Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KAPASITAS DUKUNG FONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN GUDANG KAWASAN PERGUDANGAN PT. WIDYA SAKTI KUSUMA Bustomi Bustomi; Anita Setyowati Srie Gunarti
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 1 No 2 (2013): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2013)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v1i2.337

Abstract

Dalam perencanaan fondasi tiang harus dilakukan dengan teliti dan secermat mungkin. Setiap fondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Penelitian dilakukan di Pergudangan PT. Widya Sakti Kusuma, karena penulis bekerja sebagai staf teknik pada di Kawasan Pergudangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kapasitas dukung dan penurunan fondasi tiang pancang pada pembangunan Gudang di Kawasan Pergudangan PT. Widya Sakti Kusuma, Pondok Ungu Bekasi. Analisis dilakukan dengan metode statis dan dinamis untuk mengetahui kapasitas dukung tiang pancang dan penurunan yang terjadi. Kapasitas dukung tiang pancang dengan metode statis dihitung berdasarkan data uji laboratorium dan data lapangan (SPT), sedangkan metode dinamis dihitung berdasarkan data lapangan yaitu berat palu, tinggi jatuh palu, penurunan 10 pukulan terakhir. Dimensi tiang pancang yang digunakan berbentuk persegi 0,3m x 0,3m, panjang tiang 9 m dan terdapat 2 tiang pancang dalam satu pile cap (tiang kelompok). Dari perhitungan yang telah dilakukan didapatkan berat total struktur bangunan (Pt) = 49,98ton. Berdasarkan metode statis untuk data laboratorium diperoleh kapasitas ijin tiang (Qa) = 98,21ton. Untuk data lapangan (SPT) diperoleh (Qa) = 113,35ton, sedangkan berdasarkan metode dinamis, dari rumus Modifikasi Engineering News Record (ENR) diperoleh kapasitas ijin tiang (Qa) = 98,21ton. Dari rumus modifikasi Danish diperoleh (Qa) = 97,8ton, berdasarkan data lapangan (SPT) didapatkan kapasitas dukung total kelompok tiang (ΣQu) = 453,4ton sedangkan dari perhitungan laboratorium sendiri diperoleh kapasitas dukung total kelompok tiang (ΣQu) = 204,4ton > berat total struktur bangunan (Pt) = 49,98ton sehingga kapasitas dukung tiang pancang aman mendukung beban struktur. Untuk penurunan pada lapisan tanah lempung, perhitungan penurunan dilakukan dengan metode konsolidasi didapatkan penurunan total sebesar 0,0053m Kata Kunci : pondasi, analisis, tanah, gudang, penurunan, kapasitas dukung.
Evaluasi Pemberian Air Irigasi Saluran Sekunder Srengseng Hilir dari Bendung Tetap Cikarang Bekasi Laut Fahmi Fathul Bahri; Elma Yulius; Anita Setyowati Srie Gunarti
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 7 No 1 (2019): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v7i1.1596

Abstract

Cikarang Bekasi Laut (CBL) is a fixed-dam river-flow that flows through the building for upstream srengseng channel. Srengseng Hilir Secondary-Channel has 32 buildings for watering the rice fields in the Sukatani sub-district. The problem happened in the distribution of water when there is a loss of irrigation water due to infiltration of water into the soil where the soil is saturated. This causes a shortage of debit for field irrigation due to water loss in the secondary channel. The method used in Water Supply Evaluation of Irrigation Cikarang Bekasi Laut (CBL) for the Secondary Channel Srengseng Hilir D.I. Jatiluhur are the maximum discharge data, minimum discharge, and average discharge of the Fixed Cikarang Bekasi Laut (CBL) Dam in 5 year-period and calculating water requirements and water availability in D.I. Jatiluhur. Result showed that the P1 channel has an irrigation area of 105 ha and a channel length of 1906 m with an actual discharge of 2714 liters/sec and has irrigation efficiency of 5.71%. Channel P2 has an irrigation area of 106 ha and channel length of 1006 m with actual discharge of 1560 liters/sec and has irrigation efficiency of 6.11%. P3 channel has an irrigation area of 137 ha and 894 m channel length with an actual discharge of 175 liters/second and has irrigation efficiency of8.41%. Channel P4 has an irrigation area of 50 ha and a channel length of 951 m with an actualdischarge of 180 liters/second and has irrigation efficiency of 21.10%. Channel P5 has an irrigationarea of 71 ha and a channel length of 835 m with an actual discharge of 274 litters/sec and has irrigationefficiency of 37.97%. Channel P6 has an irrigation area of 74 ha and a channel length of 775 m with anactual discharge of 411 liters/sec and has irrigation efficiency of 63.79%.