Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI DISTRIBUSI TEKANAN ALIRAN MELALUI PENGECILAN SALURAN SECARA MENDADAK DENGAN BELOKAN PADA PENAMPANG SEGI EMPAT Sarjito, Sarjito; Subroto, Subroto; Kurniawan, Arif
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  mempelajari  distribusi tekanan dan penurunan tekanan pada aliran satu fase, melalui penampang pipa persegi dengan belokan (elbow) dan mengalami pengecilan saluran (sudden contraction) ditinjau dari berbagai sudut pandang. Rasio pengecilan saluran yang dipakai adalah S= 0.6, S = 0.667 dan S = 0.8 Penelitian dilakukan dengan mengalirkan fluida melalui rotameter sebelum masuk seksi uji.  Kemudian, Debit aliran yang dipakai sebagai parameter yang divariasi dalam penelitian ini, yaitu 2 gpm, 4 gpm dan 8 gpm. Dengan mnggunakan fluida satu fase yang berupa air. Titik pengukuran tinggi tekanan diambil pada bagian dinding depan dan dinding samping seksi uji. Pada bagian depan seksi uji, diambil 15 titik pengukuran sebelum dinding kontraksi dan 15 titik pengukuran sesudah dinding kontraksi. Pada bagian dinding samping seksi uji, diambil 9 titik pengukuran sebelum dinding kontraksi dan 9 titik pengukuran sesudah dinding kontraksi. Penelitian menghasilkan bahwa setiap kenaikan kecepatan selalu diikuti dengan penurunan tekanan, begitu juga sebaliknya. Pada pipa (S) = 0,6 dengan debit 8gpm, sebelum kontraksi mempunyai kecepatan (v1)= 0.0683 m/s dan tekanan 109 Kg/m2 pada sumbu saluran (titik 3c), kemudian setelah melewati dinding kontraksi tekanan turun menjadi -30 Kg/m2 pada kecepatan aliran (v2)= 0.1896 m/s. Ketika aliran mendekati sudut belokan (90o ) terjadi peningkatan tekanan karena adanya perlambatan aliran. Debit aliran berpengaruh pada besarnya tekanan, semakin besar debit aliran semakin besar juga tekanan yang dapat di ukur. Pada debit aliran (Q) 4 GPM dalam saluran rasio 0,667, aliran masuk bertekanan 85 Kg/m2  ketika debit dinaikkan menjadi 8 GPM tekanan naik menjadi 133 Kg/m2. Namun semakin jauh posisi aliran dari dasar pipa maka akan semakin kecil tekanannya. Semakin besar luas penampang pipa maka akan semakin kecil Bilangan Reynoldsnya, untuk rasio pengecilan 0,6 pipa outlet (A= 0.0025m2) pada Q = 0.000171m3/det diperoleh harga Re = 3379.53795, pada rasio pengecilan 0,667 (A= 0.0016 m2) pada Q = 0.000171 m3/det diperoleh harga Re = 4224.42244 dan untuk rasio pengecilan 0,8 pipa outlet (A= 0.0016 m2) pada debit (Q) = 0.000171 m3/det diperoleh harga Re = 4224.42244. Bilangan  Reynolds juga akan naik seiring dengan besarnya debit aliran. 
HUBUNGAN KEPERDATAAN ANAK DENGAN BAPAKNYA: Kajian Kritis Penafsiran Pasal-Pasal Dalam Kompilasi Hukum Islam Subroto, Subroto
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.62 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.762

Abstract

Pasal 53 ayat (1) KHI : ?Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.? Secara gramatikal adanya Pasal 53 ayat (1) KHI bila ditafsirkan akan berdampak bahwa lelaki yang bukan menghamili wanita yang telah hamil di luar nikah juga dapat menikahi wanita yang hamil tersebut. Hal ini berdasarkan kata ?dapat? dalam bunyi Pasal 53 ayat (1) KHI. Oleh sebab itu lelaki yang bukan bapak si anak tersebut, konsekuensi hukumnya terhadap hubung an  keperdataan  anak  berdasarkan  bunyi  Pasal  53  ayat  (1) KHI,  terikat  secara  hukum  dan  memiliki  hubungan  keperdataan dengan  anak  tersebut  secara  langsung,  akibat  perkawinan  ibunya, walau pun lelaki tersebut bukan bapak biologis dari si anak tersebut. Berdasarkan uraian di atas dan adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor  46/PUU-VIII/2010  tentang  dihapusnya  Pasal  43  ayat  (1) UU Perkawinan dan adanya Pasal 53 ayat (1) KHI telah membuka angin  baru  bagi  pengakuan  keperdataan  anak  hasil  perkawinan  di bawah tangan dan hasil perkawinan wanita hamil dengan lelaki yang tidak menghamilinya.
PENGARUH VOLUME TABUNG TEKAN TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Subroto, Subroto; Shodiqin, Shodiqin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v16i2.1512

