Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Remaja Putri Bebas Anemia Di Daerah Rural Melalui Program “Gang Meri “ Subiastutik, Eni; Gumiarti, Gumiarti
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1853

Abstract

Remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang telah meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Perubahan perkembangan tersebut meliputi aspek fisik, psikis dan psikososial. Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. (Sofia & Adiyanti, 2013).Remaja putri ( Rematri ) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi, pola hidup yang tidak bagus, yaitu dengan sering mengkonsumsi minuman kekinian yang tinggi tanin. SMKN I kami pilih untuk kegiatan pengabmasy karena mayoritas siswinya berasal dari lingkungan rural dengan sosial ekonomi rendah. Dari sosial ekonomi yang rendah berpengaruh pada status gizi keluarga terutama remaja putri yang ada di dalamnya. Informasi dari pihak sekolah, selama era pandemi jarang didatangi dari pihak Puskesmas untuk diberikan tablet tambah darah , dilakukan skrining anemia dan status gizi pada remaja. Hasil wawancara dari 6 orang siswi, mereka mengatakan jarang sekali makan sayuran dan buah disetiap menu makannya, serta hampir setiap hari mengkonsumsi es teh yangmana teh mengandung kadar tanin yang cukup tinggi yang dapat menghambat penyerapan Fe dalam darah. Rematri yang memasuki masa pubertas juga mengalami pertumbuhan pesat, sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat serta diet yang kadang keliru di kalangan rematri. Tujuan kegiatan pengabmasy ini adalah memberikan tambahan pengetahuan tentang asupan nutrisi yang baik, mencegah dan mengenali tanda dari anemia sehingga semua remaja akan terbebas dari anemia, tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dan sehat. Metode kegiatan dari pengabmasy ini adalah menggali tingkat pemahaman remaja tentang anemia, sharing dan diskusi pengetahuan tentang anemia, pemeriksaan skrining anemia dg pemeriksaan kadar Hb, pemberian tablet Fe, dan pemilihan duta Rematri bebas anemia di lingkungan SMKN I Jember. Kata Kunci: Rematri, Anemia, Tablet TTD
Hubungan Peran Ayah Dengan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita Usia 12-24 Bulan Di Desa Seputih Kecamatan Mayang Widyaningtyas, Dwi Novia; Subiastutik, Eni; Jamhariyah, Jamhariyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data WHO dan UNICEF 2 juta anak kehilangan imunisasi dasar 2020. 17 juta anak tidak pernah mendapatkan imunisas.Cakupan IDL JATIM 2021 55,7%,Jember mencapai 43,3% dari target 93,6%,Mayang tidak UCI dan yang paling rendah capaiannya desa Seputih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan peran ayah dengan imunisasi dasar lengkap pada balita usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi  138  ayah yang mempunyai balita berusia 12-24 bulan  dan sampel 103.Tehnik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling.instrumen yang digunakan kuesioner dan buku KIA. Peran aktif  54(52,4%),peran pasif 49(47,6%),Imunisasi dasar lengkap 53(51,5%),tidak lengkap 50(48,5%),uji statistic chi square nilai p-value 0.000 <  α 0,05,artinya ada hubungan peran ayah dengan imunisasi dasar lengkap pada balita usia 12-24 bulan. Peran aktif ayah sangat mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar.Dengan menyebarluaskan informasi tentang pentingnya imunisasi melalui promkes dengan memberikan penyuluhan kepada orang tua,meyebarkan leafleat,dan bekerjasama dengan linsek,toma,toga.
Karakteristik Pengasuhan Ibu Dalam Penerapan Anticipatory Guidance Pada Anak Toddler Di Kabupaten Jember Jamhariyah, Jamhariyah; Gumiarti, Gumiarti; Subiastutik, Eni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14793

Abstract

Abstrak:Pada masa toddler (1-3 tahun) bisa terjadi masalah yang berkaitan dengan fase perkembangan dan tugas perkembangan dan ini akan dihadapi orang tua yaitu : sibling rivalry, temper tantrum, negativistik, toilet training, enuresis (Wong, 2008). Karakteristik anak toddler tersebut, seringkali menjadi keluhan bagi orang tua karena menanggap bahwa anaknya bandel, nakal, manja dan susah diatur sehingga kecenderungan menguji kesabaran orang tua. Kesabaran yang di ekspresikan dalam bentuk mengikuti kemauan anak, membiarkan anak melakukan hal-hal yang disukai anak. Pengasuhan yang diterapakan dipengaruhi pengetahuan dan pengalaman ibu dimasa lalu. Hasil survey, sebanyak 100% ibu belum pernah mengenal istilah toilet training, 60% anak toddler masih menggunakan diapers dan masih mengompol, 40% ibu tidak tahu cara mengatasi anak yang suka mengamuk bila keinginan tidak dipenuhi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pengasuhan dalam memberikan stimulasi perkembangan sebagai langkah pengembangan media informasi yang khusus berisi informasi tentang kesehatan balita pada setiap fase tumbuh kembangnya. Desain penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif dimana untuk memperoleh gambaran pengasuhan ibu pada anak toddler. Subyek ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun, kelurahan Banjarsengon dan kelurahan Antirogo dengan sampel sesuai kriteria sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh data karakeristik responden, selanjutnya dilakukan FGD untuk memperoleh gambaran pola pengasuhan ibu yang diterapkan pada anak toddler. Gambaran pengasuhan ibu pada anak dalam memberikan stimulasi perkembangan ,ibu menerapkan pengasuhan otoriter dan permissif. Pengetahuan tentang stimulasi perkembangan kurang namun dalam penerapannya sebagian besar sesuai. Pengasuhan yang diterapkan lebih mengacu kepada pengalaman ibu mendapatkan pengasuhan dari orangtuanya. Meskipun terdapat sebagian kecil belum menerapkan, yang dipengaruhi faktor-faktor yg memengaruhi pengasuhan. Pengetahuan ibu anak toddler terhadap stimulasi perkembangan dan penerapan anticipatory guidance masih perlu ditingkatkan.                
PROVISION OF MP - EARLY BREASTFEED WITH THE NUTRITION STATUS OF CHILDREN AGE 7 - 24 MONTHS IN PANDUMAN VILLAGE, JEMBER DISTRICT Qaodriyah, Dwi Maulinda; Subiastutik, Eni; Jamhariyah, Jamhariyah
Jurnal LINK Vol 19 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i2.10021

