Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : HARMONI

PERAN SAPTA PESONA BAGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.8.1.36-40

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini menfokuskan pada peran sapta pesona bagi pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Pengabdian pada masyarakat ini ditujukan kepada pengemudi becak wisata sebagai salah satu pelaku pariwisata di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi interaktif mengenai sapta pesona dan pariwisata. Ceramah dilakukan untuk para pengemudi becak wisata agar memahami tentang peran sapta pesona kaitannya dengan pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Sedangkan diskusi interaktif bertujuan agar para pengemudi becak wisata mudah memahami materi dan penerapannya sapta pesona dalam dunia pariwisata. Sapta pesona merupakan nilai-nilai yang mencerminkan rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Kondisi seperti ini sangat menetukan keberhasilan pembangunan dalam bidang pariwisata. Yogyakarta terkenal dengan tempat wisata yang sangat lengkap, bahkan diiringi kuliner khas daerah ini. Untuk mencapai terwujudnya sapta pesona di kota Yogyakarta ini maka setiap elemen masyarakat dan pemerintah senantiasa berbenah agar para wisatawan merasa nyaman yang ditunjang lingkungan sekitar yang mencerminkan nilai-nilai dasar kepariwisataan sehingga wisatawan merasa nyaman.Kata kunci: pariwisata, pengemudi becak, sapta pesona, nyaman ABSTRACTThis community service focuses on the role of Sapta Pesona for tourism development in Yogyakarta. This community service is aimed at tourist pedicab drivers as one of the tourism actors in Yogyakarta. The method used in this community service is lectures and interactive discussions regarding Sapta Pesona and tourism. The lecture was held for tourist pedicab drivers to understand the role of Sapta Pesona in relation to tourism development in Yogyakarta. Meanwhile, the interactive discussion aims to make it easy for tourist pedicab drivers to understand the material and its application of Sapta Pesona in the world of tourism. Sapta Pesona are values that reflect a sense of security, order, clean, cool, beautiful, friendly and memorable. Conditions like this really determine the success of development in the tourism sector. Yogyakarta is famous for its very complete tourist attractions, even accompanied by culinary specialties from this region. To achieve the realization of Sapta Pesona in the city of Yogyakarta, every element of society and government is always improving so that tourists feel comfortable, supported by the surrounding environment which reflects the basic values of tourism so that tourists feel comfortable.Keywords: tourism, rickshaw drivers, sapta pesona, comfortable
PENTINGNYA SIKAP BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.7.2.111-115

Abstract

 Pengabdian masyarakat ini konsentrasi pada urgensi sikap bijaksana dalam menggunakan media sosial bagi pengemudi becak pariwisata di Yogyakarta. Media sosial merupakan salah satu media yang dapat menunjang pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan diskusi interaktif. Sosialisasi ditujukan agar para pengemudi becak memahami mengenai sikap bijak dalam bermedia sosial. Diskusi interaktif bertujuan agar lebih mudah memahami materi dan realisasinya dalam masyarakat. Media sosial merupakan suatu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk sarana berkomunikasi. Sikap bijak bermedia sosial yang seharusnya ditunjukkan oleh pengemudi becak adalah media sosial seharusnya menjadikan seseorang semakin memahami makna hidupnya, mampu menyelesaikan persoalan hidupnya dengan bijaksana, memahami orang lain dengan berempati, dan mengedepankan integritas, sikap dan tingkah lakunya selalu mencerminkan nilai-nilai etika yang mendasari setiap aspek hidupnya. Integritas harus dijaga karena menentukan kualitas seseorang. Kata kunci: bijak, media sosial, pariwisata, pengemudi becak  This community service focuses on the urgency of being wise in using social media for tourist pedicab drivers in Yogyakarta. Social media is one of the media that can support tourism development in Yogyakarta. The methods used in this community service are socialization and interactive discussions. The outreach is intended so that pedicab drivers understand wise attitudes in using social media. The interactive discussion aims to make it easier to understand the material and its realization in society. Social media is a tool that can be used as a means of communication. The wise attitude in using social media that should be shown by rickshaw drivers is that social media should make a person understand the meaning of his life more, be able to solve his life problems wisely, understand other people with empathy, and prioritize integrity, his attitudes and behavior always reflect the underlying ethical values. every aspect of his life. Integrity must be maintained because it determines a person's quality.Keywords: wise, social media, tourist, rickshaw driver
PEMBERDAYAAN KEGIATAN WALKING TOUR DAN PENGUATAN KARAKTER GENERASI MUDA DI KOTA SEMARANG Widisuseno, Iriyanto; Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.7.2.%p

