Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : JURNAL PERTANIAN

PERFORMA DOMBA LOKAL YANG DIBERI RANSUM RUMPUT LAPANG DAN AMPAS TAHU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL Metkono, OAF; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.826 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.562

Abstract

Penelitian tentang performa domba lokal yang diberi ransum rumput lapang dan ampas tahu dengan imbangan berbeda telah dilakukan selama satu bulan untuk mengetahui rasionya yang optimal untuk menghasilkan performa domba lokal terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakukan sebagai berikut: 1) 100% rumput lapang 2)25% rumput lapang + 75% ampas tahu 3) 50% rumput lapang + 50% ampas tahu, 4) 75% rumput lapang + 25% ampas tahu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa domba lokal yang diberi ransum 75% rumput lapang + 25% ampas tahu memperlihatkan konsumsi ransum yang sama dengan (P>0,05), konversi ransum yang lebih baik (P<0,05), dan pertambahan panjang badan yang lebih tinggi (P<0,05) daripada domba lokal yang diberi rumput lapang 100%. Lebih daripada itu, ransum 75% rumput lapang+25% ampas tahu merupakan ransum yang lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis bagi ternak domba lokal betina yang dipelihara dalam kondisi tradisional.
PERFORMA PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN YANG MENDAPAT PAKAN TEPUNG KULIT KOPI Sudrajat, Deden
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.102 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.599

Abstract

Kulit kopi adalah salah satu limbah pengolahan kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji respon performa pertumbuhan domba lokal yangmendapat pakan tepung kulit kopi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan terdiri atas: R0 : Rumput lapang 70%+ 30% konsentrat tanpa tepung kulit; R1 : Rumput Lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepungkulit kopi 5% ; R2 : Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 10% ; R3 :Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 15%. Hasil penelitian menunjukkanpemberian tepung kulit kopi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering dan proteinkasar serta pertumbuhan bobot badan, lingkar dada dan pertumbuhan tinggi pundak, tetapiberpengaruh terhadap konsumsi serat kasar, lemak kasar dan TDN) serta pertambahan panjangbadan. Sehingga pemberian ransum tepung kulit kopi tidak memberikan hasil yang signifikanterhadap performa ternak, namun pemberian tepung kulit kopi sebanyak 5% menghasilkan IOFCpaling tinggi dan efisiensi pakan yang lebih baik.
Pengaruh Subtitusi Pakan Komersil oleh Tepung Bungkil Inti Sawit terhadap Nilai Energi Metabolis dan Kecernaan Ransum Ayam Kampung Mulyana, Abdullah Alhanan; Sudrajat, Deden; Jatmiko, Jatmiko
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.666 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.630

Abstract

Bungkil inti sawit digunakan sebagai pakan ternak, berpotensi besar menggantikan sebagian bahan pakan pada ransum komesial. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi energi metabolis ransum mengandung bungkil inti sawit pada ayam kampung. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan menggunakan sebanyak 16 ekor ayam kampung disusun secara acak menjadi 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah R0= Pemberian pakan komersil tanpa penambahan bungkil inti sawit;  R1= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 10 % bungkil inti sawit; R2= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 15 % bungkil inti sawit; R3= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 20 % bungkil inti sawit. Peubah yang diamati terdiri dari energi metabolis dan kecernaan ransum ayam kampong dengan menggunakan metoda indikator Cr2O3. Hasil penelitian  menggunakan metode indikator menunjukan bahwa tepung bungkil inti sawit tidak erpengaruh nyata   pada energi metabolis, dan  kecernaan ransum. Namun pada kecernaan lemak kasar, menunjukan bahwa penambahan tepung bungkil inti sawit sangat berpengaruh nyata (P<0,01).KATA KUNCI: ayam kampung, tepung bungkil inti  sawit, energi metabolis  THE INFLUENCE OF COMMERCIAL FEED SUBSTITUTION FOR CAKE FLOUR BY PALM KERNEL OF ENERGY RATION DIGESTIBILITY AND METABOLIS FREE-RANGE CHICKENABSTRACTPalm kernel for cake which is used as animal feed, potentially replacing big feed ingredients in commercial rations. This research was conducted to evaluate the energy metabolis rations contain palm kernel for cake on a free-range chicken. Draft research using randomized complete design with the use of as many as 16 free-range chickens randomly arranged into 4 treatments and 4 replicates. The treatment used is R0 = feeding a commercial without the addition of palm kernel for cake;  R1 = feeding a commercial with the addition of 10% for cake palm kernel; R2 = feeding a commercial with the addition of 15% for cake palm kernel; R3 = feeding a commercial with the addition of 20% for cake palm kernel. The observed variables are composed of energy and digestibility of metabolis free-range chicken rations using indicators of Cr2O3. The results of research using the method of indicator showing that palm kernel for cake flour has no effect on the real energy ration digestibility and metabolis. However, on a rough fat digestibility showed that the addition of palm kernel for cake flour is very influential real (P < 0.01).
PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA AhmadTriawan, DedenSudrajat
JURNAL PERTANIAN Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.497 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari neraca kation-anion yang berbeda (DCAB) terhadapkinerja ayam broiler yang terkena stres panas dan menentukan optimal DCAB untuk kinerja broileryang optimal. Penelitian dilakukan di peternakan pengabdian Dinas Peternakan Fakultas Sains danPertanian Bisnis Universitas Djuanda, Bogor, dari 18 Desember 2012-14 januari 2013. Seratus CP707ayam broiler berumur satu hari PT Charoen pokphand dengan rata-rata awal berat badan 37 g. Ayamdialokasikan ke kandang brooder 1 sampai 14 hari sebelum mereka dipindahkan ke pen percobaanberukuran 1 x 0,5 m2 dari 15 sampai 28. Ransum Komersial 511 Bravo tang diproduksi oleh PT.Charoen Pokphand dengan nilai DCAB dari 10 mEq (R1), 15 mEq (R2), 21 mEq (R3), 25 mEq (R4),dan 30 mEq (R5). Sebuah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan digunakan.Data dianalisis varian dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan DCABberbeda tidak memberikan pengaruh yang significantly terhadap konsumsi pakan, konversi pakan(FCR), pertambahan bobot badan, dan kematian. Pengaruh yang signifikan hanya ditemukandiasupan air minum.
PENGGUNAAN KADAR PROTEIN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM JANTAN PETELUR ESetiyono, DedenSudrajat
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.35