Abstract

Menurut WHO terdapat 144 juta anak balita stunting, 47 juta gizi kurang dimana 14,3 juta diantaranya sangat kurus dan 38 juta kelebihan berat badan, termasuk Indonesia akibat kurangnya asupan nutrisi. Pemberian MP – ASI tidak tepat waktu dapat mempengaruhi pencernaan dan berdampak pada status gizi. Populasi balita usia 7 – 24 bulan di 7 posyandu sebanyak 61, sampel 53 dan teknik sampling menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumennya yaitu kuesioner, electronic baby scale, grafik BB menurut PB. Uji statistik korelasi spearman’s rho didapatkan nilai P – value sebesar (0,831) > α (0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak, yaitu ada hubungan yang tidak signifikan artinya hampir seluruh bayi dengan riwayat MP – ASI dini tidak berdampak negatif pada status gizi, karena diberikan dengan memperhatikan kesiapan menerima makanan padat. Upaya yang dapat dilakukan puskesmas yaitu menggalakkan informasi pemberian MP – ASI dan pemantauan status gizi secara rutin dengan melibatkan bidan, kader, tokoh masyarakat dan keluarga.
Hubungan Paritas Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Amelia, Ria; Sugijati, Sugijati; Subiastutik, Eni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21290

Abstract

Latar Belakang: Perubahan saat kehamilan menyebabkan rasa ketidaknyamanan sehingganya menyebabkan kecemasan ibu hamil. Kecemasan semakin meningkat saat mendekati persalinan (Halman et al., 2022). Angka kecemasan ibu hamil di Indonesia mencapai 373.000.000. 107.000.000 atau 28,7% kecemasan terjadi pada ibu menjelang proses persalinan (Mandagi et al., 2013). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil Tm III dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas Kasiyan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik korelasional, pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian yaitu 68 ibu hamil trimester III, dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner, analisis data uji Spearman Rank. Hasil: Hampir setengah responden ibu nullipara atau 31 ibu hamil (45,6%), sebagian besar ibu dengan cemas ringan (57,4%). Hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai probabilitas p= 0,000; α < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan. Ibu hamil nullipara memiliki kecenderungan dengan tingkat kecemasan lebih berat dalam menghadapi persalinan. Saran: Ibu diharapkan dapat mengelola kecemasan dengan dukungan dari keluarga, pasangan, serta mengikuti kelas persiapan persalinan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapan mental, terutama bagi ibu yang baru pertama kali hamil, dan belum memiliki pengalaman sebelumnya.
Perbedaan Pembelajaran Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Ibu Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir Normal Gumiarti; Eni Subiastutik; Jamhariyah Jamhariyah
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v8i2.182

Abstract

Normal newborn care is an action that must be done immediately by labor assistants and parents who aim to prevent complications as early as possible because newborns tend to be sensitive to changes in the surrounding environment including air, temperature, etc., including exposure to various diseases. Besides the nutritional needs of infants also differ in terms of the amount and frequency of administration. The population projection according to the National Development Planning Agency in 2010-2035, Indonesia's population in 2010 reached 238.52 million, with a birth rate of 5 million, and a death rate of 1.52 people. According to the Indonesian Health Profile (2017), exclusive breastfeeding coverage is 54.0%, while for East Java, exclusive breastfeeding coverage is 48.1% and in the city of Jember 58%, for umbilical cord care that is not given anything at 33.6 %, 63.3% were treated with alcohol or betadine, 0.7% were administered with sowing drugs, and 2.3% were given traditional medicine. The process of starting breastfeeding nationally is done at the age of 0-24 months, the initiation of early breastfeeding in less than one hour is 34.5%, which starts 1-6 hours 35.2%, starts 7-24 hours 3.7%. While for East Java, early breastfeeding initiation which started in less than one hour was 33.3%, 1-6 hours started in 33.5%, started in 7-23 hours was 3.3%, which started in 24-47 hours are 15.3% and those that start more than 48 hours are 14.7%. The purpose of this study was to determine the ability of mother to care for normal newborn babies before and after demonstrations learning methods were given. Analytic observational research design, with one group pre test-post test approach, with a population of mothers who have newborns until the age of 28 days, a total of 20 people with acidental sampling techniques, measuring instruments used questionnaires and checklist.The results showed of the study found that there were significant difference between the results of the first and second ability measurements in the learning group with the demonstration method, with a p-value of 0,000, 95% Cl -7,904 - -2,696. This demonstation learning methods is very effective to improve the ability of mothers to care for their babies, all mothers both who already have a baby are important to prepare the din to prepare the ability to care for a new baby well, so that with the ability to care for it, will increase bounding with the baby.