Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Diskriminasi Pada Gamers Perempuan (Studi Fenomenologi Gamers Perempuan Dalam Grup Discord Alghifari, Arvin Rifqi; Pramiyanti , Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game menjadi hobi untuk beberapa kalangan dan rutinitas yang dapat melepas penat dari sibuknya aktivitas yangdijalani. Pada era digital saat ini game menjadi salah satu hal yang turut serta berkembang pesat. Kita dapat bermaingame bersama dengan seseorang dari penjuru dunia. Penelitian ini berjujuan untuk menggali pengalaman diskriminasiyang dialami oleh gamers perempuan dalam grup discord <Horror= dengan pendekatan fenomenologi. Studi inimenggunakan teori interaksi simbolik oleh Herbert Mead guna memahami bagaimana simbol-simbol dalam interaksionline menciptakan pengalaman diskriminatif terhadap perempuan dalam komunitas game. Pada penelitian inimenggunakan metode wawancara semi-terstruktur dengan beberapa informan kunci gamers perempuan yang aktifdalam grup discord <Horror= serta observasi partisipatif terhadap dinamika interaksi dalam grup tersebut. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengalaman gamers perempuan tidak hanya terjadi melalui tindakan eksplisit namunjuga melalui simbol yang berkembang dalam komunikasi sehari-hari seperti, pelecehan verbal, stereotipe gender,pengucilan sosial hingga intimidasi dan ancaman. Melalui perspektif interaksi simbolik penelitian ini mengungkapkanbagaimana makna dibangun dalam interaksi online yang berkontribusi pada pembentukan pengalaman diskriminatifgamers perempuan, selain itu interaksi simbolik juga menyoroti pembentukan identitas gamers perempuan dalam grupdiscord <Horror=. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam memahami isu kesetaraan gender dalamaspek hiburan seperti game. Kata kunci: Diskriminasi, Gamers Perempuan, Interaksi simbolik, Grup Discord.
Representasi Kekerasan Seksual Dalam Film Pendek (Analisis Semiotika John Fiske Pada Film Demi Nama Baik Kampus) Caniago, Final Aulia; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untukbelajar dan berkembang. Sayangnya, isu ini kerap diabaikan atau dibungkam demi menjaga reputasi institusi. FilmDemi Nama Baik Kampus mengangkat isu kekerasan seksual di perguruan tinggi, menyoroti upaya pihak kampusuntuk menutupi insiden demi mempertahankan citra mereka, sekaligus memperlihatkan peran dosen dalam dinamikarelasi kuasa yang memperburuk posisi korban.Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekerasan seksualdalam film tersebut menggunakan pendekatan semiotika John Fiske, dengan tiga level analisis: realitas, representasi,dan ideologi. Pada level realitas, film ini menggambarkan pengalaman korban melalui elemen visual sepertipencahayaan redup dan warna-warna gelap yang menonjolkan trauma emosional dan ketakutan mereka. Pada levelrepresentasi, narasi menunjukkan bagaimana korban diintimidasi dan suara mereka dibungkam oleh lingkungan yangmendukung pelaku. Sementara itu, pada level ideologi, film ini mengkritik budaya patriarki yang dominan dilingkungan kampus, di mana figur otoritas seperti dosen cenderung melindungi pelaku untuk menjaga citrainstitusi.Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami bagaimana kekerasan seksual sering disembunyikan diinstitusi pendidikan dan bagaimana ideologi patriarki berkontribusi pada subordinasi perempuan. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Kampus, Dosen, Patriarki, Analisis Semiotika John Fiske.
Analisis Dimensi Komunikasi Pada Organisasi Samahita (Studi Kasus Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Berbasis Gender) Jiwandaru, Rachmani Arrum; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan berbasis gender merupakan krisis global yang terus berkembang. Di Provinsi Jawa Barat, terdapat 997kasus kekerasan, dengan 551 di antaranya adalah kekerasan seksual. Pada tahun 2023, Kota Bandung mencatat 136kasus kekerasan seksual, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Korban sering disalahkan atas kekerasan yangdialaminya. Gerakan feminisme dan organisasi seperti Samahita Foundation aktif melawan kekerasan seksual denganfokus pada pendampingan korban dan kampanye anti kekerasan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis proseskomunikasi di Samahita dalam menangani korban kekerasan seksual, serta bagaimana komunikasi tersebut dilakukandengan pihak eksternal, yakni Yayasan JaRI. Rumusan masalahnya mencakup bagaimana Samahita berkomunikasisecara internal dan eksternal selama penanganan korban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif denganpendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data wawancara, Hasilnya menunjukkan bahwa Samahitamenerapkan metode komunikasi internal yang adaptif dan terbuka, berbeda dari model komunikasi organisasi yangbersifat kaku dan hierarkis. Secara eksternal, Samahita membangun hubungan informal namun efisien denganlembaga seperti Yayasan JaRI dan korban, menggunakan pendekatan komunikasi yang responsif dan fleksibel dalammenangani kasus kekerasan seksual. Kata Kunci-komunikasi organisasi, kekerasan seksual, pendampingan korban
