Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Sushi dan Sate Buah Sebagai Alternatif Makanan Untuk Balita Nining Tunggal Sri Sunarti; Winarsih Winarsih
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i2.1563

Abstract

One of the principles that must be considered in a balanced diet is food diversity. Children often refuse foods they don't like and only choose foods they like, so they need to be introduced to a variety of foods to optimize the achievement of balanced nutrition. Consumption of a variety of foods in toddlers can guarantee the completeness of the nutrients their bodies need, because each food contains a different source of nutrients, both in type and amount. Sushi is a popular food and easy to make. Sushi and fruit satay have good nutritional content for toddlers. Making sushi and fruit satay aims to provide food choices for toddlers that are nutritious and easy to make. The implementation of the activity was carried out by means of direct demonstrations, participants tried directly to make sushi and fruit satay with the ingredients provided. Participants were very enthusiastic doing the practice of making sushi and fruit satay.
Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan sebagai Upaya Deteksi Dini Stunting pada Balita di Dusun Bibis Desa Timbulharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul Linda Fitria Nuraini; Delta Rahma Dela; Nining Tunggal Sri Sunarti; Reni Tri Lestari
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i1.2378

Abstract

The human development index needs to be prepared early on. Toddlers are the nation's next generation whose nutritional status must be taken into account. Toddler growth and development is a continuous process starting from the womb until adulthood. Monitoring growth and development in toddlers needs to be done. The aim of this community service is to measure the weight, body, height and developmental status of babies and toddlers to detect stunting early. The method used is direct examination using scales, macrotoa and KPSP sheets
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS: STUDI CROSS SECTIONAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI PEDESAAN Sunarti, Nining Tunggal Sri
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 7 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.885 KB)

Abstract

Latar belakang: Pembangunan kesehatan merupakan suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung percepatan pembangunan nasional serta mencapai sasaran Millenium Development Goals. Salah satu sasaran MDG’s adalah peningkatan kesehatan ibu. Data Riset Kesehatan Dasar 2013 prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk dan kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 4,1 perseribu atau 4,1 dari 1000 penduduk merupakan prevalensi tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, tingkat pendidikan, penghasilan keluarga dan pekerjaan ibu dengan tindakan deteksi dini kanker serviks. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 81 orang, teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportionate stratified random sampling penelitian dilaksanakan di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrument penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan 35 (43,2%) berumur >35-49 tahun, pendidikan terbanyak SMA 31 (38,3%), sebagian besar bekerja 62 (76,5%), penghasilan keluarga sebagian besar ≤ 1 juta (61,7%). Perilaku deteksi kanker servis sebagian besar tidak pernah pap smear 62 (76,5%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa umur berhubungan p=0,258, pendidikan tidak berhubungan nilai p=0,0,382, pekerjaan terbukti tidak berhubungan p=0,249, penghasilan keluarga berhubungan p=0,033. Kesimpulan: variabel penghasilan keluarga berhubungan dengan tindakan deteksi dini kanker serviks, sedangkan variabel lain umur, pendidikan istri dan pekerjaan tidak berhubungan dengan tindakan deteksi dini kanker serviks.
FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KRETEK KABUPATEN BANTUL Sunarti, Nining Tunggal Sri; Trisetyaningsih, Anugerah Destia; Winarsih
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.292

Abstract

Anemia pada kehamilan, terutama akibat defisiensi zat besi, adalah masalah kesehatan global yang dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor demografi dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Kretek, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 68 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Mayoritas responden berusia 20-35 tahun (61.8%), memiliki pendidikan menengah (60.3%), dan berada pada trimester ketiga kehamilan (42.6%). Sebagian besar responden tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (54.4%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Namun, status pekerjaan dan paritas tidak menunjukkan hubungan signifikan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan edukasi dan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah, terutama pada ibu hamil muda dan mereka dengan pendidikan rendah. Upaya intervensi yang lebih terfokus diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan mengurangi prevalensi anemia pada ibu hamil.
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Triad KRR untuk Mencegah Perilaku Berisiko Mediastuti, Fitriani; Sri Sunarti, Nining Tunggal
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i1.2662

Abstract

Perilaku berisiko pada remaja, seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba, merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang serius, mempengaruhi kesehatan dan masa depan mereka secara negatif. Program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan remaja di Padukuhan Payak, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA melalui pendekatan TRIAD KRR. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 Juli 2024 ini mengintegrasikan metode penyuluhan, permainan edukatif, dan diskusi interaktif untuk mencapai tujuan tersebut. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai perilaku seksual berisiko dan strategi pencegahannya. Kesuksesan ini menekankan pentingnya pendidikan seksual interaktif dan relevan sebagai alat pencegahan yang efektif. Untuk memastikan keberlanjutan hasil positif ini, program menyarankan pelaksanaan pelatihan lanjutan, keterlibatan orang tua, dan kerja sama yang erat dengan institusi pendidikan setempat
Phenomenological Studies Mother Gives Birth With Maryam's Birth Model In The Independent Practice Of A Midwifer Mugi Rahayu Kalasan Sleman: Studi Lapangan Memperkuat Kompetensi Mahasisa Bidang Pemasaran winarsih wina; Nining Tunggal Sri Sunarti; Reni Tri Lestari
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i2.1236