Abstract

Usaha peternakan ayam masih merupakan usaha yang efisien dalam menghasilkan protein. Proteindibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan enzim, dan antibodi dalam tubuh. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian pakan dengan protein berbedaterhadap performa pertumbuhan ayam jantan petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05Maret 2015 sampai dengan 10 Mei 2015 di kandang yang berlokasi Kampung Palasari RT 01 RW 06Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ayam yang digunakan untuk penelitian berjumlah90 ekor DOC jantan Layer strain Lohman Brown, dengan berat badan rata-rata 38 gram, pakan ayamdengan kandungan protein kasar 21%, 18%, dan 23%. Ransum yang digunakan produksi dari PT. JapfaComfeed Indonesia Tbk yaitu BR 1 dengan protein kasar 21%, Par S yang protein kasarnya 18%, danBBR dengan protein kasar 23%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang akan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadapkonsumsi pakan, FCR, mortalitas, dan indeks produksi. Ransum dengan protein kasar 18% bisamenggantikan protein kontrol (protein kasar 21%).
Influence Of Egg Shape And Egg Weight On Characteristic Of Quilted Egg (Coturnix Coturnix Japonica) Rozi, Ahmad Fahrul; Sudrajat, Deden; Anggraeni, Anggraeni
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.772 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1154

Abstract

Research on Influence of Egg Shape and Egg Weight on Characteristic of  Quilted Egg (Coturnix coturnix japonica) has been done for one month, this research aim to know the influence of egg shape and egg weight to fertility, hatchability,  hatching weight, and sex in bird Quail and can select good egg weight to hatch. This study used quail eggs (Coturnix coturnix japonica), as many as 216 grains divided into two groups. Each is a group with an egg shape (pointed, semi-pointed, and round) and group with egg weight (mild, moderate, and severe). The hatching machine used is semi-automatic hatching machine, before the egg is inserted into the hatching machine is done selection that includes egg shape and egg weight, egg shape selection is done by measuring the width and length of eggs using sliding and egg weight is done by weighing the eggs with scales digital. The first factor is egg form with three levels, A1 (egg taper = 75 - 78,12%), A2 (semi-pointed egg = 79,59 - 82,11%), and A3 (round = 82,78 - 86,76 %). While the second factor is the egg weight of three levels namely B1 (light weight = 9 - 10 grams), B2 (Medium weight = 11-12 grams) and B3 (Weight = 13-14 grams). Of the 2 factors with three levels were obtained 9 treatment combinations of each treatment repeated 4 times, each repetition consisted of 6 grains. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) 3 x 3 factorial pattern for fertility variables, hatchability, hatching weight and percentage of male sex. The results showed that the eggs did not give a significant effect on fertility, hatchability, hatching and sex weights, whereas for egg weight only had a significant effect on hatch and percentage of male sex.
PENGGUNAAN KADAR PROTEIN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM JANTAN PETELUR ESetiyono, DedenSudrajat
Jurnal Pertanian Vol. 6 No. 2 (2015): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.35