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini fokus pada penguatan karakter generasi muda melalui Walking tour di kota Semarang. Tujuannya melakukan penguatan karakter pemuda melalui kegiatan Walking tour. Selain itu juga memberdayakan kegiatan Walking tour agar dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi kreatif masyarakat setempat. Di saat era global ini para pemuda perlu memiliki kesiapan sikap mental yang menggambarkan sebuah karakter pemuda yang kuat dan berintegritas tinggi. Metode penguatan karakter menggunakan cara berwisata edukatif yang dikemas melalui kegiatan Walking tour di tempat wisata warisan budaya di wilayah kota Semarang. Peserta kegiatan adalah pemuda mahasiswa pencinta wisata budaya. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan, antusiasme pemuda dalam mengikuti kegiatan Walking tour, memahami keefektifan Walking tour sebagai cara edukatif dan promotive, tumbuh sikap apresiatif di kalangan pemuda terhadap nilai-nilai keluhuran budaya pada objek-objek wisata sebagai refleksi awal pertumbuhan sikap mental positif pemuda. Kata kunci: walking tour, penguatan karakter, generasi muda, era globalABSTRACTThis community service activity focuses on strengthening the character of the younger generation through a Walking tour in the city of Semarang. The aim is to strengthen youth character through Walking tour activities. Apart from that, it also empowers Walking tour activities to encourage the growth of creative economic activities in the local community. In this global era, young people need to have a prepared mental attitude that depicts a strong youth character and high integrity. The method of strengthening character uses educational tourism which is packaged through Walking tour activities at cultural heritage tourist attractions in the Semarang city area. The activity participants are young students who love cultural tourism. The results of this community service show that the enthusiasm of young people in participating in Walking tour activities, understanding the effectiveness of Walking tours as an educational and promotive method, growing appreciative attitudes among young people towards the noble cultural values of tourist attractions as an initial reflection of the growth of positive mental attitudes among young people.Keywords: walking tour, character strengthening, young generation, global era 
ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasari, Reny; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.388 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v%vi%i.17205

Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisataYogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly withbased on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value ofYogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism inYogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic andforeign.Ethics communication should be put forward because determine the meaning oftourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a moodthat safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism
MORALITAS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2024): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.8.2.132-136

