Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Perencanaan Preventif Maintenance Menggunakan Reliability-Centered Maintenance II untuk Mencegah Kegagalan Peralatan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sukma Setia Risnatha, I Gede; Suef, Mokh
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.56429

Abstract

Kerugian produksi akibat breakdown peralatan kritis menjadi perhatian utama dalam bisnis pembangkitan tenaga listrik karena dapat menurunkan pendapatan. Pada tahun 2023, Total Loss Production di PLTU ADP yang dikelola oleh PT XYZ mencapai 1.010.432,7 MWh, salah satunya disebabkan oleh breakdown pada coal feeder, sehingga target kinerja Equivalen Availability Factor (EAF) hanya tercapai 81,24% dari target 86,74%. Penyebab utama breakdown adalah strategi pemeliharaan yang belum tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan merencanakan preventif maintenance (PM) untuk coal feeder di PLTU ADP menggunakan metode Reliability-Centered Maintenance II (RCM II) dan menganalisis data kegagalan peralatan guna menentukan interval PM yang optimal. Proses penelitian meliputi pengumpulan data, perhitungan kehandalan peralatan dengan reliability block diagram, dan penentuan interval PM berdasarkan kriteria Reliability Function R(t)<60%. Analisis dilakukan dengan Failure Mode Equipment Analysis (FMEA) dan evaluasi Failure Consequences untuk menghasilkan tindakan pemeliharaan yang tepat. Hasil penelitian merekomendasikan strategi PM dengan tindakan Scheduled discard task atau Scheduled restoration task berdasarkan interval optimal, seperti Feeder Belt Assembly (2738,85 jam), Microprocessor Feeder Electronics (3312,1 jam), dan Cleanout Conveyor(8601,56 jam). Implementasi PM prioritas pada komponen dengan kehandalan <60% (Inlet Outlet Valve, Cleanout Conveyor, Microprocessor Feeder Electronics, dan Protection Device) dapat meningkatkan kehandalan coal feeder dari 11,21% menjadi 74,19%, mencegah kegagalan peralatan, dan mengurangi kerugian produksi.
Analisis Ketidaktercapaian Key Performance Indicator Departemen Engineering PT. XYZ dalam Implementasi Computerized Maintenance Managemen System Winoto, Maria Nicolas Ganden Gondho; Santoso, Bagus Jati; Suef, Mokh.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15859

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah produk dan kapasitas, PT. XYZ, perusahaan material bangunan, memutuskan untuk melakukan transformasi digital, dimulai dari Departemen Engineering dengan mendigitalisasi proses perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi. Transformasi ini mencakup pelaporan kegiatan, perencanaan, dan ketersediaan suku cadang yang harus dapat diakses dengan mudah untuk memastikan efisiensi manajemen perawatan mesin. Pengembangan teknologi digital dilakukan secara internal antara Departemen Engineering dan Departemen Information Technology, menghasilkan aplikasi Computerized Maintenance Management System (CMMS) untuk meningkatkan capaian Key Performance Indicator (KPI) Departemen Engineering. Namun, penerapan aplikasi ini belum mencapai KPI secara konsisten, menimbulkan keraguan terhadap kegunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab ketidaktercapaian KPI dengan menggunakan metode root cause analysis, framework for information system success, kuesioner, dan analisis kompetensi personil engineering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktercapaian KPI disebabkan oleh klasifikasi, distribusi, dan verifikasi downtime yang masih manual, rekapitulasi downtime yang tidak akurat, tidak adanya prioritas jenis mesin, serta data mesin dan item perawatan yang belum lengkap. Langkah perbaikan yang diusulkan meliputi penambahan sistem klasifikasi, distribusi, dan verifikasi downtime pada aplikasi, penambahan validator downtime, simplifikasi mesin dan peralatan, pembuatan sistem klasifikasi jenis surat perintah kerja (SPK), pembaruan data mesin, serta item perawatan dan jadwal maintenance secara konsisten. Perbaikan penerapan CMMS mencakup penggantian perangkat jaringan, standarisasi hak akses, penambahan sistem klasifikasi distribusi otomatis, melengkapi nomor aset, dan pelatihan operasional CMMS secara reguler. Kesimpulannya, implementasi perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan pencapaian KPI Departemen Engineering PT. XYZ secara konsisten.