Abstract

Pompa adalah suatu alat untuk mengasilkan tekanan pada fluida cair sehingga fluida tersebut dapat dialirkan pada bagian dikehendaki dengan cara membuat  tekanan negatif pada saluran masuk dan tekanan positip pada saluran keluar pompa. Untuk bekerja pompa memerlukan energi dari luar atau memerlukan penggerak mula, pada umumnya menggunakan motor bakar atau motor listrik sehingga dalam opersionalnya memerlukan biaya. Pompa hidram bekerja dengan memanfaatkan energi dari aliran air yang mengalir itu sendiri, jadi tidak memerlukan pengerak mula.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh volume tabung tekan terhadap unjuk kerja pompa hidram.Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pompa hidram dengan tinggi permukaan reservoir 3 m, panjang pipa inlet 4 m,  diameter pipa tekan    2,5 inchi, diameter rumah pompa 1,5 inchi, dan diameter pipa penghantar 0.5 inchi dan tinggi 6 m. Variasi volume tabung tekan dengan volume 4866.35 cm3, 5677.41 cm3, dan 6488.47 cm3. Pengambilan data debit pompa dan debit spill dengan menggunakan gelas ukur.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume tabung tekan berpengaruh terhadap unjuk kerja pompa yang meliputi debit dan efisiensi. Pada volume tabung tekan 4866.35 cm3 menghasilkan debit 0.0355 liter/detik dan efisiensi pompa 10.625 %, pada volume tabung tekan 5677.41 cm3 menghasilkan debit 0.068 liter/detik dan efisiensi pompa 24.64 %, dan pada volume tabung tekan 6488.47 cm3 menghasilkan debit 0.072 liter/detik dan efisiensi pompa  28.32 % 
REKAYASA MESIN PENCETAK CUMI-CUMI DENGAN TENAGA PENGGERAK 1 HP DAN PUTARAN 1420 RPM Yunianto, Fajar Tri; Subroto, Subroto; Wiyono, Sunardi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v16i2.1514

Abstract

Pada dasarnya mesin giling cetak cumi-cumi terdiri dari penggiling, pencetak I dan pencetak II yang digerakkan oleh motor listrik dengan melalui perantaraan sabuk dan puli. Fungsi dasar dari alat ini adalah mempersingkat waktu produksi dan menghasilkan produksi yang relatif lebih baik.               Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut : mula-mula adonan tepung bahan cumi-cumi dimasukkan ke dalam alat penggiling untuk digiling sampai ketebalan atau ketipisan yang diinginkan. Kemudian setelah digiling adonan akan turun ke pisau pencetak I yang terletak tepat di bawah dari rol penggiling.
UNJUK KERJA TUNGKU GASIFIKASI DENGAN BAHAN BAKAR SEKAM PADI MELALUI PENGATURAN KECEPATAN UDARA PEMBAKARAN Subroto, Subroto; Prastiyo, Dwi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v14i2.2286