Abstract

ABSTRACTPengabdian masyarakat ini terfokus pada moralitas dalam pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan wawasan kepada para pengemudi becak wisata mengenai pentingnya mengedepankan sikap-sikap yang mencerminkan moralitas karena pengemudi becak merupakan salah satu pelaku pariwisata sehingga menentukan juga wajah Yogyakarta sebagai kota pariwisata. Yogyakarta di samping sebagai kota pariwisata, juga sebagai kota pelajar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah memebrikan ceramah dan diskusi yang sifatnya interaktif. Diskusi interaktif bertujuan agar para peserta lebih mudah memahami materi dan implementasinya terutama kaitannya dengan pelayanan terhadap para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Moralitas menjadi landasan pengembangan pariwisata di Yogyakarta, artinya sikap–sikap moral yang tinggi menjadi sesuatu yang imperatif atau keharusan kaitannya dengan pelayanan terhadap wisatawan. Prinsip filosofi Hamemayu Hayuning Bawana (Senantiasa mengusahakan kebaikan dunia) tidak terlepas dengan prinsip Mangasah Mingising Budhi (Senantiasa memperbaiki ketajaman budi) dan Memasuh Malaning Bumi (Membersihkan dunia dari segala bentuk ketidakbaikan). Prinsip ini dapat ditafsirkan senantiasa memelihara kebaikan dunia dan memperbaiki diri.Kata kunci: moralitas, pariwisata, pengemudi becak, Yogyakarta.ABSTRACTThis community service focuses on morality in developing tourism in Yogyakarta. The aim of this community service is to provide insight to tourist pedicab drivers regarding the importance of prioritizing attitudes that reflect morality because pedicab drivers are one of the tourism actors, thus also determining the face of Yogyakarta as a tourism city. Yogyakarta, apart from being a tourism city, is also a student city. The method used in this community service is to provide interactive lectures and discussions. The interactive discussion aims to make it easier for participants to understand the material and its implementation, especially in relation to services for tourists visiting Yogyakarta. Morality is the basis for tourism development in Yogyakarta, meaning that high moral attitudes are something that is imperative or a necessity in connection with services to tourists. The philosophical principle of Hamemayu Hayuning Bawana (Always seeking the good of the world) is inseparable from the principles of Mangasah Mingising Budhi (Always improving the sharpness of the mind) and Memasuh Malaning Bumi (Cleansing the world from all forms of unkindness). This principle can forever preserve the good of the world and improve oneself.Keywords: morality, tourism, becak driver, Yogyakarta.
PENGUATAN KARAKTER BAGI PENGEMUDI BECAK WISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAKYogyakarta sebagai kota pariwisata menjadikan becak menjadi ujung tombak pariwisata di Yogyakarta. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa pengemudi becak dalam pemahaman ini sebagai pemandu pariwisata. Namun dalam tataran realitas masih banyak persoalan yang timbul karena pengemudi becak masih sering meninggalkan penumpang di tengah jalan dan tidak memberikan pelayanan yang baik dan ramah.Perilaku seseorang tidak lepas dari karakternya. Penguatan karakter bagi pengemudi becak sangatlah penting karena pengemudi becak sebagai pemandu wisata harus memiliki karakter yang kuat karena akan menentukan persepsi bagi wisatawan mengenai kota Yogyakarta. Kata Kunci: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta ABSTRACTYogyakarta as a tourism city makes pedicab become the spearhead of tourism in Yogyakarta. This is based on the reason that the pedicab driver as a guide of tourism. But in the level of reality there are still many problems that arise because becak drivers still often leave passengers in the middle of the road and do not provide good service and friendly. The behavior of a person can not be separated from his character. Strengthening of character for pedicab driver is very important because pedicab driver as tour guide must have strong character because it will determine perception for tourists about Yogyakarta city.Keywords: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta
PELATIHAN MENGGUNAKAN YUKATA SEBAGAI PEMBELAJARAN MENGENAL BUDAYA JEPANG Wiyatasary, Reny; Widisuseno, Iriyanto; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani; Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Budaya Jepang sangat beragam. Salah satu diantaranya adalah yukata pakaian tradisional Jepang sejenis kimono yang dikenakan orang Jepang pada saat musim panas. Sebagai salah  satu produk budaya Jepang, yukata tidak begitu terkenal seperti kimono. Orang-orang lebih mengenal kimono sebagai pakaian tradisional Jepang.Untuk lebih mengenalkan yukata serta cara pemakaiannya  maka pada tanggal 14 Oktober 2017 Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk work shop dengan mengundang orang Jepang yang sedang melaksanakan Program Nihonggo Partner di wilayah Semarang untuk menjadi nara sumber yang akan menjelaskan tentang yukata serta mengajarkan cara pemakaiannya. Adapun yang menjadi peserta work shop ini adalah para siswa SMU di wilayah Semarang dan sekitarnya berserta para mahasiswa pembelajar bahasa Jepang.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengambil tema yukata ini agar para pembelajar bahasa Jepang bisa banyak belajar tentang budaya Jepang terutama tentang yukata yang belum banyak diketahui umum..Beberapa hasil yang dicapai dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat ini salah satunya adalah para peserta bisa memperoleh pengetahuan yang cukup mendalam mengenai yukata dan cara memakainya. Pengetahuan ini akan sangat berguna untuk meningkatkan motivasi mereka mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Kata kunci :  budaya, Jepang ,pakaian,, tradisionali,yukata