Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Improving CAR skills for Middle School Teachers in Pontianak City Agus Wartiningsih; Y. Touvan Juni Samodra; Ahadi Sulissusiawan; Agus Syahrani; Parlindungan Nadeak; Melilisa Jupitasari
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2421

Abstract

The community service is an activity to facilitate junior high school teachers in Pontianak City to improve their skills in conducting Classroom Action Research (CAR). CAR implementation training is essential because, through CAR, teachers can always identify various problems that occur in the learning process. Through PTK, teachers can also provide the best and most appropriate solutions to problems. The method used is the method of exercises, discussions, and assignments within three months, namely October-December. Qualitatively, training for junior high school teachers at junior high schools in Pontianak City can run optimally and produce CAR, which can be implemented in the learning process. Maximum results with 17 finish of 18 participants completing the PTK report. One participant did not finish because he withdrew from the beginning of the process.
Mendengarkan dan berbicara untuk berkomunikasi: apa yang guru lakukan dan siswa pelajari dari penilaian kelas Agus Syahrani; Dedi Ari Asfar; Indra Perdana; Petrus Jacob Pattiasana; Bernadetha Nadeak
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.992 KB) | DOI: 10.25139/jkp.v5i4.3908

Abstract

Choosing the right learning media during the Covid-19 pandemic is very important. Students are helped in understanding the learning material delivered with learning media, even though they are studying at home. The purpose of this study is to find out how Edmodo as a medium is used in teaching and learning activities. This research is a research that uses a qualitative approach and uses a phenomenological method to students and teachers. The conclusion obtained in this study is that the communication that occurs between teachers and students in Edmodo takes place effectively through the delivery of material that is easily understood by students.
Senyapan dan Kilir Lidah Terhadap Produksi Kalimat pada Video dalam Playlist “Mata Najwa 2021” (Kajian Psikolinguistik) Raisya Putri Khairunnisa; Izzah Juhriyah; Mujahidah Fharieza Rufaidah; Dedy Ari Asfar; Agus Syahrani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Number 1 July 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v6i1.3214

Abstract

Senyapan dan kilir lidah kerap kali terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Tak jarang tokoh-tokoh ternama yang sudah terbiasa memberikan pidatonya dan berhadapan langsung dengan keramaian mengalami hal tersebut. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya, yaitu grogi, tergesa-gesa, berhati-hati dalam pengucapan kata, dan juga tidak fokus. Ini membuktikan bahwa senyapan dan kilir lidah adalah suatu ketidaksengajaan yang secara refleks terjadi begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan dan mendeskripsikan data kedalam berbagai macam jenis senyapan dan kilir lidah pada data yang diakses penulis pada tanggal 18 Juli 2021 berupa tiga video full version terbaru akun resmi milik Najwa Shihab dalam playlist YouTube “Mata Najwa 2021” yang berjudul sebagai berikut (1) Jangan Tunggu Giliran, (2) Warga Bantu Warga, dan (3) Dilema Negeri +62. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak catat pada video-video tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat senyapan diam dan senyapan terisi, kekeliruan seleksi (medan semantik), kekeliruan assembling (antisipasi dan perseverasi), dan kekeliruan fitur distingtif.
Sosialisasi Bina Desa Wisata Kampus Merdeka Mandiri Untan ke Wisata Telok Berdiri Desa Sungai Kupah Pamela Pamela; Sulistyarini Sulistyarini; Sri Maryuni; Agus Syahrani
Journal of Community Development Vol. 5 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i1.197

Abstract

Thematic Real Work Lectures (KKN) are community service programs for students at universities in Indonesia. The Tanjungpura University Thematic KKN which was carried out in the Kupah village area, Kubu Raya Regency is a form of synergy between UNTAN students from various study programs and village communities in solving problems faced by the village related to developing the Kupah village area as an environmental tourism destination (Ecotourism). The socialization activity was attended by 20 representatives of the Kupah village community. The activity was carried out using an educational lecture method to socialize tourism management in Kupah village involving all levels of society. The evaluation results showed that as many as 60 percent of the socialization participants already knew about tourism and had carried out tourism marketing.
Leksikon Gejala Covid-19 dalam Bahasa-Bahasa Bidayuhik di Kalimantan Barat Agus Syahrani; Dedy Ari Asfar; Syarifah Lubna; Binar Kurniasari Febrianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4068

