Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Ronald Justice; Atik Suprapti; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.878

Abstract

Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran.
PENGARUH FASADE BANGUNAN TERHADAP KARAKTER VISUAL KAWASAN TUGUMUDA SEMARANG Fauzi Fauzi; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.709

Abstract

Abstract: Semarang City is a city located in Central Java and also a metropolitan city in Indonesia, in the fifth place (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung and Semarang City) in which there are several historical areas, one of which is the Tugu Muda area (Indriyatni, 2013). This area is often visited by local, national and international communities. The Tugu Muda area is one of the historic areas in Semarang with the presence of a monument to the struggle of the Semarang youth (Sukawi, 2009). With the passage of time, the Tugu Muda area, the Semarang city government built a high rise building with a modern concept, which is currently named the Pandanara Building, with the existence of this building visually reducing the image and value of the area, namely as a historic area. From this phenomenon, further research is needed to determine the effect of the building of the Pandanaran Building on the character of the Tugu Muda area of Semarang, which is essentially a historic area. The method used is a qualitative method by studying the literature on the theory of building facades and visual characters, which is then carried out in the analysis stages to achieve the research objectives.Abstrak: Kota semarang merupakan sebuah kota yang terletak di jawa tengah dan juga menjadi kota metropolitan di indonesi, dengan urutan ke lima (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Kota Semarang) yang di dalam nya terdapat beberapa kawasan bersejarah, salah satunya yaitu kawasan tugu muda (Indriyatni, 2013). Kawasan ini sering di kunjungi oleh masyarakat lokal, Nasional maupun Internasional. Kawasan Tugu Muda ini merupakan salah satu kawasan bersejarah di semarang dengan di tengarai dengan di adanya tugu perjuangan pemuda semarang (Sukawi, 2009). Dengan seiring berjalannya waktu Kawasan Tugu Muda pemerintah kota semarang mendirikan bangunan high hrise building  dengan konsep modern, yang saat ini diberi nama Gedung Pandanara, dengan adanya bangunan tersebut  secara visual mengurangi citra dan nilai dari Kawasan yaitu sebagai Kawasan bersejarah. Dari fenomena tersebut perlunya penelitian lebih jauh untuk mengetahui pengaruh adanya bangunan Gedung pandanaran tersebut terhadap karakter Kawasan Tugu Muda Semarang yang hakikinya kawasan ini merukan kawasan bersejarah. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan mempelajari literature mengenai teori mengenai fasade bangunan dan karakter visual, yang kemudian dilakukan tahapan analisa guna mencapai tujuan penelitian. 
Analisis Space Syntax pada Perkembangan Ruang Perdagangan Di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta Dewi Setyaningrum; Budi Sudarwanto; Erni Setyowati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.029 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.18435

Abstract

Aktivitas utama di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta yaitu perdagangan perlengkapan kebutuhan maupun oleh-oleh khas haji dan umrah. Perkembangan aktivitas perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memacu berkembangnya aktivitas perdagangan di sektor lain. Hal tersebut mengakibatkan perubahan penggunaan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penggunaan dan perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis spasial menggunakan Software ArcGIS dan analisis konfigurasi ruang menggunakan Space Syntax. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memiliki pola ruang berbentuk centers. Perencanaan kawasan Kampung Arab Pasar Kliwon masih dipengaruhi oleh aturan-aturan classical planning, seperti elemen pembentuk jalan dengan terdapat hirarki jalan dan pengembangan dari geometry grid dimana terdapat pertemuan jalan dengan garis tegas dan benteng atau tembok kota (tembok Keraton Surakarta). Nilai inteligibillity dari konfigurasi ruang Kampung Arab Pasar Kliwon tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi menunjukkan konektivitas dan integrasi yang tinggi. Hal tersebut mempunyai arti adanya kemudahan akses dalam pencapaian ruang. Nilai R2 jaringan jalan di Kampung Arab Pasar Kliwon yaitu 0,566918 yang mengindikasikan sedang dan mendekati 1, memiliki makna tingkat kemudahan individu dalam memahami struktur ruang kawasan. Aktivitas utama perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon berada di Jalan Kapten Mulyadi, lalu diikuti Jalan Untung Suropati (di sebelah Utara), dan Jalan Veteran (di sebelah Selatan), serta belum berkembang secara signifikan pada jalan lokal/lingkungan di Kampung Pasar Kliwon. Hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang karakteristik perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab sehingga dapat memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pengembangan kawasan tersebut .
THE EXISTENCE OF WAQF IN ESTABLISHING A SUSTAINABLE COMMUNAL SPACE Agus Rochani; Nany Yuliastuti; Budi Sudarwanto
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 1 (2022): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i1.15310

