Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pencapaian Optimal Aging pada Lansia Nurul Rahmah Amir; Rohmah Rifani; Dian Novita Siswanti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 2: Juni (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lansia terjadi berbagai penurunan pada aspek kehidupan. Saat ini penelitian mengenai optimal aging belum banyak dilakukan di Indonesia. Sehingga, penelitian mengenai optimal aging pada lansia merupakan kebaruan dalam penelitian ini. Upaya mencapai optimal aging pada lansia adalah hal yang penting dilakukan guna memaksimalkan potensi lansia di masa tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor upaya lansia untuk mencapai optimal aging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Verifikasi data penelitian yang digunakan yaitu teknik triangulasi. Penelitian melibatkan tiga lansia yang terdiri dari dua lansia perempuan dan satu lansia lakilaki serta significant others yang terdiri dari istri, anak dan keponakan responden. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mendukung lansia dalam mencapai optimal aging yaitu melakukan aktivitas fisik, menjaga kesehatan menjalin silaturahmi, mendapatkan dukungan sosial, religiositas, dan melakukan kegiatan yang disenangi. Bentuk dari pencapaian optimal aging pada lansia yaitu menjadi relawan, berjiwa besar, dan memiliki prestasi. Sedangkan, proses pencapaian optimal aging yang dilalui oleh lansia yaitu mengikuti perkembangan informasi, mencari alternatif untuk mempermudah pekerjaan, mengelola kebutuhan pribadi, meluangkan waktu untuk diri sendiri dan orang lain, menemukan tujuan hidup, serta menerima kelebihan dan kekurangan. Implikasi dalam penelitian ini yaitu pada lansia dapat menjadi bahan evaluasi aktivitas agar mampu optimal di tengah masyarakat sehingga membawa pada kesejahteraan dan menurunkan mortalitas hingga instansi pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai guna mengembangkan dan mempromosikan optimal aging pada lansia.
Identifikasi Faktor Penyebab Waria di Kota Makassar Sa’iid Irham Febrian; Dian Novita Siswanti; Wilda Ansar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.386

Abstract

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan sebuah partisipasi aktif ayah yang dilakukansecara terus menerus yang memuat aspek waktu, inisiatif, dan pemberdayaan pribadi dalam dimensi fisik, kognisi, dan afeksi dalam semua area perkembangan anak yaitu fisik, emosi, sosial, spiritual, intelektual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab waria di Kota Makassar. Terdapat dua responden pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Hasil dari penelitian yaitu faktor yang menjadi penyebab waria di kota makassar yakni karena ketidak terlibatan ayah pada pengasuhan waria selama masa perkembangan hingga dewasa, serta karena adanya faktor perceraian yang membuat waria merasa ditinggalkan oleh ayah yang sangat dekat sebelum perceraian kedua orangtuanya terjadi. Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan dengan menggunakan tiga tema besar keterlibatan ayah yakni Paternal engagement/Interaction, Paternal accessibility, dan Paternal responsibility. Implikasi dari penelitian ini adalah mampu memberikan gambaran bagi para orangtua, utamanya ayah kepada anak laki-lakinya agar ikut terlibat dalam pengasuhan sehingga anak laki-laki dapat merasakan peran contoh laki-laki sejak kecil dari ayahnya, karena dengan kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak yang memiliki gender laki-laki dapat menimbulkan permasalahan identitas gender pada di masa pertumbuhan, salah satunya dapat mengakibatkan anak laki- laki tumbuh menjadi waria.  
Hubungan antara Kelekatan Teman Sebaya dengan Regulasi Emosi pada Mahasiswa di Fase Emerging Adulthood Rifdah Lathifah; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5176

Abstract

Masa peralihan memiliki potensi untuk menyebabkan individu kesulitan dalam meregulasi emosi, khususnya emosi negatif yang tidak terkendali dalam durasi dan intensitasnya. Individu yang tidak mampu meregulasi emosi dapat mengakibatkan pemilihan coping emosi yang salah seperti memaki, mengumpat, merokok, melampiaskan kemarahan kepada orang sekitar, melukai diri, hingga melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Subjek dalam penelitian berjumlah 401 orang dengan kriteria mahasiswa aktif dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kelekatan teman sebaya dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi dengan lebih memahami emosi dan mengembangkan strategi untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi yang dimiliki.
Hubungan antara Kepuasa Pernikahan dengan Empty Nest Syndrome pada Wanita Dewasa Madya Mutmainnah Mutmainnah; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5224

Abstract

Middle-aged women are in the empty nest syndrome phase, a period when their children no longer live with them or have moved away. This can lead to various symptoms such as loneliness, loss, and emptiness. One significant factor that can affect the level of empty nest syndrome is marital satisfaction. This study aims to examine the relationship between marital satisfaction and empty nest syndrome in middle-aged women. This research uses a quantitative method. The subjects in this study are middle-aged women who have been left by all their children and are now living only with their husbands, with a total of 60 subjects. The results of the study show that there is a significant negative relationship between marital satisfaction and empty nest syndrome (r = -0.60, p < 0.05). This means that the higher the level of marital satisfaction, the lower the symptoms of empty nest syndrome experienced by middle-aged women. The implications of this research can be a reference for educational institutions and organizations to provide education regarding marital satisfaction so that they can minimize the impact of empty nest syndrome.