Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Creativity Student

Produksi Bioetanol dari Gulma Eceng Gondok Berbantuan Mikroba dalam Sistem Pencernaan Rayap (Macrotermes Gilvus) untuk Meningkatkan Konversi Enzimatik Menuju Indonesia Mandiri 2025 Susilowati, Dewi; Septiyaningsih, Tri; Purwaningsih, Purwaningsih; Chamidah, Isni Nurul; Putri, Pinandhita; Subekti, Niken
Journal of Creativity Student Vol 1, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Journal of Creativity Student

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. hal tersebut berdampak pada tingginya permintaan akan kebutuhan minyak nasional, yang diperdiksi hanya mampu memenuhi kebutuhan energi selama 11 tahun kedepan. Salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi yaitu dengan memanfaatkan sumber energi alternatif seperti bioetanol. Selama ini, pengembangan bioetanol berasal dari bahan berpati dan bergula seperti tebu, ubi dan jagung. Padahal bahan-bahan tersebut merupakan sumber pangan yang cukup komersial, sehingga pengembangan bioetanol dari bahan tersebut dapat menimbulkan masalah yang krusial terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan dalam pemilihan sumber bioetanol yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan gulma eceng gondok. Pengembangan bioetanol dari gulma eceng gondok tersebut melalui 4 tahapan yaitu tahan pre-hidrolisis treatment dengan asam sulfat 2%, hidrolisis dengan larutan buffer pH 7, fermentasi dengan memanfaatkan peran mikroba dalam sistem pencernaan rayap Macrotermes gilvus untuk mendegradasi selulosa dan destilasi untuk memurnikan bioetanol yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kali ulangan. Variabel penelitian ini yaitu konsentrasi bioaktivator (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) dan lama waktu fermentasi yaitu 48 jam dan 96 jam. Hasil yang diperoleh pada penelitian menunjukkan sampel dengan lama waktu fermentasi 48 jam dan ditambahkan bioaktivator 50% memiliki kadar alkohol yang paling tinggi yaitu 2,2%.
Produksi Bioetanol dari Gulma Eceng Gondok Berbantuan Mikroba dalam Sistem Pencernaan Rayap (Macrotermes Gilvus) untuk Meningkatkan Konversi Enzimatik Menuju Indonesia Mandiri 2025 Susilowati, Dewi; Septiyaningsih, Tri; Purwaningsih, Purwaningsih; Chamidah, Isni Nurul; Putri, Pinandhita; Subekti, Niken
Journal of Creativity Student Vol 1, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v1i1.7799

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. hal tersebut berdampak pada tingginya permintaan akan kebutuhan minyak nasional, yang diperdiksi hanya mampu memenuhi kebutuhan energi selama 11 tahun kedepan. Salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi yaitu dengan memanfaatkan sumber energi alternatif seperti bioetanol. Selama ini, pengembangan bioetanol berasal dari bahan berpati dan bergula seperti tebu, ubi dan jagung. Padahal bahan-bahan tersebut merupakan sumber pangan yang cukup komersial, sehingga pengembangan bioetanol dari bahan tersebut dapat menimbulkan masalah yang krusial terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan dalam pemilihan sumber bioetanol yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan gulma eceng gondok. Pengembangan bioetanol dari gulma eceng gondok tersebut melalui 4 tahapan yaitu tahan pre-hidrolisis treatment dengan asam sulfat 2%, hidrolisis dengan larutan buffer pH 7, fermentasi dengan memanfaatkan peran mikroba dalam sistem pencernaan rayap Macrotermes gilvus untuk mendegradasi selulosa dan destilasi untuk memurnikan bioetanol yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kali ulangan. Variabel penelitian ini yaitu konsentrasi bioaktivator (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) dan lama waktu fermentasi yaitu 48 jam dan 96 jam. Hasil yang diperoleh pada penelitian menunjukkan sampel dengan lama waktu fermentasi 48 jam dan ditambahkan bioaktivator 50% memiliki kadar alkohol yang paling tinggi yaitu 2,2%.
Co-Authors - Kinaseh, - A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aflah, Ulin Nikmatul Afniyati, Nur Afniyati, Nur Afrin Nur Aisyah Aisyah, Afrin Nur Alimah, Alimah Ani Rusilowati Anifatussholihah, Anifatussholihah Anifatussholihah, Anifatussholihah Anita Fadhila Anita Fadhila Aprilia Findayani Aprilia Findayani Ari Yuniastuti Ariza Naila Safufia, Ariza Naila Atunnisa, Rifa' Bambang Priyono Bambang Priyono Chamidah, Isni Nurul Chamidah, Isni Nurul Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Susilowati Dewi, Mutiarani Kartika Dodi Nandika Dwi Astuti Dian Kurniasari, Dwi Astuti Dian Dyah Rini Indriyanti Fahrur Rozi Heru Setyanto Hilda Afiani, Hilda Indirasari, Indirasari Juhadi Juhadi Latifah - Latifah - Lisdiana Lisdiana Melinda, Aura Tirsa Miranita Khusniati Muhammad Taufiq Nina Oktarina Ning Setiati Novi Ratna Dewi Nur Rahayu Utami Priyantini Widiyaningrum Purwaningsih - Putri Oktaviani Putri, Pinandhita Putri, Pinandhita R. Susanti, R. Susanti Retno Wulandari Rifa' Atunnisa Rifa'atunnisa, Rifa'atunnisa Risa Dwita Hardiyanto Saniaturrohmah Saniaturrohmah Saniaturrohmah Saniaturrohmah Saniaturrohmah, Saniaturrohmah Septiyaningsih, Tri Septiyaningsih, Tri Setyanto, Heru Shinta Hedy Cahyaningrum Shinta Hedy Cahyanningrum Siti Alimah Siti Harnina Bintari Siti Khalimah Sonika Maulana Sonika Maulana Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Surjono Surjokusumo Syaiful Anwar Takehiro, Hayashi Talitha Widiatningrum TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Tetsuo, Isozaki Tsuyoshi Yoshimura Tsuyoshi Yoshimura Tuswadi, Tuswadi Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Yoshinori, Fujikawa Zahra, Citra Anisah