Abstract

In Indonesia, the number of urban settlements continues to grow, while the paucity of communal space in urban areas persists. Therefore, it is vital to support local potential to achieve long-term success. Waqf generosity is one form of social development that has been institutionalized in society. Waqf, or benevolent generosity in surrendering personal possessions for the public good, is practiced by almost the entire Muslim community worshiping Allah SWT. This research aims to uncover the role of waqf in the formation of public spaces from a long-term viewpoint. This study employs a case study method to comprehend the real life of the waqf spatial entity in the urban village. The research location is Tugurejo Village, Tugu District, Semarang City. The study deviates from the grand theory to investigate the events at the study site. Interviews, observation, and secondary data are used to acquire data; descriptive methods are used to analyze the data, and the research findings are fed back into the grand theory. The research found that sustaining communal ownership rights and productivity advantages between generations ensures the sustainability of waqf as a communal space, resulting in a sustainable community structure.
PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Ronald Justice; Atik Suprapti; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.878

Abstract

Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran.
Identifikasi Elemen Visual Street Furniture di Kampung Kauman Surakarta Wicaksono, Bangkit Adhi; Sudarwanto, Budi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 2 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i2.5761

Abstract

Kampung Kauman Surakarta merupakan kampung produksi batik. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya sebagai fasilitas penunjang wisata batik maka Pemerintah Kota Surakarta membangun street furniture yang beraneka ragam di dalamnya sebagai identitasnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan elemen visual pada street furniture di Kampung Kauman Surakarta. Metode yang digunakan ialah seperti konsep divergen (pengembangan masalah) dan konsep konvergen (penyempitan atau pemfokusan masalah) yang dikemukakan oleh Nate Burgos dan Adam Kalish hingga mendapatkan detailnya. Variabelnya berupa geometri, tekstur, warna, bentuk, corak, skala, dan dimensi. Hasil yang didapatkan kebanyakan berupa bergaris lurus, bertekstur halus dan licin, berwarna abu-abu, berbentuk balok, bercorak garis lurus berjajar, tulisan, dan batik, berskala lebih kecil daripada orang dewasa, dan berdimensi tinggi setengah badan orang dewasa dengan lebar setinggi orang dewasa di area pusat wisata batik Kampung Kauman Surakarta. Street furniture-nya pun sebagai penguat elemen visual kecuali perabot pelayanan. Hal ini dapat dijadikan sebagai identitas visual street furniture di Kampung Kauman Surakarta.
Pengaruh Pencahayaan Buatan Terhadap Perilaku Anak Autis Di SLB Sri Mujinab Pekanbaru Putri, Elya Indah; Sudarwanto, Budi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4475