Abstract

Pembakaran bahan bakar gas lebih menguntungkan dari bahan bakar padat karena menghasilkan pembakaran yang lebih bersij, gas metana dapat dibuat dengan cara gasifikasi dengan bahan bakarsekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan udara terhadap unjuk kerja tungku gasifikasi yang meliputi temperatur pembakaran, waktu lama nyala efektif, dan lama pendidihan air.              Penelitian diawali dengan pembuatan tungku gasifikasi sekam padi, kemudian melakukan pengujian pembakaran dengan mengatur kecepatan udara V=2,82 m/s, kecepatan udara, V=2,31 m/s, dan kecepatan udara V=1,90 m/s. Data yang diukur dalam penelitian ini adalah mengukur temperatur pembakaran, mengukur waktu nyala efektif dari bahan bakar sekam padi dan mengukur perubahan temperatur air untuk mengetahui lamanya pendidihan.              Hasil penelitian menunjukkan kecepatan udara mempengaruhi kinerja tungku gasifikasi semakin besar kecepatan udara temperatur pembakaran yang dihasilkan semakin tinggi. Pada kecepatan udara V=2,82 m/s didapatkan temperatur pembakaran 288,82ÚC, pada V=2,31 m/s didapatkan temperatur pembakaran 281,68ÚC, dan pada V=1,90 m/s didapatkan temperatur pembakaran 235,52ÚC. Untuk kecepatan udara V=2,82 m/s didapatkan nyala efektif 36 menit, V=2,31 m/s didapatkan nyala efektif 45 menit, dan V=1,90 m/s didapatkan nyala efektif 48 menit. Lama pendidihan untuk kecepatan udara V=2,82 m/s adalah 18 menit, untuk V=2,31 m/s lama pendidihan 21 menit dan untuk  V=1,90 m/s lama pendidihan air 9 menit. Sedangkan untuk kecepatan udara optimum didapatkan pada kecepatan udara 2,31 m/s
Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Kinerja Pembakaran Pada Tungku Gasifikasi Subroto, Subroto; Handoko, Aris Tri
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v15i2.2070

Abstract

Pembakaran bahan bakar gas lebih menguntungkan dari bahan bakar padat karena menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, gas metana dapat dibuat dengan cara gasifikasi dengan bahan bakar sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan bakar terhadap unjuk kerja tungku gasifikasi yang meliputi temperatur pembakaran, waktu pendihan, lama pendidihan air dan lama nyala efektif bahan bakar. Penelitian ini diawali dengan melakukan gasifikasi bahan bakar sampah organik yaitu sekam padi, bonggol jagung dan tatal kayu jaati, setelah tungku gasifikasi dinyalakan kemudian diukur temperatur pembakara, perubahan temperatur air dan waktu nyala efektif bahan bakar. Data hasil pengukuran dipakai untuk menentukan kinerja tungku gasifikasi. Hasil pengujian menunjukkan jenis bahan bakar berpengaruh terhadap temperatur pembakaran, waktu dan lama pendidihan air, dan lama nyala efektif bahan bakar.  Temperatur pembakaran rata-rata tertinggi adalah bahan bakar tatal kayu jati 625°C, bongo jagung 550°C, sekan padi 500°C. Waktu pendidihan yang cepat adalah bahan bakar tatal kayu jati 9 menit, bonggol jagung 10 menit, sekam padi 11 menit. Nyala efektif yang paling lama adalah bajan bakar sekam padi 27 menit, bonggol jagung 21 menit, tatal kayu jati 18 menit.
PENGARUH PENAMBAHAN BENTONIT PADA SEKAM PADI TERHADAP KINERJA TUNGKU GASIFIKASI TIPE DOWNDRAFT Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v22i1.11820

Abstract

Sekam padi merupakan sampah organik yang sangat mudah di dapatkan di negara agraris seperti Indonesia. Sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif melalui proses gasifikasi untuk menghasilkan gas yang mampu bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan katalis bentonit pada sekam padi terhadap kinerja tungku gasifikasi tipe Downdraft. Proses gasifikasi pada penelitian ini dilakukan dengan cara menambahkan katalis bentonit pada bahan bakar sekam padi sebesar 100 gr, 150 gr, 200 gr. Setelah dilakukan penyalaan, diperoleh data berupa temperatur pembakaran, waktu penyalaan, waktu nyala efektif. Hasil pembakaran dimanfaatkan untuk mendidihkan air, yangmana digunakan untuk mencari besarnya kalor yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur rata-rata pembakaran tertinggi terjadi pada pengujian tanpa penambahan bentonit, yaitu 375,8ËšC. Waktu penyalaan tercepat juga dihasilkan pada pengujian tanpa penambahan bentonit, yaitu selama 8 menit, sedangkan Waktu nyala efektif terlama dihasilkan pada pengujian dengan penambahan bentonit 150 gr, yaitu selama 44 menit. Kalor terbesar dihasilkan pada pengujian dengan penambahan bentonit 150 gr, yaitu sebesar 1719,519Kj.
Strategi Komunikasi Humas PT. Hatonduhan Dearma Sawita Dalam Melaksanakan Program Corporate Social Responsibility Subroto, Subroto
KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 3, No 2 (2024): KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/keskap.v3i2.20751