Representasi Perempuan Berdaya Pada Film Female Action Heroes Sri Asih 2022 (Analisis Semiotika John Fiske) Ramadhani, Delphi; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai salah satu bentuk media dapat berperan untuk menyampaikan pesan perempuan berdaya padamasyarakat, khususnya pada perempuan itu sendiri. Media dapat berguna untuk menyampaikan citra positifperempuan dan bagaimana partisipasi perempuan di lingkup masyarakat. Karena media akan membawa banyakpengaruh pada masyarakat, maka media akan sangat berperan dalam mengangkat isu perempuan berdaya demiterwujudnya pemberdayaan sosial dan juga ekonomi perempuan. Sebagai media komunikasi massa, film Sri Asihmerepresentasikan sosok superhero perempuan dengan kekuatan luar biasa yang dapat menghancurkan stereotipgender dan melakukan perlawanan terhadap aturan- aturan yang membelenggu perempuan. Film ini bertujuan untukmemaparkan representasi atau pemaknaan perempuan berdaya pada film Sri Asih dengan tiga level semiotika JohnFiske yakni level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kualitatif dan paradigma konstruktivis dengan analisis teori semiotika John Fiske. Setelah melakukanpenelitian, penulis menemukan bahwa perempuan berdaya digambarkan lewat karakter Alana dan Ibu dimana merekamenyiratkan sifat dan tindakan perempuan yang berani, dapat melakukan perlawanan, dapat memutuskan keputusansendiri dan membebaskan diri mereka dari diskriminasi yang menimpa mereka. Kata Kunci-representasi, perempuan berdaya, film, semiotika John Fiske
Victim Blaming Pada Perempuan Sebagai Korban Non- Consensual Dissemination Of Intimate Images (Analisis Framing Kasus Rebecca Klopper Pada Detik.Com Dan Tribunnews.Com) Nurfauziyah, Jihan; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran konten berbasis foto atau video yang dilakukan tanpa adanya persetujuan di internet dinamakan sebagaiNon-Consensual Dissemination Intimate Images (NCII). Perilaku NCII ini tergolong pada kekerasan berbasis genderonline yang seringkali perempuan yang menjadi korbannya. Seperti kasus yang menimpa Rebecca Klopper pada bulanMei 2023 lalu, dirinya menjadi korban dari penyebaran video ilegal di internet yang akhirnya menjadi topikpemberitaan di portal media online. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana media Detik.com danTribunnews.com membingkai Rebecca Klopper yang menjadi korban dari kekerasan Non-Consensual DisseminationIntimate Images (NCII) sehingga memberikan pengaruh victim blaming pada korban. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki. Hasil penelitian menunjukan adanyakecenderungan portal berita Detik.com dan Tribunnews.com dalam menggiring opini sehingga menyebabkan perilakuvictim blaming atau menyalahkan korban pada kasus Rebecca Klopper. Kata Kunci-framing, media online, kekerasan seksual, menyalahkan korban
Wacana Gerakan Perempuan Melawan Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) Aulia, Mia; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langgengnya sistem patriarki yang sudah menjadi budaya dalam masyarakat memiliki anggapan bahwa hanya lakilakiyang dianggap memiliki kekuatan lebih dari perempuan. Patriarki juga menyebabkan kekerasan terhadapperempuan. Kekerasan ini dapat berupa fisik, psikologis, maupun seksual, dan kerap kali dilakukan oleh laki-laki yangmerasa memiliki hak untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan. Salah satu cara untuk melawan budayapatriarki adalah dengan mendukung dan mengkampanyekan feminisme. Film memiliki peran penting dalammembentuk persepsi sosial tentang feminisme, seperti film <Barbie 2023= yang mengangkat isu feminisme liberal danmenggambarkan gerakan perempuan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode analisis wacana kritis Sara Mills pada tiga tingkatan level: kata, kalimat, dan wacana. Hasil penelitianmenunjukkan adanya bentuk gerakan perempuan terhadap sistem patriarki yang sesuai dengan lima prinsip feminismekekuasaan milik Naomi Wolf. Bentuk perlawanan yang dilakukan Para Barbie perempuan juga ditemukan melaluivisual, posisi kamera, dan gerakan perempuan membentuk karakter serta menjadi bukti dominasi perempuan terhadaplaki-laki. Selain itu, menunjukkan adanya perbedaan realitas di Barbie Land dengan Dunia Nyata. Kata Kunci-film, perjuangan perempuan, feminisme
Representasi Subordinasi Perempuan Pada Karakter Descya Di Webtoon 304th Study Room Br Tarigan, Theresia Theovany; Pramiyanti, Alilla; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender merupakan suatu konsep yang berbeda dengan dengan jenis kelamin. Jenis kelamin (seks) merupakan suatu pembagian jenis kelamin manusia secara biologis sehingga bersifat permanen dan tidak bisa dipertukarkan. Sedangkan gender merupakan konsep yang menjelaskan sifat laki-laki dan perempuan yang dibangun dan dikonstruksi secara sosial dan budaya. Salah satu webtoon yang berjudul 304th study room mengangkat isu ketidakadilan subordinasi di beberapa panel. Dalam webtoon terdapat beberapa panel yang menunjukkan isu ketidakadilan yang diterima oleh Descya. Pada penelitian ini berjudul Representasi Subordinasi Perempuan Pada Karakter Descya di Webtoon 304th Study Room (Analisis Semiotika Roland Barthes) yangmenganalisis representasi subordinasi yang terdapat di webtoon terhadap dengan tokoh utamanya yaitu Descya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian semiotika Roland Barthes dengan menganalisis denotasi, konotasi dan mitos. Adapun dari hasil penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap denotasi (makna paling nyata dalam potongan panel dan narasi), konotasi (makna yang tersirat) dan mitos (pemaknaan aspek tertentu dari realitas) yang terdapat dalam webtoon 304th study room.Kata kunci-Representasi, Subordinasi, Webtoon, Semiotika Roland Barthes