Abstract

Labor or giving birth is one of the important events in human life. Normal childbirth is a gift for women from Allah Azza Wa Jalla. which has been recorded in the Qur'an through the experience of Siti Maryam, the mother of the Prophet Isa as., which is stated in Surah Maryam verses 22-26. Recently on social media, there has been a lot of discussion about Maryam's birthing technique. According to Maryam Childbirth practitioner (PM) Mugi Rahayu, AmdKeb, SFil, MPH, this technique began to develop and become popular among mothers in 2012. The aim of the research was to phenomenologically describe mothers giving birth using the Maryam delivery model at PMB Mugi Rahayu Kalasan Sleman. The results of research on Maryam's birth model in the independent practice of midwife Mugi Rahayu is a birth model that teaches pregnant women to understand and believe that childbirth is a religious event in the context of worshiping Allah SWT. In the implementation of Maryam's birth, preparations began from the time she was pregnant, referring to 4 things implemented by pregnant women, namely: 1). Pregnant women “have to move” 2). Pregnant Women Never worry about pain 3). Pregnant women pay attention to nutrition, 4). Pregnant women are obliged to "seek knowledge" regarding women's jurisprudence. As a health worker, you need to combine an approach with elements of faith and religious belief in all care from pregnancy, childbirth and postpartum. Keyword : Phenomenological Study, Maryam Method of Childbirth,
Asuhan Kebidanan Komprehensif untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi: Studi Kasus di Klinik Pratama Shaqi Widya Ayu Wulandari; Nining Tunggal Sri Sunarti
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3239

Abstract

Comprehensive midwifery care is a comprehensive service provided by midwives that covers all stages of a woman's reproductive life, from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, to the provision of contraceptive services. This service aims to detect potential risks that can occur in pregnant women and newborns early, so that the care provided can reduce complications and improve the safety of mothers and children. In this study, comprehensive midwifery care was provided to Mrs. R, starting from pregnancy to the neonatal phase, using a case study method. The data used consisted of primary data collected through direct observation, interviews with patients, and secondary data obtained from reviewing the patient's medical documents. The implementation of care was carried out in accordance with the 10T standards, which are guidelines for providing quality midwifery services. The results of the assessment indicated that Mrs. R was at high risk of developing preeclampsia because the gap between her pregnancies and her first child reached 11 years. In the third trimester, Mrs. R complained of back pain and shortness of breath, which indicated a potential risk that required more attention. Therefore, midwifery care provided must include more intensive examinations and appropriate actions. Antenatal care is provided starting at 38 weeks of gestation and continuing until 39 weeks and 2 days, with regular monitoring of the condition of the mother and fetus. The process of labor, newborn care, the postpartum period, and the neonatal phase occurs physiologically and in accordance with midwifery guidelines. This final project report was prepared using Varney's 7-step midwifery management approach, which includes assessment, planning, implementation, and evaluation of care, and documented using the SOAP format (Subjective, Objective, Assessment, and Plan), to provide a clear and structured picture of the midwifery care provided.
Brain Booster Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul Sunarti, Nining Tunggal Sri; Winarsih, Winarsih
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.3844

Abstract

Perkembangan otak janin semakin baik jika dilakukan stimulasi sejak dini. Puskesmas Kretek memiliki program kelas ibu yang secara rutin diberikan kepada ibu-ibu hamil di wilayah Kecamatan Kretek. Stimulasi terhadap otak janin ini sangat penting untuk diajarkan kepada ibu hamil supaya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama hamil, sehingga dapat membantu dalam mencedaskan anak kelak kemudian hari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan. Partisipan kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di Wilayah Puskesmas Kretek Bantul. Pengetahuan ibu hamil tentang stimulasi otak pada janin melalui ibu hamil di Puskesmas Kretek Bantul meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi.
Diskusi Interkatif Tentang Pesan Dasar Gizi Seimbang Pada Remaja Sunarti, Nining Tunggal Sri; Lestari, Reni Tri; Trisetyaningsih, Anugerah Destia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 10 (2025): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hryzpd35

Abstract

Masalah gizi pada remaja merupakan isu penting karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan, termasuk risiko terjadinya stunting pada generasi selanjutnya. Remaja yang memiliki pemahaman rendah tentang gizi seimbang cenderung menerapkan pola makan yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang dan upaya pencegahan stunting melalui metode diskusi interaktif. Sasaran kegiatan adalah 65 siswa kelas V dan VI di SDN Inti Bangunharjo, Bantul. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok kecil yang dipandu oleh mahasiswa dengan dukungan alat peraga serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan siswa, dari 65,86 menjadi 89,54. Diskusi interaktif terbukti menjadi metode yang efektif dalam menyampaikan materi gizi kepada siswa sekolah dasar. Edukasi gizi yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat dan mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Pendidikan Seks Melalui Peer Counselor Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Pranikah Ni Luh Putu Yuni Krismayanti; Trisno Agung Wibowo; Nining Tunggal Sri Sunarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/dw1hfn28

Abstract

Background: Indonesia has 40% of teens who have friends that have had premarital sexual intercourse and 66% of teenagers have a friend who is pregnant out of wedlock. Yogyakarta there are 97.05% of teenagers are not virgins. Bantul there were 113 early marriage, 90% caused by pregnancy out of wedlock. Target sex education in SMK Muhammadiyah Kretek because 80% of students have less knowledge about premarital sex. This incident shows that the figure of an issue.Objective: To determine the influence of sex education through peer counselor towards the youth knowledge about premarital sex in SMK Muhammadiyah Kretek.Methods: This study by Quasi-experiment with one group pretes-posttest design. Sampling purposive of the total respondents 64 students. Types of primary data with survey instruments form questionnaire. Paired data analysis of test samples T-test.Results: Mean knowledge before being given sex education by peer counselor is 74.88 with SD 5.21 and the average level of knowledge when given sex education by peer counselor is 82.00 with SD size 8.52 7.12 results in an improvement of the SD as large as 6.81. Analysis with Paired sample t-test obtained p value 0.000.Conclusion: The influence of sex education through peer counselor for teens about premarital sex knowledge in SMK Muhammadiyah Kretek Year 2013, and statistically meaningful.Keywords: peer couselor, sex education, premarital sex