Abstract

This study aims to describe the lexical forms of Covid-19 symptomps in Bidayuhik languages in West Kalimantan, such as Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, and Kerambai. This type of research is qualitative. The technique used in collecting data are note taking, interview, and study of literature. The technique used in data collection is done by orthographic and phonetic transcripstion. The method used to analyze data is a referential and translational equivalent method. The results of this study indicate that Bidayuhik speakers in West Kalimantan have their own lexicon in naming Covid-19 symptoms. The lexical naming of Covid-19 symptomps are in the form of a lexeme and a combination of words. There are differences in the naming of Covid-19 symptoms between Bidayuhik languages in identifying disease terms, such as cough, influenza, stomach ache, and pneumonia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk leksikon gejala Covid-19 dalam bahasa-bahasa Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat, seperti Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, dan Kerambai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan dan metode simak dan cakap dalam memperoleh data. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan ortografis dan fonetis. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan referensial dan translasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penutur Bidayuhik di Kalimantan Barat memiliki leksikon tersendiri dalam penamaan gejala Covid-19. Leksikon penamaan gejala Covid-19 ini berbentuk satu leksem dan gabungan kata. Terdapat perbedaan penamaan gejala COVID-19 antarbahasa Bidayuhik dalam mengidentifikasi istilah penyakit, seperti batuk, influenza, sakit perut, dan penyakit pernapasan.
Exploring Conceptual Metaphors in a Corpus of Sanggau Malay Songs: Cognitive Semantic Perspective Agus Syahrani; Alif Irvansyah; Ermanto Ermanto; Havid Ardi; Dedy Ari Asfar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8418

Abstract

This study aims to analyze the forms and types of conceptual metaphors and image schemas found in the corpus of Malay Sanggau song lyrics using a cognitive semantic approach. This study uses a qualitative descriptive method with data sources in the form of a corpus of seven Malay Sanggau songs taken from YouTube channels: Pancur Aji, Posan Ini, Riyak Sekayam, Lanau Idau, Borita Kalengkang, Ngapai Kapuas, and Biar Gonting Inang Putus. Data were collected through audiovisual and digital document analysis, as well as interviews with native speakers of Malay Sanggau to verify meanings. The analysis process was carried out through the stages of transcription, translation, identification of metaphors based on Lakoff and Johnson's Conceptual Metaphor theory, and application of Croft and Cruse's Image Schema theory to find cognitive relationships between the source domain and the target domain. The results of the study show that in the Sanggau Malay song corpus, there are three orientational metaphors, three structural metaphors, and three ontological metaphors. Each type of metaphor describes how the Sanggau Malay community interprets their life experiences, emotions, and cultural values through figurative language. These findings reinforce the view that conceptual metaphors function as a mirror of the cognition and local cultural identity of the Sanggau Malay community. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan jenis metafora konseptual dan skema citra yang terdapat dalam korpus lirik lagu Melayu Sanggau dengan menggunakan pendekatan semantik kognitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa korpus tujuh lagu Melayu Sanggau yang diambil dari kanal YouTube: Pancur Aji, Posan Ini, Riyak Sekayam, Lanau Idau, Borita Kalengkang, Ngapai Kapuas, dan Biar Gonting Inang Putus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen audiovisual dan digital, serta wawancara dengan penutur asli Melayu Sanggau untuk verifikasi makna. Proses analisis dilakukan melalui tahapan transkripsi, penerjemahan, identifikasi metafora berdasarkan teori Metafora Konseptual Lakoff dan Johnson dan penerapan teori Skema Citra Croft dan Cruse untuk menemukan hubungan kognitif antara domain sumber dan domain sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam korpus lagu Melayu Sanggau terdapat tiga metafora orientasional, tiga metafora struktural, dan tiga metafora ontologis. Setiap jenis metafora menggambarkan cara masyarakat Melayu Sanggau memaknai pengalaman hidup, emosi, dan nilai budaya mereka melalui bahasa kiasan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa metafora konseptual berfungsi sebagai cermin kognisi dan identitas budaya lokal masyarakat Melayu Sanggau.