Abstract

Usaha peternakan ayam masih merupakan usaha yang efisien dalam menghasilkan protein. Proteindibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan enzim, dan antibodi dalam tubuh. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian pakan dengan protein berbedaterhadap performa pertumbuhan ayam jantan petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05Maret 2015 sampai dengan 10 Mei 2015 di kandang yang berlokasi Kampung Palasari RT 01 RW 06Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ayam yang digunakan untuk penelitian berjumlah90 ekor DOC jantan Layer strain Lohman Brown, dengan berat badan rata-rata 38 gram, pakan ayamdengan kandungan protein kasar 21%, 18%, dan 23%. Ransum yang digunakan produksi dari PT. JapfaComfeed Indonesia Tbk yaitu BR 1 dengan protein kasar 21%, Par S yang protein kasarnya 18%, danBBR dengan protein kasar 23%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang akan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadapkonsumsi pakan, FCR, mortalitas, dan indeks produksi. Ransum dengan protein kasar 18% bisamenggantikan protein kontrol (protein kasar 21%).
PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA AhmadTriawan, DedenSudrajat
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.497 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari neraca kation-anion yang berbeda (DCAB) terhadapkinerja ayam broiler yang terkena stres panas dan menentukan optimal DCAB untuk kinerja broileryang optimal. Penelitian dilakukan di peternakan pengabdian Dinas Peternakan Fakultas Sains danPertanian Bisnis Universitas Djuanda, Bogor, dari 18 Desember 2012-14 januari 2013. Seratus CP707ayam broiler berumur satu hari PT Charoen pokphand dengan rata-rata awal berat badan 37 g. Ayamdialokasikan ke kandang brooder 1 sampai 14 hari sebelum mereka dipindahkan ke pen percobaanberukuran 1 x 0,5 m2 dari 15 sampai 28. Ransum Komersial 511 Bravo tang diproduksi oleh PT.Charoen Pokphand dengan nilai DCAB dari 10 mEq (R1), 15 mEq (R2), 21 mEq (R3), 25 mEq (R4),dan 30 mEq (R5). Sebuah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan digunakan.Data dianalisis varian dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan DCABberbeda tidak memberikan pengaruh yang significantly terhadap konsumsi pakan, konversi pakan(FCR), pertambahan bobot badan, dan kematian. Pengaruh yang signifikan hanya ditemukandiasupan air minum.
PERFORMA DOMBA LOKAL YANG DIBERI RANSUM RUMPUT LAPANG DAN AMPAS TAHU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL Metkono, OAF; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.826 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.562

Abstract

Penelitian tentang performa domba lokal yang diberi ransum rumput lapang dan ampas tahu dengan imbangan berbeda telah dilakukan selama satu bulan untuk mengetahui rasionya yang optimal untuk menghasilkan performa domba lokal terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakukan sebagai berikut: 1) 100% rumput lapang 2)25% rumput lapang + 75% ampas tahu 3) 50% rumput lapang + 50% ampas tahu, 4) 75% rumput lapang + 25% ampas tahu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa domba lokal yang diberi ransum 75% rumput lapang + 25% ampas tahu memperlihatkan konsumsi ransum yang sama dengan (P>0,05), konversi ransum yang lebih baik (P<0,05), dan pertambahan panjang badan yang lebih tinggi (P<0,05) daripada domba lokal yang diberi rumput lapang 100%. Lebih daripada itu, ransum 75% rumput lapang+25% ampas tahu merupakan ransum yang lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis bagi ternak domba lokal betina yang dipelihara dalam kondisi tradisional.
PERFORMA PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN YANG MENDAPAT PAKAN TEPUNG KULIT KOPI Sudrajat, Deden
Jurnal Pertanian Vol. 3 No. 2 (2012): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.102 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.599

Abstract

Kulit kopi adalah salah satu limbah pengolahan kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji respon performa pertumbuhan domba lokal yangmendapat pakan tepung kulit kopi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan terdiri atas: R0 : Rumput lapang 70%+ 30% konsentrat tanpa tepung kulit; R1 : Rumput Lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepungkulit kopi 5% ; R2 : Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 10% ; R3 :Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 15%. Hasil penelitian menunjukkanpemberian tepung kulit kopi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering dan proteinkasar serta pertumbuhan bobot badan, lingkar dada dan pertumbuhan tinggi pundak, tetapiberpengaruh terhadap konsumsi serat kasar, lemak kasar dan TDN) serta pertambahan panjangbadan. Sehingga pemberian ransum tepung kulit kopi tidak memberikan hasil yang signifikanterhadap performa ternak, namun pemberian tepung kulit kopi sebanyak 5% menghasilkan IOFCpaling tinggi dan efisiensi pakan yang lebih baik.