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kelainan sensori yang mengakibatkan penderita ASD mengalami kesulitan dalam komunikasi. Objek penelitian dilakukan di SLB N Sri Mujinab Pekanbaru yang murid sekolah tersebut merupakan penderita ASD. Pencahayaan buatan memiliki fungsi sebagai penerang saat cahaya matahari tidak maksimal. Berdasarkan Putri (2015), kondisi pencahayaan buatan pada ruang kelas SLB ini tidak terlalu cukup sehingga pengidap ASD tidak fokus dalam proses belajar mengajar dikarenakan pencahayaan yang ada kurang nyaman. Oleh karena itu, pencahayaan buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku penderita ASD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pencahayaan buatan terhadap perilaku anak ASD dan mengetahui pencahayaan buatan seperti apa untuk kenyamanan siswa SLB Sri Mujinab. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa hasil kuesioner dan pengukuran data kuantitatif dengan menggunakan lux meter untuk data iluminasi. Hasil dari penelitian ini adalah cahaya buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak ASD, jika cahaya terlalu gelap atau terang, penderita ASD akan merasa tidak aman bahkan tantrum.
PENGARUH FASADE BANGUNAN TERHADAP KARAKTER VISUAL KAWASAN TUGUMUDA SEMARANG Fauzi, Fauzi; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang City is a city located in Central Java and also a metropolitan city in Indonesia, in the fifth place (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung and Semarang City) in which there are several historical areas, one of which is the Tugu Muda area (Indriyatni, 2013). This area is often visited by local, national and international communities. The Tugu Muda area is one of the historic areas in Semarang with the presence of a monument to the struggle of the Semarang youth (Sukawi, 2009). With the passage of time, the Tugu Muda area, the Semarang city government built a high rise building with a modern concept, which is currently named the Pandanara Building, with the existence of this building visually reducing the image and value of the area, namely as a historic area. From this phenomenon, further research is needed to determine the effect of the building of the Pandanaran Building on the character of the Tugu Muda area of Semarang, which is essentially a historic area. The method used is a qualitative method by studying the literature on the theory of building facades and visual characters, which is then carried out in the analysis stages to achieve the research objectives.Abstrak: Kota semarang merupakan sebuah kota yang terletak di jawa tengah dan juga menjadi kota metropolitan di indonesi, dengan urutan ke lima (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Kota Semarang) yang di dalam nya terdapat beberapa kawasan bersejarah, salah satunya yaitu kawasan tugu muda (Indriyatni, 2013). Kawasan ini sering di kunjungi oleh masyarakat lokal, Nasional maupun Internasional. Kawasan Tugu Muda ini merupakan salah satu kawasan bersejarah di semarang dengan di tengarai dengan di adanya tugu perjuangan pemuda semarang (Sukawi, 2009). Dengan seiring berjalannya waktu Kawasan Tugu Muda pemerintah kota semarang mendirikan bangunan high hrise building  dengan konsep modern, yang saat ini diberi nama Gedung Pandanara, dengan adanya bangunan tersebut  secara visual mengurangi citra dan nilai dari Kawasan yaitu sebagai Kawasan bersejarah. Dari fenomena tersebut perlunya penelitian lebih jauh untuk mengetahui pengaruh adanya bangunan Gedung pandanaran tersebut terhadap karakter Kawasan Tugu Muda Semarang yang hakikinya kawasan ini merukan kawasan bersejarah. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan mempelajari literature mengenai teori mengenai fasade bangunan dan karakter visual, yang kemudian dilakukan tahapan analisa guna mencapai tujuan penelitian. 
PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Justice, Ronald; Suprapti, Atik; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran.
KONSEP KOTA KOMPAK DALAM KAMPUNG TRADISIONAL KAUMAN SEMARANG Hafidzah, Asri Amalia; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: If the compact city concept is a modernization of the city concept, therefore in the context of a traditional city that has been developed for centuries could be claimed to have the opposite concept. This study is going to explain that the compact city concept can be found in the traditional city. The purpose of this study is to identify the traditional Kauman village which is a heritage village, according to the compact city aspects, using descriptive qualitative method within the Kauman heritage area of Semarang. The results of this study show that Kauman, when measured using a compact city assessment according to Lim's Theory, has met several criteria even though it is still in the form of a traditional village. However, in terms of mobility and accessibility, Kauman has not met the qualifications. It turns out that cities that have been built traditionally, in their development have adopted several sustainable compact city concepts in their own way in terms of sustainability and maintenance of the village as a heritage area.Abstrak: Jika konsep kota kompak adalah gagasan modernisasi pada konsep kota, maka dalam konteks kota tradisional yang sudah berkembang dalam hitungan abad, konsep ini dapat dikatakan berlawanan. Penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana konsep kota kompak ditemukan dalam kota tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kampung tradisional Kauman yang merupakan kampung heritage, terhadap aspek-aspek yang ada dalam kota kompak, menggunakan metode kualitatif deskriptif di lingkup wilayah heritage Kauman Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kauman, jika diukur menggunakan penilaian kota kompak menurut Teori Lim, sudah memenuhi beberapa kriteria walaupun masih dalam bentuk kampung tradisional. Namun dalam aspek mobilitas dan aksesibilitas, Kauman belum memenuhi kualifikasi. Ternyata kota yang dibangun secara tradisional, dalam pembangunannya sudah mengadopsi beberapa konsep kota kompak yang berkelanjutan dengan cara mereka sendiri dalam keberlangsungan dan pemeliharaan kampung sebagai kawasan heritage.