Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENYUSUNAN RAB RENOVASI MASJID AL-HASANAH DI KEL. KREO SELATAN, KEC. LARANGAN KOTA TANGERANG Inggit Musdinar Sayekti Sihing Yang Mawantu; Dody Kurniawan; Suwasti Broto
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mosque is a place of worship for Muslims. The Ministry of Religion issued provisions regarding different designations for mosques. One of the prayer rooms in Kelurahan Kreo Selatan is the Al-Hasanah Mosque which is located at Gang Sawo No. 27, RT.01/RW.13, Kelurahan Kreo Selatan, Kecqmqtqn Larangan, Kota Tangerang, Banten. Al-Hasanah Mosque congregation is growing rapidly and DKM intends to expand the mosque building and turn it into a mosque. The current condition of the Al-Hasanah prayer room consists of a 1-story building. And the early history of this prayer room was a house belonging to the congregation which was then donated to become a prayer room. The current condition of the Al-Hasanah Mosque needs to be developed because the congregation of the Al-Hasanah Mosque is increasing and is becoming increasingly unaccommodated. Based on these conditions, Budi Luhur University Architecture Study Program organized Community Service activities to jointly prepare the Al-Hasanah Mosque Renovation Budget Plan. The method of implementing the activities uses the Architectural Design Process. Where the renovation design of the Al-Hasanah Mosque is adjusted to the input from the mosque manager, while the working drawings of the mosque renovation design are adjusted to architectural standards. Then proceed with the calculation of costs (RAB) based on the preliminary drawings that have been mutually agreed upon
Perbaikan kualitas jalan setapak menjadi jalan setapak beton pada kawasan wisata Curug Ciastana Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur Harfa Iskandaria; Inggit Musdinar Sayekti Sihing Yang Mawantu; Rismawandi Rismawandi; Iqbal Abdulah; Catherine Anjelique Pakpahan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38830

Abstract

AbstrakCurug Ciastana yang berlokasi di Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Jika Curug Ciastana menjadi kawasan wisata, maka dapat menjadi faktor ungkit bagi perekonomian masyarakat setempat. Namun saat ini kondisi akses menuju Curug masih berupa setapak dan hal ini tentunya menjadi kendala akses bagi wisatawan. Berdasarkan informasi perangkat desa, Pemerintah Daerah sendiri sudah menyediakan alokasi dana. Namun dari pihak pemeritah setempat, dalam hal ini Kepala Desa Bojongkasih mengalami kendala dalam menyusun dokumen untuk memenuhi persyaratan pendanaan. Dokumen yang dimaksud adalah gambar rencana jalan akses pejalan kaki Curug Ciastana dan Rencana Anggaran Biaya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur menawarkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan jalan akses Curug Ciastana. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan kepakaran dalam tim. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pendampingan dalam penyusunan kelengkapan dokumen untuk mengajuan dana peningkatan kualitas jalan setapak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan gambar preliminary jalan akses secara segmental dan rencana anggaran biaya per segmen jalan untuk kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kata kunci: kawasan wisata; curug; jalan setapak; rencana anggaran biaya. AbstractCiastana Waterfall, located in Bojongkasih Village, Kadupandak District, Cianjur Regency, has the potential nature to be developed into a tourist destination. If Ciastana Waterfall becomes a tourist destination, it could boost the local economy. However, access to the waterfall is currently limited by footpaths, which poses a significant obstacle for tourists. According to village officials, the local government already has allocated funds. However, the local government, specifically the Bojongkasih Village Head, is facing challenges in preparing the documents to fullfil the funding requirements. These documents include a plan for the pedestrian access road to Ciastana Waterfall and a budget plan. The Budi Luhur University Community Service Team offers a solution to address the Ciastana Waterfall access road issue. The solution aligns with the team's expertise. The activities include assistance in preparing the necessary documents for applying for funds to improve the quality of the footpath. And the results of this community service activity are preliminary segmental access road drawing and a budget plan for each segment, which can then be adjusted to meet field conditions.. Keywords: tourism area; spring; pedestrian; budget plan.