Abstract

This research is motivated by the public relations communication strategy of PT. Hatonduhan Dearma Sawita in implementing the Corporate Social Responsibility program, the aim of this research is to determine the public relations communication strategy of PT. Hatonduhan Derma Sawita in implementing the Corporate Social Responsibility program. The theories used in this research are communication strategy theory, public relations, corporate social responsibility, and public relations communication strategy. This type of research is descriptive qualitative, namely describing data obtained through research instruments with 3 sources including 1 PT Manager. Hatonduhan Derma Sawita, 1 Public Relations person PT. Hatonduhan Derma Sawita, and 1 PT staff. Hatonduhan Dearma Sawita. The results of this research show that PT. Hatonduhan Derma Sawita has succeeded in making good use of digital media, especially in terms of publishing CSR activities through media such as cyber jet and police news. However, the company has not maximized the potential of social media, because the main focus is still on revenue and profit, as well as strengthening business relationships. Even though they have used outdoor media, there are obstacles related to costs and the difficulty of measuring the effectiveness of CSR campaigns. Therefore, companies need to evaluate their publication strategies and consider making greater use of social media as a tool to achieve broader business and CSR goals.
Prognostic Nutritional Index (PNI) as a Prognostic Factor in Stage IV Lung Adenocarcinoma Subroto, Subroto; Budiono, Eko; Sumardi, Sumardi
Acta Interna The Journal of Internal Medicine Vol 11, No 1 (2021): Acta Interna The Journal of Internal Medicine
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/actainterna.94627

Abstract

Background. Based on nutritional and immunological indicators, the Prognostic Nutritional Index (PNI) is one of the prognostic indicators besides the Platelet-to-Lymphocyte Ratio (PLR) and Glasgow Prognostic Score (GPS). PNI can serve as a biomarker to help guide clinical practice and promote clinical outcomes for lung cancer patients. PNI was superior to Neutrophil- to- Lymphocyte Ratio (NLR) in the prediction of progression-free survival (PFS) and overall survival (OS). Objectives. To analyze the association between a low PNI score (PNI <40) and increased risk of mortality among stage IV pulmonary adenocarcinoma patients.Methods. A cohort-retrospective study was performed by extracting PNI data from medical records and the mortality of patients with stage IV pulmonary adenocarcinoma. A total of 265 patients met the inclusion and exclusion criteria, based on the medical records of patients with stage IV pulmonary adenocarcinoma who were hospitalized at Dr. Sardjito hospital Yogyakarta between January 1st, 2016 and July 1st, 2019. PNI score were calculated as follows: 10 x serum albumin (g/dl) + 0.005 x lymphocyte count (per mm3). Mortality was considered six months since the diagnosis. Chi-square tests were used to analyze the proportions of mortality and confounders. Multiple logistic regression tests were used to analyze the association between PNI and mortality.Results. Subjects with PNI score <40 were at risk of mortality three times higher than subjects with PNI score ≥40 (adjustedOR 3.356, 95% CI 1.165 - 9.670, p = 0.025).Conclusion. PNI score significantly affected the mortality in patients with stage IV pulmonary adenocarcinoma.
Comparison of Alum and Coal-Based Activated Carbon for the Treatment of Raw Water Subroto, Subroto; Said, Muhammad; Ibrahim, Eddy; Hariani, Poedji Loekitowati
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v10.i1.23

Abstract

The availability of clean water is an essential element for supporting the life cycle and sustainable development. The efficiency of providing raw water sources is an important factor for adequate water quantity and quality. This study examines the effectiveness of alum compared with coal-based activated carbon in the removal of Fe, Mn, and turbidity in raw water from the Lematang River, Muara Enim Regency. Activated carbon in this study was produced using a KOH activator with varying activation temperatures (700 °C, 800 °C, and 900 °C). The research results showed that the quality of the third activated carbon met the active carbon quality standards (moisture, ash content, Methylene blue dye and iodine adsorption capacity), but the activated carbon with activation at a temperature of 800 °C had the largest surface area. Activated carbon was proven more effective in reducing Fe and Mn concentrations than alum, while alum was superior in reducing turbidity. After three cycles of activated carbon regeneration, the reduction in Fe and Mn remained below 5%. These results show that activated carbon is a cost-effective and eco-friendly option for raw water treatment.Keywords: Coal, activated carbon, alum, raw water, regeneration