangkan SA merupakan arah pengembangan utama jaringan 5G di masa depan untuk mendukung layanan yang lebih kompleks dan kritis.
Analisis Komprehensif Tantangan Implementasi Network Slicing pada Jaringan 5G Menggunakan Metode Systematic Literature Review Muhammad Erlangga; Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa (JIPM) April 2026
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i2.2279

Abstract

Perkembangan jaringan 5G menghadirkan konsep network slicing sebagai solusi untuk mendukung beragam layanan dengan kebutuhan yang heterogen dalam satu infrastruktur jaringan terpadu. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan implementasi network slicing secara komprehensif melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode yang digunakan mengacu pada pedoman Kitchenham serta kerangka PRISMA dengan menganalisis literatur dari berbagai basis data ilmiah dalam periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan implementasi network slicing bersifat multidimensi, mencakup aspek teknis, operasional, dan keamanan yang saling berinteraksi. Pada aspek teknis, tantangan utama meliputi kompleksitas orkestrasi end-to-end, alokasi sumber daya dinamis, isolasi antar-slice, serta interoperabilitas multi-domain. Pada aspek operasional, permasalahan muncul dalam pemenuhan Service Level Agreement (SLA), skalabilitas, serta kebutuhan otomasi jaringan. Sementara itu, pada aspek keamanan, peningkatan attack surface akibat virtualisasi dan lingkungan multi-tenant menjadi isu kritis. Selain itu, hasil penelitian mengungkap adanya hubungan kausal antar tantangan serta trade-off antara efisiensi, isolasi, dan keamanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan sintesis literatur yang terintegrasi lintas aspek serta identifikasi hubungan antar tantangan secara komprehensif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan solusi adaptif untuk mendukung implementasi network slicing pada jaringan generasi mendatang.